seorang pemuda
mencari ke gunung untuk mint bantuaan kepada pendekar semeru.
karena kearganya dan kampung halamannya dibumi hanguskan Perampok Sadis.
Ketika Terjadi penindasan dan perampasan di dusun Bumi Asri.
yang dilakukan Perampok sadis dan Anak buahnya....
dengan Kemunculan kembali Pendekar semeru Para Tokoh Golongan Hitam menjadi Geger.
Mereka sepakat mengadakan musyawara besar.
dan hasilnya akan mengunakan jebakan dan tipu daya serta Racut.
Tertapi Pendekar Semeru mengetahui Rencana Busuk mereka..
perjalanam masih panjang..
silahkan disimak lebih lanjut...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sony Suprapto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sang Raja Melumpuhkan Pemberontak
Pendekar Gunung Semeru
Episode : 19
" Secepatnya aku akan meninjau ke Kerta Giri dengan diam diam.."
Panglima Pangkujambe memdengar maksud Raja itu berkata
" Perlu kami siapkan pengawal khusus Tuanku Raja..."
" Tidak Usah, Pangkujambe. Aku akan datamg sendirian saja.."
Pangkujambe tampak kwatir dengan maksud Sang Raja pergi sendirian. Di Wilayah pemberontak Raden Rampas Gading.
" Paman Ajiwijaya, selama saya tidak ada di Istana,
urusan kerajaan saya minta Paman yang menangani... "
" Baik Ananda Raja.."
Jawab Pangeran Ajiwijaya.
Pangerang Ajiwijaya tidak kwatir dengan kepergian Raja walau seoramg diri. Dia sudah mengetahui kemampuan Sang Raja.
Malam harinya Sang Raja meninggalkan istana.
Seperti biasa berpakaian penduduk biasa memakai caping Bambu.
Sehingga dalam perjalanan Terasa bebas dan nyaman.
Keesokan harinya Ketika sudah sampai dipintu gerbang Kediaman Raden Rampas Gading Kota Kerta Giri.
dilihatnya Pembangunan Rumah Raden Rampas Gading tampak mewah dan besar.
Begitu pula pendopo Halamannya luas.
Cukup untuk menampung para pengawal maupun para pendekar yang sudah direkrutnya untuk membatu mewujudkan Keinginan Mendirikan Sebuah Kerajaan.
dan menghancurkan Kerajaan yang sudah ada Kerajaan Majalaya.
" Kalau aku lewat gerbang Kota Kerta Giri, sudah pasti akan ditanya dan dicurigai.
Belum saatnya. "
Ucap Raja dalam hati.
" Cukup aku lewat samping dengan aji Hembusan angin.
tidak sulit bagiku.."
Paduka Raja Ranuwijaya ditempat remang mengganti Pakaiannya. Celana dan baju warna hitam Jubah warna hitam.
Begitu pula wajah mukanya ditutup cadar sapu tangan hitam.
" Aku akan ke lokasi penjara dalam tanah..akan aku tanya kepada penjaga belakang
Rumah Rampas jati."
Setelah berada didalam.
Dengan berjalan biasa seperti para petugas yang lain, Sang Raja mendatangi lima orang penjaga yang menjaga sebuah rumah cukup besar.
" Aku yakin didalam rumah itu tempat penjara dalam tanah."
" Hei, siapa itu malam malam keluyuran. Sini cepat..!! "
Ucap seorang penjaga. kepada Sang Raja.
" Baik, tuan."
Jawab Sang Raja sambil mendatangi Lima orang penjaga itu yang saat itu sedang menikmati makanan jatah yang baru diterima.
Begitu para penjaga mengetahui Orang itu mengenakan penutup wajah.
" Penyusup !! Ciaatt..! "
Serentak lima penjaga mengayunkan parang menyerang Sang Raja.
Tetapi Sang Raja tidak mau berisik agar tidak mendatangkan para penjaga yang lain.
Set..set destap destap..
Dengan mudah empat penjaga dilumpuhkan dengan ditotok jalan darahnya. Sehingga mereka roboh lemas.
Dan penjaga yang tinggal seorang melihat para temannya sangat ketakutan.
Begitu cepatnya teman temanya dapat dirobohkan. Pikir penjaga satu itu
Penjaga itu langsung ambil langkah seribu.
Tetapi Sang Raja menangkap dan memaksa penjaga itu untuk menunjukkan dan mengantar dimana para tawanan di penjarah.
Tidak lama kemudian semua tawanan sebanyak dua puluh orang sudah berhasil keluar rumah penjarah dalam tanah.
Randujati yang paham bahwa yang membebaskan adalah Paduka Raja.
" Randujati ajak mereka semua keluar lewat halaman belakang. Kalian bisa meloncat pagar tembok disana. Dan segera tinggalkan Kota Kerta Giri ini. "
" Baik Tuanku Raja , terimakasih Atas pertolongannya.."
Dalam perjalanan meninggalkan Kota Kerta Giri.
Rombongan Randujati berpapasan dengan lima penjaga yang sedang ronda.
Para penjaga tahu kalau dua puluh orang itu adalah para tawanan.
Pertempuran tidak bisa dihindarkan.
Tetapi dengan mudah Randujati berhasil melumpuhkan para Penjaga ronda, tiga penjaga tewas dan yang dua.terluka parah.
Sementara Sang Raja yang berpakaian serba hitam juga cadar penutup wajah juga hitam.
Mendatangi ruang pendopo halaman rumah Raden Rampas Gading,
dilihatnya dua belas pendekar sedang minum-minuman tuak.
Sebagian sudah kelihatan mabuk mulutnya tak henti hentinya berbicara...
" Nanti kalau aku Rangga geni sudah diangkat jadi panglima, aku akan kawin lagi Hahahah..cantik cantik ini kanda mu sudah diangkat jadi Panglima..hahha.kau mau minta apa bilang kanda hahaha...Ackk.!! "
Dess!! Bruss..!!
Rangga Geni yang sedang bicara menghayal itu, mendadak berhenti tertawa untuk selamanya.
Badangnya terlempar jauh dalam kondisi muntah darah dan tubuh membeku terkena pukulan jurus Inti Salju.
Semua temannya yang menyaksikan kejadian itu hampir tidak percaya.
Ki Rangga geni yang berilmu tinggi Hanya sekali gebrak tewas mengenaskan.
" Penyusup..!! Serang..!! "
Serentak para pendekar golongan Hitam dan putih yang telah diberi janji-janji manis akan diberi jabatan penting oleh Rampas Gading.
Menyerang Sang penyusup Berjubah Hitam.
Pertempuran yang tak seimbang berlangsung lama.
Berkali kali para pendekar berhasil menebaskan goloknya kearah Sang Penyusup.
Tetapi mereka merasakan seperti menebas Bayangan Kosong.
" Hahaha..! Aku disini tuan pejabat hahaha."
Penyusup atau Sang Raja tertawa melihat lawan-lawannya kebingungan.
Sang Raja memanfaatkan ilmu pecah raga sebanyak enam raga menyerupai dirinya.
Tetapi yang asli hanya satu.
" Konsentrasi penuh salah satunya pasti yang asli jangan ketipu.
Gunakan indera telinga..!!"
Petunjuk pendekar Ragi Pahit yang paling tua dan berpengalaman.
Dengan taktik menggunakan indera telinga mereka berhasil mengetahui mana Yang asli.
Tetapi Pertempuran berjalan tidak lama. Dengan gabungan kecepatan aji Hembusan angin dan pukulan tenaga dalam penuh sebelas pendekar yang direkrut Raden Rampas Gading semua terkapar terluka parah tak berdaya tujuh diantaranya tewan mengenaskan.
Sementara Pendekar Tua Ragi Pahit mengetahui situasi tidak memungkinkan, segera mengambil jurus andalannya jurus langkah seribu.melarikan diri.
Kejadian tersebut berjalan tidak lama.
Ketika para pengawal penjaga yang lain mengetahui para pendekar sudah terkapar semua entah siapa yang menyerang.
Karena Sang Penyusup sudah tidak terlihat disana.
Segera para pengawal melaporkan kepada Rampas Gading.
" Ada ada saja kalian bicara.
mana mungkin pendekar sakti mandraguna seperti mereka terkapar.."
Raden Rampas Gading tidak percaya.
Tetapi Rampas Gading tetap akan melihat Ruang pendopo tempat Para pendekar berkumpul.
Para pendekar yang telah bergabung bersama Raden Rampas Gading.
Untuk menggulingkan kekuasaan Raja Ranuwijaya kerajaan Majalaya.
Raden Rampas Gading dikawal lima puluh pengawal pilihan keluar dari rumah mewah istananya menuju Ruang Pendopo.
Bersambung Ke Episode : 20
tekun rajin dekat semangat dan sabar keberhasilan tinggi menunggu ya jal cerita di bag ini bagus agar pembaca selalu semangat dalam berusaha menggali cita citanya
okey Cocok bagus
jangan takut dengan koruptor yang kaya dari merampok
yang menakutkan adalah sifat jahat orang yang berkuasa.
sikat saja habis
kalau dibuka bisa bebas dengan uang banyak.
hukum ya hukum.
tapi belum tentu bijak
ada orang curi uang 5 milyar
hukum nya sana mencuri
ada yang mencuri karena lapar
dirinya hany 50p rb
pasalnya sama nencuri
ini tidak Adil
5 milyar
sama hukumann6dengan curi 50p. rb
gua penasaran Melihat kelanjutan nya
lanjut kan
lanjutkan
lanjut kan ya