Emma adalah seorang gadis di sebuah panti asuhan. Ia sangat ingin memiliki kedua orang tua yang menyayanginya sepenuh hati.
Tinggal di panti asuhan sedari bayi, membuatnya selalu bermimpi suatu saat akan ada pasangan suami istri yang mengadopsinya.
Hingga pada suatu hari, impian itu menghampirinya. Dan Emma diadopsi pasangan blasteran yang memiliki 4 orang anak laki-laki yang super tampan.
Akankah Emma bahagia bersama keluarga barunya?
Saya sebagai penulis, ingin sekali mengajak para pembaca yang budiman untuk mengikuti kisah Emma, Si Gadis Panti Asuhan. Berharap para pembaca senang dan terhibur oleh novel ini.
Terima kasih🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AMY DOANK, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PESTA PERAYAAN WISUDA DIEGO
Tak terasa, hari ini kak Diego wisuda. Emma senang sekali. Selain waktunya yang pas dihari ulang tahunnya yang ke-17, ditambah formasi lengkap mereka berlima plus pak Hamzah ikut hadir diacara pemasangan toga kak Diego. Semakin melengkapi rasa bahagia Emma.
Berbalut kebaya brokat putih berlengan pendek dan rok span kain lurik selutut, membuat Emma terlihat dewasa dan anggun. Rambut panjangnya dibiarkan terurai bebas hanya dipasang penjepit cantik disisi kanannya membuatnya terlihat begitu manis dan mempesona.
Pagi ini Emma diajak ke salon oleh Excel sebelum menghadiri acara wisuda Diego jam 11 siang. Rambutnya di creambath dan ditreatment. Wajahnya dimake up tipis saja sesuai permintaan kakak kesayangannya itu yang lebih suka wajah polos Emma.
Semua Excel yang mengatur termasuk gaun kebaya putih tulang itu adalah pilihannya.
Dan tak salah pilihan Excel. Emma sangat bersinar ditengah ketiga pria muda dan satu pria matang.
Hmmm.... semua mata memandangnya terpukau. Bak putri raja dikelilingi raja dan para putra mahkota.
Emma bukan lagi Upik Abu disarang penyamun. Emma kini telah menjelma menjadi dewi yang laksana turun kebumi.
Membuat Excel semakin kian merapat Emma dengan memberi perhatian lebih mengapit lengannya agar tetap seimbang langkahnya meski high heels sedikit mengganggu jalan Emma.
Diego tersenyum dari kejauhan. Bangga pada dirinya dan juga keempat adiknya yang terlihat kompak dengan balutan busana istimewa dihari bahagianya. Rona bahagia terpancar jelas diwajah tampannya.
Acara wisuda Diego benar-benar sukses membuat kakak-kakak beradik itu menjadi populer dalam sekejap saja.
Mereka bagaikan sekumpulan keluarga artis terkenal. Banyak kamera membidik mengarah sengaja pada mereka. Bahkan terkesan seolah acara itu adalah acara mereka karena paparazi disana-sini justru sibuk memotret visual tampan-tampan dan cantik mereka. Hingga nyaris melupakan para wisudawan dan wisudawati dipentas sana.
Tak sedikit para ibu dan bapak yang lupa memfoto anak-anaknya melainkan sibuk mengarahkan kamera pada anak-anak almarhum pak Karim dan ibu Farida itu.
Bahkan para gadis-gadis teriak histeris tak henti-henti mengabadikan momen bersejarah keluarga tamvan bersaudara itu kumpul bersama.
Setelah hampir 5 jam mereka berheboh ria didalam gedung hotel bintang lima yang memang dibooking pihak kampus Diego untuk acara wisuda, akhirnya mereka bisa terbebas juga dan kembali kekediaman mewah mereka.
Pak Hamzah ikut mengantar mereka sampai rumah atas permintaan Diego karena ada satu hal penting yang ingin ia sampaikan pada beliau dihadapan adik-adiknya juga.
Ternyata pak Hamzah termasuk orang yang perfect dalam urusan memberikan surprise. Ruang tamu rumah mereka disulap bak ruang pesta penuh hiasan warna-warni dan balon aneka kreasi. Membuat Diego tersenyum bahagia juga terharu.
Meja makan besar dipenuhi berbagai makanan dan minuman spesial menyambut kelulusan Diego yang kini menyandang gelar Sarjana Manajemen itu.
Mereka duduk dan makan bersama dalam suasana penuh kebahagiaan.
"Seperti yang pernah saya ucapkan beberapa tahun lalu, Diego kini telah menjadi sarjana. Dan berhak mendapatkan jabatan Direktur muda diperusahaan papi kalian yang selama ini dibawah kendali saya. Apakah kalian semua setuju, anak-anak?"
Kata Pak Hamzah memulai pembicaraan. Langsung dijawab serempak oleh keempat anak muda asuhannya itu.
"Setujuuuu!"
Sontak saja mereka semua bersulang minuman untuk memberi Diego selamat atas keberhasilannya dan juga semangat untuk jabatan direktur muda diperusahaan papi mereka. Meski hanya minuman bersoda saja, tapi membuat mereka tergelak gembira.
"Terima kasih saya ucapkan pada bapak, yang selama ini mengasuh dan membimbing kami tanpa kenal lelah apalagi bosan. Terima kasih banyak, pak Hamzah!
Saya sangat bersyukur, Tuhan mempertemukan bapak dengan keluarga kami. Tuhan pasti membalas kebaikan bapak. Aamiin!
Juga selain itu, ada yang ingin saya sampaikan sebagai seorang pria dewasa yang mengajukan permintaan dihadapan bapak dan disaksikan adik-adik saya.
Bolehkah saya lanjutkan pembicaraan saya ini?"
"Lanjutkan, Diego! Kami akan mendengarkan permintaanmu. Setuju khan anak-anak?"
"Setujuuu!" Adik-adik Diego senyum-senyum tersipu menjawab pertanyaan pak Hamzah yang terkesan melucu itu.
"Pak Hamzah,.... Saya punya permintaan."
"Iya. Lanjutkan, Diego!"
"Bisakah bapak menikahkan saya dengan Emma?"
"What?"
"Are you kidding, men???"
Semua adiknya sontak terkejut mendengar permintaan kakak sulungnya itu. Tak terkecuali Emma yang tercekat dengan mulut ternganga.
"Please, calm down, boys! Lanjutkan ucapanmu, Diego! Apa alasanmu hingga kamu ingin menikahi Emma, adikmu sendiri. Come on... Ceritakan dengan detil!"
"No.....! I totally disagree !" spontan penolakan Excel dengan suara keras. Wajahnya merah padam karena menahan amarah. Diego diam saja tanpa ekspresi. Ia ternyata telah siap dan memprediksi semua amarah adik-adiknya.
"Aku juga tidak setuju!" Rimba ikut buka suara.
Hanya Roman yang masih bengong melongo memperhatikan wajah saudara-saudaranya silih berganti.
Begitu juga dengan Emma. Yang terlihat kebingungan sendirian.
💞BERSAMBUNG💞
anak kecil dijadiin babu
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
coba singgah dulu... seperti nya awal yang sedih...