Pantas saja dia tak diharapkan dan dibenci oleh keluarganya. Ternyata dia adalah anak yang lahir dari rahim orang ketiga.
Mutiara Anjani, Seorang gadis yang selalu terlihat kuat dihadapan orang lain. Tiada yang tahu bahwa gadis itu menyimpan rasa sakitnya seorang diri. Semua tertutup oleh sikapnya yang ceria dan terkadang angkuh itu.
Semua orang yang pernah dekat dengannya menjauh perlahan karena hadirnya orang baru termasuk sahabatnya sendiri. Dia menjadi sendiri, Hingga seorang pria hadir menjadi pendukungnya serta satu-satunya pria yang berjanji akan selalu menjaganya sampai nanti.
••••••
"Aku selalu merasa sendiri, Aku ingin melupakan segalanya dan tidak ingin mengingat rasa sakit ini lagi.." Mutiara Anjani.
"Tapi perlu diketahui, Bahwa akulah yang akan menjagamu sampai nanti.." Muhammad Al Ghazi Maulana...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Viena2106, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mencari Mutiara
"Ini untuk yang terakhir kalinya, ya. Jangan pernah ganggu Hazel lagi, ngerti!" Mutiara memutar tubuhnya kembali. Ia maju satu langkah, Matanya menatap tajam Kendra.
"Kamu bela dia lagi? Kita ini dekat dari usia tujuh tahun Ken. Kamu kenal aku dari segi apapun. Tapi sekarang? Kamu seolah gak kenal aku sama sekali.. Kamu tuh jahat tau gak?" Mutiara menunjuk dada Kendra. Pria itu diam, Kendra sudah mengenal Mutiara sejak kecil. Namun sekarang Kendra seakan tidak tahu apa-apa tentang gadis masa kecilnya itu.
"Demi dia!?" Mutiara menunjuk Hazel yang memeluk Kendra. Ekspresi gadis itu terlihat ketakutan.
"Demi dia, Apapun itu kamu selalu ada. Demi dia, Apapun yang dia minta kamu selalu kasih. Apapun kesalahan dia, Kamu selalu bela. Kenapa sih!??
"Ya, Karena Hazel pantas dibela. Dia gadis baik, Dia gadis yang polos.. Tidak seperti kamu yang cuma awalnya aja baik, Tapi lama-lama kamu itu jahat. Kamu arogan, Kamu angkuh.. Dan aku benci semua itu.. Tadi, Kamu tuduh Hazel plagiat novel yang kamu tulis. Memangnya sejak kapan kamu jadi seorang penulis?" Mutiara mundur. Ia mengangguk-anggukan kepalanya. Ya, Sekarang dia mengerti sekarang..
"Sejak kapan aku jadi penulis? Okey, Aku memang gak punya bukti, Kalau penulis. Tapi saat semuanya itu terungkap. Kamu bakalan nyesel, Dan pada saat itu juga aku udah gak ada. Ketika hari itu tiba, Kamu hanya akan diam meratapi penyesalanmu.." Mutiara berucap dengan bersungguh-sungguh. Ketika semua terungkap nanti. Mutiara sudah tidak ada didekat mereka lagi. Niat Mutiara untuk segera pergi dari mereka sudah bulat. Sekali lagi, Mutiara menatap Hazel, Ia tersenyum.
"Kali ini lo menang.. Tapi lihat aja nanti. Tuhan itu gak tidur, Tunggu aja.." Usai mengatakan itu, Mutiara keluar dari kelas tersebut.
Ia hapus air matanya dengan kasar. Mutiara pergi dari sana untuk menyendiri. Sementara didalam kelas itu, Hazel masih menangis dipelukan Kendra.
Akting dari gadis itu memang luar biasa. Tapi jangan senang dulu Hazel, Sekarang kau berhasil membuat Mutiara dibully dan dibenci. Tapi ingat, Balasan yang kau dapat akan lebih dari yang Mutiara rasakan.
"Udah, Gak usah nangis lagi. Mutiara gak mungkin ganggu kamu lagi.." Ucap Kendra seraya mengusap punggung gadis yang katanya lemah itu.
"Tapi aku tetep takut Ken. Gimana kalau Tiara ganggu dan ngamuk kayak tadi? Huhuhu.. Kamu harus buat perhitungan sama dia Ken.." Kendra mengangguk.
"Kamu tenang aja.. Aku pasti akan kasih dia pelajaran supaya dia jera.." Hazel tersenyum, Ia semakin memeluk erat Kendra mencari perhatian pria itu.
"Tapi kamu percaya sama aku kan, Ken? Aku gak ngerebut apapun dari Tiara, Apalagi plagiat alur novel yang tadi dia bilang.. Ini murni karanganku sendiri."
"Ya, Aku percaya sama kamu.." Hazel tersenyum licik. Akhirnya dia kembali berhasil membuat Mutiara tersudutkan.
Masih gadis itu ingat, Ketika barang berharga milik Mutiara ia temukan tanpa disadari oleh pemilik aslinya.
Beberapa waktu yang lalu, Ketika pelajaran telah selesai. Mutiara segera memasukan barang-barangnya kedalam tas. Termasuk laptop dan flashdisk yang selalu gadis itu bawa kemana-mana.
Namun, Ada satu flashdisk yang terjatuh tanpa Mutiara ketahui. Hazel yang posisi duduknya berada dibelakang Mutiara, Mengetahui nya.
Dengan akal liciknya, Hazel mengulurkan satu kakinya. Lalu menginjak barang kecil tersebut dan dengan secara perlahan menyeretnya kebelakang.
Hazel sangka, Kalau dalam flashdisk tersebut berisi pelajaran penting yang Mutiara simpan. Mutiara kan gadis yang paling pintar, Mungkin saja dengan mengcopy catatan gadis itu Hazel akan dipuji banyak orang karena dikira dia tak kalah pintar dari Mutiara.
Namun ternyata, Dalam flashdisk tersebut bukan berisi pelajaran penting seperti kata Hazel. Melainkan isi sebuah alur cerita novel yang sangat menarik. Dan kebetulan sekali belum dirilis sama sekali.
Jelas, Hazel akan mengambil kesempatan ini. Dia akan buat semua orang kagum akan dirinya dengan meng-update novel milik Mutiara.
...****************...
Mutiara masuk kedalam kelas dengan secara terpaksa. Kabar tentang dia yang melabrak Hazel serta dituduh mengaku-ngaku karya milik gadis itu telah tersebar.
Banyak diantara mereka yang kuliah disana menggunjing Mutiara dan lebih membela Hazel yang katanya korban. Bahkan kabar ini cepat melesat sampai terdengar ditelinga para dosen.
Dosen lain tak pernah mempermasalahkannya. Tapi tidak dengan Atta, Pria itu hendak keluar ingin menemui adiknya itu.
"Pak Atta mau kemana?" Pria itu menoleh pada seorang wanita cantik yang duduk dikursinya. Wanita yang biasa dipanggil Miss Anna itu ikut berdiri.
"Anda ingin menemui Mutiara, Pak? Lalu marah-marah padanya? Ingin menyalahkan dia atas kabar yang tersebar?" Kata Miss Anna, Dia adalah dosen bahasa inggris yang terkenal begitu killer. Siapapun tak boleh membantah ucapannya, Kalau tidak mau terkena hukuman.
Tak hanya menjadi seorang dosen, Miss Anna juga seorang dokter psikolog. Dan Mutiara adalah salah satu pasiennya. Tidak ada yang tahu tentang hubungan dua wanita beda usia itu.
Hanya saja Mutiara sering datang ketempatnya untuk menyampaikan keluh kesahnya selama ini. Gadis itu tak pernah tidur dengan tenang, Mutiara selalu dihantui oleh rasa cemas karena dia yang tak pernah dianggap oleh keluarga.
Miss Anna juga termasuk dokter yang melarang Mutiara mengkonsumsi obat tidur sembarang. Namun Mutiara tak pernah mendengarnya, Hingga pada akhirnya gadis itu punya masalah dengan ginjalnya.
"Ini urusan saya Miss, Anda tidak berhak ikut campur.. " Miss Anna tersenyum..
"Saya berhak ikut campur Pak Atta.. Mutiara adalah anak didik saya sekarang. Jangan sampai karena ulah anda, Murid bimbingan saya menjadi tidak fokus dalam mengerjakan tugas skripsi nya.." Ucap Miss Anna dengan tegas. Atta menatap wanita itu lalu akhirnya kembali duduk.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Didalam kendaraan roda empat itu, Ghazi tengah menunggu sang tunangan yang sampai saat ini belum juga keluar. Padahal mahasiswa dan mahasiswi yang lainnya sudah banyak yang pulang.
Ghazi melihat pesan terakhir yang Mutiara kirimkan.
"Aku keluar sebentar lagi, Masih ada penentuan dosen pembimbing setelah ini...
Begitulah pesan yang telah Mutiara kirimkan tadi. Tapi sampai sekarang, Gadis itu belum terlihat. Hati Ghazi mulai tidak tenang, Dia khawatir takut saja terjadi sesuatu.
Pria itu tidak tahu tentang masalah yang Mutiara alami. Dia sempat tertidur tadi sehingga tidak mengetahui apapun huru hara yang terjadi.
Waktu terus berjalan, Mutiara yang ditunggu-tunggu pun kelihatan batang hidungnya. Ghazi semakin khawatir, Dengan cepat pria itu turun dari Kendaraan roda empatnya.
Pria berusia tiga puluh satu tahun itu berlari masuk mencari sang gadis, Yang usai mengirim pesan langsung hilang kabar.
Ditelfon pun tidak diangkat, Di chat belum dibaca sama sekali. Tentu saja semua ini membuat rasa khawatir Ghazi semakin tak menentu.
"Mutiara, Kamu dimana?" Gumam pria itu. Ghazi sampai bertanya pada beberapa mahasiswa dan mahasiswi yang berlalu lalang disana. Tapi tak ada satupun yang melihat Mutiara.
"Hey..." Ghazi menoleh, Miss Anna menepuk pundak pria itu.
"Ya?
"Kamu Bodyguard Tiara?
"Ya, Saya Bodyguardnya. Eum, Maaf.. Anda?
"Saya dosen pembimbingnya.. " Ghazi menghela nafas..
" Begini, Sejak tadi saya mencari Mutiara. Apa anda melihat Mutiara? Saya sedang mencarinya tapi tidak ada.. " Miss Anna mulai bereaksi. Dia juga tengah mencari Mutiara karena ada sesuatu yang akan ia sampaikan.
"Saya juga sedang mencarinya. Eh, Tunggu sebentar.." Miss Anna mendekati seorang gadis yang sedang mengobrol dengan temannya.
"Maaf, Apa kalian melihat Tiara?" Tanya Miss Anna pada dua gadis tersebut.
"Tiara?
"Iya, Mutiara...
"Tadi saya sempat berpapasan ditoilet Miss.. Coba saja cari dia disana.." Miss Anna mengangguk.
"Kita cari ditoilet.. " Ghazi mengikuti langkah Miss Anna dari belakang.
"Kamu tunggu disini, Biar saya yang masuk.." Ucap Miss Anna pada Ghazi.
"Baik..." Wanita itu langsung masuk kedalam toilet khusus Wanita. Miss Anna mencoba memanggilnya, Tapi tidak ada sahutan. Beberapa tempat pun, Miss Anna masuki namun tetap saja tidak ada Mutiara disana.
"Mutiara kamu kemana? Astagaaa....
Inilah alasan Miss Anna menunjuk Mutiara untuk menjadi anak didiknya. Mental gadis itu sedang tidak baik-baik saja, Atau lebih tepatnya sedikit terguncang. Akan tetapi, Gadis itu termasuk gadis yang kuat. Mutiara begitu pintar menyembunyikan kelemahannya dihadapan orang-orang.
Karena tak melihat Mutiara disana, Miss Anna akhirnya segera kembali. Namun. Langkah kaki wanita itu terhenti.
Miss Anna menunduk, Dia merasa seperti menginjak sesuatu. Ia menunduk, Tangannya meraih sebuah kalung yang indah terletak dilantai. Tanpa basa basi lagi Miss Anna membawa kalung tersebut dan memperlihatkannya pada Ghazi.
"Bagaimana?
"Mutiara tidak ada didalam, Tapi saya menemukan kalung ini. Apa kamu mengenalnya?" Miss Anna memperlihatkan kalung yang ia temukan didalam toilet barusan.
Ghazi terdiam, Kalung itu adalah kalung milik Mutiara yang Ghazi pakaikan dimalam pertunangan mereka.
Ghazi rebut kalung itu dengar kasar. Pria itu genggam kalung tersebut dengan erat. Matanya memerah dengan dada yang naik turun..
"Mutiara sedang tidak baik-baik saja.. Aku harus mencarinya..
•
•
•
TBC
... sabar ya.. Sebentar lagi semua akan terungkap juga..🤭 Othor lagi senang bikin kalian greget ini.. 🙈
NB: Untuk update yang selanjutnya Insya Allah othor gk up ya.. Karena ada acara malam Maulid Nabi Muhammad SAW. Tapi kalau seumpama masih sempat Insya Allah Othor usahakan....
lanjut thor ditunggu kelanjutannya, semangattttt💪💪