NovelToon NovelToon
Kali Ini Aku Menyerah, Mas!

Kali Ini Aku Menyerah, Mas!

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Penyesalan Keluarga / Selingkuh / Tamat
Popularitas:127.5k
Nilai: 5
Nama Author: Zhao_Xena

Pernikahan yang Ayra perjuangkan selama bertahun-tahun ternyata hanyalah kebohongan yang dibungkus cinta.
Dia begitu mencintai Arga, suaminya. Pria itu terlihat sempurna dimatanya—dewasa, perhatian, dan selalu mampu membuat Ayra merasa menjadi wanita paling beruntung di dunia. Hingga suatu hari, semuanya hancur dalam sekejap.
Ayra menemukan fakta menyakitkan yang selama ini disembunyikan rapat-rapat oleh Arga. Suaminya ternyata memiliki wanita lain dibelakangnya. Bukan orang asing… melainkan sekretaris pribadinya sendiri.
Yang lebih menghancurkan, hubungan terlarang itu telah melahirkan seorang anak laki-laki.
Anak yang selama ini Ayra rawat sepenuh hati. Anak yang dia peluk setiap malam. Anak yang dia anggap sebagai pelipur lara karena rumah tangganya belum juga dikaruniai buah hati.
Namun nyatanya… putra kecil itu adalah darah daging suaminya bersama wanita simpanannya.
Hati Ayra runtuh seketika. Semua kasih sayang, pengorbanan, bahkan cintanya terasa dipermainkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhao_Xena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 21 ~ Awal Kehancuran

Pertanyaan sederhana itu membuat hati Arga seolah terhenti.

Samuel masih terlalu kecil untuk tau tentang semua ini. Aga merasa ini bukan saatnya membuat anak sekecil itu memikirkan hal yang terlalu berat.

Samuel memang berhak untuk mengetahuinya, tapi tidak sekarang.

"Iya. Mama Ayra mama Sam," ucap Arga akhirnya demi menenangkan Samuel yang masih gemetar.

"Kalau begitu.. Tante Shella bohong?"

Arga terdiam. Semakin lama, akan semakin banyak pula pertanyaan yang muncul.

"Sam.. ini sudah malam. Sam istirahat dulu ya..." ucap Arga mencoba mengalihkan perhatiannya.

Untungnya Samuel langsung mengangguk patuh. Arga langsung membawanya perlahan keatas ranjang dan membaringkan tubuh kecilnya disana.

Beberapa saat setelah Arga berhasil menenangkan Samuel dan membuatnya tertidur lelap, ia melangkah menuju kamar utama.

Shella duduk di tepi ranjang, wajahnya masih memerah menahan amarah dan rasa sakit hati. Selama ini tak pernah Arga membentaknya sekeras itu, apalagi di depan anak. Selama ini ia selalu bersikap lembut dan bertanggung jawab karena ia merasa berutang budi atas kelahiran Samuel. Namun kini… meski Ayra sudah pergi, sepertinya hati Arga tetap tak bisa dimiliki.

Tanpa basa-basi, Arga berhenti tepat di hadapannya.

"Apa sebenarnya yang kamu inginkan, Shella?"

Shella memalingkan wajahnya, tak mau menatapnya. "Aku cuma butuh pengakuan! Selama ini kamu tidak pernah menganggapku ada, begitu pun dengan Samuel!"

"Tapi bukan dengan cara seperti ini! Memberitahu Samuel secara tiba-tiba dan memaksanya? Tentu saja dia akan semakin menolakmu, dia sudah terbiasa dan sayang pada Ayra."

"Lalu aku harus bagaimana?!" pekik Shella, berdiri mendadak menghadapnya. "Semua yang telah aku berikan padamu, selama ini kamu anggap apa? Apakah aku ini hanya alat?"

"Shella!" bentak Arga memperingatkan. "Kamu tahu sejak awal hubungan kita dibangun karena situasi sulit. Lalu kenapa sekarang kamu mulai menuntut lebih dari yang sudah disepakati? Aku sudah memenuhi semua kebutuhanmu, apa pun yang kamu inginkan selalu aku berikan. Tapi hatiku tidak bisa dipaksa, Shell…"

Deg.

Ucapan itu menusuk tepat ke ulu hati Shella.

Ia tertawa kecil getir, namun matanya perlahan memerah basah. "Tidak dengan hatimu?" ulangnya lirih namun penuh penekanan. "Jadi selama ini aku ini apa di matamu, Mas?"

"Kita sudah sepakat dari awal."

"Sepakat?" Shella menatapnya tajam. "Apa menurutmu hubungan ini masih pantas disebut sekadar kesepakatan setelah Samuel lahir ke dunia?!"

"Aku melahirkan anakmu! Aku mempertaruhkan nyawaku sendiri demi keluarga ini! Tapi sampai detik ini aku tetap harus bersembunyi dan diperlakukan seperti perempuan simpanan yang tidak berhak!"

"CUKUP!!" bentak Arga.

"Tidak! Aku belum selesai!" bentak Shella menantang. "Aku lelah melihatmu terus memikirkan dan mengejar Ayra, sementara aku selalu menjadi pilihan kedua yang tidak pernah diinginkan!"

Rahang Arga mengeras kuat, menahan emosi yang perlahan naik.

"Karena memang sejak awal yang aku cintai hanyalah Ayra."

Shella mematung seketika, seolah dipukul keras. Perlahan ia tertawa getir, mengangguk berulang kali dengan pandangan kosong.

"Kalau begitu kenapa dulu kamu mau menikahiku?!" teriaknya penuh kepedihan. "Kenapa kamu mau mendekatiku? Kenapa kamu memberiku harapan kalau akhirnya aku cuma dijadikan sarana untuk mendapatkan anak?!"

Arga mengepalkan tangannya erat, napasnya memburu.

"Aku sudah katakan sejak awal…" suaranya terdengar berat dan lelah. "Aku melakukan ini karena tekanan Mama, karena kondisi Ayra yang saat itu belum memungkinkan…"

"Jangan selalu membawa nama Ayra sebagai alasan!" potong Shella tajam, air matanya mengalir deras. "Kenyataannya kamu tetap memilih menyentuhku! Dan dari hubungan itu Samuel lahir! Itu kenyataan yang tidak bisa diubah!"

Arga terdiam, tak mampu membantah. Napas Shella memburu, dadanya naik turun menahan rasa sakit yang selama ini ia pendam seorang diri.

"Aku juga manusia biasa, Mas…" bisiknya lirih, suaranya bergetar. "Aku lelah mencintai pria yang hatinya sejak awal tidak pernah benar-benar untukku."

••

••

Pagi ini, mobil mewah berwarna hitam itu melaju tenang membelah jalanan kota.

Di dalamnya, Oma Gloria duduk mengenakan selendang satin berwarna zamrud yang tersampir anggun di bahunya, menatap keluar jendela. Wajahnya tampak tenang seperti biasa, namun sorot matanya terasa sangat dingin pagi itu.

Sementara Bima yang duduk di kursi depan sesekali melirik spion tengah, sebelum akhirnya membuka suara.

"Oma..."

"Hm?" sahut wanita itu tanpa mengalihkan pandangan.

"Semua yang Oma perintahkan sudah selesai dilakukan."

Perlahan Oma Gloria menoleh. "Bagaimana hasilnya?"

"Kita sudah mencabut seluruh dana investasi dari perusahaan milik Tuan Arga mulai pagi tadi," jelas Bima tenang.

Tatapan Oma Gloria tidak berubah sedikit pun.

"Selain itu, pihak bank juga sudah menahan seluruh fasilitas kredit perusahaan mereka," lanjut Bima.

"Bagus."

"Dan untuk kartu kredit keluarga utama, semuanya sudah dibekukan sementara."

Sudut bibir Oma Gloria terangkat tipis. "Cepat juga mereka bekerja."

Bima mengangguk kecil. "Karena selama ini sebagian besar akses finansial Lorenzo Corp memang bergantung pada relasi dan jaminan dari pihak Oma."

Hening sejenak.

Oma Gloria kembali menatap keluar jendela dengan wajah dingin. "Mereka terlalu nyaman mempermainkan cucuku. Sekarang biarkan keluarga itu merasakan bagaimana rasanya kehilangan semuanya sedikit demi sedikit."

Bima terdiam. Ia sudah bekerja bertahun-tahun untuk wanita tua itu, dan sangat paham: di luar terlihat elegan dan tenang, namun sekali ada yang menyakiti orang yang dicintainya, terutama Ayra. Oma Gloria tidak akan tinggal diam.

"Lalu bagaimana keadaan perusahaan sekarang?" tanyanya lagi.

"Beberapa proyek besar mulai tertahan. Para investor lain juga panik mendengar kita menarik dukungan," jawab Bima jujur.

Tatapan Oma Gloria menyipit tajam. "Ini baru permulaan. Kalau Arga masih berpikir semuanya bisa selesai hanya dengan meminta maaf pada Ayra..."

Ia tersenyum tipis penuh arti. "Maka dia benar-benar belum mengenalku."

••

••

Sementara itu...

Suasana kantor utama Lorenzo Corp tampak sibuk seperti biasa, namun terasa berbeda. Langkah Arga pagi itu terasa jauh lebih berat. Sejak semalam ia tidak bisa tidur setelah kepergian Ayra, dan pagi ini Jonathan justru menyampaikan kabar yang mengejutkan.

Tanpa membuang waktu, ia bergegas ke kantor. Shella berjalan mengikuti di sampingnya membawa map rapat, diam-diam mengamati wajah Arga yang tampak kacau.

Belum sempat sampai diruangannya, tiba-tiba Jonathan datang dengan wajah serius.

"Tuan Arga."

"Ada apa?"

Jonathan menyerahkan tablet berisi laporan. "Kita mendapat masalah besar. Investor utama menarik seluruh pendanaan proyek kita."

Alis Arga langsung mengernyit tajam saat membaca. Shella ikut terkejut. Ini bukan hal sepele, jika benar, perusahaan bisa terancam bangkrut.

Arga masih diam menatap layar, napasnya mulai memburu.

"Tuan, para direksi sudah menunggu di ruang rapat," tambah Jonathan.

Arga mengangguk singkat, tatapannya berubah tegas. "Kita ke sana sekarang."

 ••

Di ruang rapat utama, suasana jauh lebih tegang dari biasanya. Para petinggi sudah berkumpul sejak pagi, wajah mereka penuh kekhawatiran.

"Bagaimana bisa saham investor utama ditarik secara mendadak?!" bentak salah satu direksi dengan nada panik.

"Bukan hanya itu, dua proyek besar kita juga dihentikan seketika," sahut yang lain gugup.

Ruangan sempat ricuh, hingga Arga duduk di kursi utama dengan rahang mengeras.

"Kau sudah menyelidiki hal ini, Jo?" tanyanya gusar.

"Sudah, Tuan. Pihak Gloria Group resmi menghentikan seluruh kerja sama mulai hari ini," jawab Jonathan hati-hati.

Deg. Suasana langsung hening.

"Sial!" Arga menutup matanya sejenak sambil mengusap wajah kasar. Ia tahu persis ini ulah Oma Gloria ada sangkutannya dengan Ayra.

"Tuan Arga, jika Gloria Group benar-benar menarik seluruh dukungannya, kondisi perusahaan kita bisa sangat berbahaya," ujar salah satu direksi dengan nada cemas.

Belum sempat Arga menjawab, pintu terbuka. Shella masuk membawa berkas, tatapannya langsung tertuju pada Arga.

"Tuan, pihak bank kembali menghubungi. Mereka meminta pelunasan lebih cepat untuk proyek yang sebelumnya dijamin oleh Gloria Group."

Suasana makin mencekam.

"Kalau begini perusahaan bisa lumpuh total!" seru seorang direksi sambil berdiri.

Rahang Shella mengeras. Ia tahu siapa dalang di balik semua ini.

"Mungkin saja Mbak Ayra sengaja mengadu pada Nyonya Gloria agar perusahaan mendapat tekanan seperti ini," ucapnya pelan. "Ternyata di balik sikapnya yang lembut, dia wanita yang sangat kejam."

Jonathan langsung menatapnya tajam. Rahang Arga makin mengeras.

"Cukup," suaranya terdengar dingin.

"Mas, bisa saja kan—"

"Aku bilang cukup!" Arga menatapnya tajam. "Jangan bicara seolah Ayra wanita licik."

Shella terdiam tak menyangka Arga masih membela Ayra meski kenyataannya ada didepan mata mereka.

"Tapi kenyataannya semuanya dimulai sejak dia pergi!" balasnya tak terima.

Kalimat itu justru membuat Arga berdiri tegak, meraih jasnya.

"Tuan Arga?" tanya Jonathan bingung.

"Aku keluar."

"Rapatnya bagaimana?" tanya seorang direksi panik.

"Kalian lanjutkan tanpa aku." Tanpa menoleh lagi, Arga berjalan keluar ruangan.

"Mas! Mau ke mana?!" seru Shella mengejar, namun tidak dihiraukan.

1
Dewi Yanti
ngapain datang ayra aneh bgt
cinta semu 2
baca maraton g sempat kasih ulasan yg pasti karya u Sangat bagus Thor🥰🥰🥰🥰
Zhao_Xena: waahh... terimakasih banyak sudah bersedia membacanya hingga akhir kak....🥰🥰🥰
total 1 replies
Rina Arie
good
tris tanto
lha gk iku nyelawat gitu 🤭
Febriana Merryanti
wkwkwkwwwkkkk nikmatnya nenek lampir
You `ka
akhirnya aku selesai membacanya.. selamat ayra dan Tristan, semoga selalu bahagia.. terimakasih banyak untuk ceritanya author..😊
Zhao_Xena: sama-sama kak... terimakasih juga sudah mengikuti alur ceritanya..🥰🥰
total 1 replies
You `ka
ayra tidak dendam Lisa, meskipun keluargamu telah memperlakukannya buruk. justru dia merangkul mu..
You `ka
semoga Oma Gloria tidak apa-apa. ayra akan menikah sebentar lagi..
You `ka
baut bagaimana pun Andre tetap adik kamu Arga... dia seperti itu karena nyonya Ratna membuangnya.
You `ka
ayra berhasil mendidik Sam menjadi anak yang penuh kasih sayang. Dia juga tidak membenci Shella
You `ka
kamu hebat sebagai kakak Arga.. belajar lebih dewasa lagi Lisa. Tristan sejak awal memang bukan punya kamu.
You `ka
terharu aku bacanya... akhirnya semuanya saling memaafkan, karena memang tidak ada manusia yang sempurna.. kita semua belajar dari kesalahan masing-masing...😌😌
You `ka
benar apa kata nyonya Ratna, Shella... jadi pribadi yang lebih baik lagi. kamu masih memiliki Samuel
You `ka
penyesalan memang selalu datang terlambat Shella.. tapi tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri. kamu bisa mulai belajar menjadi lebih baik sekarang
You `ka
satu persatu orang yang kamu sayangi pergi meninggalkan kamu Shella.. itu semua karena hasil apa yang kamu tanam.
You `ka
dih! nggak tau diri kamu Lisa... seandainya saja kamu tau kalau ayra itu calon istrinya Tristan, apa kamu bakal bisa tetap sombong begini..
You `ka
si ratu Kepo Lisa, mau ngapain kamu? Rama nggak akan kasih tau pasti
You `ka
sakit kan? Arga? Shella? sama seperti apa yang dirasakan oleh Ayra, bahkan mungkin lebih dari kalian..

Arga kamu nggak usah sok bijak, kamu sama saja seperti Shella.. pantas kalian berdua
sunaryati jarum
Lisa belum mulai sudah patah, untung Aira melarang Tristan memecatmu.Tristan cari kesempatan ,awas jangan melampaui batas.
sunaryati jarum
Lisa , sombong amat kamu.Sepertinya kamu lupa siapa Aira.Bukankah orang yang menopang perusahaan kakakmu itu neneknya Aira, tidak ingatkah harta dari siapa yang kau nikmati sebelum semuanya ditarik oleh Aira?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!