NovelToon NovelToon
Tuan Muda Untuk Putri Terbuang

Tuan Muda Untuk Putri Terbuang

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat / Romansa / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: Sucii Amidasari

Cashel Alexander Asiantama adalah Putra sulung keluarga Asiantama yang hidup mandiri, Ia tidak suka memiliki kekuasaan karna hidupnya di penuhi oleh wanita drama yang ingin kekuasaan.

Cashel kuliah di Luar Negri dengan nama samaran juga penampilan berbeda, jauh dari kesan mewah, siapa sangka Ia akan tertarik pada seorang gadis cantik yang duduk di kursi roda, tatapan kosong tidak ada semangat hidup dan juga bisu.

banyak masalah dalam hidup gadis itu, Cashel yang punya kekuatan mudah baginya melindungi gadis itu, bahkan tangannya perantara dewa hingga bisa menyembuhkan siapa saja yang ia inginkan.

Season ke 2 dari Gadis Kekuatan Super, jika Readers berkenan silahkan mampir ke Kisah kedua Orangtua nya Ya?? Terimakasih..

Selamat Membaca!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sucii Amidasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

melamun

.

.

.

"ada apa?". tanya Diana dengan gerakan tangan dan pikirannya.

"kamu makan sangat lucu, apa kamu makan emang sangat serius?". tanya Cashel memandang manik mata Diana yang membuat seorang Cashel bisa malu bahkan takjub.

"kamu membutuhkan indera pengecapku, aku harus makan dengan serius". jawaban Diana membuat Cashel terhenyak.

Diana mulai berkomentar tentang Kue yang Cashel masak sudah sempurna, ia bahkan bertepuk tangan dengan senyum kecil memberi semangat akan kesuksesan Cashel.

"terimakasih". ucap Cashel dengan tulus.

Diana tersenyum untuk pertama kalinya, senyum yang berhasil membuat seorang Cashel terpana.

"cantik". gumam Cashel membuat senyum Diana semakin lebar hingga terlihat giginya yang rapi menambah kesan cantik Diana.

"kamu seorang penggombal handal". kata Diana merasa Cashel tengah menghiburnya padahal Diana saja tidak tau wajahnya sendiri.

Cashel menoleh ke Irina yang berlari dengan raut wajah pucat, Irina berkali-kali meminta maaf pada Cashel karna harus membawa Diana pulang tapi yang terlihat diwajah Diana adalah muram tidak seperti senyum Diana tadi yang sepertinya tidak ada beban.

"aku pulang". kata Diana dan Cashel hendak meletakkan tangannya di kepala Diana tapi Irina sudah membawa Diana dengan wajah yang semakin pucat seperti takut akan sesuatu.

"ada apa denganku? hanya melihat senyumannya aku mengelus kepalanya?". Cashel menggeleng-geleng kepalanya sambil mengepalkan tangannya yang bergerak sesuka hati saja tanpa diperintahkan oleh Cashel.

.

ke esokan siangnya di jam istirahat,

Cashel menunggu Diana di Taman biasa, Ia berdiri melihat kedatangan sosok gadis yang mengusik pikirannya.

"aku kira kamu tidak datang Diana". kata Cashel melangkahkan kaki mendekati Diana yang didorong oleh Irina.

Cashel menangkap luka lebam di tangan Irina, walau gadis itu tampak menyembunyikan lukanya tapi Cashel tau.

"Nona saya akan cari makan siang untuk Nona". kata Irina dengan senyuman.

Cashel menolak dengan mengatakan bahwa Ia memasak untuk Diana, sungguh Diana tersenyum mendengarnya begitu juga Irina berkaca-kaca haru pantas saja Diana tetap bersikeras ke kampus walau tubuhnya sendiri terluka demi teman barunya.

Irina pun pamit mencari makan untuk dirinya sendiri dan akan kembali saat sudah kenyang lalu Cashel mengangguk melihat Irina tampak menyembunyikan lukanya.

Cashel berpindah tempat mendorong Kursi Roda Diana, "apa yang terjadi? apa Diana juga terluka?". batin Cashel memperhatikan tangan Diana.

Cashel yakin Diana dan Irina terluka karna disakiti oleh seseorang tapi tampaknya mereka berdua menyembunyikan semua itu seolah Cashel tidak boleh tau.

"aku buat daging panggang dengan bumbu khusus, aku sedang belajar membuat rasa yang baru". kata Cashel memberi alasan padahal Ia tau gadis ini kurang nutrisi.

"daging?". Diana berbinar saat mendengar kata daging hal itu tertangkap di mata Cashel.

"sorot mata yang kosong tapi ada setitik binar karna mendengar makanan". batin Cashel merasa ada yang Diana sembunyikan malah membuat seorang Cashel penasaran.

Diana menikmati masakan yang Cashel berikan padanya, beberapa kali Cashel harus melamun melihat berbagai macam ekspresi Diana yang menarik matanya, namun mata Elangnya seketika menangkap luka lebam di bahu Diana, Cashel hampir saja ingin menyentuh bahu Diana tapi teringat bahwa gadis didepannya adalah seorang Tuan Putri pasti menjaga tubuhnya.

"enak sekali, aku belum pernah merasakan daging panggang seenak ini". puji Diana dengan gerakan tangannya.

"tidak tau saja aku sampai begadang memasak daging ini supaya dia tidak mengomentari makananku kurang enak atau apapun". batin Cashel tersenyum melihat Diana tampak menjilati jemari tangannya karna menyukai bumbu yang Cashel buat khusus untuknya.

Cashel bahkan tidak sadar bahwa gadis cacat didepannya telah memiliki ruang khusus dihatinya walau Cashel tidak mengakuinya.

"apa kam...? ". Cashel memegang pergelangan tangan Diana tapi tiba-tiba Ia terdiam melihat ekspresi Diana seperti menahan rasa sakit.

"kenapa?". tanya Cashel tapi Diana menggeleng kepalanya sambil tersenyum namun Cashel sudah terlanjur melihat air mata Diana seperti menahan rasa sakit.

"maaf". ucap Cashel lalu memegang tangan Diana dan menyingkap lengan baju gadis itu, Cashel sampai berdiri ditempat melihat luka lengan Diana membiru.

Diana segera menutupi lengannya dengan gelisah, pandangannya terlihat takut akan sesuatu.

"ak.. aku mohon jangan beritau siapapun". pinta Diana dengan raut wajah ketakutan.

Cashel yang awalnya ingin menghabisi orang yang membuat seorang perempuan memiliki luka seperti itu pun mencoba menenangkan diri.

"neraka seperti apa yang dia hadapi? siapa yang berani memberi luka tidak manusiawi itu?". batin Cashel mencoba untuk lebih tenang.

tidak ada pembicaraan diantara mereka selama 30 menit, Cashel menarik kursi roda Diana hingga berhadapan dengan nya tapi gadis itu tidak terlihat merona sama sekali, pandangannya masih sama malah terlihat lebih takut.

"apa yang membuatmu takut hmm? aku tidak akan memberitau siapapun". ujar Cashel setelah merasa tenang.

Cashel menganga saat Diana menggenggam tangannya dan mengucapkan terimakasih, bukankah seharusnya seorang gadis akan mengadu lalu ingin pelakunya tertangkap tapi Diana sangat berbeda.

"kamu tidak marah dengan apa yang menimpamu?". tanya Cashel penasaran.

Diana menjawab dengan polos bahwa ini adalah satu-satunya cara supaya Ia mati dengan cepat, Cashel merasa jantungnya di tancapkan pisau tumpul berkali-kali. sorot mata Cashel tidak bisa berpaling dari mata Diana yang terlihat damai saat mengatakan kematian.

"kamu ingin mati?". tanya Cashel dan dengan polosnya Diana menganggukkan kepalanya dengan cepat seperti memang menunggu waktu itu tiba.

.

.

malam harinya,

Cashel menatap dalam ke arah langit-langit kamarnya, "haiisshhh...! kenapa aku tidak bisa melupakannya?". decak Cashel.

"aku pasti mengasihaninya? iya.. aku yakin aku hanya mengasihaninya saja". kata Cashel meyakinkan diri bahwa Ia tidak mungkin jatuh cinta pada gadis cacat itu.

Cashel berusaha mengubur dalam-dalam hal yang Ia ketahui dari Diana, tidak terasa Cashel sudah berteman dengan Diana hampir 1 bulanan. anehnya Cashel lebih banyak diam dan murung jika sedang sendiri hingga Lionel merasa yakin bahwa Cashel telah jatuh cinta pada Putri Diana tapi Otaknya masih menyangkal kebenaran itu, hal itulah yang membuatnya sering melamun.

selama beberapa minggu ini tidak ada lagi artikel buruk tentang Putri Eliziany, semua seolah bungkam dan pura-pura tidak tau dengan kata kasar Putri Mahkota yang sempat Viral itu.

di Taman Kampus,

"Cash?". panggil Lionel dan Cashel tengah melamun pun tidak mendengar panggilan Lionel hingga Pria tampan itu terkejut saat Lionel menyentil telinganya.

"dimana Putri Diana?". tanya Lionel mengalihkan perhatian.

Cashel menggeleng kepalanya, "sudah 2 hari dia tidak datang". jawab Cashel.

"aku rasa dia terluka". jawab Lionel terlalu santai hingga Cashel menatapnya.

"kenapa memandangku seperti itu? sekarang jawab aku kenapa kau sering melamun hmm? aku merasa kau punya beban hidup". tanya Lionel basa-basi.

Cashel meraup wajahnya, "aku tidak tau kenapa dia ingin sekali mati bukan ingin bahagia". ujar Cashel dengan nada frustasi akhirnya melepaskan kata-kata yang membuatnya sering melamun.

.

.

.

1
Mama Nakal
hiii Thor 💖🔥✨
Sucii Amidasarii: haiii
total 1 replies
Yaser Levi
knp sih.dikit2 malu malu..dikit2 malu2..kesanya lebay
Yaser Levi
lagian demenya sm cewe cengeng bgtu..lembek..terlalu naif jd manusia..ganti cash
.cewe..gedeg lihat tingkahnya dah kek dewi surga
Ema Elyna
raja dn anak sma2x bodo baik jdi rakyat rendahan ja xde kuasa langsung
Yaser Levi
kasihan casthl suka sm cwe oon bin bego..hadeuh..gak pekaw juga orang demen juga
Yaser Levi
ah..romantis tanpa alay..alay
Yaser Levi
novel ini cerita nya keren lhoo😍😍😘😘
Yaser Levi
bagaimana caranya km mendekatinya beb..semangat..😂
sahabat pena
aku mampir thor
Sucii Amidasarii: okeh, terimakasih
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Luar biasa
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
😊😊😊😊
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
😆😆 maklum lah yah ga pernah jatuh cintrong, gitu tuh akibatnya
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
🙃🙃🙃🙃😁😁
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Mau tanya, kalo baca novel yg sudah tamat, sy like atau kasih hadiah apa tidak berpengaruh sama novel nya
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
lah yg komen sepii ... Ceritana bagus ko
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Hhmm intrik
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
😊😊🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
🙃🙃😊😊🥰🥰🥰🥰🥰
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
🙃🙃🙃🥰🥰🥰
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Hmm kasian
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!