Kehancuran bagi seorang perempuan yang selalu menjaga kesuciannya, apabila mereka dinodai oleh seorang laki laki secara paksa.
Seorang gadis yang hidup sebatang kara adalah gadis malang yang berusaha untuk hidup hanya demi membuktikan kepada almarhum kedua orangtuanya jika dia bisa sukses.
Tapi suatu ketika, saat dia pergi untuk melamar pekerjaan tapi sayang sekali, hanya karyawan OB yang masih kurang dan Gadis tersebutpun tidak menolaknya.
Soreh hari dimana karyawan sudah pulang, Gadis tersebut masih setia disana, membersihkan satu per satu ruangan, tapi dia memasuki ruangan yang tidak ia ketahui bahwa itu adalah kamar CIO.
Gadis malang tersebut membaringkan badannya di kasur empuk tersebut hingga dia tak sengaja tertidur.
Seseorang masuk dengan keadaan mabuk berat, dia dengan nafsunya melihat wanita yang sedang tidur di tempat tidurnya, dengan mata yang sudah dipenuhi nafsu dan amarah dia memperkosa gadis tersebut dalam keadaan tidak stabil.
"Dasar pria brengsek,!" teriak gadis malang tersebut.
"Aku minta maaf, aku sungguh tidak sengaja," jawab laki-laki tersebut.
"Aku dalam keadaan mabuk berat tadi malam," lanjut pria tersebut.
apakah kisah mereka seperti apa, jika anda penasaran langsung baca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon thalib, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidur dengan si kembar
Aila menutup pintu tersebut dan berjalan ke ruang tamu untuk tidur disana untuk malam ini, jika dia membangun kan Ayyan otomatis putranya juga bakal bangun, kedua putranya tidak seperti kebanyakan orang bila tidur seperti orang yang sudah tiada, hanya satu gerakan saja bisa membuat sikembar bangun dan pasti akan percuma bila seperti itu, jika mereka tidak melihat Ayyan pasti akan menangis lagi.
Dengan air mata yang terus menetes, tak terasa Aila sudah dialam mimpinya.
Nasib mungkin tidak berpihak kepada Gavin, dia sedari tadi menunggu sudah beberapa kali naik turun dan mengelilingi mobilnya untuk menunggu Ayyan namun pintu disana belum terbuka juga membuat dirinya sangat kesal.
Gavin menyandarkan kepalanya dan tanpa ia sadari juga, dia sudah tertidur dengan perut yang memang sudah sangat kenyang.
Pagi harinya Aila terbangun melihat sekelilingnya, Aila baru teringat jika dia tertidur didepan TV semalaman karena ada Ayyan didalam kamar nya.
Aila melangkah ke kamar dan sedikit membuka pintu dan terlihat mereka masih tidur masih dengan posisi yang sama dengan tadi malam.
Aila memilih untuk berjalan ke dapur dengan perasaan campur aduk, rasa kehilangan yang kesekian kalinya terus menyelimuti dirinya sendiri.
Setelah dia sudah selesai memasak,Aila langsung kekamar mandi untuk membersihkan badannya, dia ingin berganti pakaian tapi semua pakaiannya ada di dalam kamarnya.
Aila dengan handuk yang hanya dililit kan mulai melangkah pelan masuk kedalam kamar untuk mengambil baju kerjanya serta pakaian dalamnya, Ayyan yang sebenarnya sudah bangun hanya pura pura tidur dan sedikit membuka matanya untuk melihat pemandangan yang ada disana, Ayyan selalu berdoa agar Aila berganti pakaian disana namun Doa yang buruk pasti tidak bakal di kabulkan, Aila keluar kembali membawa pakaian nya tersebut membuat Ayyan dengan lemas kembali menutup matanya, menikmati agar dia bisa tidur dengan jangka yang lama bersama kedua bocah tersebut.
Ayyan yakin ini adalah yang terakhir kalinya bagi dia bisa tidur dengan kedua bocah tersebut, pasti Aila akan melarangnya saat ia mengatakan sesuatu yang seperti tadi malam.
Papi Andhra dan sang istri serta Naya sudah sampai di depan kontrakan Aila, mereka melihat mobil Ayyan masih terparkir disana membuat nya penasaran dan melangkah ke arah mobil tersebut.
Begitu kagetnya mereka saat melihat Gavin yang tidur membuka mulutnya didalam sana, Naya dan Mami Karla tertawa berbahak-bahak, tak lupa mereka merekamnya.
“Kenapa dia tidur disini,?” ucap Papi Andhra.
“Tadi malam dia dan Ayyan datang, tapi kenapa Cuma dia sendiri yang di dalam, Ayyan dimana?” ucap Mami Karla.
Papi Andhra mengetok kaca mobil tersebut beberapa kali membuat Gavin terganggu mimpinya, Gavin membuka matanya dan mengucek-nguceknya beberapa kali, dia menoleh ke jendela dan kaget dengan Papi dan Mami nya yang ada di luar, yang tambah dia kaget adalah hari yang sudah disinari matahari.
“Sial apa aku tertidur disini, badanku sakit semua, apa Ayyan sialan itu meninggalkan ku disini dan pulang tanpa membangunkan ku,” gumam kesal Gavin dan segera membuka pintu mobil.
“Kenapa kamu tidur disini dan si Ayyan mana,?” tanya Mami Karla.
“Mana ku tau, aku bahkan sangat kaget melihat hari ini yang sudah cerah, aku tertidur menunggu Ayyan semalaman,” ucap Gavin kesal membuat mereka teringat dengan Aila, dengan segera mereka langsung berlari ke arah pintu, khawatir jika Ayyan melakukan hal hal bodoh lagi.
Beberapa kali mereka mengetok pintu hingga Aila dengan pakaian yang sudah rapih membuka pintu, semuanya bernafas lega saat mengetahui Aila baik baik saja, kecuali Gavin yang kesal, dia yakin jika bosnya pasti benar-benar meninggalkannya semalam.
“Apa kamu baik-baik saja?” tanya Naya dan di angguki oleh Aila.
“Syukurlah, apa dia sudah pulang,?” tanya Gavin dengan wajah yang kusut.
“Astaga, apa kamu menunggu dia semalaman,?” tanya Aila kaget melihat wajah Gavin yang masih habis bangun tidur.
“Dia meninggalkanku dan tidak membangunkan ku,” ucap Gavin kesal.
“Dimana si kembar Aila, aku tidak di ajak mereka kemarin bersenang-senang,” ucap papi Andhra.
Aila sedikit bingung haru bicara seperti apa, entah mengapa dia sangat bingung mau mengatakan jika Ayyan tidur bersama mereka.
“Masih tidur om,” ucap Aila sedikit bingung.
“Ayo masuklah dulu,” ucap Aila membuat mereka masuk.
“Apa kau boleh kekamarmu untuk membangun kan mereka,” ucap Naya dengan senyuman manisnya.
Aila bingung harus mengatakan seperti apa, dia seketika panik sendiri.
Naya langsung berdiri dan melangkah untuk ke arah kamar, Aila pun sudah pasrah dengan semua ini, dia tidak bisa menjelaskan apa-apa.
Naya membuka pintu, dikagetkan oleh Ayyan yang sedang tidur ditengah kadua anak kembar yang masih nyenyak sambil memeluknya.
Naya mengambil ponselnya dan memotret mereka dan melangkah ke arah ruang tamu, dia mengerti mengapa Aila sedari tadi bingung.
Naya kembali melangkah ke ruang tamu, dengan wajah sedikit senyum manis.
“Kamu tidak jadi membangunkan kembar,?” tanya Mami Karla.
“Sepertinya mereka masih sangat nyenyak,” jawab Naya dan kembali duduk.
cerita Aina - Ayyan sudah d ujung bahagia.
kukirim vote nya kak bt menemani karya mu.
sehat² selalu.
jangan kecapean ,biar mudah dlm menghasilkan karya
trus buat tulisan beasiswa kyk gini k
bukan biaya siswa