Lige adalah seorang gadis yang hidup dizaman modern. Lige adalah pemimpin dari satu organisasi besar yang setiap minggu atau bahkan setiap harinya selalu menghabisi nyawa orang.
Ya, Lige adalah seorang Queen mafia, ia terkenal sangat dingin, kejam dan bengis.
Namun siapa sangka, dalam misinya ia harus dihianati oleh orang kepercayaanya sendiri hingga merenggut nyawanya.
Tanpa ia sangka, rohnya terbang menuju zaman kuno pada zaman kerajaan. Roh nya menempati tubuh seorang gadis yang baru saja dinyatakan meninggal.
Zaman dimana yang kuat berkuasa dan yang lemah tertindas.
"Tubuh siapa ini? dunia apa ini? kenapa sangat berbeda? apa aku berpindah dimensi?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MILA KARMILA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 20
Setelah beberapa saat, FangYin membawa obat yang sudah ia seduh, ia ingin memberikannya langsung pada Meyleen, namun Lige langsung mengambil mangkuk obat dan memberikannya pada Meyleen untuk ia minum.
"Māmā, ini obatnya." Ucap FangYin. Lige langsung mengambilnya dan mulai menyuapkan obatnya.
"Pelan pelan, Māmā." Ucap Lige.
"Kenapa pahit sekali." Ucap Meyleen yang kepahitan.
"Namanya obat Māmā, pasti akan pahit." Celetuk XingShen.
"Diam." Suruh Lige.
XingShen langsung diam tanpa berucap lagi.
"Sudah, sekarang Māmā istirahat lagi, jangan melakukan pekerjaan apapun." Suruh Lige.
"Biar aku menjaga Māmā." Ucap FangYin.
Lige langsung menatap FangYin seksama, namun tidak ada pikiran apapun tentang itu, Lige malah senang karena FangYin begitu menyayangi Meyleen.
"Baiklah, aku juga akan menjaganya." Ucap Lige merespon FangYin.
FangYin hanya mengangguk mengerti. Lige langsung duduk dikursi dekat dengan XingShen, dan FangYin duduk disamping Meyleen.
"Jiejie, aku keluar sebentar." Pamit XingShen.
"Kemana?" Tanya Lige yang sedikit kepo.
"Seperti biasa, berkeliling." Jawab XingShen, tanpa menunggu jawaban Lige lagi, ia langsung pergi begitu saja.
Setelah XingShen pergi, keheningan pun tercipta, tidak ada yang membuka suara, baik itu Lige maupun FangYin. Lige yang diam dengan pikirannya, memikirkan tentang siapa yang sudah meracuninya, juga naga putih yang meresahkan. Sedangkan FangYin diam menatap Lige.
"Jiejie." Panggil FangYin ingin mencairkan suasana hening yang sangat menganggu hatinya. Namun Lige seakan sudah asik dengan pemikirannya, ia sama sekali tidak mendengar panggilan FangYin.
FangYin yang tidak direspon oleh Lige langsung saja berjalan menuju kursi sebelah Lige, ia langsung mendudukinya dengan anggunnya.
"Jiejie." Panggil FangYin lagi, dan berhasil membuyarkan pikiran Lige.
"Ah ya, apa?" Tanya Lige yang sedikit terkejut, karena ia melihat FangYin yang tiba tiba sudah ada didepannya.
"Jiejie, tadi kamu memikirkan apa? aku memanggilmu tapi tidak ada jawaban darimu, seakan Jiejie sudah larut dalam pikiran, apa yang sedang Jiejie pikirkan?"
"Tidak tidak ada, aku hanya memikirkan hal kecil saja, tidak terlalu penting."
"Jiejie, aku ingin bertanya."
"Katakan."
"Kenapa akhir akhir ini, aku merasa sifat Jiejie berubah, seperti bukan Jiejie yang dulu, setelah Jiejie kehilangan ingatan, Jiejie juga kehilangan sifat Jiejie yang dulu." Ucap FangYin mengutarakan apa yang ada didalam pikirannya mengenai sikap Lige yang berubah.
"Ya iya lah, ini Lige, bukan Shen Lige." Batin Lige.
"Memang apa yang berbeda? aku rasa tidak ada yang berbeda." Sangkal Lige.
"Iya Jiejie sangat berubah, dulu Jiejie sangat periang, selalu tersenyum, selalu bermain main dengan XingShen juga aku, tapi sekarang, Jiejie terlihat cuek, dingin, seperti sudah tidak perhatian lagi."
Lige yang mengerti tentang apa yang diucapkan FangYin langsung menarik nafasnya dan membuangnya perlahan.
Ia langsung menatap FangYin dengan seksama.
"Meski sifatku berubah, aku tetap menjadi Lige, jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan, kau tidak perlu memikirkan sesuatu yang membuatmu berpikiran tidak tidak."
"Tapi Māmā juga merasakannya, Jiejie."
"Aku sudah memberinya pengertian, kau juga harus membantuku menyingkirkan kekhawatiran Māmā, paham?"
"Aku mengerti." Angguk FangYin.
"Aku rasa juga, bukan hanya aku yang berubah, tapi XingShen juga." Ucap Lige.
"Iya Jiejie, sekarang dia sudah lebih dewasa, kalau bàba dan gēgē tahu, pasti mereka akan bangga." Senyum FangYin.
"Tunggu saja sampai mereka tahu." Ucap Lige menuangkan teh untuknya dan FangYin.