NovelToon NovelToon
Air Mata Di Atas Mahkota

Air Mata Di Atas Mahkota

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Penyesalan Suami / Balas Dendam
Popularitas:35.7k
Nilai: 5
Nama Author: Frenzy hrp

Saat hamil tujuh bulan, Kayla baru sadar bahwa pernikahannya hanyalah kebohongan.
Suaminya berselingkuh.

Mertuanya membencinya.
Dan rumah mewah yang dulu ia sebut rumah perlahan berubah menjadi neraka.
Padahal tanpa Kayla, Adrian Wijaya bukan siapa-siapa.

Dikhianati saat mengandung, dibuang ketika paling rapuh, Kayla memilih bangkit. Perlahan, wanita yang dulu diremehkan itu berubah menjadi sosok yang tak lagi bisa disentuh.

Kini saat semua pria mulai berlutut memperebutkan hatinya...
mantan suaminya justru kehilangan segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Frenzy hrp, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Taruhan di Atas Layar Retak

Sinar matahari pagi yang hangat perlahan menerobos masuk melalui celah gorden abu-abu, membentuk garis-garis terang yang memantul di atas lantai marmer kamar VIP.

Kayla membuka matanya perlahan. Hal pertama yang dia rasakan pagi ini bukan lagi perih yang menyengat dari bekas jahitan operasi di perut bawahnya, melainkan rasa kosong di kedua belah tangannya.

Dia memiringkan tubuhnya perlahan, menahan ringisan kecil di bibir, lalu menatap lurus ke dalam boks transparan di samping ranjang. Di sana, Arsen kecil masih terlelap dengan sangat nyaman. Dada mungil bayinya naik-turun dengan ritme yang teratur, sesekali mulut kecil itu bergerak-gerak lucu seperti sedang bermimpi menyusu.

Kayla mengembuskan napas panjang. Tatapan matanya mendadak menajam, kehilangan seluruh sisa air mata yang biasanya meratap sedih. Dua malam lalu, dia hanyalah seorang istri yang dunianya runtuh karena dibuang ke dalam badai.

Tapi pagi ini, saat melihat malaikat kecilnya bernapas, identitas sebagai istri Adrian Wijaya seolah mati total di dalam dirinya. Yang tersisa kini hanyalah insting seorang ibu yang tahu kalau dia harus bertarung sendirian demi menyambung hidup anaknya.

Cklek.

Suara pintu kamar yang terbuka perlahan membuyarkan lamunan Kayla.

dr. Raditya masuk dengan langkah santai khasnya. Aroma mint yang segar dari tubuh dokter muda itu seketika menyeruak, menepis hawa pengap di sekitar ranjang. Dia berjalan mendekati boks Arsen, memeriksa denyut jantung bayi itu dengan stetoskop kecilnya selama beberapa saat, lalu mencatat angka di papan klip rekam medis sebelum akhirnya berbalik menatap Kayla.

"Gimana tidurnya semalam? Masih senewen memikirkan angka-angka?" tanya Raditya dengan nada santai, tapi sepasang mata teduhnya meneliti wajah Kayla yang pagi ini tampak jauh lebih fokus dan tenang.

"Jauh lebih baik, Dok," jawab Kayla tegas. Suaranya tidak lagi terdengar lemas atau gemetar seperti kemarin. Dia menatap langsung ke arah saku jubah putih Raditya. "Ponsel saya, Dok. Sudah pagi."

Raditya menaikan kedua alisnya, sedikit terkesan dengan perubahan aura wanita di depannya. Tanpa banyak bicara, dia merogoh saku jubahnya dan mengulurkan ponsel berlayar retak seribu itu kepada Kayla.

"Ingat janji semalam. Jangan sampai gila kerja lagi sampai lupa waktu istirahat," ujar Raditya memperingatkan dengan nada setengah bercanda, tapi sarat akan perhatian seorang dokter.

"Terima kasih, Dok. Saya ingat pesan Dokter," ucap Kayla dengan senyum tipis yang tulus.

Begitu ponsel itu kembali berpindah ke genggaman tangannya, jantung Kayla mendadak bertalu sangat kencang. Jemarinya yang kurus bergerak cepat menekan tombol daya. Layar ponselnya sempat berkedip-kedip tidak stabil karena eror, membiaskan cahaya putih yang membuat matanya agak perih, sebelum akhirnya menampilkan menu utama.

Kayla langsung menyentuh aplikasi Gmail. Dia menahan napasnya dalam-dalam di tenggorokan saat melihat ada satu pesan baru di baris paling atas kotak masuknya.

Pengirimnya adalah Tim Rekrutmen Pratama & Co dengan subjek tebal: [HASIL EVALUASI] Uji Kualifikasi Khusus - Kayla Anindita.

Lidahnya mendadak kelu. Selama tiga tahun ini, Adrian dan keluarganya selalu menganggap seluruh kemampuan otaknya cuma coretan sampah dapur yang gak berguna. Pria itu mendepaknya ke jalanan karena menganggapnya beban miskin yang memalukan. Sekarang, di atas layar ponsel yang hancur ini, seluruh pembuktian kapasitas dirinya dipertaruhkan.

Tangan Kayla bergetar, tapi bukan karena ingin menangis lagi. Ini adalah ketegangan murni dari seorang pejuang yang siap melihat hasil usahanya. Dia menelan ludah yang terasa kesat di tenggorokan, lalu memberanikan diri menyentuh bilah email tersebut.

Mata Kayla bergerak cepat menyapu barisan kalimat formal pembuka, langsung menuju ke bagian inti keputusan di baris tengah dokumen.

...Berdasarkan hasil peninjauan mendalam terhadap draf audit forensik dan analisis rekonsiliasi pajak yang Anda kirimkan, tim penilai kami menyatakan bahwa hasil kerja Anda: SANGAT SEMPURNA.

Anda tidak hanya berhasil menemukan titik kebocoran dana yang disembunyikan dengan rapi, tetapi juga memberikan solusi restrukturisasi finansial yang sangat genius di luar ekspektasi kami. Dengan ini, Pratama & Co dengan bangga menyatakan Anda LOLOS uji kualifikasi.

Uang muka untuk proyek kontrak kerja lepas pertama Anda sebesar Rp 25.000.000,- (Dua Puluh Lima Juta Rupiah) telah resmi ditransfer ke nomor rekening baru Anda pagi ini sebagai bentuk komitmen kerja sama kita.

Napas Kayla mendadak berhenti detik itu juga. Matanya melebar, menatap lekat-lekat barisan angka nominal transferan di layar ponselnya.

Dua puluh lima juta rupiah. Uang yang dia hasilkan murni dari kapasitas otaknya sendiri hanya dalam waktu semalam. Uang nyata yang akan menjadi penyambung nyawa untuk membeli susu, popok, dan menyewa tempat tinggal yang layak untuk Arsen tanpa harus mengemis sepeser pun dari keluarga Wijaya.

"Ada apa, Bu Kayla? Hasilnya buruk?" suara dr. Raditya memecah keheningan, memperhatikan ekspresi Kayla yang membeku.

Kayla perlahan menurunkan ponselnya, lalu mendongak menatap Raditya. Untuk pertama kalinya, ada binar kebanggaan dan rasa percaya diri yang kuat terpancar dari matanya yang lelah.

"Saya lulus, Dok," ucap Kayla, suaranya terdengar bergetar namun sarat akan kebebasan. "Saya bisa menghidupi anak saya dengan usaha saya sendiri."

Raditya tersenyum lebar, sebuah senyuman hangat yang tampak begitu lega. "Sudah saya bilang, kan? Otak yang cerdas tidak akan pernah berubah jadi tumpul hanya karena disimpan di laci yang gelap. Selamat, Ibu Kayla. Perjuanganmu yang sesungguhnya baru saja dimulai."

Kayla mengangguk mantap, mendekap ponsel retaknya di dada sambil menatap Arsen yang mulai menggeliat terbangun. Rasa rendah diri yang selama bertahun-tahun ditanamkan Adrian kini runtuh seketika, digantikan oleh tekad baja yang siap membawa dirinya terbang lebih tinggi.

1
Mundri Astuti
sok aja atuh....lagian Arsen juga masih bayi..kelewatan kalian...bener" ga mandang Kayla sebagai ibunya
Lee Mba Young
Syukurin laki yg hidup dlm ketek orang tua ya kayak km Adrian. di setir ortu. semoga Kalah di pengadilan Dan mlh rusak kehormatan kluarga itu.
Mundri Astuti
tuh masih di dlm perut aja emang kamu peduli...ngga kan, mang kamu mikir Kayla melahirkan siapa yg dampingi, siapa yg membayar perawatan, tinggal dimana, mknnya gimana ....mikir kesana ngga kamu sama papamu ....
heran ...horang kaya ga ada akhlak
Kale
thor,jngn sampai Adrian dpt hak asuh arzen,,dulu dicampakkn,diusir,dihina,,skrng dicari,,bin tentang arzen,tp Adrian butuh cara kerja kayla
Kale
jngn sampai terlena Kay,,,adrian itu cma butuh kepintaranmu,,,jngn sampai terkecoh untuk kedua kalinya
Kale
nanti klau dibalik sama Kayla,,klau sang pelakor ,hayooo,,malunyaaa
Imas Masitoh
keren, penasaran sama alur nya👍
Kale
klau Devan single,,smoga author menjodohkn dia dng Kayla,,,
kay harus bhgia,dng laki"yg bisa mencintai jga melindungi Kay jga Arsen
Kale
membuang berlian demi memungut batu kerikil
Kale
salahnya knpa kayla diusir
Kale
tanpa kayla,,adrian tidak bisa apapun,,sdngkn kayla tanpa Adrian,dia tetap bisa apapum
Mundri Astuti
dasar lampir kamu aja yg dengkian, Kayla mah ga perlu godain laki org tuk cari validasi, cukup punya otak bnyk org penting yg melihat dan mengakui.
Kale
perjuangan istri yg terdzolimi,,ibu tunggal,yg ingin tetap berdiri tegak tnpa bantuan mantan suami,,,
Kale
semoga kedepannya,kamu dn Arsen dimudahkn rejekimu, sukses,,tanpa Adrian ,kmu masih tetap berdiri tgak kayla
Mundri Astuti
semangat Kayla, kamu cerdas, kamu mampu berdiri diatas kakimu sendiri, kamu kuat, semangat berjuang buat Arsen 💪💪
Mundri Astuti
tenang Kayla ada saksi hidup si Devan tea, mudah"an dia mau bersaksi nanti di persidangan, dia yg menemukan kamu ditengah hujan saat kamu diusir dari rmh adrian
Mundri Astuti
ntu yg terakhir lebih tepat, mengambil sesuatu yg dulu sdh mereka buang sendiri, halloo....Adrian masih inget ngga, jangan pura" amnesia ...
Ester Natalia
mnta bantuan devan kayla
Ester Natalia
dasar kunti uda dpt adrian lom puas juga
Mundri Astuti
ni org...rusuh beud y selingkuhan doang..Kayla dah pergi masih aja ....di utak atik, pelajaran nih buat Kayla, ngomong aja apa adanya sama tetangganya ga sih, kan biar dilindungin juga, mudah"an Devan tetep memberi perlindungan buat Kayla dan anaknya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!