NovelToon NovelToon
Pengorbanan Cinta

Pengorbanan Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.7
Nama Author: Rose_Dreamers

Dear Viona,

Terima kasih, karena telah memberikan warna-warni kehidupan disisa waktuku.
Terima kasih, karena telah mencintaiku dengan tulus.
Mencintaimu adalah hal terindah yang pernah kurasakan.
Bersamamu, kurasakan seperti seorang yang paling sempurna. Memiliki segalanya, dirimu dan cintamu.

Berjanjilah, untuk tidak menangisi kepergianku!

Karena aku selalu ada didekatmu, menjagamu, memelukmu, lewat penglihatan yang kutitipkan padamu.

I Love You, Sasha....

Salam,

Galang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rose_Dreamers, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

VhieDjar 20

“Hanya terdengar suara rintik hujan di luar yang hanya menemani malamku.

Bersama air hujan yang turun malam ni, ku jatuhkan pada sebuah perasaan yang menjelma menjadi air mata.” Trisha Viona Lovhie

Hujan turun membasahi bumi kota Bandung malam ini, seolah ikut merasakan kesedihan yang tengah di rasakan Viona.

Viona berdiri menatap jendela menyaksikan derasnya air hujan yang jatuh dari langit. Dia teringat kembali akan kejadian tadi siang. Viona menghembuskan nafas beratnya, air mata nya lolos menetes membasahi wajahnya.

"Vhi..." Amara masuk kedalam kamar putrinya. Dia menghampiri Viona yang tak bergeming dari lamunannya.

Viona kaget saat tangan Amara memegang bahunya.

"Ibu...sejak kapan ibu di sini?" Tanya Viona membalikan badan nya ke hadapan Amara.

"Ibu sudah memanggil kamu dari tadi, tapi kamu gak dengar." jawab Amara menatap wajah putrinya yang sembab akibat menangis.

"Maaf ya, Bu... Vhi gak dengar tadi," Viona merasa bersalah dan meminta maaf kepada ibunya. Amara hanya tersenyum dan kemudian merengkuh putrinya kedalam pelukannya.

"Ada apa? Cerita sama Ibu, apa yang sudah terjadi tadi siang hingga kamu pulang dalam keadaan seperti sekarang ini?" Tanya Amara kepada putrinya yang sedang tidak dalam keadaan baik-baik saja.

Viona mengeratkan pelukannya, seketika air matanya tumpah dengan derasnya meleleh diwajahnya. Amara membiarkan putrinya menangis dalam pelukannya. Amara berharap putrinya akan merasa lebih baik setelah menangis.

Setelah Viona sudah cukup tenang, Amara merenggangkan pelukannya. Tangannya memegang wajah putrinya dan mengusapnya lembut.

"Katakan pada Ibu, apa yang telah terjadi sama kamu sayang. Ibu khawatir melihat keadaan kamu seperti ini," bujuk Amara agar putrinya mau menceritakan masalah yang sedang dialaminya.

"Aku sudah bertemu dengan dia, Bu..." jawab Viona lirih, air matanya yang sudah kering kini merembes kembali keluar dari matanya.

"Dia sahabat mayamu itu?" Tanya Amara dengan hati-hati. Viona menganggukkan kepalanya.

"bukannya seharusnya kamu bahagia karena sudah bertemu dengannya. Kamu sudah menantikan saat-saat seperti ini tiba, kan? Lalu apa yang membuat kamu bersedih?" Tanya Amara. Viona memeluk Ibunya kembali masih menangis. Viona menceritakan semuanya kepada Amara tentang apa saja yang sudah terjadi. Mulai dari kejadian yang tak disengaja ia menemukan sebuah kalung, Viona menceritakan bahwa orang yang ditunggunya selama ini ternyata adalah Fajar, dan tentang perasaan aneh yang dia rasakan kepada Fajar sebelum Viona mengetahui bahwa dia adalah orang yang Viona cari. Hingga perbuatan nekat dari sahabatnya yang sudah mengakui bahwa kalung itu miliknya, dan sebentar lagi mereka akan bertunangan.

Viona menangis sesegukan dalam pelukan ibunya. Amara yang mendengarkan cerita putrinya, seolah ikut merasakan sakit yang dirasakan putrinya. Amara mengusap kepala dan punggung putrinya agar ia merasa lebih tenang.

"Ibu mengerti perasaanmu saat ini, sayang. Sudah jangan menangis lagi." Amara merenggangkan pelukannya dan menghapus sisa-sisa air mata diwajah Viona.

"Nak, bila dia memiliki perasaan yang kuat seperti yang kamu rasakan untuknya. Seharusnya dia bisa mencari tau kebenarannya. Kamu ambil saja pengajarannya dari kejadian ini, ya... Anggap saja dia bukan jodohmu." Amara mencoba menjelaskan dan menenangkan perasaan putrinya. Viona menganggukan kepalanya setelah mendengarkan kata-kata dari ibunya.

"Bu... Aku mau lanjutin kuliah ku di luar kota. Boleh?" Tanya Viona dengan hati-hati pada ibu nya. Viona takut keputusannya tidak mendapat dukungan dari Amara.

"Kenapa harus di luar kota sayang?" Amara tak menjawab pertanyaan putrinya, ia malah balik bertanya pada Viona. Baginya ini terlalu tiba-tiba. Amara tak ingin jauh dari putri semata wayang nya.

"Boleh ya, Bu... Aku kepengen dapat banyak pengalaman yang luas aja bu. Gak hanya seputar Bandung saja." bujuk Viona pada ibunya.

Setelah beradu argumen dan berusaha menjelaskan serta meyakinkan ibunya. Akhirnya Viona mendapatkan izin dari sang ibu untuk melanjutkan kuliahnya di luar kota.

***

Sementara tempat lain, seorang pemuda berada di balkon yang ada di kamarnya, ia sedang merasakan dinginnya udara malam saat hujan turun dengan lebatnya.

Fajar teringat saat pertemuan tadi siang dengan seorang gadis yang selalu memenuhi pikirannya selama dua bulan ini.

"Gadis itu jarang sekali berbicara, tapi saat bicara dia mampu menggoyahkan hatiku. Bila dia tersenyum akan memperlihatkan lesung pipit yang menghiasi wajahnya cantiknya. Aku sangat suka melihatnya tersenyum." gumam Fajar

"Senyum siapa yang kamu suka?" suara seorang lelaki paruh baya mengejutkan Fajar dari lamunannya.

"Eh,, Papa, mengagetkan saja!" Fajar mengelus dadanya karena merasa kaget mendapati papanya yang sudah berada di belakangnya.

Arifin terkekeh melihat ekspresi wajah putranya saat sedang kaget.

"Jadi senyum siapa yang kamu sukai itu?" Arifin mengulang pertanyaan pada putranya. Dia mensejajarkan tubuhnya berdiri di samping putra kesayangannya.

"Eh itu, bukan siapa-siapa ko, Pah..." Fajar menghindari tatapan papanya sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

Arifin menyadari bahwa putranya sedang menyembunyikan sesuatu darinya.

"Gimana hubungan kamu sama Intan? Seminggu lagi kalian akan bertunangan." Arifin menanyakan hubungan putranya dengan putri dari sahabatnya.

"Cukup baik..." cakap Fajar datar. Matanya menatap langit yang gelap dipenuhi air hujan.

Fajar memikirkan tentang hubungannya dengan Intan, ada keraguan yang Fajar rasakan di hatinya. Fajar tak bisa membohongi hatinya, bahwa ada gadis lain yang saat ini selalu mengganggu pikirannya.

Arifin memperhatikan putranya, dia tahu bahwa putranya sedang merahasiakan sesuatu darinya. Arifin akan segera mencari jawaban dari kegundahan yang di rasakan putranya.

"Papa perhatikan kamu seperti tak bahagia dengan Intan? Bukannya ini keputusanmu, dia adalah gadis yang kamu cari bukan?! Seharusnya kamu bahagia." ucap Arifin pada putranya. Fajar membalikan tubuhnya dan berjalan mendekati kursi yang ada di balkon kamarnya kemudian mendudukan tubuhnya. Arifin yang melihatnya pun ikut duduk bersama putranya.

Fajar masih bungkam, dia menarik nafasnya dan menghembuskannya lewat mulutnya.

"Entah kenapa aku merasa ragu dengan keputusanku..." lirih Fajar sambil menundukkan kepalanya. Fajar takut Papanya akan kecewa padanya.

"Apa yang membuat kamu ragu?" Tanya Arifin. Sementara Fajar masih diam tak tahu harus bercerita apa kepada Papanya.

"Kamu mencintai gadis lain?" pertanyaan Arifin membuat Fajar membulatkan matanya kaget.

"Mmp, aku gak tahu..." jawab Fajar datar,

"Aku merasa Jantungku berdebar kencang saat berada didekatnya, aku suka dengan sikapnya yang tenang, aku suka melihat senyumnya..." Fajar menjada percakapannya sejenak. "Aku merasa nyaman saat berbicara dengannya, senyaman saat aku berkomunikasi dengan Intan via Chat dulu." Fajar mulai menceritakan yang dia rasakan kepada papanya.

"Lalu bagaimana dengan perasaan kamu sama Intan saat ini?" Arifin ingin memastikan apa yang sedang di rasakan oleh putranya.

"Biasa saja. Bahkan saat berbalas chat dengan Intan saat ini rasanya berbeda. Aku seperti tidak pernah mengenalnya." ucap Fajar berkata jujur tentang yang dia rasakan pada Intan saat ini.

"Apa yang membuat kamu yakin bahwa Intan adalah gadis yang kamu cari itu?" Tanya Arifin lagi

"Dia memiliki kalung yang pernah akan aku berikan kepadanya sebelum kami bertemu waktu itu." jawab Fajar

"Kalung? Bukannya kalian belum pernah bertemu?" Tanya Arifin semakin penasaran dengan cerita putranya.

"Ya, kami belum pernah bertemu sebelumnya. Waktu itu kami berencana untuk bertemu, tapi setelah lama menunggu Intan gak datang. Saat itu aku tak sengaja menjatuhkan kalung yang akan aku berikan padanya, dan beruntung Intan yang menemukannya." cakap Fajar menjelaskan pada Papanya.

Arifin mengangguk-anggukkan kepalanya pertanda dia faham dengan yang diceritakan putranya. Arifin tersenyum pada putranya, tangannya di angkat dan di taruh di pundak putranya.

"Ikuti kata hatimu. Papa akan mendukung apa pun yang menjadi keputusanmu..." Arifin menepuk-nepukan tangannya pada pundak putranya. Fajar yang mendengar dukungan dari Papanya menganggukan kepalanya.

"Ya sudah, Papa balik ke kamar dulu. Mamamu pasti sudah menunggu..." ucap Arifin seraya pergi meninggalkan Fajar yang masih termenung memikirkan masalah percintaannya.

1
Agna
baru mampir
Nining Msb
pasti Fajar donk
Nining Msb
sedih bgeeet
Nining Msb
kasihan Fajar g prn ngerasain bahagia am Viona
Nining Msb
andaikn it galang pasti langsung nyosor cium bibir
Nining Msb
nyesek bget
Nining Msb
cintax Galang g tulus d brengi dgn nafsu
Nining Msb
kesssssseeeeeelllll.....
Nining Msb
ktax g suka tpi mau aj d cium. kesel ak
Nining Msb
Galang main cium aj deh, bkin kesel aj
Nining Msb
thanks Arka
Jenni Manullang
keren
Fa Rel
biarin salah swndiri fajar bodohhh mending ma galang lah
Fa Rel
rasain lu galang bego sih jd orang
Ervina Sitompul
ga nyambung ni cerita. dari td aku perhatiin ceritanya banyak yg di skip.. 😤
Amanda Amanda
ada lanjutannya GK kalau ada lanjut part 2 🙏 biar seru
Reni Mine
sediiihhh..nangis bombay..😭😭😭😭
Gina Savitri
kayanya sakit jantung galang, klo iya kenapa ngopi kan nggak boleh..
Gina Savitri
Fajar baik galang juga baik
tapi galang sedikit obsesi sama viona alias shasha..bukan karna galang cinta..karna klo dia cinta pasti akan bertanya gimana perasaan wanitanya..bukan dengan egoisnya bilang nggak mau di tinggalin dan nggak membiarkan wanitanya memilih siapa yang sebenarnya ada di hati wanitanya..
Gina Savitri
Rasain tuh intan nanggung malu seumur hidup karna jahat merebut tempat sahabat sendiri dengan sebuah kebohongan 😬
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!