Setitik debu mampu melahirkan dunia. Sehelai rumput dapat memutus takdir, hukum, dan karma.
Putra-putri takdir lahir satu per satu, sekte kuno membuka gerbang tersegel, dan para suci kembali mengejar keabadian.
Di sudut dunia yang tak layak dicatat sejarah, seorang pemuda membuka mata dengan ingatan dari dunia lain. Ia tidak menyembah keajaiban, melainkan membedah hukum di baliknya.
Ketika para jenius menunggu anugerah Langit, ia membongkar rahasia bumi. Ketika dunia menyebut keajaiban sebagai takdir, ia menyebutnya hukum yang belum dipahami.
Dengan pengetahuan fana dan bahan langit-bumi, ia menciptakan sesuatu yang mustahil di jalan kultivasi: jari emas buatan manusia.
Sejak ciptaan itu menyatu dengannya, takdir kehilangan jejak. Masa lalunya lenyap. Masa depannya tak terbaca. Bahkan Langit tak mampu melihat jalan yang akan ia tempuh.
Hingga ia mengangkat pandangannya ke Langit dan bertanya: apakah kultivasi anugerah Langit—atau rancangan keberadaan yang lebih tinggi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naevys Presspire, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 2.2: Ujian Spirit Root Pulau Keempat
Waktu berlalu begitu saja.
Satu bulan kemudian, hari ujian Spirit Root (Akar Spiritual) akhirnya tiba.
Selama satu bulan ini, ibu dan ayahnya tidak bekerja. Mereka tetap berada di rumah dan menemaninya. Bukan hanya keluarganya saja. Paman dan bibi dari pulau lain yang memiliki anak untuk mengikuti ujian juga melakukan hal yang sama.
Su Dingxuan berdiri di depan array cermin, menatap pantulan dirinya sendiri.
Anehnya, pada hari pengujian Spirit Root ini, ia tidak merasa segugup yang pernah ia bayangkan. Justru kedua orang tuanya tampak lebih gelisah darinya, meski mereka berusaha menyembunyikannya.
Setiap pulau adalah cabang dari leluhur masing-masing. Karena itu, pengujian selalu dilakukan di pulau tempat cabang tersebut berada. Setiap tiga tahun sekali, ujian Spirit Root akan diadakan secara serentak di masing-masing pulau terbang.
Pusat kota pulau terlihat sangat meriah hari itu.
Keramaiannya bahkan lebih besar daripada acara tahun baru di dunia modern. Orang-orang berkumpul di sepanjang jalan, berdiskusi, menebak-nebak, dan menantikan lahirnya bakat-bakat baru dari generasi sekarang.
Su Dingxuan menatap lautan orang di sekelilingnya. Bisa dikatakan semua orang di sini berasal dari satu garis keturunan dengan Leluhur Keempat. Mereka, termasuk dirinya, adalah kerabat jauh. Mengingat rentang umur para kultivator, hal semacam itu memang wajar.
Bahkan Clan Su memberikan poin kontribusi setiap kali seorang anak lahir. Jumlah poin itu bergantung pada seberapa luar biasa Spirit Root anak tersebut. Jadi bukan hal aneh jika seorang kultivator di Clan Su memiliki ratusan anak.
Berbeda dengan kedua orang tuanya.
Mereka hanya memiliki dirinya. Ayahnya memang mencintai ibunya dan tidak pernah mengambil selir.
Di bawah arahan kedua orang tuanya, Su Dingxuan kemudian berbaris bersama anak-anak lain. Dari wajah mereka, terlihat jelas rasa gugup yang bercampur dengan semangat. Mungkin hanya dirinya yang tampak cukup tenang.
Anak-anak di sekitarnya mulai berdiskusi seperti anak-anak pada umumnya. Mereka tidak membicarakan apakah mereka akan memiliki Spirit Root atau tidak. Sebaliknya, mereka justru sibuk mengumumkan apa yang akan mereka lakukan setelah menjadi kultivator nanti. Ada yang ingin menjelajahi alam rahasia, ada yang ingin menjadi kuat, ada pula yang berbicara seolah masa depan sudah pasti berada di tangan mereka.
Di antara banyak keturunan itu, tentu ada beberapa yang memiliki status tinggi.
Tidak lama kemudian, sebuah artefak terbang mendekat dari kejauhan. Bentuknya segera menarik perhatian banyak orang, dan seruan kagum terdengar dari kerumunan.
Seorang pria paruh baya turun dari artefak itu bersama dua anak. Satu perempuan yang cantik seperti peri, dan satu laki-laki yang tampan. Meski wajah mereka masih menunjukkan usia kanak-kanak, siapa pun dapat melihat bahwa keduanya memiliki penampilan dan pembawaan yang berbeda dari anak biasa.
“Itu Su Ya dan Su Xian.”
“Keduanya diadopsi oleh Leluhur Keempat. Seharusnya mereka mengikuti pengujian di Pulau Utama. Kenapa mereka di sini?”
“Ini namanya kembali ke akar. Mereka sejak kecil hidup di pulau ini, jadi wajar saja.”
“Aku ingat, mereka sudah memiliki pemahaman luar biasa sejak kecil. Itu yang membuat Leluhur Keempat memperhatikan keduanya!”
“Menurutmu, apakah mereka akan memiliki Spirit Root?”
“Sudah pasti. Mereka yang langsung diperhatikan Leluhur Klan jelas memiliki Spirit Root.”
“Berarti mereka calon Nascent Soul cabang keempat di masa depan?”
“Belum tentu. Spirit Root memang membantu proses penyerapan Qi, dan tiap tingkatan Spirit Root menentukan batas atas pencapaian seseorang. Tapi untuk mencapai tingkat yang lebih tinggi, dibutuhkan pemahaman luar biasa.”
“Jadi, semakin lemah Spirit Root, semakin banyak sumber daya yang dibutuhkan untuk terus maju.”
“Walaupun Su Ya terlihat dingin dan acuh setelah kehilangan kedua orang tuanya, pemahamannya tetap sangat luar biasa. Dia bibit yang baik untuk pengembangan Alchemy.”
“Sedangkan Su Xian lebih hebat lagi. Sejak kecil dia sudah luar biasa, berjalan dan membaca lebih cepat dari anak-anak lain. Tidak heran mereka sering dijadikan panutan oleh para ibu saat mendidik anak-anak mereka.”
Su Dingxuan mendengarkan diskusi orang dewasa di belakangnya. Karena ia berada di barisan paling akhir, posisinya cukup dekat dengan kerumunan. Ia lalu melihat anak-anak di depannya menatap Su Ya dan Su Xian dengan kagum, iri, atau campuran keduanya.
Setelah mengamati sebentar, Su Dingxuan tidak terlalu peduli.
Kadang, menjadi pusat perhatian juga bisa mendatangkan bencana. Dunia ini sangat berbahaya. Bahkan sesama keturunan pun tetap ada pertarungan dan konspirasi.
Pada akhirnya, semua berujung pada keuntungan dalam mencapai keabadian.
Seperti yang diharapkan, seruan besar segera terdengar ketika Su Ya melakukan uji Spirit Root.
Batu pengujian memancarkan warna biru bening yang pucat. Sesaat kemudian, suhu di sekitar platform turun drastis. Orang-orang yang tidak memiliki kultivasi langsung menggigil kedinginan, sebagian bahkan merapatkan pakaian mereka tanpa sadar.
Elder Realm Core Formation dan beberapa pengurus pengujian terkejut hingga mulut mereka sedikit terbuka. Mereka yang memiliki pengetahuan memasang ekspresi yang hampir sama dengan sang Elder, sementara yang lain hanya tampak kebingungan.
Di tengah keheningan itu, entah siapa yang pertama kali bergumam. Namun, suaranya terdengar jelas karena semua orang sedang terdiam.
“Heavenly Spirit Root!”
“Bukan hanya itu. Ini adalah Elemen Es, varian dari Spirit-Born Tier!”
Begitu gumaman itu terdengar, kerumunan langsung meledak dalam keterkejutan.
Bahkan Elder Core Formation pun tertawa bahagia.
“Bagus, bagus, bagus… Surga memberikan keberuntungan untuk Clan Su! Hahaha!”
Namun, seolah baru tersadar, pikirannya segera berubah.
‘Tidak. Aku harus cepat-cepat memberi tahu Leluhur.’
Saat ia hendak menggunakan jimat, tubuhnya mendadak merinding.
Tanpa ia sadari, di sampingnya sudah berdiri seorang pria muda yang tampak tampan. Kedua tangannya berada di belakang punggung, dan kehadirannya begitu tenang hingga tidak ada yang tahu kapan ia tiba.
Begitu melihat orang itu, Elder Core Formation dan beberapa murid Clan yang mengurus ujian segera membungkuk hormat.
“Salam, Leluhur Keempat.”
Kerumunan langsung tersadar bahwa ada pendatang baru di platform. Mendengar ucapan sang Elder Core Formation, semua orang yang memperhatikan pun segera memberi hormat, termasuk anak-anak yang mengikuti ujian.
“Salam, Leluhur Keempat.”
Leluhur Keempat hanya bergumam kecil sebagai tanggapan.
Sejak tadi, tatapannya tidak lepas dari Su Ya. Bahkan ia secara langsung membantu Su Ya berdiri setelah gadis kecil itu memberi salam hormat. Tatapannya sangat lembut, seperti sedang menatap sebuah permata yang sangat berharga.
Karena posisinya cukup jauh, Su Dingxuan tidak terlalu mendengar apa yang mereka bicarakan. Ia hanya memperhatikan Leluhur itu dengan mata sedikit melebar.
Bisa dikatakan, ia lebih terkejut pada penampilan Leluhur Keempat dibandingkan kemunculan Heavenly Spirit Root itu sendiri.
‘Sangat muda… terlihat seperti berusia dua puluhan!’
Awalnya ia mengira Leluhur dari garis darahnya akan terlihat seperti pria tua berjanggut panjang dengan rambut putih. Siapa sangka sosok itu justru tampak begitu muda.
‘Seperti yang diharapkan dari kultivator. Selain berumur panjang, mereka juga akan tetap awet muda selama belum mencapai batas usia suatu Realm.’
End Chapter 2.2.
Chapter 7 sampai 11 itu merupakan harga tiket mc untuk masuk kedunia yang lebih besar.
Jdi reset penelitian ini hanya terjadi di chapter awal 7 sampai 11, setelah itu dunia kultivasi akan terbuka.
Dia bukan orang yang di beri jalan oleh langit, jdi dia membuka jalanya sendiri, satu satunya yang bisa dia andalkan hanya lah ingatanya sebagai seorang saintis. Karena memang tidak ada yang bisa dia andalkan selain itu.
Mohon bersabar hingga chapter 11 lewat, karena kemampuan mc tidak jatuh dari langit, atau tibatiba mendapatkan warisan.
Cuman saran aj🙏👍
Itu semua karena gaya penulisan Author, Jdi dari 2013 author selalu baca novel terjemahan, bahkan sampai jalur mechine transate yang bikin kepala pusing (Biasanya di kenal sebagai penyimbangan kultivasi)😅
Apa yang sering dibaca mempengaruhi gaya tulisan. Jadi mohon maaf jika ada yang tidak tebiasa, 🙏
dan terimakasih sudah support novel ini.
Salam dari Naevys Presspire
Ku lihat kingkatan kultivasinya menggunakan standar Xianxia yah, kyk ISSTH, Renegade Immortal RMJI dan kwn².
Bagi yang belum tau, dari bab sejauh ini bab 11 yah, tingkatan Kultivasinya Qi Refining => Foundations Establishment => Core Formatin (Biasanya novel terjemahan menggunakan nama Inti Emas/Golden Core) => Nascent Soul.
Untuk di atasnya, belum terungkap, wkwkw