NovelToon NovelToon
Pelacur Tapi Perawan

Pelacur Tapi Perawan

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / CEO / Selingkuh / Cinta Terlarang / Cintapertama / Tamat
Popularitas:123.8k
Nilai: 5
Nama Author: LIXX

Bahaya!
Seorang gadis manis menjual dirinya sendiri pada kakak iparnya. Kirana namanya dia mendapat perlakuan sadis dari sang suami yang menyuruhnya menjadi wanita malam.
Kirana tidak pernah di sentuh oleh suaminya, sehingga hubungan terlarang antara dirinya dan kakak iparnya perlahan menjadi sebuah kerangka cinta.
Mampukah cinta mereka meruntuhkan norma, dan membebaskan Kirana dari cengkeraman suaminya?
Simak kisah lengkapnya dalam Novel Pelacur tapi Perawan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LIXX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rasa takut

Momy mengikuti langkah Alvin saat nampak dari sudut wajahnya bila pria itu sedang mengkhawatirkan sesuatu, Alvin menatap adik Kirana yaitu Keenan yang nampak sudah lebih dewasa dan bisa menilai situasi.

"Kirana mengalami trauma dan dia akan takut saat bertemu orang baru atau orang asing, dia juga takut bila bertegur sapa dengan orang yang tidak di kenalinya." Ungkap Alvin dengan berat pria itu menghembuskan napasnya yang semula terasa amat berat baginya.

"Ya, Momy juga berpikir hal itu pasti saja terjadi, melihat apa yang sudah terjadi padanya selama ini. Yah, tentulah ini sangat tidak mudah." Momy juga menghela napas, dia merasa kasihan pada Kirana namun dia juga bingung harus berbuat apa.

"Kakak jangan khawatir sekarang kan ada Keenan sama Momy, oke?" Keenan ambil suara, Momy dan Alvin mengangguk seraya melayangkan senyumnya.

Sore itu Kirana baru saja terbangun akibat peperangan yang membuat pinggangnya terasa linu, namun sebuah pemandangan indah mampu membuat Kirana tersenyum tulus.

"Sore sayang." Sapa Alvin, Kirana mencoba duduk namun lagi lagi rasa ngilu di pinggangnya kembali mengganggu. "Aku bantu ke kamar mandi ya sayang?" Alvin mengangkat tubuh Kirana ke kamar mandi, sedangkan Kirana pasrah karena sepertinya dia juga akan kesulitan melakukannya sendiri.

Setelah mandi, Kirana akhirnya ke luar kamar dan wajah Kirana tiba-tiba berseri-seri saat melihat Keenan tengah duduk di depan televisi.

"Keenan?" Keenan yang mendengar suara sang kakak membalikkan wajahnya dan langsung tersenyum riang dan berlari menuju arah sang kakak, sebuah dekapan kerinduan menjadi saksi bagaimana tali persaudaraan mereka yang tidak akan pernah putus dan terkikis oleh jarak yang memisahkan mereka.

"Kakak bagaimana kondisinya? Apa kakak gak kangen sama Keenan?" Keenan bergumam dalam pelukan sang kakak.

"Tentu saja, Keenan juga apa kabar?" Kirana menghapus air mata Keenan yang jatuh akibat rindu di keduanya yang berakhir bahagia.

"Keenan baik banget kak, aku belajar di sana seru banget ada yang dari Hongkong, Beijing, New York..." Keenan terus menyebutkan nama nama tempat dari mana teman temannya berasal.

"Wah, keren sekali. Lihat nih nanti Keenan juga bakal jadi paman sini deh!" Kirana mendekatkan telinga Keenan di perutnya yang masih rata. Keenan tertawa saat mendengar suara perut Kirana yang kelaparan.

"Hahahah.. kakak apa kamu kelaparan? Si dedenya ampe protes minta makan gitu. Dia lagi demo minta permen tuh kak." Komentar Keenan hingga tawa Kirana pun meledak, di belakang Alvin juga ikut terkekeh.

"Ayo dong kasih tahu kakaknya suruh makan, aku udah pakek banyak trik juga dia susah makan tahu." Alvin menambahkan di belakang dan sontak saja Keenan mengacungkan jempolnya pertanda setuju.

Mereka akhirnya bergurau dan membujuk Kirana untuk makan, begitupun dengan Momy yang membawa banyak makanan khas luar Negri yang semuanya harus di cicipi oleh Kirana. Kirana awalnya agak kewalahan namun dia merasa sangat senang dengan kehadiran mereka semua di rumah itu.

Suatu hari Momy meminta agar Kirana ikut bersamanya ke sebuah pusat perbelanjaan, itu semua di lakukan Momy karena berharap bila Kirana bisa mengatasi rasa takutnya dengan membiasakan diri berdekatan dengan orang lain, dan berada di keramaian adalah salah satu jalannya.

"Sayang serius gak papa ikut Momy?" Tanya Alvin, saat itu dirinya sudah akan berangkat ke kantor karena rapat pagi itu sangat penting.

"Iya sayang, gak akan terjadi apa apa kok kan aku sama Momy, oke?" Kirana berusaha menenangkan kekhawatiran Alvin yang terkadang sering berlebihan.

"Baiklah, tapi ingat bila terjadi sesuatu cepat hubungi aku ya?" Pinta Alvin meski hatinya merasa tidak rela.

'Entah kenapa aku merasa akan terjadi sesuatu pada Kirana, ah mungkin hanya perasaanku saja.' Bisik Alvin dalam hati kecilnya.

Siang itu juga Momy dan Kirana berangkat menuju salah satu pusat perbelanjaan yang sangat ternama di kota tersebut, segala hal ada di sana termasuk makanan dan kebutuhan lainnya.

Saat di parkiran perasaan Kirana sudah mulai gundah ada perasaan tidak enak saat dirinya hendak menginjakkan kaki keluar dari dalam mobil, namun dia kembali meyakinkan dirinya sendiri bila tidak akan terjadi apapun padanya.

Kirana berjalan bersama dengan Momy tangannya sudah bergetar hebat saat melihat orang orang yang menatapnya, meski orang orang di sekitar sana menatap kagum ke arah Kirana namun dalam pandangan Kirana mereka seakan tengah mengejek dan mengatainya.

Momy yang merasakan gelagat Kirana yang mulai merasa takut terus menepuk nepuk punggung tangan wanita muda itu hingga akhirnya mereka masuk ke lantai tiga dan kejadian tidak mengenakkan pun terjadi di sana.

Seseorang tiba tiba melintas di hadapan Kirana dan sontak saja mata Kirana membulat, dia merasakan kakinya menjadi tidak bertenaga dan dadanya bergemuruh cepat. Momy tertegun saat tubuh Kirana berguncang hebat dan langsung jatuh. Kaki Kirana terasa seperti jeli yang sangat lembut dan sangat sulit bergerak.

"Nak, kamu tidak apa apa kan?" Tanya Momy berusaha membantu Kirana berdiri, mereka saat itu berada di tengah keramaian tentu saja Momy tidak ingin orang orang mengira bila Kirana tidak waras.

"Kita duduk di sana dulu yo." Momy meraih tangan Kirana membantu wanita muda itu untuk bangkit dan membawanya ke sebuah kursi istirahat. Kirana seakan kehilangan kesadarannya meski dia tahu apa yang terjadi kala itu, suara Momy terasa berdengung tidak jelas dan orang yang berlalu lalang seperti bayangan yang berkelebatan.

"Momy beli boba dulu ya." Momy yang merasa ada sesuatu yang tidak beres buru buru menghubungi Alvin dan membeli boba agar perasaan Kirana membaik.

Di tempat lain Kirana tiba tiba kembali melihat bayangan dari masa lalunya sosok wanita yang sudah membuat kehidupannya hancur, dada Kirana kembali sesak namun sebuah bayangan indah kembali terpancar seolah memberi ketenangan.

"Aku ingin ke sana." Lirih Kirana berusaha berdiri dengan tenaga yang tersisa sebuah toko kue yang membuat Kirana tertarik, sebuah kue berwarna pink di hadapan dua wanita cantik agaknya membuat Kirana tertarik.

"Kalian di sini?" Tanya Kirana dengan suara bergetar, dua orang wanita itu seketika terkejut dan saling bertatap-an.

"Kakak juga di sini, sini duduk kak." Ya, dialah Afika. Afika mempersilahkan Kirana untuk duduk di depannya dan Tata menyodorkan kue ke hadapan Kirana.

"Kakak lagi ngapain di sini?" Tanya Afika dengan suara lembut dan bersahabat.

"Lagi temenin Momy belanja, kalian sendiri sedang apa?" Kirana balik bertanya namun tiba tiba bola mata Kirana menangkap sosok yang yang semula dia lihat.

"TIDAK! JANGAN! JANGAN MENDEKAT!" Teriak Kirana sontak pandangan Afika dan Tata mengarah pada apa yang menjadi sumber ketakutan Kirana.

"TIDAAAAAAK! JANGAAAAN.. HUH.. HAH.." Suara Kirana kian keras dan nampak napasnya yang kian berat, Afika dan Tata melotot dengan apa yang di lihat oleh Kirana, mereka sendiri saat itu memang tengah memburu orang tersebut. Tata langsung berlari ke arah tempat di mana sosok wanita yang semula berdiri, melihat kehadiran Tata wanita itu juga berusaha melarikan diri dan kejar kejaranpun akhirnya tak terelakkan.

Bersambung...

1
Tiger Cc
katanya orang paling berkuasa tapi masak gk punya pengawalan sama sekali aneh sih
Permata Bening
seharusnya halal dulu baru berhubungan
LIXX: temanya di suruh edi kaya gitu kak, saat itu ikutan even dan Nuah hanya mengikuti saran edi aja
total 2 replies
Ani
Luar Biasa kak
Ani
waduh
Ani
okelah nanti mbak mampir juga dikisah suamiku pamanku 😉😉😉😉
Ani
apakah ada juga cerita tentang Raisa ini kak.? mbak suka cerita yang berbau mafia..
Ani
berarti Mereka berdua saudara tiri toh..
LIXX: hhoh akak
total 1 replies
Ani
ada kisah masa lalu apakah antara Alvin dan Jhosua 🤔🤔🤔🤔
Ani
jodoh tak akan kemana jika memang itu sudah tertulis disuratan takdir. dan cinta itu pasti akan kembali pada sang pemilik hati
LIXX: aw, bener banget akak
total 1 replies
Ani
baru 4 bab udah sesak dada ku. ada ya laki laki dayus seperti itu. Ayo Alvin keluarkan Kirana dan Keenan dari neraka dunianya Joshua. 😢😢😢😢😢
Ani
ini kisah Kirana kembarannya kiana bukan sih kak?
Mbak baru mau maraton lagi dikarya kak Nuah yang sudah tamat
LIXX: Kalo Kiara itu saudaranya Kiana, kalo ini Kirana.
Aan mirip kak, cuma beda heheh
total 5 replies
Dev
pliiss..jangan ada unsur LGBT..
Andriyati: suka sesama jenis
total 2 replies
dewi
mkasih ceritany, ga ad lawan deh. in cerita yg kesekian dan sy msh tetap menyukainy.
Nur Adam
lnjur
Sesye Pattiasina
lanjut thor
ceritanya bagus👍👍
Fay
baca bab ini lucu krn halus nya author😀 q kasi bunga lg deh thor ⚘️
LIXX: mkasih kak
total 1 replies
🦂⃟ᴍɪʟᷤᴀᷤʜᷫ ᶜᵘᵗᵉ ✹⃝⃝⃝s̊S
belum nongol anaknya malah anding
🦂⃟ᴍɪʟᷤᴀᷤʜᷫ ᶜᵘᵗᵉ ✹⃝⃝⃝s̊S
istri yang kok~> istri ang.
LIXX: udah di revisi kak cuma belum di up. karena udah tamat jadi proses pengrevisian sistemnya lama
total 1 replies
ᴄᷤʜͦɪͮᴄͥʜͣɪᷡᴋͣ
thor ànàkñya làki pa cwe🤣🤣🤣
LIXX: Rahasia kak
total 1 replies
ᴄᷤʜͦɪͮᴄͥʜͣɪᷡᴋͣ
ya àllàh nyesek
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!