hiduplah seorang penyihir cantik yang bernama Elizabeth bertemu dengan raj vampir .dan dia diam" mngandung ada vampir . sampai dia Terusir oleh ayahnya sendiri .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Latief_ayra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps 19!
Saat sosok Carmilla telah lenyap tak terlihat lagi, Draven perlahan berbalik menghadap Elizabeth dan Leon. Wajahnya yang tadi begitu dingin dan mengerikan seketika melembut kembali. Ia segera menatap Elizabeth dengan pandangan penuh kasih sayang yang mendalam, lalu mengulurkan tangannya menyentuh pipi wanita itu yang masih terlihat pucat dan gemetar ketakutan.
"Tenanglah... semuanya sudah berlalu," ucapnya lembut namun tegas. "Tidak ada yang akan menyakitimu... maupun putra kita. Selama aku masih berdiri di dunia ini... dadaku akan menjadi tameng bagimu. Tubuhku akan menjadi perisai bagi kalian berdua. Biarpun seribu musuh datang menyerang sekaligus... mereka tak akan mampu menembus pertahananku. Karena kalian adalah darahku... dagingku... dan nyawaku sendiri."
Elizabeth menatap mata merah menyala itu dengan air mata yang mulai menetes perlahan. Ia merasakan kehangatan dan kekuatan yang mengalir dari sentuhan tangan Rajanya, seketika menenangkan debar jantungnya yang tadi hampir meledak karena ketakutan. Di sampingnya, Leon merangkul erat kaki Draven, mendongak menatap wajah ayahnya dengan pandangan penuh kekaguman dan rasa aman yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
Raja Draven mengulurkan tangannya yang besar dan hangat, merangkul lembut bahu Elizabeth yang masih tampak gemetar, lalu dengan tangan lainnya ia mengangkat tubuh mungil Leon dengan penuh kasih sayang ke dalam gendongannya. Tatapan matanya begitu lembut dan melindungi, seakan mereka adalah harta paling berharga yang baru saja ia temukan kembali dari tepi jurang maut.
"Mari kita pergi dari sini," ucapnya pelan namun tegas, suaranya menenangkan hati Elizabeth seketika. "Tempat ini tak lagi aman untuk kalian. Ikutlah bersamaku... kembalilah ke rumahmu yang sesungguhnya."
Draven melangkah mantap membawa Leon di gendongannya, sementara tangannya yang lain tetap menggenggam erat tangan Elizabeth sepanjang perjalanan. Langkah kakinya tegap dan berwibawa, memancarkan aura kekuasaan yang membuat siapa pun yang melihatnya seketika memberi jalan dan menunduk hormat. Namun di hadapan wanita dan anak itu, wajahnya yang biasanya tampak dingin dan angkuh kini melembut penuh kehangatan.
Leon yang duduk nyaman di gendongan ayahnya sesekali menengok ke wajah Draven, menatap mata merah menyala yang begitu akrab dan menenangkan hatinya. Dengan jari-jemari kecilnya, ia menyentuh lembut pipi ayahnya, lalu tersenyum polos sambil bersandar lemas di dada bidang itu, merasa lebih aman daripada sebelumnya.
"Ayah... ke mana kita pergi?" tanyanya pelan.
Draven menunduk sejenak, menatap putranya dengan senyum tipis yang jarang sekali ia perlihatkan kepada siapa pun. "Ke tempat di mana tak ada yang berani menyakiti kalian. Ke tempat di mana cahaya tak akan pernah padam... dan perlindunganku akan selalu menyelimuti kalian siang dan malam."
Elizabeth berjalan di sampingnya, tangannya terus digenggam erat. Sesekali ia mendongak menatap wajah samping pria perkasa itu, hatinya bergetar hebat antara rasa haru dan takjub. Pria yang dulu pernah ia temui sekali itu... kini berdiri di sampingnya, melindunginya, dan memeluk putra mereka dengan kasih sayang yang begitu tulus. Ia menyadari sepenuhnya .
sejak malam itu di bawah sinar rembulan lima tahun silam, takdir telah menyatukan nasib mereka bertiga, dan kini takdir itu akhirnya membawa mereka pulang ke tempat yang seharusnya menjadi milik mereka selamanya.
Matahari mulai terbenam perlahan di ufuk barat, menyisakan semburat keemasan yang menyinari jalan mereka menuju istana yang menjulang gagah di kejauhan. Sayap-sayap menara istana itu tampak berkilauan diterpa cahaya senja, seakan menyambut kedatangan mereka dengan penuh kemegahan. Dan di langkah kaki yang terus melaju itu, Draven berjanji dalam hatinya
mulai hari ini, tak ada satu pun mata yang boleh memandang mereka dengan curang, tak ada satu pun tangan yang boleh menyakiti mereka. Ia akan menjaga Elizabeth dan Leon dengan segenap jiwa dan kekuatannya, menjadikan mereka bagian terpenting dari hidupnya, dan tak akan pernah membiarkan mereka terpisah darinya lagi selamanya.