NovelToon NovelToon
Seatap Dengan Mantan

Seatap Dengan Mantan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Idola sekolah
Popularitas:49.3k
Nilai: 5
Nama Author: Riria Raffasya Alfharizqi

Pada masa putih abu-abu. Jeviza menjalin cinta dengan Keandra, tetapi baru 1 tahun pacaran, hubungan keduanya harus berakhir karena sebuah kesalah pahaman. Lalu keduanya dipertemukan lagi setelah 2 tahun berpisah, lebih gilanya, Jevi dan Kean berada di satu rumah. Seatap dengan mantan itu lah yang terjadi setelah perpisahan.



Mantan tapi masih cemburu, cinta tapi gengsi menjadi bumbu kehidupan keduanya setelah berada di satu rumah yang sama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riria Raffasya Alfharizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Diam Tapi Cemburu

Kepalanya mengangguk pelan dengan senyum yang merekah, matanya menatap cup besar di tangannya, lalu tanpa sadar kembali menyunggingkan senyumnya.

"Enak, kan?" suara Sisil di sebelahnya seketika membuat Jeviza menoleh. Lalu mengangguk setuju.

"Udah pernah coba?" tanyanya diangguki Sisil antusias.

Lalu wajah Sisil sedikit mendekat, berbisik pelan di telinga Jeviza. "Lo beruntung tau, Je. Itu matcha lumayan mahal, bisa buat pesen bakso plus minumnya di kantin kampus."

"Untuk kaum mahasiswi seperti kita, mikir dua kali lah buat beli, kalau emang lagi nggak kepengen banget mending bua makan," lanjutnya lagi.

Jeviza menatap Sisil tanpa berkata, sepintas pikirannya terbesit, jika dirinya ternyata jauh lebih beruntung tinggal di rumah Puspa. Tidak perlu memikirkan uang untuk makan, dan uang yang dikirimkan oleh orang tuanya bisa Jevi gunakan untuk jajan yang ia mau.

"Lo, lagi pengen nggak?" tanya Jeviza polos pada Sisil.

Sisil menggeleng, mendorong minuman matcha yang dipegang oleh Jeviza.

"Minum lo aja, lagian baru pertama kali coba matcha di sini kan?"

Jeviza mengangguk ragu. Sementara Sisil terkekeh tipis.

"Gue udah tiga kali bay the way, so..itu emang buat lo dari kak Janu."

"Kalian, mau?" tawar Jevi pada Naura dan Tevi.

Kedua gadis yang tadinya sedang asik mengobrol itu menoleh, lalu melirik pada cup yang dipegang Jeviza.

"Jangan bikin kak Janu kesel deh, Je. Itu kan buat lo tadi, bukan buat kita." Naura melirik malas dengan gelengan kepala.

Sementara Tevi mengangguk setuju. Meski ada rasa ingin menyicipi, tetap saja minuman yang dibawa Jevi sekarang pemberian dari cowok yang mereka gadang-gadang naksir Jeviza. Tidak mungkin Tevi memintanya.

"Oke," singkat Jeviza kembali menyeruput sedotan stainless di tangannya.

"Gimana? Suka nggak?" Januar tiba-tiba kembali datang. Membuat Jeviza dan yang lain tampak terkejut.

"Enak, makasih kak Janu," balas Jeviza seadanya.

Januar mengangguk diiringi senyum terbaiknya. "Bagus deh, gue ke anak-anak dulu ya, have fun, Je."

"Jevi, aja ni kak? Kita enggak?" goda Sisil membuat Januar semakin merekahkan senyumnya. Tetapi tetap melanjutkan langkahnya menuju meja teman-temannya.

Tanpa Jeviza sadari, seseorang yang duduk tidak terlalu jauh dari mejanya, sedari tadi terus mengamati pergerakan Jeviza. Kepalanya memang lurus ke depan, menyimak cerita telan-temannya, tetapi ujung matanya sesekali melirik ke arah Jeviza.

"Udah gaspol aja lu," ledek Gio meliha tindakan Januar yang sangat kentara menyukai Jeviza.

"Cakep banget anjir, kalau kelamaan takut keduluan yang lain," seloroh Januar berhasil membuat Keandra yang tadinya berusaha tenang semakin gelisah.

Keandra menarik napasnya dalam, lalu beranjak dari kursinya.

"Eh, mau kemana? Ke?"

"Bengkel," singkatnya mulai melangkah untuk pergi.

Tepat ketika melewati meja Jeviza dan teman-temannya, Kean melirik sekilas ke arah Jevi yang sedang menikmati minuman matcha pemberian Januar, dada Keandra berdesir, ada rasa tidak suka dan membuatnya tidak dela.

Bibir itu, bibir penuh yang kecil itu sedang menikmati minuman pemberian orang lain. Tangan Kean mengepal bersamaan dengan dirinya yang turun ke bawah.

"Eh, mata gue rabun nggak sih? Tadi kak Kean kaya liat ke sini," ujar Naura diangguki setuju oleh Sisil.

"Hooh, tadi gue juga ngeh kalau, kak Kean sempat lirik ke sini, apa udah mulai bereaksi ya pesona gue?"

Dengan percaya diri, Sisil menyibakan rambutnya ke belakang, lalu tersenyum manis membayangkan jika Keandra mulai naksir dengannya.

"Jangan ke-PD-an dulu deh, kalian. Siapa tahu kak Kean lirik ke sini karena risih liat kalian berdua," seloroh Tevi langsung membuat Sisil dan Naura bersorak kesal.

"Yeee.. Enak aja, mana ada orang risih malah ngelirik, yang ada orang naksir baru ngelirik."

Gue juga tadi sadar kalau, Kak Kean sempat liat ke sini

Ponsel Jeviza bergetar beberapa kali, menampilkan notif pesan dari Puspa yang menyuruhnya untuk pulang.

Awalnya Jevi membaca pesan itu dengan biasa saja. Tetapi seketika matanya melotot saat membaca kalimat terakhir yang Puspa kirimkan.

Kak Mpus

Je, lo udah selesai kelas?

Kalau mau pulang, bareng Kean aja ya?

Udah ada nomornya kan?

Yang kemarin itu

Jantung Jeviza rasanya mau merosot sampai ke perutnya. Ia melirik pada sekitar kafe, dan mungkin saja Kean sudah pergi atau dalam perjalanan ke rumah.

Jepiza

Gue pakai taksi aja

Kayaknya Keannya juga udah pergi

Sebelum sempat menaruh ponselnya ke dalam tas. Pesan dari Puspa kembali masuk. Merasa tidak ada yang harus diwaspadai, Jeviza membukanya langsung.

Kak Mpus

Aman, Kean masih di depan kafe

Buruan lo samperin, kalian pulang bareng aja

Jeviza meremat ponsel miliknya. Matcha yang sedari tadi sudah diteguknya seakan meminta untuk dikeluarkan. Tiba-tiba rasa mual itu kembali datang setelah membaca pesan yang Puspa kirimkan.

Yang benar saja Puspa menyuruh Jevi untuk pulang bersama? Rasanya Jeviza benar-benar ingin ditelan bumi saja.

Ditengah keraguan dan kegelisahannya, sebuah pesan singkat dari nomor asing yang mulai Jeviza hapal tertera pada layar ponselnya. Nomor itu mengirim pesan seakan tahu kegelisahan Jevi saat ini.

+628525000000

Gue di bawah, buruan

Jeviza kehabisan kata-katanya hanya dengan membaca pesan singkat yang Kean kirimkan padanya. Terasa sangat bossy sekali cara Kean mengetiknya.

"Mau kemana? Je?"

"Sorry, ya guys gue balik duluan."

"Mau dipesenin taksi nggak, Je? Atau ojol?" tawar Tevi mendapat gelengan kepala dari Jeviza.

Jeviza mulai merapihkan tote bag miliknya, lalu menaruh kembali ponsel miliknya ke dalam.

"Enggak usah, keburu kak Puspa ngomel, duluan ya?"

"Terus pulang sama siapa Je?" teriakan dari teman-temannya tidak Jeviza hiraukan.

Gadis itu malah sebisa mungkin melangkah cepat untuk menemui Kean agar tidak ada yang melihat.

Pulang bersama dengan Kean merupakan pilihan yang sulit. Tetapi mau bagaimana lagi, itu perintah Puspa dan Kean sendiri malah sudah menunggunya. Benar-benar tidak masuk akal.

"Jevi, udah balik?" tanya Janu yang baru sadar dengan kepergian Jeviza.

"Iya, kak. Buru-buru tadi," jelas Sisil membuat Januar tampak terdiam di tempatnya.

"Sial, harusnya gue antar tadi," gumamnya merutuki dirinya yang tidak bertindak cepat.

Wajah Kean datar, tetapi sorot matanya penuh akan kemenangan melihat kedatangan Jevi dengan wajah cemasnya. Gadis itu sedikit berlari ke arahnya, lalu berhenti dengan sesekali kepalanya menoleh ke belakang juga ke sekitar.

Kean tahu, gadis itu takut terlihat oleh yang lain. Jevi sedang dalam mode waspada. Jujur saja, Kean sangat menikmati wajah cemas Jeviza itu.

"Kak, gue jalan sampai depan sana ya? Kalau di sini takut ada yang liat," ujarnya buru- buru pergi sebelum Kean menjawab.

Kean menatap kepergian Jeviza, tubuh mungil itu berlari kecil untuk menjauh dari sekitar kafe. Sangat lucu dan terlihat indah untuk Kean. Tetapi ada yang sangat merusak pandangan mata Kean saat ini. Cup minuman yang tadi Januar berikan ternyata dibawa oleh Jeviza. Rahang Kean sedikit mengeras, ia tidak suka hanya dengan melihat Jevi membawa minuman pemberian temannya.

"Ck, harus banget dibawa pulang?"

1
Nurs_tars
gercep kean
Herman Lim
biar pun jauh tau aja jevi lagi kena Masalah ke u mah sweet bgt sih sampe dah siapin org buat jaga jevi terus
Herman Lim
jahat bgt sih ke bgs u beli cemilan yg byk taruh di rmh biar cew u ga gamon nanti
Riria Raffasya Alfharizqi: ngga tau aja dia lagi jealuos kaaa
total 1 replies
Nurs_tars
kirain bakpiax mo dimakan eh ternyata
Riria Raffasya Alfharizqi: hahaha ngga bakal sudi ka dia
total 1 replies
Rini Muharni
Kirain Bakpia nya mau di masukkin ke tong sampah.. 😄
Riria Raffasya Alfharizqi: tidak sejahat itu yaaaa hee
total 1 replies
Lestary Tri
ma*pus kalean. 🤣🤣
Riria Raffasya Alfharizqi: ngga jadi mampus haha
total 1 replies
Mymy Zizan
kok kamu julid kean
Riria Raffasya Alfharizqi: julid bgt plisss
total 1 replies
dwi alfiah
parah kean ih
Riria Raffasya Alfharizqi: julid diaaa
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Riria Raffasya Alfharizqi: uda ya kaaa
total 1 replies
Nikita
ih Kean nakal ya, sini aku peluk dulu..eh
Riria Raffasya Alfharizqi: heh, kamu yaaaaa
total 1 replies
Aam Siti
selalu suka SMA ceritanya KA riri
Kya ada tariknya gitu 🤭🤭
semoga episode nya pnjng
Riria Raffasya Alfharizqi: aduuu makasssiii kakaaaa
total 1 replies
𝓖𝓲𝓽𝓪 𝓹𝓮𝓫𝓻𝓲𝓪𝓷𝓲◗  
hehh jee ahh parah lu🤣
Riria Raffasya Alfharizqi: posisi mereka si kaaa
total 1 replies
Lestary Tri
cie elah ke . bisa wae lo .
Lestary Tri
je kalau lo gak mau buatt aku aja .
Rini Muharni
Ayo UP llg, Thor..
Riria Raffasya Alfharizqi: uda kakaaa
total 1 replies
It's me💓💓
k riria jumat berkah y😂
Riria Raffasya Alfharizqi: uda ya kaaa
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
nanggung bangett ihh pengin deh mereka kepergok kak pus🤣
Riria Raffasya Alfharizqi: sabar kak, nanti lama2 juga kalau kebiasaan pasti kegep
total 1 replies
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Riria Raffasya Alfharizqi: uda ya kaaa
total 1 replies
dwi alfiah
nah lo
Riria Raffasya Alfharizqi: hahaha
total 1 replies
Nita Nita
hahahahhaaa ketau ga nih kira2😄😄😄
Riria Raffasya Alfharizqi: masi aman kaaa
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!