NovelToon NovelToon
Crimson Vows

Crimson Vows

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Roman-Angst Mafia / Mafia / Tamat
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: yao na

Tujuh belas tahun Yao Conti hidup dalam penyamaran, bernapas hanya untuk satu tujuan: menuntut balas atas pembantaian keluarganya di Milan. Langkahnya membawanya menembus jantung kekuasaan keluarga Moretti, tempat ia bertemu Gerald Moretti—Don muda yang dingin, tajam, dan tidak pernah membiarkan siapa pun mendekatinya.
Bagi Yao, Gerald adalah kunci menuju pembunuh ayahnya. Bagi Gerald, Yao adalah teka-teki berbahaya yang memikat sekaligus mengancam wilayahnya. Di tengah benturan intrik politik lima keluarga mafia Italia hingga ancaman persekutuan gelap yang membentang ke Hong Kong, batas antara taktik dan perasaan perlahan mengabur.
Saat rahasia paling kelam tentang malam pembantaian itu akhirnya terkuak, mereka dipaksa memilih: menuntaskan dendam yang diwariskan oleh orang tua mereka, atau menyelamatkan cinta yang terlahir di atas tanah bersimbah darah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yao na, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19 — Perburuan

Enzo, meski terluka dan buron, bukan tipe orang yang menyerah dengan mudah. Ia bersembunyi di jaringan safe house yang telah ia siapkan selama bertahun-tahun sebagai antisipasi, terus berkomunikasi dengan Katarina Volkov untuk melanjutkan rencananya menghancurkan keluarga Moretti dari reruntuhan yang tersisa.

"Situasi berubah," katanya pada Katarina melalui sambungan terenkripsi, suaranya tenang meski luka bakar di lengannya masih berdenyut. "Tapi berubah tidak selalu berarti memburuk. Keluarga yang terpecah dari dalam selalu lebih mudah dihancurkan daripada keluarga yang bersatu — dan keluarga Moretti baru saja terpecah dengan cara yang sangat... menarik."

"Kau bicara seperti orang yang punya rencana baru," jawab Katarina, tidak terdengar terkejut.

"Aku selalu punya rencana baru," jawab Enzo. "Itu satu-satunya alasan aku masih hidup setelah tujuh belas tahun. Beri aku beberapa hari. Kalian akan mendengar tentang sebuah surat yang beredar di kalangan lima keluarga besar — dan ketika itu terjadi, pastikan pasukanmu sudah siap bergerak ke pelabuhan itu."

Rencana keji Enzo mulai berjalan, mengirim pesan-pesan anonim kepada perwakilan lima keluarga besar Italia — Sicilia, Napoli, Roma, Venesia, dan Torino — mengungkapkan kejahatan Salvatore Moretti tujuh belas tahun lalu, memicu ketegangan yang bisa meletus menjadi perang mafia skala penuh di seluruh Italia.

Gerald, yang mendapat peringatan dari salah satu kaptennya tentang pesan-pesan misterius yang beredar di kalangan aliansi, menyadari bahwa waktu mereka untuk menemukan dan menghentikan Enzo semakin menipis.

"Jika aliansi lima keluarga mempercayai narasi Enzo tanpa konteks penuh," katanya pada Yao dengan wajah tegang, "mereka bisa menyatakan perang terhadap keluargaku, menghukum kami semua atas dosa yang dilakukan ayahku sendirian."

"Maka kita harus menemukan Enzo sebelum dia menyelesaikan rencananya," jawab Yao tegas. "Dan kita harus menyampaikan kebenaran itu sendiri, dengan kata-kata kita, sebelum Enzo memutarbalikkannya menjadi senjata untuk menghancurkan kita berdua."

Marco, yang telah melacak pergerakan digital Enzo selama berhari-hari, akhirnya menemukan petunjuk penting: sebuah safe house tersembunyi di pegunungan dekat Como, tempat Enzo diperkirakan bersembunyi sambil menunggu rencananya membuahkan hasil.

"Kita berangkat malam ini," kata Gerald tegas, memuat pistolnya dengan tangan yang kini stabil oleh tekad baru. "Ini berakhir sekarang, Yao. Untuk ayahmu, untuk kebenaran, dan untuk masa depan yang layak kita perjuangkan bersama."

Yao mengangguk, menggenggam tangan Gerald erat. "Bersama," bisiknya, "sampai akhir."

Marco memberikan pengarahan singkat sebelum keberangkatan mereka, menunjukkan peta area sekitar safe house yang berhasil ia dapatkan melalui pencitraan satelit komersial. "Bangunan ini terisolasi, dikelilingi hutan lebat," jelasnya. "Ada satu jalan masuk utama, tapi kemungkinan Enzo juga memiliki jalur pelarian darurat yang tidak terlihat dari citra satelit. Kita harus bergerak cepat dan senyap."

Perjalanan menuju Como memakan waktu hampir dua jam, kesunyian di dalam mobil dipenuhi ketegangan yang bisa dipotong dengan pisau. Yao menatap keluar jendela, menyaksikan pemandangan pedesaan Italia Utara yang gelap berlalu cepat, pikirannya dipenuhi bayangan tentang apa yang mungkin menunggu mereka di ujung perjalanan ini — akhir dari perburuan tujuh belas tahun yang telah membentuk seluruh hidupnya.

Perjalanan menuju Como memakan waktu dua jam melalui jalanan berkelok yang menanjak ke pegunungan, kabut tipis menyelimuti hutan pinus di kedua sisi jalan seperti tirai alam yang menyembunyikan rahasia gelap yang menanti mereka di ujung perjalanan.

Gerald membawa tim kecil yang terdiri dari orang-orang paling ia percaya — Marco yang kini bergabung penuh sebagai penasihat baru mereka, dan tiga kapten muda yang tetap setia meski kebenaran mengerikan tentang Salvatore telah terungkap.

"Safe house-nya ada di sana," bisik Marco, menunjuk ke sebuah pondok kayu tersembunyi di antara pepohonan lebat, hanya terlihat sedikit cahaya kuning meredup dari salah satu jendelanya. "Dari data yang kudapat, dia hanya ditemani dua pengawal bayaran."

Mereka mendekat dalam kegelapan, langkah-langkah senyap yang telah dilatih bertahun-tahun oleh masing-masing anggota tim. Yao merasakan jantungnya berdegup kencang, campuran antara ketakutan dan tekad yang membara — momen ini adalah puncak dari tujuh belas tahun penantiannya.

Tapi begitu mereka mendekati pondok itu, sesuatu terasa janggal. Terlalu sunyi. Terlalu mudah.

"Ini jebakan," bisik Yao tiba-tiba, insting yang diasah Sofia selama bertahun-tahun berteriak peringatan di dalam dirinya.

Terlambat.

Lampu sorot menyala tiba-tiba dari segala arah, menerangi seluruh area dengan cahaya menyilaukan. Belasan pria bersenjata muncul dari balik pepohonan — bukan hanya pengawal Enzo, tapi juga pasukan bersenjata lengkap keluarga Russo yang telah menunggu dalam persembunyian.

"Selamat datang," suara Enzo bergema dari pengeras suara tersembunyi, nada mengejek jelas terdengar. "Aku sudah menduga kalian akan datang. Terima kasih sudah mempermudah rencanaku, Gerald. Sekarang aku punya alasan sempurna untuk mengatakan pada dunia bahwa kaulah yang menyerang lebih dulu."

Tim kecil mereka terkepung sepenuhnya, senjata terarah dari segala penjuru. Gerald menyadari dengan pahit bahwa mereka telah masuk ke dalam perangkap yang telah direncanakan dengan sempurna.

"Turunkan senjata kalian," perintah seorang komandan pasukan Russo, "atau kalian semua mati di tempat ini malam ini."

Yao menatap Gerald, mencari petunjuk tentang apa yang harus mereka lakukan selanjutnya. Untuk pertama kalinya, ia melihat keraguan sejati di mata pria yang biasanya begitu penuh kepastian.

Salah satu kapten muda mereka, seorang pemuda bernama Luca yang baru bergabung enam bulan lalu, mulai gemetar melihat jumlah senjata yang terarah pada mereka. Yao mengenali tanda-tanda panik di wajahnya — tanda yang bisa berakibat fatal jika dibiarkan tak terkendali dalam situasi seperti ini.

"Tetap tenang," bisiknya pada Luca tanpa menoleh, suaranya cukup pelan agar hanya kapten muda itu yang mendengar. "Panik akan membuatmu mati lebih cepat daripada peluru mana pun."

Marco, di sisi lain, sudah mulai menghitung diam-diam — jumlah penjaga, jarak antara satu senjata dengan yang lain, celah-celah kecil dalam formasi pengepungan yang mungkin bisa mereka manfaatkan jika situasi memburuk. Bertahun-tahun pengalaman sebagai informan dan mata-mata telah mengajarkannya untuk selalu mencari jalan keluar, bahkan dalam situasi yang tampak paling mustahil sekalipun.

1
yao na
kerenn
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!