Dodik Aksara Bintara Bangga. Calon pewaris Maha Dewi Group yang mewarisi lebih dari sebagian saham di sana.
Suatu hari, Dodik mengetahui kebenaran orang tuanya yang tersembunyi selama bertahun-tahun. Karena marah, ia kabur dari rumah. Tanpa sengaja, ia tidur bersama seorang perempuan--
Ini hanya tidur! Tidur dalam artian sebenarnya, bukan khusus. Namun, warga desa malah memaksanya menikahi perempuan, yang tak lain adalah anak Pak RT.
Kehidupan Dodik berubah 180 derajat. Tinggal di desa, dikelilingi sapi, dan ibu mertua yang menyebalkan ....
Bagaimanakah kisah kehidupan Dodik selanjutnya?
Instagram: @citragtw_
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Citra Gtw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21. Perutku Dimakan Nenek Sihir
Dodik kehabisan kata-kata. Dia mengeratkan kepalan kedua tangannya yang tersembunyi di belakang meja. Bu RT menyebalkan, tetapi Dodik bahkan tidak bisa memukulnya. Tiba-tiba Dodik merasakan kehangatan memeluk kepalan tangannya yang memanas. Itu adalah tangan Citra. Dodik menoleh: melihat Citra di sisinya, dia merasa lebih tenang.
“Udah, Bu. Kita hentikan sebentar. Biar kita makan dulu, baru bertengkar lagi,” sahut Citra berusaha menenangkan.
Dodik menggeleng-gelengkan kepalanya. Dasar bodoh! Apa itu yang kamu sebut solusi?! batinnya sebal.
“Enggak ada pertengkaran lagi, karena enggak ada makanan buat Tuanmu lagi!” tegas Bu RT.
“Bu …,” kata Citra dan Dodik bersamaan. Mereka sama-sama terperangah.
“Kecuali kalau Tuanmu mau menurunkan sedikit dari sopan santunnya itu,” tambah Bu RT.
“Apa maksud Ibu?” tanya Citra.
“Sampai Tuanmu mau meminta langsung padaku, sampai saat itu dia enggak akan dapat makanan apa pun dari keluarga ini. Kecuali kalau dia akan makan dari usahanya sendiri. Tapi jangan sampai dia menyentuh satu saja barang dari rumah ini, termasuk barangmu juga Citra!” tegas Bu RT.
“Udahlah, Bu. Jangan ketus-ketus ke suamiku. Dia kan menantu Ibu juga,” kata Citra berusaha menenangkan Bu RT.
Tiba-tiba Dodik melepaskan tangan Citra dengan kasar. Kini tangan Dodik mengepal sendirian. “Enggak usah! Lagian tubuhku terlalu bagus buat makan makanan enggak sehat yang isinya micin semua!” sewot Dodik. Kemudian dia pergi ke kamar tanpa menyelesaikan makannya yang makanannya sudah diselesaikan Bu RT lebih dulu.
“Ya-ya-yah …,” kata Citra tergagap-gagap. Di antara keempat ini, dialah yang paling kebingungan. Kemudian Citra menoleh ke Bu RT yang masih merengut. Bu RT langsung duduk di kursinya dan berusaha menghabiskan makanan yang dua kali lipat itu.
“Bu …,” panggil Citra berusaha melelehkan hati ibunya. Namun, Bu RT masih kukuh pada kekesalannya. Dia mengabaikan Citra dan memfokuskan dirinya ke makanannya saja.
Citra pun beralih menoleh ke Pak RT. “Pak, Bapak …,” kini Citra berganti memanggil Pak RT.
“Turuti aja kata ibumu. Kamu kan tahu kalau perkataan ibumu adalah aturan di rumah ini,” sahut Pak RT.
“Tapi kan, Bapak kepala keluarga di sini,” jelas Citra.
Pak RT diam. Dia tidak menjawab. Dia turut duduk dan melanjutkan kegiatan makannya. Sebenarnya dia juga merasa tersinggung karena perkataan Dodik. Hanya saja dia tidak memperlihatkan jelas seperti istrinya. Khawatir jika Citra semakin merasa terluka.
Pak RT berniat menikahkan Citra dengan Radi, bukan hanya karena Radi putra sahabatnya, tapi karena sopan santun dan ketekunannya. Justru mendapatkan menantu yang berbanding 180 derajat, tentu tidak menjadi berkah bagi Pak RT, melainkan kutukan.
***
Krucuk-krucuk-krucuk, apa itu sudah terdengar seperti suara perut?
Biasanya Dodik akan mendapatkan makanan sebelum menepuk tangannya. Kini, dia bahkan belum makan sehari penuh. Padahal hari sudah malam. Dodik hanya terbaring di atas ranjangnya selama ini.
Krrt, derit pintu terbuka. Dodik langsung memejamkan matanya berpura-pura tidur.
Orang yang membuka pintu itu adalah Citra. Dia bersiap tidur, tetapi mengingat Dodik membuatnya tidak bisa tidur. Citra benar-benar khawatir.
Krrt, derit pintu lagi. Entah Citra masih di dalam atau keluar, Dodik tetap tidak membuka matanya.
Sebenarnya Citra mengambil makanan untuk Dodik. Sayangnya Bu RT menangkapnya di depan pintu kamar, saat Citra baru membukanya.
.
.
Selalu like dan koment🤗karena crazy up kugantungkan pada mereka berdua😅
ga jelas2 ceritanya
pusing bacanya ceritanya TDK berkembang itu dan itu lagi di bolak balik