NovelToon NovelToon
SANCTUARY DI PERKARANG RUMAH

SANCTUARY DI PERKARANG RUMAH

Status: tamat
Genre:Fantasi Isekai / Reinkarnasi / Sistem / Tamat
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: AME author

Terlahir kembali sebagai NPC ber-skill ampas [Fortify], Raka—yang kini bernama Kayy—hanya ingin hidup tenang dan memanjakan istrinya, Alya.
Siapa sangka, kebiasaannya merawat gubuk jutaan kali malah mengubah rumah dan pekarangannya menjadi [Sanctuary Domain]—zona perlindungan mutlak terkuat di dunia yang membalatkan semua sihir pemusnah, sementara sayur kebunnya sanggup menyembuhkan luka fatal secara instan.
Kini, di saat dunia terancam hancur oleh Raja Iblis, para Pahlawan malah mengantre dan berlutut di pagar rumahnya demi meminta bantuan. Namun bagi Kayy, tak ada urusan dunia yang lebih penting daripada menyeduh teh sore bersama Alya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AME author, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RUMAH DUA LANTAI

Pagi hari di Hutan Kelam disambut oleh kicauan burung-burung sihir yang berterbangan di antara pucuk pohon pinus. Cahaya matahari menembus celah-celah dedaunan, menyinari pekarangan gubuk kayu yang kini tampak makin luas.

Di sudut pekarangan, Shiro—serigala es raksasa setinggi tiga meter—sedang berbaring santai sambil mengibas-ngibaskan ekornya. Di atas kepalanya, Elena duduk manis mengenakan topi jerami kecil khusus buatan ibunya, memegang sebuah ranting kayu pendek yang ia jadikan sebagai "tongkat komando".

"Shiro, diam ya! Kita sedang jadi mandor!" seru Elena tegas namun dengan nada suara pelat yang sangat lucu.

Shiro hanya mengeluarkan suara guk pelan, menuruti perintah putri kecil majikannya tanpa protes sedikit pun.

Di tengah pekarangan, Kayy berdiri sambil meretakkan jemari tangannya. Pria berusia dua puluh lima tahun itu mengenakan celemek petaninya yang legendaris, memandang gubuk kayu satu lantai yang telah melindungi keluarganya selama bertahun-tahun.

Alya keluar dari pintu depan membawa segelas air putih hangat, lalu menyerahkannya kepada sang suami. "Jadi, kamu benar-benar akan merenovasi gubuk ini hari ini, Kayy?"

Kayy meminum air itu hingga habis, lalu menyunggingkan senyuman hangat pada istrinya. "Iya, Alya. Elena sudah makin besar dan butuh kamar sendiri yang luas. Lagipula... Hutan Kelam ini makin sering didatangi tamu tak diundang seperti Pangeran Cedric atau Arthur. Siapa tahu di masa depan ada pihak Kerajaan atau pihak lain yang datang lagi. Lebih baik kita siap-siap dari sekarang."

Alya mengangguk setuju, matanya memancarkan rasa percaya penuh pada suaminya. "Kamar lantai dua untuk Elena pasti akan sangat cantik."

"Bukan cuma cantik, tapi juga paling aman di seluruh benua," kata Kayy santai.

Pria yang memiliki memori arsitektur dunia modern (Bumi) itu mulai melangkah beberapa meter mundur. Di dalam kepala Kayy, desain rumah kayu dua lantai bergaya cottage modern dari kehidupan lamanya sebagai Raka berputar dengan sangat presisi.

Kapasitas pemrosesan otak INT MAX (999.999+) milik Kayy langsung menghitung kalkulasi beban struktur, sirkulasi udara, ketahanan kayu, hingga sudut estetika bangunan hanya dalam hitungan detik.

"Elena! Shiro! Mundur sedikit!" panggil Kayy seraya menyingsingkan lengan bajunya.

Elena yang duduk di atas kepala Shiro langsung menunjuk dengan ranting kayunya. "Mundur, Shiro! Ayah mau menyulap rumah!"

Shiro bergeser beberapa meter ke belakang dengan patuh.

Kayy menarik napas panjang. Kilatan emas berkedip tajam di kedua matanya. Skill dasar pertukangan bawaan NPC—[Fortify]—yang telah ia latih dan evolusikan jutaan kali mulai diaktifkan secara maksimal.

ZUUUUUTTTTT!

Aliran energi bening bercahaya emas memancar dari tubuh Kayy, menyelimuti gubuk kayu tua dan wilayah sekitarnya.

Menggunakan kombinasi skill [Precision Kinetic], Kayy tidak perlu menggunakan palu, gergaji, atau paku besi. Dengan lambaian tangan kanannya di udara, puluhan batang pohon pinus tua yang tumbang di kedalaman hutan mendadak terangkat ke udara, terpotong-potong menjadi papan-papan kayu mulus dengan presisi tingkat sub-milimeter!

TAK! TAK! TAK! TAK!

Suara kayu yang menyatu bergemuruh halus di pekarangan. Kayu-kayu pinus itu melesat membentuk kerangka lantai dua. Dinding-dinding kayu lama diangkat dan diperkokoh, tangga kayu melingkar yang indah terbentuk di dalam ruang tamu, dan jendela-jendela kaca bening berlapis sihir terpasang otomatis di setiap sisi dinding.

Tak berhenti di situ, Kayy memadatkan fondasi bawah rumah menggunakan energi tanah dari pekarangan Celestial Soil. Di bagian atas, Kayy merancang sebuah balkon luas yang menghadap langsung ke padang bunga lavender dan pemandangan hijau Hutan Kelam.

Di tingkat teratas, Kayy menyuntikkan perisai mutlaknya—[Sanctuary Domain: Absolute Home]. Perisai ini menyatu di setiap serat kayu lantai dua, memastikan bahwa rumah dua lantai ini tahan terhadap gempa bumi, sihir pemusnah tingkat bencana (Strategic Magic), hingga serangan fisik dari Iblis kelas atas sekalipun!

Seluruh proses pembangunan rumah dua lantai yang megah dan hangat itu hanya memakan waktu kurang dari tiga puluh detik.

BUM!

Debu tipis terhempas pelan di pekarangan, menyisakan sebuah rumah kayu dua lantai bergaya cottage yang sangat indah, kokoh, dan memancarkan aroma kayu segar yang menenangkan.

Mata Alya membelalak lebar. Meskipun ia sudah sering melihat keajaiban suaminya, melihat rumah satu lantai berubah menjadi rumah dua lantai yang begitu megah dalam hitungan detik tetap membuat mantan Saintess itu terperangah takjub.

"WAAAAAHHHH!" Elena menjerit gembira, melompat turun dari kepala Shiro dan berlari menaiki tangga teras baru. "Rumah Ayah jadi bertingkat! Ada lantainya dua!"

Shiro mendongakkan kepalanya, memandang rumah dua lantai tersebut dengan mata merahnya yang berkedip bingung. Monster A-Rank itu makin yakin bahwa majikan pemuda bercelemek ini adalah sosok pencipta yang bersembunyi di dalam tubuh manusia biasa.

Kayy berjalan mendekati Alya, menyapu sedikit debu kayu yang menempel di pundak istrinya seraya tersenyum puas.

"Bagaimana, Alya? Kamu suka?" tanya Kayy.

Alya menatap bagian depan rumah, balkon lantai dua yang dilengkapi pagar kayu ukir, serta jendela-jendela luas yang membuat pencahayaan rumah menjadi sangat terang.

"Ini... sangat indah, Kayy," ucap Alya penuh haru. "Bahkan istana Kerajaan tidak terasa sehangat dan seindah ini."

"Ayo kita lihat bagian dalamnya," ajak Kayy seraya merangkul pinggang Alya.

Mereka bertiga—ditambah Shiro yang menjulurkan kepalanya dari jendela teras—masuk ke dalam rumah.

Di lantai satu, ruang tamu kini terasa jauh lebih luas dengan tungku perapian batu yang hangat, sofa empuk berbalut kain wol, serta dapur yang dirancang sangat efisien untuk Kayy memasak. Di sudut ruangan, terdapat tangga kayu melingkar yang menuju ke lantai dua.

Elena berlari kencang menaiki tangga kayu tersebut dengan kaki-kaki mungilnya. "Kamar Elena! Kamar Elena di mana?"

Kayy dan Alya menyusul ke lantai dua. Di sana, terdapat dua ruangan utama. Kayy membuka pintu kamar sebelah kanan—kamar khusus yang ia rancang untuk Elena.

Kamar itu sangat luas. Kasur tingkat kayu yang empuk terletak di sudut ruangan, dindingnya dihiasi ukiran bunga lavender, dan ada meja belajar kecil lengkap dengan rak mainan. Yang paling istimewa, kamar Elena memiliki pintu khusus yang terhubung langsung ke balkon luar!

Elena berlari mendekati kasurnya, melompat di atasnya dengan tawa gembira yang membahana. "Horeee! Kasur Elena empuk sekali! Ada balkonnya juga!"

Elena berlari ke arah balkon, membuka pintu kaca, dan melongokkan kepalanya ke bawah. Dari atas balkon lantai dua, ia bisa melihat seluruh pemandangan pekarangan wortel emas, padang bunga lavender, dan Shiro yang sedang melambaikan ekornya dari bawah.

"Shiro! Lihat! Aku ada di atas!" teriak Elena melambaikan tangannya.

Shiro menggonggong pelan guk!, membalas sapaan putri cilik itu.

Alya berdiri di samping Kayy di ambang pintu kamar Elena, menatap keceriaan putri mereka dengan mata berbinar-binar.

"Terima kasih ya, Kayy," bisik Alya lembut, menyandarkan kepalanya di bahu suaminya. "Kamu selalu memikirkan segala hal untuk kenyamanan kami."

Kayy mengecup dahi Alya dengan lembut, lalu merangkulnya erat. "Ini sudah jadi tugasku sebagai suami dan ayah, Alya. Lagipula, dengan rumah dua lantai ini dan perisai Domain yang makin diperkuat, siapa pun yang akan datang di masa depan—baik itu Kerajaan, petualang, atau Raja Iblis sekalipun—tidak akan bisa mengganggu ketenangan keluarga kecil kita."

Di atas balkon lantai dua, angin musim semi berhembus lembut membawa aroma harum bunga lavender. Rumah kayu dua lantai yang berdiri megah di tengah Hutan Kelam itu kini siap menjadi benteng kedamaian paling hangat—dan paling tak tertandingi—bagi Kayy, Alya, Elena, dan Shiro.

1
Eka P
v
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!