NovelToon NovelToon
SEPASANG MATA DEWA

SEPASANG MATA DEWA

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Dokter Genius
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Agus budianto

Tembus pandang, ahli pengobatan, dan kekuatan tiada tara adalah sepasang mata dewa.
Menjadi buta demi membangkitkan kekuatan mata dewa membuat Ivan begitu menderita.
Namun semuanya terbayar setelah Ivan mendapatkan mata dewa yang sinarnya menembus kegelapan.
Gadis-gadis cantik perlahan jatuh hati kepadanya.
Bagaimana kelanjutannya dapat di baca, semoga terhibur!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agus budianto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 19 INI BELUM SELESAI

Kecubung ungu adalah jenis giok langka dengan kwalitas terbaik. Walaupun satu jenis dengan kecubung hijau, tapi berada di level yang berbeda.

Kecubung ungu lebih langka dan sulit di dapatkan. Bila telah di buat menjadi perhiasan, maka harganya bisa menjadi berkali-kali lipat.

Alhasil kini Darmawan grup telah mendapatkan dua buah batu giok, yaitu kecubung hijau dan satu buah batu giok kecubung ungu.

"Baiklah, kami persilahkan para tamu untuk menawarkan harga!" ujar wanita pembawa acara.

"Aku bayar langsung 400 milyar," teriak salah seorang dari tribun sambil mengangkat tangannya.

"Giok kecubung ini harus menjadi milikku, aku bayar semuanya 430 milyar," teriak orang yang lain.

"Kalian jangan menawar lagi, aku keluar 450 milyar," ujar orang yang lain lagi.

Orang-orang juga berebut menawar untuk mendapatkan batu tersebut. Hingga akhirnya tawaran terakhir berada di angka 500 milyar.

Bastian tampak begitu puas sekali. Jika dirinya menjadi pemenang, maka Darmawan grup akan melesat ke puncak. Dengan begitu keluarga Darmawan akan semakin kaya raya. Mendapatkan wanita-wanita cantik seperti Dania dan Julia, hanya tinggal menunggu waktu saja, pikirnya.

Kini terlihat posisi pertama pada layar monitor di atas panggung adalah Darmawan grup dengan nilai 500 milyar menggeser Setiadi grup.

Wanita pembawa acara juga meminta kontestan terakhir untuk naik ke atas panggung. Julia dan Ivan juga mulai naik ke atas panggung.

"Darmawan grup kini berada di posisi satu, hanya tinggal Mahendra grup saja kontestan yang tersisa, apa mungkin mereka bisa mengalahkan hasil yang telah di dapatkan Mahendra grup?" ujar salah seorang di sana.

"Darmawan grup mendatangkan tiga saudara legendaris, entah ahli batu seperti apa yang di siapkan Mahendra grup kali ini?" ujar orang yang lain.

"Selama bertahun-tahun ini Darmawan grup dan Mahendra grup adalah saingan bisnis, ini adalah penentu siapa diantara mereka mana yang lebih unggul," ujar orang yang lain lagi.

Julia dan Ivan juga langsung mengambil tempat mereka dan bersiap untuk membelah batunya.

"Tampaknya Mahendra grup hanya menurunkan dua ahli saja dalam kompetisi ini, mereka sedang merendah atau bagaimana ini?" ujar salah seorang.

"Nona Julia sepertinya langsung mewakili Mahendra grup, aku pernah dengar bahwa kemampuan nona Julia lumayan hebat dalam menilai batu, tapi siapa orang yang satunya, aku baru pertama kali melihatnya?" ujar orang yang lain.

"Apa mungkin dia seolah ahli yang di datangkan Mahendra grup dari luar kota, apa mungkin kemampuannya setara dengan tiga saudara legendaris?" ujar orang yang lain lagi.

"Kalau begitu aku akan membantu menjawab pertanyaan kalian, orang itu hanyalah bocah kampung biasa, mana mungkin setara dengan tiga ahli legendaris, menyamakan bocah kampung dengan mereka, itu benar-benar mustahil," ujar Bastian berdiri menjawabnya.

Seketika semua orang langsung terkejut mengetahui ternyata perusahaan sebesar Mahendra grup justru menggunakan orang kampung untuk mewakili mereka dalam kompetisi ini.

"Kalau seperti yang tuan Bastian katakan, tidak usah di tunggu, hasilnya juga sudah jelas," ujar salah seorang di sana.

"Menggunakan orang kampung dalam kompetisi sebesar ini, Mahendra grup sangat sembrono," ujar orang yang lain.

"Jika setelah ini Mahendra grup hancur, maka mereka hanya bisa menyalahkan diri sendiri saja, kompetisi giok ini bukan tempat untuk main-main," ujar orang yang lain lagi.

Orang-orang mengatai Ivan hanyalah orang kampung dan tidak menganggapnya. Mereka begitu yakin bahwa kemenangan sudah menjadi milik Darmawan grup walaupun hasilnya belum di putuskan.

Julia tampak terdiam di atas panggung. Kali ini tampaknya nama besar Mahendra grup entah masih bisa bertahan atau tidak. Kompetisi ini dimajukan lebih awal tanpa sepengetahuannya keluarganya, alhasil Mahendra grup benar-benar kurang persiapan di bandingkan yang lainnya.

"Kontestan dari Mahendra grup segera potong batu milik kalian!" pinta wanita pembawa acara.

Julia juga mulai membelah batu miliknya. Seketika Kilauan cahaya juga keluar dari batu yang mulai terbelah.

"Aku mohon, semoga giok di dalamnya adalah giok yang sangat berharga!" harap Julia dalam hati.

Detik berikutnya, batu milik Julia juga sudah terbelah menjadi dua bagian. Terlihat sebuah giok berwarna hijau yang berkilau dan indah.

"Nona Julia memang memiliki kemampuan, ternyata dia berhasil mendapat giok kecubung hijau, sama seperti yang di dapatkan Tino dari Mahendra grup," ujar salah seorang di sana.

"Aku rasa nilainya juga mencapai 100 milyar, tapi masih tertinggal jauh dari Mahendra grup," ujar orang yang lain.

"Hanya bisa tinggal berharap pada orang kampung di sebelahnya saja, tapi apa mungkin, batu pilihannya bisa ada giok saja itu sudah bagus," ujar orang yang lain lagi.

Julia memang berhasil mendapatkan giok kecubung hijau dengan kwalitas terbaik yang cukup berharga, tapi tetap saja tidak bisa membuatnya senang.

Nasibnya kini tergantung pada batu milik Ivan. Ivan harus mendapatkan giok yang lebih baik di bandingkan kecubung ungu dari Mahendra grup jika ingin menang.

Kini Ivan untuk memotong batu miliknya. Ivan meletakkan batunya di atas meja, dan mengambil gergaji listrik untuk membelahnya.

Karena ini adalah batu terakhir, seluruh sorot kamera juga tertuju pada batu milik Ivan. Alhasil batu milik Ivan kini terpampang di layar monitor yang besar.

"Coba lihat label harga batu itu, harganya hanya 50 juta saja, apa dia gila, pada kompetisi sebesar ini hanya menggunakan batu dengan harga seperti itu," ujar salah seorang di sana.

"Aku dengar tiga saudara legendaris saja menghabiskan 20 milyar untuk satu batu guna mendapatkan giok kecubung hijau, bocah kampung ini sepertinya benar-benar asal-asal saja," ujar orang yang lain.

"Kalaupun ada giok di dalamnya, pasti juga giok dengan kwalitas rendah, ini kemenangan yang mudah untuk Mahendra grup," ujar orang yang lain.

Mendengarkan orang-orang meremehkan batu miliknya, Ivan sama sekali tidak memperdulikannya dan terlihat santai.

Sementara itu Julia di sebelahnya jantungnya berdegup tida karuan. Julia berharap ada keajaiban yang bisa menyelamatkan nama besar perusahaannya.

Ivan juga mulai memotong batu miliknya dengan perlahan-lahan. Ketika batu sudah mulai terbelah, hanya sekilas cahaya redup yang keluar dari dalamnya.

Sesaat kemudian batu milik Ivan telah terbelah menjadi dua bagian. Terlihat sebuah giok usang berwarna hijau dengan kwalitas yang rendah.

"Seperti yang aku duga, isinya hanya giok seperti itu saja," ujar salah seorang.

"Setidaknya bocah kampung itu masih cukup beruntung bisa mendapatkan giok, haha..." ujar orang yang lain sambil tertawa.

Julia juga langsung merasakan tubuhnya kini terasa begitu lemah tidak bertenaga. Ivan yang menjadi harapan terakhir justru mendapatkan giok yang tidak seberapa.

"Silahkan para tamu untuk menawarkan harga!" ujar wanita pembawa acara.

"Kecubung hijau nya aku tawar 100 milyar, dan giok kwalitas rendahnya 10 juta saja," ujar seorang dengan mengangkat tangannya.

"Aku tawar 100 milyar 100 juta, giok kwalitasnya rendah itu tidak perlu di berikan, aku tidak mau," ujar orang yang lain.

"Sudahlah, aku menghargai keluarga Mahendra, begini saja, aku akan keluar 110 milyar untuk membelinya," ujar orang yang lain lagi.

Orang-orang juga mulai menawar batu yang di dapatkan oleh Mahendra grup, namun sayangnya angkanya terlalu kecil. bahkan dengan nominal yang di tawarkan juga tidak akan membuat Mahendra grup masuk ke peringkat tiga.

"Kenapa kalian sudah menawarkan harga, memangnya aku sudah selesai?" ujar Ivan dengan lantang.

Sontak saja perkataan Ivan ini juga langsung menarik perhatian semua orang di sana.

1
Agus Bautista
mana lanjutan nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!