NovelToon NovelToon
Seranjang 3 Nyawa

Seranjang 3 Nyawa

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Perjodohan / Poligami / Tamat
Popularitas:47.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Neti Jalia

Bagai tersambar petir, saat Marinka tahu dan harus menyaksikan suami yang baru dia nikahi selama 3 bulan, memutuskan menikah kembali secara diam-diam. Tidak ada yang tahu seperti apa rasa sakit yang Marinka rasakan saat ini, pria yang dicintainya sejak lama, sudah bermain api dibelakangnya.


Marinka harus menerima kenyataan pahit, saat tahu gadis yang dinikahi suaminya adalah gadis yang dia kenal, bahkan mereka dengan tega merebut ranjangnya agar bisa menyingkirkan Marinka dari hidup mereka.


Akankah Marinka menyerah? atau Marinka akan bertahan demi pria yang dicintainya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Neti Jalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.20. Boneka Hidup

"Tapi, apa kedua orang tuamu tidak keberatan dengan statusku?"

"Aku akan mengurus semuanya, sehingga identitasmu juga harus dirubah."

"Merubah identitas?"

"Apa kamu masih ingin menggunakan identitas lama setelah memiliki wajah baru?"

"Tidak. Kalau memang bisa, aku ingin merubah semuanya. Aku ingin mengubur semua masa laluku."

"Baik aku akan melakukannya untukmu. Lalu, apa ada permintaan lain?"

"Emm...a-anu...Tuan, apa kalau aku minta disekolahkan lagi, apa anda keberatan?" tanya Marinka.

"Tentu saja tidak. Katakan! apa kamu ingin kuliah menjadi dokter?"

"Tidak! sejujurnya aku takut melihat darah ataupun jarum suntik."

"Lalu?"

"Aku ingin sekolah disigner,"

"Disigner?"

"Ya. Apa anda keberatan tuan?"

"Tentu saja tidak. Tapi Marinka, karena kita akan menikah kontrak selama 6 bulan, tentu kamu tidak bisa sekolah diluar negeri."

"Tidak masalah, sekolah dimanapun bagiku sama saja."

"Iya. Lagipula orang tuaku pasti akan protes lagi, itulah sebabnya mereka ingin menjodohkanku dengan orang asing, karena kekasihku menolak diajak menikah cepat-cepat."

"Tidak masalah."

"Baiklah, biar kontrak kita berjalan sesuai rencana, aku akan membuat surat kontrak tertulis, agar kedua belah pihak tidak merasa dirugikan."

"Ya. Aku menurut saja apa kata tuan,"

"Apa keadaanmu sudah membaik?"

"Sudah."

"Kalau begitu apa kamu keberatan, kalau besok aku membawamu bertemu orang tuaku?"

"Tidak masalah, aku siap kapan saja."

"Bagus. Besok Yuda akan menjemputmu dan membawamu kesalon,"

"Tapi tuan, jika orang tuamu bertanya tentang latar belakang keluarga dan pendidikkanku, aku harus jawab apa?"

"Oh Marinka, untung saja kamu mengingatkanku akan hal itu. Kalau tidak itu akan jadi masalah untuk kita kedepannya."

"Jadi aku harus jawab apa?"

"Apa kamu tahu keberadaan orang tua kandungmu?"

Marinka menggelengkan kepalanya dengan lesu.

"Kata ibu panti bilang, aku ditemukan diteras panti. Orang yang membuangku cuma meninggalkan nama Marinka Diningrat sebagai identitasku. Selain itu aku tidak tahu lagi."

"Apa tidak ada benda atau semacamnya, yang bisa dijadikan petunjuk?"

"Tidak ada. Aku juga berharap ada hal seperti itu, minimal persis kayak difilm-film gitu. Tapi sepertinya aku memang anak yang tidak diinginkan. Jadi aku selalu menganggap diriku sebagai anak yatim piatu saja."

"Kalau begitu kamu bisa menjawab itu pada orang tuaku. Masalah pendidikkan, katakan saja kamu itu seorang mahasiswi jurusan disigner."

"Baiklah, semoga saja orang tuamu menyukaiku ya? jadi tidak menimbulkan masalah buatmu lagi."

"Oh ya satu lagi, rubah cara panggilanmu padaku,"

"Jadi aku harus memanggilmu apa? jangan yang lebay ya? aku sedikit kurang suka."

"Panggil nama saja."

"Itu tidak sopan. Bagaimana kalau aku panggil Mas saja?"

"Mas?"

Ezra menoleh kearah Yuda yang sudah mengulum senyumnya.

"Ta-Tapi aku tidak suka dipanggil Mas."

"Kanda?"

"Lebay."

"Kakak?"

"Aku bukan kakakmu."

"Abang?"

"Aku bukan tukang bakso."

"Jadi aku harus panggil apa?"

"Ya sudah abang boleh deh, daripada dipanggil Mas."

Marinka memutar bola mata dengan malas, sementara Yuda sudah sakit perut menahan tawanya.

"Tuan, apa yang disukai Mamanya tuan?"

"Emm...apa ya? nggak ada yang spesial sih, tapi Mamaku sangat suka memasak sementara papa suka bermain catur."

"Main catur?"

"Ya. Kenapa?"

"Tidak apa-apa."

"Baiklah kami pergi dulu ya? aku akan menyiapkan surat kontraknya. Sampai ketemu besok."

"Emm. Hati-Hati,"

"Ya."

Ezra melangkah pergi dengan perasaan lega. Sementara Marinka kembali merenungi semua keputusan yang dia ambil.

"Tidak masalah bukan? aku sudah pernah menjalani rumah tangga yang rumit, bahkan diperlakukan seperti layaknya hewan. Jadi tidak masalah kalau aku menjalani pernikahan kontrak ini, selama tuanku baik padaku. Lagipula anggap saja aku balas budi karena dia sudah memberikan kehidupan yang baru untukku. Statusku sudah janda, maka tidak masalah jadi janda sekali lagi," ujar Marinka lirih.

"Oh God Yuda, aku benar-benar lega. Akhirnya satu masalahku sudah terpecahkan."

"Ya bang Ezra, selamat ya?" ejek Yuda.

"Apaan kamu manggil aku dengan sebutan begitu?"

"Latihan bang, anggap aja aku Marinka."

"Ckk...tidak masalah dia memanggilku begitu, lagipula aku juga tidak suka dia memanggilku dengan sebutan Mas."

"Semoga saja Marinka bisa mengatasi orang tuamu yang tukang tanya-tanya itu."

"Iya. Sejujurnya aku sedikit khawatir, mengingat latar belakang pendidikkan Marinka yang seperti itu, aku jadi takut kalau dia salah bicara."

"Percayakan saja semua pada Marinka, semoga dia tidak mengecewakan kita."

"Emm."

"Lalu poin apa saja yang ingin kamu masukkan kedalam surat kontrak itu?"

"Akan ku kirim lewat chat diponselmu. Aku harap besok sudah kamu selesaikan, dan Marinka bisa melihat dan menandatanganinya besok."

"Oke."

"Oh ya, suruh orang-orang kita untuk membantu Marinka merubah semua identitasnya. Urus juga surat-surat pernikahan kami segera."

"Sipp."

Ezra kembali kerumah pribadinya setelah Yuda mengantaranya tepat didepan teras rumah. Yuda membunyikan satu kali klakson, dan akhirnya kembali tancap gas pulang ke apartement pribadinya.

*****

"Yud, apa orang-orang kita sudah membawa Marinka kesalon? apa gaun yang kita siapkan sudah diantar kesana?"

"Sudah. Kamu tinggal menjemput Marinka saja disana."

"Baiklah, sepertinya aku harus jalan sekarang. Aku takut terkena macet, Mama ingin agar kami makan malam bersama tepat waktu."

Ezra melirik arloji dipegelangan tangannya yang sudah menunjukkan pukul 4.30 sore.

"Oke, good luck ya Zra?"

"Emm."

Ezra berlalu pergi setelah menyambar sebuah map berwarna coklat yang berisi surat kontrak antara dirinya dan Marinka.

Setelah memakan waktu hampir 25 menit, Ezra akhirnya sampai disebuah salon pribadi keluarga Hawiranata. Ezra memasuki salon itu dan menanyakan keberadaan Marinka.

"Silahkan naik keatas Tuan Muda. Nona Marinka sudah menunggu anda," ujar salah seorang pegawai salon.

"Suruh saja dia yang turun kebawah, waktunya sudah mepet."

"Baik Tuan Muda."

Setelah menunggu hampir 2 menit, Marinkapun turun dengan gaun berwarna hitam. Gaun standar, namun terlihat mewah dan elegan ditubuh Marinka.

Ezra yang sedang bermain ponsel ditangannya, tidak sadar kalau Marinka sudah berada disamping dirinya.

"Tuan, apa kita bisa pergi sekarang?" tanya Marinka.

"Bisa." Jawab Ezra tanpa menoleh.

"Ayo,"

"Ayo." Ezra langsung berdiri dan menyimpan ponsel disaku celananya.

Sesaat kemudian Ezra menoleh kearah Marinka, matanya pun terpanah akan kecantikan yang Marinka tawarkan.

"Sial, kenapa di cantik sekali? wajahnya benar-benar sempurna, persis seperti boneka hidup," batin Ezra.

"Tuan kenapa? apa tuan sedang sakit."

"Ti-Tidak. Ayo kita pergi,"

"Emm."

Ezra membukkan pintu mobil untuk Marinka, setelah itu dia duduk ditempat kemudi.

"Baca ini," Ezra menyodorkan sebuah map coklat pada Marinka.

"Apa ini?"

"Surat kontrak pernikahan."

"Oh..."

Marinka perlahan membuka map itu, dan membaca isi kontraknya.

"Poin pertama aku setuju untuk tidak ikut campur urusan pribadi masing-masing. Apa ini termasuk aku diberi kebebasan untuk menjalin hubungan dengan pria lain?"

"Ya. Aku tidak mau menjadi penghalang kebahagiaanmu. Setelah kita bercerai, kamu bisa melanjutkan hidupmu kembali bersama pria yang kamu sukai."

"Keputusan yang adil dan bijaksana. Aku suka itu," ujar Marinka.

Marinkapun kembali melanjutkan membaca poin-poin selanjutnya.

1
Reaz
wah Thor... salut, tulisannya banyak kali/Determined/
tetap semangat/Ok//Good/
Nani Maulani
goblok bnget sih c marinka nya Thor jngan d buat gblok ath
Sariambar Wati
jangan lupa nifas😁
Dodah Saodah
jangan jadi cewek lemah, pergi saja
Dodah Saodah
ga suka sama wanita yang lemah
Nazwaputri Salmani
Kecewa
Nazwaputri Salmani
Buruk
Ai Hajariah
ok
Askaaskooll
sumpah gedek delokk wedoke koyok GK due harga diri blasss
Majotiku
Luar biasa
Author_Ay: baca juga karyaku kak klik aja profilki
total 1 replies
Majotiku
Lumayan
Majotiku
Luar biasa
Diyan Suri
👍👍
Rat Miyati
Luar biasa
Taslim Rustanto
tak kira si Jihan.
Taslim Rustanto
Ansher...Bru nggeh. Ando- shera..yugie - yure = yuda- Regia.Yuda-reGia.😁😁😁sa AE Thor bikin namanya..😊😊
Taslim Rustanto
Luar biasa
Sina Roselina
kenapa marinkabegitu bodoh nya demi se org laki laki
Kumaha Dinya...🤦‍♀️🤦‍♀️
Marinka yang melakoni, kok aku yang ikut merasakan sakit hatinya..tak terbayangkan..Marinka saat lahir ke dunia dibuang oleh ortunya, setelah dewasa dan menikah dibuang dan nyaris dibunuh oleh suami dan keluarganya. bahkan sekarang ia pun harus bersiap dengan mengulanginya walau tak sekejam prilaku mantan suami dan keluarganya.
Widarto Saja
yg ini baru novel gk bosen dah bacanya.. lanjut thor.. 😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!