Nathan Sykes Pratama lelaki tampan yang dijuluki Playboy tingkat nasional karena begitu banyak hati wanita yang dia patahkan tanpa perasaan iba sedikitpun
Karna sebuah pertaruhan yang membuatnya jatuh cinta kepada seorang wanita polos yang baru-baru ini menginjakkan kakinya di SMA BhinaBakti
Kisah ini menceritakan seorang Playboy yang tak pernah berpacaran dan sebuah cinta yang tak akan bisa bersatu
.
.
Semoga terhibur 💜
NB : Sebelum baca SUNSET baca juga kisah kedua orang tua Nathan yang berjudul Bunda Untuk Aisyah ya 💐
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon W.N, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 18
Baru saja melewati beberapa rumah dari rumah Ara keberadaan Nathan di ketahui sang kakek yang baru saja pulang dari kampus
"Nala itu bukannya mobil Abang kamu ya ?"tanya Hendrian seraya menunjuk kearah mobil Nathan
"Eeh , iya kek tapi mau kemana tu ? Kayaknya bukan dari arah rumah deh kek"ucap Nala
"Kita samperin aja gimana ?"tanya Hendrian
"Ide bagus kek , buruan kek selip aja mobilnya nggak apa-apa si Nathan mah uangnya banyak"ucap Nala
"Eeh , nggak boleh gitu nanti kalau Abang kamu luka gimana ?"tanya Hendrian
"Nggak apa-apa kek , kan aku masih ada Abang satu lagi"jawab Nala se enaknya
Mendengar jawaban sang cucu bungsu membuat Hendrian hanya geleng-geleng kepala . Hendrian menambah kecepatan mobilnya untuk bisa memotong mobil Nathan . Setelah mobil Hendrian berada di depan mobil Nathan , Nala langsung keluar mobil dan mendekati mobil sang Abang
"Keluar Lo"ucapan Nala sudah seperti seorang penjahat yang akan membegal mangsanya
"Apaan sih dek ?"Nathan keluar dari mobilnya
"Nggak usah sok manis Lo dari mana Lo tadi ?"tanya Nala yang sudah berkacak pinggang
"Nala , nggak boleh gitu kalau ngomong sama abangnya"melihat keberadaan Hendrian , Nathan langsung menghampiri sang kakek dan menyalami tangannya
"Kakek"ucap Nathan
"Dari mana kamu nak ?"tanya Hendrian
"Nathan abis ngantarin.."ucapan Nathan terhenti
"Ngantarin siapa ya ? Nggak mungkin gue bilang ngantarin pacar , nggak mungkin juga gue bilang ngantarin Ara sama aja gue bunuh diri di depan musuh"batin Nathan melirik Nala yang sudah menyipitkan matanya menantikan jawaban Nathan
"Ngantarin siapa ? Pacar ?"tebak Nala
"Nala , nggak boleh gitu"ucap Hendrian
"Ayo pulang ke rumah , nenek udah masak makan siang buat kita"ajak Hendrian
"Iya kek"jawab Nathan
"Awas , Lo dalam pantauan gue"ucap Nala dan langsung berlari menyusul sang kakek masuk kedalam mobil
"Huuuf , dia bener kembaran gue ? Nggak ketukar kan , waktu dirumah sakit ? Apa gue tanyain bunda kali ya"gumam Nathan yang bingung melihat sifat Nala yang super duper tomboy
Nathan mengikuti mobil kakeknya beriringan menuju rumah sang nenek . Diperjalanan menuju rumah sang nenek Nathan menyempatkan diri untuk menelfon sang bunda dirumah agar tidak khawatir anaknya belum pulang
"Halo assalamualaikum bunda , Nathan pulangnya agak sorean ya Bun"ucap Nathan
"Lho kenapa ? Kamu mau kemana ?"tanya bunda Amanda
"Nathan kerumah nenek Bun"jawab Nathan
"Ya udah , jangan berantem sama Nala disana ya . Banyak-banyakin ngalah"pesan sang bunda
"Iya bunda"jawab Nathan yang langsung mengakhiri obrolannya
Selesainya menelfon sang bunda sampai pula lah Nathan di rumah sang nenek , memarkirkan mobilnya dengan baik dan benar setelah cukup aman baru Nathan keluar mobil untuk menyusul sang kakek dan adiknya Nala
"Assalamu'alaikum nenek Nathan yang ganteng datang"teriak Nathan yang langsung kedapur mencari sang nenek
"Cucu nenek yang ganteng , kesini sama siapa ?"tanya Bu Siti
"Di ajakin sama kakek nek , kalau nggak kakek yang liat dia juga nggak bakal kesini"ucap Nala
"Adek nggak gitu , Abang Nathan ini mau ke rumah nenek kok sebenernya"jawab Nathan
"Terus kenapa beda arah ?"tanya Nala
"Ya kan tadi abis ngantarin temen dulu makannya beda arah"jawab Nathan
"Temen ? Tinggalnya di perumahan Garden juga ?"tanya Hendrian
"Iya kek"jawab Nathan
"Di blok mana ? Siapa tau kakek kenal"tanya Hendrian
"Cewek apa cowok ?"tanya Bu Siti
"Atau jangan-jangan pacar Lo ya"tambah Nala
"Hehe , diborong semua pertanyaannya"ucap Nathan
"Udah tinggal jawab aja susah amat"Nala sudah tak sabar mendengar jawaban dari sang kembaran
"Nek , Nathan lapar"Nathan mengalihkan pembicaraan
"Oalah nenek sampai lupa , ayo kita makan siang dulu"ajak Bu Siti
Nathan pergi mengikuti sang nenek ke meja makan dan tak lupa mencibirkan lidahnya untuk mengejek sang adek
"Bentar nek , dia lagi mengalih kan pertanyaan kita"ucap Nala
"Udah , kalau Abang nya belum mau ngasih tau nggak apa-apa jangan di paksa"Hendrian menenangkan Nala yang sudah emosi karena tak mendapatkan jawaban
"Tapi kek Nala penasaran"rengek Nala pada sang kakek
"Itu privasi Abang Nathan , nanti kalau sudah waktunya juga Abang kamu akan cerita"ucap Hendrian
"Sekarang ayo kita kemeja makan , nenek sama Abang kamu udah nungguin kita"ajak Hendrian
"Jangan cemberut , nanti cucu kakek yang cantik berubah jadi buruk rupa"tambah Hendrian berusaha menghibur sang cucu
"Kakek jangan gitu Nala malu"ucap Nala yang sudah tak cemberut lagi
Nala bisa dibilangin lebih dekat dengan sang kakek dibanding dengan nenek , karena hanya sang kakek lah yang paham bagaimana Nala . Hanya kakek yang mengetahui kalau Nala memiliki motor , hanya kakek yang tahu dimana Nala suka mengikuti balap liar . Sang kakek hanya berpesan jaga diri kamu dan jangan sampai tahu nenek , kalau sampai nenek tau bisa serangan jantung mendadak . Walau bagaimana pun seorang nenek tak ingin cucu perempuannya terluka walau sedikitpun
eh baru tamat skrng pas aku udh nikah n dah mau punya baby
hehheeh