sebuah jebakan dilakukan Ghiffarry Azzam terhdap Lovena Saraswati, Ghiffary seorang pria kaya yang mengalami perampokan dirumah mewahnya, para perampok itu juga membunuh istri dan anak Ghiff yang masih bayi.
meski para perampok sudah tertangkap dan dihukum mati, namun tidak membuat dendam Ghiff hilang begitu saja, sakit hati karena kehilangan dua wanita yang ia cintai membuat hatinya dipenuhi dendam.
Lovena Saraswati adalah putri salah satu perampok yang mendalangi perampokan dirumah Ghiff.
Ghiff akan menikahinya dan membalaskan dendam yang pada gadis itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lara hati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab Delapan belas. Gelisah.
Gedung-gedung pencakar langit berdiri menjulang dipusat kota, Angkuh dan kokoh.
Salah satu gedungnya adalah. Milik perusahaan telepon seluler bernama GFire.
GFiRe adalah perusahaan yang didirikan oleh seorang pemuda bernama Ghiffary dan mendulang sukses hanya dalam tempo dua tahun, karena ketekunan dan kecekatan seorang pemuda cakap,putra Bashir Al haziq.
Ghiffary juga mewarisi Seluruh perusahaan yang dulunya dirintis sang papa, serta harta benda yang tidak terhitung jumlahnya. Oleh karena itu bisa dibilang dia menjadi salah satu pria muda yang terbilang sangat sukses dan kaya raya.
Namun dalam hidup Ghiffary yang bergelimang harta, pada kenyataanya dia pria yang hidupnya selalu kesepian.
Selalu ditinggalkan oleh orang-orang yang ia cintai.
Hidup memang tak ada yang sempurna.
Seluruh harta benda, jabatan, kekuasaan tak ada artinya bila tak orang- orang yang mencintai dan menikmati semua yang ia miliki bersamanya.Sejak kepergian Anggia Ghiff benar-benar menutup hatinya untuk wanita manapun di dunia ini.
Selain masih mencintai Anggia dia merasa takut akan ditinggalkan lagi oleh orang yang ia cintai.
Papa,Mama,kakek, semua pergi saat Ghiff masih belum mengerti arti hidup.
Anggia pergi saat Ghiff mulai merasa nyaman serta mengenal arti cinta sesungguhnya.
Ghiff selalau merasa hidup dalam lingkaran kesialan.
karena orang yang ia cintai pasti akan pergi meninggalkannya untuk selamanya.
Detak sepatunya yang mengkilat beradu dengan lantai.
Ghiff dengan angkuh masuk lobby perusahaan. Tak ada seulas pun senyum terukir di bibir Ghiff Saat karyawan menegurnya ramah sebagai tanda hormat, saat ia melewati mereka.
Ghiff memiliki Mood yang buruk pagi ini.Dan karyawan sangat menyadari hal itu.
Oleh karenanya mereka harus bersikap ekstra hati-hati dan waspada dalam bertindak. Bila atasan sedang dalam mode buruk sebaiknya tidak melakukan kesalahan sebab pasti akan terkena imbasnya. kena teguran keras dan paling parahnya akan dipecat tanpa alasan.
" Anda kenapa tuan." tanya Robby melihat Ghiff dengan wajah masamnya sepanjang pagi, Bahkan sejak pagi ia hanya melamun tidak fokus bekerja. padahal produk baru mereka akan diluncurkan ke publik seminggu lagi.
"Robby, apakah aku ini sudah tidak waras??" Merujuk pada sikapnya yang menyiksa Lovena malam tadi menggunakan ikat pinggang.
Dia sendiri tak habis pikir bagaimana ia bisa sekejam itu. terbersit penyesalan di hati kecil.
" Maksudnya Tuan? saya tidak mengerti"
" Sudahlah lupakan saja.."
" Apakah anda punya Masalah dengan gadis klub malam yang sekarang menjadi istri pura-pura tuan..?"pancing Robby.
" Kenapa tuan tidak menceraikannya saja,carilah wanita lain yang anda cintai dan menikahlah dengan mereka, agar anda tidak kesepian lagi.." Nasehat Robby.
Ghiff bangun dan berjalan duduk diatas meja kebesarannya dengan sebelah kaki bertumpu di lantai, ia berhadapan dengan Robby.
menggeplak kepalanya pelan.
" Pintar sekali kau menyuruh aku menikah lagi, sementara kau sendiri masih memilih menjadi jomblo akut hingga saat ini.
Ghiff terkekeh, dan tawanya menular pada robby. Asisten itu lega karena berhasil membuat Ghiff tertawa.
" Saya berbeda tuan, Jika aku memiliki wanita maka perhatianku akan teralihkan padanya. memangnya Boss mau aku tidak fokus bekerja!?"
" Terserah kau saja Rob..." sahut Ghiff menjauhi Robby, kembali ketempat duduknya menopang dagu.
" Tuan kemarin aku mendapat informasi keluarga Anggia datang ke Ibukota."
Air muka Ghiff berubah
" Mereka datang ke ibukota!?" Tanyanya antusias.
" kau yakin!?, lalu mengapa mereka tidak menghubungi aku?"
Robby menggelengkan kepala.
" Bukankah mereka memang begitu sejak Anggia meninggal?" Sahut Robby.
" kamu benar, mereka benci padaku." Ghiff menunduk lesu. wajahnya kembali muram
" Sudah lama aku tidak bertemu mereka.."
" Tapi saya rasa dalam waktu dekat mereka akan berkunjung kerumah anda."
"Apakah sebaiknya aku menghubungi mereka, sebenarnya sejak Anggia meninggal mereka memutuskan hubungan denganku, Mereka merasa akulah penyebab Anggia meninggal" Kata Ghiff muram.
Robby melihat iba pada atasannya.
" Semua yang terjadi bukan salah anda Tuan.. Siapa yang bisa melawan takdir, Aku selalu berharap anda bisa move on dari masa lalu.."
Ghiff tidak menyahut Robby memang benar Apa yang dikatakan Robby, seharusnya dia bangkit dari masa lalu.Bayangan wajah Lovena sekilas muncul, teringat kembali perkataanya semalam.
Wanita itu mengatakan ia pria yang tidak memiliki iman.
Ghiff mengakui sejak kecil hingga saat ini dia tidak pernah diperkenalkan pada tuhan.
Hidupnya hanya berputar tentang harta dan tahta.
Mendiang Asisten Papa hanya mendidik Ghiff menjadi pengusaha tangguh dan handal tidak pernah menyinggung tentang agama. Sehingga Ghiff memang handal dalam bekerja dan memimpin perusahaan tapi benar-benar buta terhadap agama. Dan Tanpa sadar Lovena malah menyinggungnya malam tadi hal tersebut membuat Ghiff jadi banyak berpikir.
Apakah penyebab kehampaan yang ia rasakan saat ini adalah karena ia jauh dari Tuhan?.
"Katakan apa jadwal ku hari ini?"
Ghiff berusaha mengalihkan perhatiannya.
Sejak bangun pagi tadi, ia terus saja memikirkan istri pura-pura nya tersebut.
" Tidak ada Tuan,tapi Kita harus mengunjungi bagian produksi melihat Produk baru yang akan kita luncurkan Minggu depan.."
" Baik mari lihat produk baru itu..."
Beberapa saat kemudian keduanya sudah menuju tempat produksi untuk memeriksa produk terbaru mereka.
Sementara dikediaman Ghiffary.
seorang gadis terbaring lemah dikamarnya.
Rasa sakit dan nyeri mendera Bagain belakang punggung akibat perbuatan kejam suaminya sendiri.
sosok yang seharusnya melindungi Lovena justru membuat dia harus menanggung segala rasa sakit fisik dan batin.
" Masih sakit, lovi?" Tanya Sani untuk melihat keadaan lovi kesekian kalinya.
Lovena hanya tersenyum tipis.
" Tidak Sani..aku baik-baik saja, namun bisakah kamu mengoleskan Cream itu lagi, rasa Cream itu pada kulit membuat aku sedikit nyaman." Lirih Lovena..
" Baiklah Lovi,"
Sani mulai mengoleskan Cream itu hati-hati.
"Aku tidak habis pikir dengan Putri Bi Marni, Sampai hati membuatmu seperti ini, padahal kita semua tahu dia yang paling sibuk dengan. keberadaan tanaman-tanaman didepan."
"Sudahlah Sani,lupakan saja. Bukan salah siapapun semua terjadi karena Tuan muda benci padaku."
" Hatimu terlalu baik Nona..lihatlah kau harus menderita begini." sahut Sani sambil meniup-niup punggung Lovena yang tadinya mulus kini berubah kehitaman akibat luka memar yang ia derita.
" Orang miskin seperti kita bisa apa, tak ada daya melawan pria kaya seperti Ghiffary" sahut Lovena lemah
" Aku hanya memikirkan keluargaku saja, andai dia tidak mengancam mereka tak Sudi aku masih bertahan dalam pernikahan yang tidak sehat ini.Memiliki keluarga adalah hal yang paling aku syukuri dalam hidup. Hanya mereka hartaku yang paling berharga di dunia ini.."
" Kamu benar, keluarga adalah segalanya. Aku sudah selesai mengoleskan Cream dipunggungmu, istirahatlah kapan lagi kamu bisa tidur dengan tenang, Jika tubuhmu sehat kau pasti sudah dibebani pekerjaan tak lazim dirumah ini."
Lovena terkekeh
" Semua ada hikmahnya..terima kasih Sani, sudah bersikap baik padaku.."
" Kapan saja sayang..aku pasti membantumu jika bisa..."
Lovena memejamkan mata dengan nyaman. karena rasa berdenyut dipunggung sudah sedikit reda.
Semalaman bahkan dia tidak bisa tidur karena nyerinya.
apa yg ko takutkan dr nadya kah??
bos bodoh.
istri sj terus disakiti hatinya