Vanessa Meidina harus menerima kenyataan kalau ia harus menikah muda dengan dosennya Sendiri Arga Budi Santosa karena ketahuan tidur bersama di ruang kerja milik Arga di kampusnya. Hal itu terjadi bukan karena tanpa alasan, melainkan Arga yang notabennya dosen killer di kampus tersebut, menghukum Vanessa Karena ia lupa tak membawa tugasnya.
bagaimanakah kisah keduanya? apakah pernikahan mereka akan baik - baik saja, sedangkan Vanessa masih punya kekasih, begitu pula dengan Arga?
Yuk ikuti kisah mereka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Maghfiroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kamu Aman!
Malam harinya, Vanessa tidak bisa tidur setelah membaca beberapa pesan yang masuk ke aplikasi chatingnya.
"Tidur, Van. Sudah larut ini!" ujar Pak Arga mendapati istrinya masih terjaga padahal sudah tengah malam.
"Aku enggak bisa tidur," jawab Vanessa jujur.
"Kenapa? Mau aku bantu biar bisa tidur?" tanya Pria dua puluh enam tahun itu dengan senyum nakal di wajahnya.
"Emang bisa?" jawab Vanessa seraya memutar bola matanya dengan malas. ia yakin suaminya itu mau modus pada dirinya.
"Bisa! kita ulangi yang tadi sore." kata Pak Arga sontak saja mendapatkan timpukan bantal dari Vanessa.
Bug
"Dasar modus! bilang aja kamu pengen lagi," jawab Vanessa lalu membalikan badannya memunggungi suaminya.
"Pengen terus tahu! setelah mencoba. Atau istilah lainnya aku ketagihan." balas Pak Arga seraya memeluk tubuh Vanessa dan merusuh. Ia dengan isengnya memasukan satu tangannya, dan mer*mas dada Vanessa.
"Mas, jangan rusuh dong!" protes Vanessa jelas saja langsung connect ke adegan 21 plus. Apalagi area itu adalah area sensitifnya.
"Pengen sayang, boleh ya?" tanya Pria itu dengan penuh permohonan.
"Besok kan kuliah pagi Mas, entar kalau ketahuan gimana?" tanya balik Vanessa serius.
"Sekali aja sayang, habis itu udahan." jawab pria itu masih begitu nakal menyusuri setiap area sensitif Vanessa hingga kegelian sendiri.
"Kamu sepengen itu Mas?" tanya Vanessa serius.
"Iya sayang." jawab Pria itu lantas memanggut bibir ranum Vanessa dengan begitu minat.
Awalnya ciuman itu nampak biasa saja, tapi lama kelamaan semakin dalam dan int*m. Pria itu benar - benar tak memberi celah untuk Vanessa mengambil celah walaupun hanya untuk menghirup oksigen saja.
"Mas,, sudah." Ujar Vanessa seraya mengantur nafas.
"Langsung intinya aja, sudah malam." kata Pria itu seraya membuat dirinya sendiri juga Vanesa menjadi polos bak bayi.
Pria itu nampak menyeru doa, berharap apa yang ia kerjakan bersama istrinya, mengahasilkan zuriyat yang Sholih atau sholihah.
Kedua nampak khusu' saling menyelami rasa, memberi kehangatan satu sama lain di malam yang semakin larut itu.
Entah berapa kali mereka melakukanya, dan keduanya terjaga saat waktu subuh.
"Sayang, ayo bangun. Shalat dua rakaat." ujar Pak Arga seraya menarik selimut istrinya dan terlihatlah tubuh polos tanpa busana di depan matanya.
Melihat pemandangan yang begitu menggairahkan, tentu saja pria itu jadi ingin lagi.
"Mas, ngapain?" tanya Pria itu saat keduanya kembali menyapa dalam heningnya pagi itu.
"Yang benar saja mas, aku pegel." keluh Vanessa melayangkan protes. Tapi walaupun demikian, ia tetap tidak bisa berbuat apa - apa soalnya tubuhnya kini sudah dalam kuasa pria itu.
"Maaf sayang, aku kan jadi pengen. Kamu terlalu seksi soalnya." jawab Pria itu masih mendominasi permainan.
"Encok deh aku habis ini." jawab Vanessa.
Tapi kendati demikian, ia tetap menikmati setiap sentuhan yang di berikan oleh suaminya. pagi itu ia benar - benar tepar, Rasanya enggan untuk bangun dan beraktivitas seperti biasanya.
"Mas, aku libur aja ya kuliahnya." kata Vanessa setelah suaminya selesai memberi nafkah batinnya.
"Jangan sayang, minggu depan juga sudah UAS." jawab pria itu lantas membantu Vanessa untuk bangun.
"Nah, kamu tahu. Kenapa perk*sa aku berkali - kali sampai aku kelelahan." balas Vanessa lagi - lagi melayangkan protes pada suaminya.
"Maaf sayang, aku enggak kuat. Ayo kita mandi bareng," ujar Pria itu seraya membopong tubuh Vanessa dan membawa gadis itu ke dalam kamar mandi.
"Jangan macam - macam loh mas, aku udah enggak sanggup. Kayanya kalau kamu minta lagi aku bakalan pingsan deh!" jawab Vanessa mendramatisir.
"Enggak akan sayang, kita mandi aja." balas pria itu serius.
Setelah itu, keduanya lantas mandi bersama, banyak drama. Dan hanya butuh dua puluh menit saja keduanya sudah selesai dengan aktivitas mereka pagi itu.
Selepas mandi, dan berganti pakaian. Keduanya langsung melaksanakan dua rakaat subuh yang sudah sedikit tertinggal. Setelah itu satu sama lain nampak sendiri untuk bergegas pergi ke kampus.
"Bi, mama dan papa sudah berangkat?" tanya art yang menyiapkan sarapan bagi itu.
"Iya non, katanya mau ada bisnis di surabaya." jawab art itu sesuai apa yang disampaikan oleh majikanya tadi.
"oh gitu bik, terimakasih informasinya." balas Vanessa lalu menyiapkan kopi untuk suaminya.
"Sama - sama non." jawab art itu lalu menepi.
Selesai membuatkan kopi untuk suaminya, ia langsung kembali ke ruang makan dan suaminya juga sudah menunggu dirinya disana.
"Ini mas kopinya, kalau terlalu manis atau terlalu pahit aku minta maaf ya soalnya aku kan belum tau selera kamu," ujar Vanessa.
"Enggak apa, kamu mau buatin aja aku sudah senang kok," jawab Pria itu dengan senyum yang menghiasi wajahnya.
Sesaat setelah itu keduanya lantas sarapan berdua. Keduanya kini lebih menikmati peran mereka masing - masing sebagai suami dan istri yang saling melengkapi satu sama lain.
"Mas, aku boleh curhat!" Ujar Vanessa tampak sedikit agak sungkan untuk berterus terang pada semua hal yang terjadi dalam hidupnya belakangan ini. Apalagi tentang teman - temannya yang nampak meminta penjelasan tentang siapakah suaminya. Yah, dan jujur saja ia masih belum yakin untuk mengakui semuanya.
"Curhat apa? tentang Roni? kamu harusnya sudah paham tentang Roni. Dengan dia membuat keributan dan secara tidak langsung membuat kamu di hujat oleh banyak orang harusnya bisa membuat kamu bisa lepas dari dia." Jawab Pria itu langsung memberi wejangan panjang lebar.
"Iya, soal itu aku tahu. Tapi yang jadi masalah sekarang adalah aku di cap sebagai wanita nggak benar di kampus. Kan aku kesal jadinya." Balas Vanessa bercerita sampai menggebu - gebu saking kesalnya dengan kenyataan yang harus ia hadapi sekarang.
"Ya sudah, mulai hari ini kita publish hubungan kita." jawab Pak Arga enteng saja.
"Aku belum siap." balas Vanessa seraya menunduk.
"Kenapa? malu ya punya suami kaya aku?" tanya Pak Arga menyelidik.
Pria itu lantas menunjukan wajah kecewanya pada istrinya. Siapa coba yang tidak mau di akui, apalagi oleh istrinya sendiri.
"Bukan gitu mas, aku bingung juga jelasin ke semua orang tentang kita. Apalagi kalau sampai ada yang tahu Kalau kita nikah karena ke gap, tidur berdua di ruang kerja kamu." jelas Vanessa.
"Ya terus, kamu maunya gimana? kamu bisa kena mental loh kalau sampai enggak segara klarifikasi siapa suami kamu. Akan banyak spekulasi negatif tentang kamu." Jawab Pak Arga mencoba memberi pengertian.
"Terus aku harus gimana dong mas? aku enggak tahu harus bagaimana." ujar Vanessa jujur ia bingung harus bagaimana. Semua hal banyak mengandung banyak konsekuensi untuk dirinya.
"Nurut Van, sama aku. Kamu aman!" jawab pria itu seraya mengelus bahu tangan istrinya.
🤲🤲🤲🤲
awas nanti jatuh cinta Lo.....🤭🤭🤭