NovelToon NovelToon
My Queen

My Queen

Status: sedang berlangsung
Genre:Percintaan Konglomerat
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Arisha Langsa

" Boleh kah aku bertanya satu pertanyaan?" Nymera Elvaretta Lennox "

" Katakan?" prince Rafael Benitez"wajahnya dingin, tatapan matanya tajam.

" Tolong katakan apa kurang nya aku kak? sampai kakak tak bisa melihatku sebagai seorang wanita" tatapan matanya sendu.

" karena kau hanyalah gadis manja" .

Perlahan,gadis bernama Nymera Elvaretta Lennox itu melangkah mundur, matanya menatap sendu pria di depan nya,pria yang sejak kecil ia kagumi dan ia tau telah di jodohkan dengan nya.

Dengan bibir tersenyum, bukan senyuman indah dan manis, melainkan senyuman menyakitkan, bahkan bibirnya terlihat sedikit bergetar saat dengan lirih ia berkata " Terimakasih telah menyadarkan ku, selamat tinggal, semoga kakak terus bahagia" masih sekuat tenaga ia mengucapkan kalimat perpisahan.

setelah sedikit membungkukkan tubuhnya, sebagai cara menunjukkan penghormatan kepada keluarga kerajaan,gadis cantik yang akrab disapa Mera itu berbalik dan melangkah meninggalkan pria yang masih menatapnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arisha Langsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18

Wajah Meera terlihat sudah tak lagi sepucat tadi,bahkan gadis cantik itu sudah terlihat jauh lebih baik,entah ia benar-benar sudah lebih baik,atau mungkin justru memaksakan diri nya untuk terlihat lebih baik.

Rafael belum meninggalkan tempat itu,ia masih berada di dalam ruangan perawatan Meera, bersama nyonya Vanessa, sedangkan tuan Amran tengah menikmati kopi sorenya di kantin rumah sakit, Cecilia memutuskan untuk pulang sebentar, karena ia masih mengenakan seragam sekolah maka itu ia harus berganti pakaian, begitupun dengan Gio.

Keheningan ruangan itu sedikit teralihkan saat terdengar suara dering telepon dari ponsel Rafael,dan dengan segera ia menjawab panggilan dan berbicara sesaat, matanya melirik Meera yang terlihat tengah menyisir rambutnya,gadis itu baru saja keluar dari kamar mandi, terlihat lebih segar.

" Tante,saya izin sebentar,ada pekerjaan yang harus saya selesaikan" Rafael meminta izin untuk pergi, wajahnya terlihat begitu serius.

" Oh ya, silahkan, pangeran tidak perlu terlalu sungkan, saya sangat berterimakasih atas perhatian nya,tentang menjaga Meera ada kami,Meera pasti akan baik-baik saja,dan bahkan dokter mengatakan ia sudah di izinkan pulang besok pagi" jawab nyonya Vanessa lembut.

" Mama bener,kakak ga harus membuang waktu berada di sini,Meera ga apa-apa,ada mama sama papa,ada bik Munah juga" tambah Meera santai.

Rafael tak menjawab apapun lagi,ia hanya mengangguk pelan,namun dalam hati ia benar-benar sangat tidak terima dengan ucapan Meera, terdengar seakan keberadaan nya di tempat itu tak penting bagi Meera atau bahkan mungkin gadis itu tak menginginkan kehadiran nya,jelas terlihat dari sejak pertama Meera sadar hingga sore ini.

Meera lebih banyak diam,tak terlalu bawel atau rewel seperti biasanya saat bersama nya,ingin rasanya Rafael menegur perubahan sikap Meera terhadap nya, namun ia tak mungkin melakukan itu di hadapan kedua orang tua Meera.

Rafael benar-benar meninggalkan ruangan itu,ia terlihat begitu terburu-buru, di belakang nya beberapa pengawal pribadinya mengikuti, begitupun dengan Damares, sedangkan Alexander bertugas mengatasi kekacauan yang Rafael tinggalkan di kantor.

" Apa yang sebenarnya terjadi Res? Mengapa sampai terjadi hal seperti itu" tanya Rafael pada Damares yang berjalan di samping nya.

Tadi Damares yang menelpon nya dan mengatakan bahwa Camelia di serang wartawan dengan berbagai pertanyaan dan itu membuat Camelia kewalahan, hingga berakhir dengan gadis itu yang harus di larikan ke rumah sakit akibat terserang panik.

" Dari hasil tinjauan sementara dari pengambilan pada cctv yang terdapat di parkiran gedung itu,saat Camelia keluar dari gedung, beberapa wartawan langsung mengerubungi nya dan menanyakan beberapa hal, terutama tentang berita viral kemarin dan di kaitkan dengan berita kehadiran anda di rumah sakit siang tadi" jawab Damares menjelaskan.

Rafael tak menjawab lagi,ia langsung memasuki mobil yang telah di siapkan di depan lobby rumah sakit, di ikuti Damares yang duduk di bangku depan, samping supir.

Ia tak mungkin mengabaikan apa yang terjadi pada Camelia,ia masih mengingat jasa wanita itu saat menolongnya beberapa tahun lalu,saat awal-awal Rafael bergabung di dunia bisnis.

" Aku sudah memutuskan " ucap Rafael tiba-tiba.

" Maksud pangeran? Memutuskan tentang apa?" tanya Damares penasaran.

" Tentang pertunangan ku dengan Meera " Jawab Rafael.

" pangeran ingin mempercepat pernikahan?, tapi nona masih sangat muda" jawab Damares

Rafael menggeleng " bukan,tapi mengakhiri hubungan itu,aku merasa dia terlalu terbebani dengan semua itu,aku tidak sanggup melihat dia terus-menerus menghadapi masalah yang terkadang tak pernah ia lakukan,dan ia juga bukan wanita yang akan mudah di atur tentang segala kepelikan aturan kerajaan" jawab Rafael panjang lebar.

" Pangeran serius? Bagaimana dengan Meera? Semuanya tau tentang perasaan nya pada anda, apakah keputusan yang akan anda ambil tidak akan menyakitinya atau yang lebih fatal menghancurkan mental nya" Damares menyampaikan apa yang ada dalam pikiran nya,dan segala sesuatu yang ia perkirakan.

Rafael terdiam cukup lama" dia tidak akan selemah itu,aku percaya dia wanita kuat,kamu lihat saja apakah dia pernah terlihat bersedih atau berwajah sendu,dia selalu terlihat ceria dan tak terlalu perduli dengan keadaan,dia pasti akan baik-baik saja, bahkan akan lebih baik lagi setelah aku mengumumkan semuanya, hidupnya akan lebih tenang, tak akan lagi terbebani dengan masalah-masalah seperti akhir-akhir ini " .

" Lalu bagaimana dengan perasaan anda padanya? Maaf bukan saya bermaksud lancang, apakah sedikitpun anda tak memiliki perasaan pada nya? Apakah anda benar-benar akan rela melepaskannya jika seseorang mendekati nya?" .

Bukan rahasia bagi Damares, Alexander,supir pribadi dan pengawal pribadinya, seperti apa selama ini Rafael menjaga Meera secara diam-diam dan menjauhkan semua laki-laki yang ia tau berusaha mendekati Meera.

" Aku menjaganya selama ini Karena aku menyayanginya seperti seorang adik,tak lebih, mereka yang mendekatinya tak ada yang benar-benar tulus" jawab Rafael,matanya menatap jalanan.

Damares mendengus mendengar jawaban dan alasan yang Rafael berikan ' alasan klasik,semoga saja dia menyesal suatu saat nanti ' umpat Damares dalam hati tentunya,mana mungkin ia berani mengucapkan secara langsung, bisa-bisa pangeran es nya itu memenggal kepalanya saat itu juga.

" Aku akan mendukung apapun yang anda putus kan,dan siap membantu" jawab Damares cepat, walaupun dalam hati ia sangat ingin memukul kepala pangeran nya itu dengan benda keras apa saja agar es di kepalanya itu mencair.

Mobil berhenti tepat di depan sebuah klinik tak jauh dari gedung tempat Camelia tampil.

" Pangeran" panggil Camelia saat melihat wajah Rafael yang keluar dari mobil, dan seketika itu juga beberapa pencari berita kembali muncul dan mencuri beberapa foto interaksi keduanya.

" Apa yang terjadi sampai membuat mu harus berada di tempat ini?" tanya Rafael bernada biasa saja, namun di mata orang-orang wajah calon raja itu terlihat begitu panik.

Rafael segera mendatangi Camelia karena ia tau kedua orang tua Camelia tengah berada di luar negeri untuk urusan negara,ayah Camelia adalah salah satu pejabat penting kerajaan dan saat ini tengah mendampingi raja berkunjung ke negara lain,maka itu ia merasa bertanggung jawab menjaga gadis itu, terlebih ada beberapa hal kebaikan yang pernah gadis itu lakukan untuk nya, Rafael tak ingin di anggap sebagai orang yang tak tau balas Budi.

1
Leha Leha
Hari ini Tk up ke sis
aleena
oh Gio
apakah kamu penggemar rahasia
KIM TAMIE
makin tegang
aleena
bener bener netizen itu menyebalkan
aleena
bener berarti semua itu adalah ulah pengawal
sebab Iya ingin anaknya masuk dalam kawasan keluarga istana
bukan sekedar pelayan, yang di anggap rendahan🤭😔
aleena
pengagum rahasia
kira kira siapa si dia
bikin penasaran aja
aleena
ooh anak dari pengawal
ngelunjak ya
minta di geprek kau

dan ternyata Dai si penghianat kerajaan
ada disampingmu Rafael
ular kadut
aleena
lalu si camel
apakah dia termasuk anak bangsawan
sampai dgn percaya dirinya
selalu mengincar pangeran
aleena
oh oh siapakah dia
ternyata ada pria lain yang Akan melindungi meera
Putra jomblo
asli yg plin plan itu pangeran Rafael yg tidak bisa meraba perasaan nya sendiri ketika meera terlalu manja dan selalu mengikuti terus dia bilang Meera cuman adek ketika meera nyaman dgn laki2 lain dia cemburu payah dia tak pantas jadi seorang pangeran Meera tinggalin Rafael kamu berhak bahagia 💪💪
aleena
ohhoo camelia jadi orang ketiga rupanya
dan Rafael seolah menerima perjodohan itu
hanya karena ingin menutupi bhubungannya dgn camel🤭🤭

ish is tak patut
tak patut
aleena
sang putry sangat cantik
aleena
mampir 💪💪
KIM TAMIE
Cieeee yg masih ga sadar kl udah kecintaan, main sosor aja anak orang..apalagi ngancam mau diperkosa lagi. Siapa kemarin yg bilang mau mengakhiri pertunangan 🤭🤭
Baru juga lihat Meera ketawa ketiwi sama kaka2 OSIS, udah kebakaran jenggot aja. Gimana kl Gio atau cwo lain bisa deketin Meera ?
ah elah EL EL...gemes pengen cubit ginjalmu EL 😂😂
Leha Leha: Ini yg di katakan mulut ckp lain hati ckp lain
total 2 replies
Leha Leha
Katanye nk putus baru ade org yg dekat dgn meera sudah panas mcm mne klau meera dekat dgn org lain terus pengsan
Leha Leha
Katanye nk putus baru ade org yg dekat dgn meera sudah panas mcm mne klau meera dekat dgn org lain terus pengsan
Khoirun Ni'mah
begitu saja sudah panas ,,,coba jadi Meera yg mendengar berita kamu sama Camelia di sosmed
KIM TAMIE
Terserahmu lah El..males gue ame elu.
asal lu tau aja..Camila itu siluman ular.
Ayo Gio..aku mendukungmu 💪
Khoirun Ni'mah
pangeran g tau saja kalau Meera diam2 menangis di toilet
KIM TAMIE
firasatku pengagum rahasia Meera adalah si Gio ini deh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!