NovelToon NovelToon
Hakim Dari Kegelapan

Hakim Dari Kegelapan

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / TKP
Popularitas:274
Nilai: 5
Nama Author: Hendry Octavian

Mahesa Bhumi Arka Denta Sikumbang Seorang pengusaha dan pengacara terkenal.Di malam hari dia menjadi Vigilante untuk membalaskan dendam kematian keluarganya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hendry Octavian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bhumi Dan Bayu

Jam masih menunjukkan pukul 19.30. AKBP Andi Rajo Alam Sikumbang duduk di teras halaman rumahnya, tak lama setelah selesai menjalankan ibadah sholat Isya. Ia mengenakan kopiah, baju koko berwarna gelap, dan sarung tenun khas Minangkabau yang melilit rapi di pinggang. Di tangannya, secangkir kopi panas mengepulkan uap tipis, namun ia tak menyentuhnya sedikit pun. Ia hanya duduk diam di bangku kayu di depan rumah, pandangannya menerawang ke arah pekarangan yang mulai diselimuti senja.

Tak berselang lama, ponsel di saku bajunya berdering nyaring. Ia mengeluarkan alat komunikasi itu, menatap layarnya sejenak sebelum mengangkatnya.

"Komandan..."

"Iya, Rif. Sudah ada hasil?" suara Andi terdengar berat dan lelah di seberang sana.

"Laporan awal pemeriksaan jenazah sudah selesai, Pak."

"Bagaimana... bagaimana hasilnya?"

Arif menarik napas panjang, berusaha menahan getar di suaranya.

"Korban dipastikan bertiga, Pak. Pak Arya, Bu Citra, dan Nadya. Tidak ada yang selamat."

Terdengar hening sejenak.

"Pak Arya dan Nadya ditemukan dengan luka tembak di belakang kepala, Pak. Mereka sudah meninggal sebelum kebakaran terjadi."

Hening kembali menyelimuti sambungan telepon.

"Dan Bu Citra..." Arif menggigit bibir bawahnya, "ditemukan bukti kekerasan seksual sebelum dibunuh, serta tanda-tanda pengrusakan tubuh setelahnya."

Terdengar suara benda berat jatuh pelan di seberang sana—ponsel di tangan Andi hampir terlepas dan jatuh ke lantai.

Rahang Andi mengeras, matanya yang semula dipenuhi air mata dan kesedihan perlahan berubah tajam, dipenuhi amarah yang membara.

"Siapa pun pelakunya..." ucapnya pelan namun mengancam, mengepalkan tangannya hingga buku jarinya memutih,

"Aku akan menemukan mereka sampai ke ujung dunia. Aku pastikan mereka tidak akan lolos dari hukum dan pembalasan yang setimpal."

Lalu AKBP Andi Rajo Alam Sikumbang Menutup telepon dan berjalan menuju rumah.Lalu Dia meminta Tirta putranya segera menggendong kedua Anak balita berusia sekitar Lima tahun agak jauh.Agar Dia bisa bilang ke Istrinya...tak berselang lama Sang istri pun menangis sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.Sang AKBP Memeluk istrinya sambil mengelus rambut dan punggungnya seolah menenangkannya.

Tak berselang lama Suara dering telepon genggam AKBP Andi berdengung lagi.

"Selamat malam, Andi?"Terdengar suara diujung sana.

"Ya-Roy.Ini Kamu."

"Ya Andi-Ini Aku,Aku mau pastikan besok ada pertemuan keluarga di Auditorium Gedung Rumah Sakit Denta Corp.Dan hal yang menyangkut tentang kejadian tadi siang,Andi."

"Aku tahu,Roy...Kita Sama-sama Berbelasungkawa."

"Ya...Aku paham Sobat,Kamu kehilangan Adik bungsu,Aku juga Sama..."

"Jadi masalah apa,Roy?"

"Adik keduamu mendapat dari perintah Ayah kamu, Sobat. Dia menginginkan agar kedua keponakan kembar kita harus diasuh di Tanah Minangkabau Asal Kamu."

"Aku nggak tahu, keputusan ini bisa melukai hati Istri dan putraku,Roy."

"Ya ,aku paham Sobat.Aku tahu Tirta juga keponakanku Dia ingin punya Adik ,Dan Istrimu menginginkan Anak Adopsi,Kan?"

"Ya...Tapi Kita sebagai Orang Minangkabau tidak berani menentang kebijakan Adat Nagari, Perintah Para Datuak Juga Amanah Apak dan Mandeh Aku.Bhumi dan Bayu memang masih kecil,tapi untuk dididik sesuai adat istiadat Nagari,Aku masih tidak tega...,Roy"

"Ya-Aku Paham,Andi.Tapi Ini sudah diwasiatkan oleh Adik Bungsumu.Surat Wasiat terakhir dari Adik Kandung Bungsumu, Sobat!"

"Ya-Aku tahu.Adikku Arlan Rasyad akan menjadi Orang tua asuhnya.."

"Ya-Sobat, Seminggu kedepannya Aku akan mengantarkan keponakan kembar kita sampai ke Minangkabau."

"Aku harus berunding dengan Putra dan Istriku dulu,Roy."

"Berat memang punya keponakan kembar berusia Lima Tahun,belum mengenal apa-apa."

"Ya-Makasih Sobat."

"Ya-Andi, Assalamualaikum, Selamat Malam."

"Waalaikumsalam,Roy"

AKBP Andi Menutup Telpon genggam nya,Dia kembali keruang tengah Keluarga.

 

 

Pagi Itu Udara sangat cerah AKBP Andi Bersiap Berangkat Ke Kantor.Tanpa Dia Sadar Ada Anak Kecil Cantik anak tetangga sebelah rumah yang Selalu ramah Sama AKBP Andi Dan Istrinya.

"Om Andi!" Sapa Anak Kecil Cantik itu.

"Nindya...Kamu mau main sama Kakak Bhumi juga Kakak Bayu?"

"Ehmm... Nggak, Aku kan Seorang Putri Kerajaan Om."Katanya Sambil memainkan ujung Roknya.

"Oh Iya Om lupa, Anindya Sosok Putri Kerajaan.Kalau begitu Nindya main sama Siapa?"Kata AKBP Andi Sambil Tersenyum Ramah Lalu mencium kening bocah cantik.sambil mengelus rambut Indah sang Bocah.

"Tunggu Om, Andi Mamaku bikin kue cookies enak banget,buat Tante Amelia,Abang Tirta, Kakak Bhumi juga Kakak Bayu."

"Iya Sayang?"

"Iya..."

Tak berapa lama ada Suara panggilan di sebelah.

"Anindya Sandra Setyarini...Sini! "Tiba-tiba Muncul sosok Ibu muda sambil Bawa stoples Kue .

"Maaf Pak Andi...Sama Bu Amel."Kata wanita Muda itu tersenyum Raih tanga Anindya.

"Iya Bu Guntur..."Sapa AKBP Andi Dan Istrinya hampir bersamaan.

"Ini ada sedikit kue buat Pak Andi Sekeluarga."

"Ohh Terimakasih Bu."Kata Istri Dari AKBP Andi.

"Maaf Sama Om Andi,Nindya -Om Andi Mau Berangkat Kerja Tuh Sayang."Kata Sang Wanita Kearah putri kecilnya.

"Iya,Mama."

Lalu Si Putri Kecilnya Segera mencium Telapak tangan AKBP Andi Dan Istrinya.

"Om Andi?"

"Ya Sayang?"

"Boleh nggak Aku bisikin rahasia Om?"

"Ya, Apa Sayang?"

Lalu AKBP Andi menyiapkan telinganya sambil membungkuk kearah gadis kecil cantik itu.

"Aku (Sayang sama Kakak Bhumi)."Suaranya berbisik di telinga AKBP Andi.

"Hah...Apa, Sayang?"

"(Aku sayang banget sama Kakak Bhumi)."

"Ya... Ha-ha-ha."AKBP Andi Menjawab Lalu Tertawa terbahak-bahak.

Sampai Istri Dan Ibunya Anindya Tersenyum Ketika Berbincang Melihat ulah AKBP Andi.

"Nindya,Om Andi Mau Berangkat Kerja Tuh, Sayang."kata Mamanya.

"Iya Mama..Om Jaga Rahasia Aku Ya?"

"Iya , Sayang...Om Berangkat Kerja Dulu ya."

AKBP Andi kembali mengusap Rambut Indah Anindya lalu masuk kedalam mobil sambil terus tertawa terbahak-bahak.Anindya melambaikan tangan lalu berlari kearah Mamanya yang bercengkrama dengan istri AKBP Andi.

______________________________________________

Siang itu di Kantor Kabag Reskrim Polda Metro jaya.AKBP Andi sedang duduk dibalik meja kerjanya sambil memeriksa file di komputer .Tak berapa lama terdengar ketukan Pintu .

"DOK-DOK!"

"Ya-Masuk!"

Seorang Lelaki yang berpakaian sama tapi berpangkat Bripda memberikan hormat militer.AKBP Andi segera berdiri dan membalas hormat militer kepadanya.Sang Lelaki yang ternyata Bripda Arif Sambil menenteng Tas Laptop.

"Ya-Kesini dan silahkan duduk Bripda Arif."Kata AKBP Andi kearah Sang bawahan.

"SIAP, KOMANDAN."

Bripda Arif memberikan penghormatan kedua kali dan menunggu dipersilakan duduk oleh Sang Atasan.

"Apa yang Kamu temukan di Laporan TKP kemarin,Rif?"

"Ini File-file yang Saya kumpulkan kemarin Komandan."

Sambil menyerahkan Flashdisk kearah Sang Atasan, Bripda Arif juga membawa laporan lain.

"Dan ini Saya dapatkan dari Saudara Ipar Komandan, Bapak Roy Arka Denta S.h, Katanya Dia mengatakan bahwa Mungkin di File-nya ada tertera Nama-nama Rival Bisnis Adik Kandung Komandan."

"Coba Kamu ambil Laptop di meja kerja Kamu,Rif.Aku tunggu Apa pendapat Kamu."Jawab AKBP Andi kearah Sang Bawahan.

"Siap Komandan,Saya Bawa."

Lalu Bripda Arif menyalakan laptop didepan Sang Atasan.Lalu memasukkan Flashdisk itu di Konektor laptop miliknya.Dan Dia memberikan penghormatan ketiga kali sebelum memutar Laporan yang Ada di Laptop miliknya.

AKBP Andi memeriksa file di laporan Forensik di Laptop milik Anak buahnya.Tanpa sengaja Dia menitikkan airmata,Tapi Dia berusaha tetap terlihat kuat di hadapan Anak buahnya.

"Mayat Adikku, Istrinya dan keponakan kesayangan Aku-"

"Iya , Komandan.Setelah kebakaran Rumah itu bisa diatasi hanya tersisa puing-puingnya yang berada didalam.Dan dari olah TKP kita hanya menemukan Tiga Kerangka Manusia dalam kondisi gosong dan Sulit dikenali,Maaf Komandan."

"Ya-Rif."Jawab AKBP Andi kearah Sang bawahan sambil menahan kesedihannya.Melihat File-file berisi bukti laporan Anak buahnya.

"Jadi Kerangka Manusia pertama yang Kami temukan ada didepan pintu masuk Rumah, Lalu Kerangka Manusia Kedua Berada diatas meja makan tapi tidak utuh.Kepala dan Bagian Tubuh lain, seperti Tulang Paha ,betis sampai kedua tangannya terpisah Kami temukan tidak jauh sedikit posisinya.Jadi agak berserakan,Dan Kerangka Ketiga, Kerangka Manusia yang masih mungkin berusia Balita Kami temukan di Kamar tidur bayinya, Komandan."

"Ya-Rif, Teruskan?!"

"Kerangka Manusia pertama berjenis kelamin laki-laki,Dan dipastikan sebagai Adik Kandung Bungsu, Komandan.Kerangka Kedua dan ketiga dipastikan berjenis kelamin perempuan,dan dipastikan juga bahwa Mungkin Sosok Adi ipar Komandan Dan Keponakan kecil Komandan.Menurut Dr Ramlan dari hasil pencocokan hasil DNA."

AKBP Andi Menghembuskan nafasnya panjang.

"Lalu,Rif.File-file kedua Kamu ini?"

"Ini hasil Forensik secara detail tentang Ketiga Korban. Yang Saya anggap mungkin terjadi Kasus bukan Kecelakaan biasa,Ndan.Menurut laporan Forensik Dr.Muhammad Ramlan.Di Tengkorak Bagian belakang antara Korban pertama dan Korban Ketiga tertembus Proyektil Peluru 9mm Senjata api Berjenis Pistol Sig Sauer P226.Sedangkan Korban Kedua dinyatakan mengalami kekerasan seksual sebelum Dibunuh, Karena di Rahim korban kedua masih tersisa Cairan mirip sperma, Komandan."

Sekali lagi AKBP Andi Menghembuskan nafasnya panjang-panjang.

"Lalu adakah jejak lain misalnya sidik jari Tersangka atau Apa?"

"Masalahnya hanya bukti cairan mirip sperma Saja Komandan yang bisa mengarahkan Kita sama Pelakunya.Semua Sidik Jari Atau apapun tidak bisa Kita lakukan penyisiran secara detail.Apakah ada indikasi adanya Perampokan atau Pembunuhan Berencana?,Tapi Kalau dilihat dari Posisi Letak Mayat pertama Kemungkinan Besar adalah Pembunuhan Berencana,Ndan."

"Itu Masalahnya, Terus laporan apa lagi yang Kamu mau laporkan?"

"Begini Komandan Ini ada berkas titipan dari Notaris dan Pengacara Bapak Roy Arka Denta.Menurut Pak Roy ,Dia menyimpan file tentang Siapa saja yang jadi Rival Bisnis Adik Kandung Komandan."

"Bisa Aku lihat berkas titipan dari Notaris dan Pengacara Roy Arka Denta,Rif"

"Permisi Komandan Ini."Jawab Bripda Arif Menyerahnya Flashdisk.

AKBP Andi mengambil Flashdisk ditangan Bawahannya,Lalu Menancapkan ke konektor.Sambil memeriksa File itu.

"Rif, Sepertinya tidak mungkin kalau sembilan Pengusaha Terkenal ini Pelakunya."

"Ya , Komandan. Sebab sembilan Pengusaha Terkenal ini dekat dengan Pihak Kepolisian juga."

"Tapi Coba Kamu Investigasi Mereka, Berikan laporan apapun gerak-gerik Mereka semua ke Aku."

"Siap Komandan."

Bripda Arif Segera berdiri lalu memberikan penghormatan kepada Sang Atasan.Sang Atasan pun membalas hormat militer Bawahannya, Lalu mempersilakan Bripda Arif meninggalkan ruangan kerja Atasannya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!