NovelToon NovelToon
Impoten Sang Singa Madrid

Impoten Sang Singa Madrid

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Mafia / Action
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Leonardo De Luca adalah penguasa Madrid yang memiliki segalanya, kecuali masa depan. Di balik kemegahan tahtanya, ia menyimpan rahasia kelam tentang infertilitas yang membuatnya merasa seperti tanah gersang tanpa harapan akan pewaris. Baginya, garis keturunan De Luca telah menemui jalan buntu.
Hingga ia bertemu Olivia, seorang gadis penjual bunga yang hidup di antara harum kelopak dan ketabahan akar. Di mata Olivia, Leonardo bukanlah singa yang menakutkan, melainkan jiwa yang haus akan kehidupan. Pertemuan ini adalah awal dari sebuah keajaiban; tentang bagaimana cinta seorang penjual bunga mampu menumbuhkan benih kehidupan di celah batu karang yang paling keras sekalipun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mual dan belenggu emas

Kamar utama mansion De Luca kini benar-benar berubah menjadi bangsal medis yang sangat mewah. Gorden beludru hanya dibuka sedikit, membiarkan cahaya matahari Madrid masuk secukupnya agar tidak menyilaukan mata Olivia. Di sudut ruangan, mesin pemantau janin dan tabung oksigen sudah bersiap, meskipun Dokter Sanchez mengatakan itu belum diperlukan.

Olivia terbaring pucat di tengah ranjang besar. Tubuhnya terasa seolah kehilangan seluruh tenaganya. Setiap kali ia mencoba duduk, dunianya berputar hebat. Rasa mual yang luar biasa menghantam lambungnya seperti ombak yang tak kunjung reda.

"Huekk..."

Olivia menutup mulutnya, mencoba menahan gejolak di perutnya. Pelayan dengan seragam putih bersih segera mendekat, menyodorkan wadah kristal dan handuk hangat dengan gerakan mekanis yang kaku.

Leonardo, yang sejak pagi tidak meninggalkan kamar, langsung bangkit dari kursi kerjanya di sudut ruangan. Ia menghampiri Olivia, duduk di tepi ranjang, dan membantu menyangga punggung istrinya yang lemas. Tangannya yang besar terasa panas di kulit Olivia yang dingin.

"Minum ini, sedikit demi sedikit," ucap Leonardo lugas. Ia menyodorkan gelas berisi air jahe hangat yang dibuat khusus oleh koki pribadi.

Olivia menggeleng, matanya terpejam rapat. "Baunya... aku tidak tahan."

"Kau harus minum, Olivia. Kau belum makan apa pun sejak semalam. Anakku butuh nutrisi," nada suara Leonardo tidak terbantahkan. Posesifitasnya kini bercampur dengan otoritas seorang ayah yang tidak mengenal kompromi.

"Anakmu... hanya itu yang kau pikirkan," bisik Olivia parau setelah berhasil menelan sedikit air jahe itu. Ia menyandarkan kepalanya yang berat di dada bidang Leonardo. "Aku merasa seperti mati, Leonardo. Kepalaku pusing, perutku sakit, dan aku tidak bisa melihat matahari."

Leonardo mengeratkan pelukannya. Ia mencium puncak kepala Olivia dengan intensitas yang menakutkan. "Kau sedang membawa pewaris De Luca. Tubuhmu sedang bekerja keras. Aku tidak akan membiarkanmu melakukan apa pun selain berbaring di sini. Dokter akan datang setiap tiga jam untuk memeriksa kondisimu."

Isabella masuk ke kamar dengan wajah cemas, membawa semangkuk buah segar. Ia melihat betapa lemasnya menantunya itu. "Leo, biarkan dia menghirup udara segar di balkon. Mungkin mualnya akan berkurang jika dia melihat taman."

"Tidak," jawab Leonardo pendek tanpa menoleh. "Angin di luar terlalu kencang hari ini. Aku tidak ingin dia terkena flu atau pingsan lagi. Dia tetap di sini, di bawah pengawasanku."

Isabella hanya bisa menghela napas panjang, menatap Olivia dengan tatapan iba. Putranya benar-benar telah mengubah kamar ini menjadi penjara paling aman di dunia.

Setiap kali Olivia mual, Leonardo akan tetap di sana, memijat tengkuknya atau memegang tangannya. Namun, bagi Olivia, perhatian itu terasa seperti jerat yang semakin kencang. Ia merasa identitasnya sebagai wanita Inggris yang bebas telah terkubur, digantikan oleh status sebagai "wadah" bagi keturunan pria paling berbahaya di Spanyol.

"Tidurlah lagi," perintah Leonardo saat melihat mata Olivia mulai sayu karena kelelahan setelah muntah. Ia menyelimuti istrinya hingga sebatas dada, lalu duduk kembali di sampingnya, mengawasi setiap tarikan napas Olivia seolah-olah jika ia berkedip, sesuatu yang buruk akan terjadi pada hartanya yang paling berharga.

Malam itu, di tengah rasa mual yang terus menyiksa, Olivia menyadari bahwa kehamilan ini adalah berkah sekaligus kutukan terbesarnya. Ia memiliki perlindungan mutlak, namun ia telah kehilangan kebebasannya sepenuhnya di bawah bayang-bayang sang Singa Madrid.

Happy reading sayang...

Baca juga cerita bebu yang lain...

Annyeong love...

1
Ani Jumadi
terlalu berlebihan sih bisa ga jangan terlalu mengekang
chiara azmi fauziah
aku kasih gift ya thor😍
Isti Mariella Ahmad: makasih😍
total 1 replies
chiara azmi fauziah
mantap thor ceritanya mau dong di cintai ugal-ugalan 🤣🤣🤣
falea sezi
lanjut q ksih bunga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!