WARNING🌶️🌶️‼️
"Kau tahu kelainan ku hanya bereaksi padamu, mana mungkin aku melepasmu Hazel. Seluruh tubuh dan semua yang ada pada dirimu, itu milikku."
"Aku sudah menikah dan aku juga adik tirimu, lepaskan aku. Mike!."
Bermula dari Mike yang harus menikah untuk melindungi menggunakan wajah palsu, hal tak terduga terjadi saat wanita yang dinikahinya Hazel mampu membuat impoten nya hilang, hanya kepada wanita itu seorang..
Tak lama pernikahan dan identitas palsu itu harus berakhir saat Mike harus pergi meninggalkan Hazel tanpa menceraikannya.
Hingga seiring berjalannya waktu, Mike kembali bertemu dengan Hazel dengan status tak terduga. Wanitanya, istri yang belum ia ceraikan, kini telah menjadi adik tiri dari keluarga baru ayahnya. Dan tanpa Hazel ketahui bahwa wajah itulah, merupakan sosok suami yang selama ini ia cari.
Bagaimana kah kelanjutan hubungan keduanya?
.
.
SIMAK KISAH LENGKAPNYA>>
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dilla_Nurpasya_Aryany, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 18
"Jason, katakan dimana Leonard!??." Ujar Hazel melihat sekeliling dengan perasaan yang campur aduk.
Pencahayaan di kapal itu tak terlalu terang, hanya remang yang cukup jelas. Para pria bertubuh tinggi berjejer, dengan urusannya masing-masing. Hazel tahu di sana sedang pelatihan sekaligus ada yang dalam perjalanan misi, tapi yang jelas ia tak peduli, dipikiran Hazel hanya satu jangan sampai kehilangan Leonard setelah sejauh ini melangkah.
Mata itu menatap satu persatu wajah pria di sana, ia melangkah mengelilingi terus mencari... Setengah dari kapal itu Hazel sudah jelajahi, tak ditemukan.. hingga tepat di area belakang tempat terjun khusus, langkah Hazel terhenti saat menemukan sosok yang ia cari selama ini.
Maniknya nampak terdiam membeku, nafas wanita cantik itu terasa memburu tercekat dengan perasaan campur aduk yang begitu menyesakkan diri.
Tidak salah lagi...
Menyadari keberadaan seseorang, pria yang sedang menggulung tali khusus itu menoleh. Membiarkan sorot mata keduanya bertemu, menilik satu sama lain.
"L-Leonard.."
Ya, Hazel kembali melihatnya lagi di atas ketidakmungkinan. Wanita cantik itu meremas ujung bajunya kuat berusaha menahan diri agar segala luapan yang tertahan selama ini mampu ia tangani.
Namun sepertinya Hazel gagal, rasa tak terima.. kebencian.. rindu.. dan ditinggalkan tanpa kejelasan.. semuanya membuncah di kepala.
Ia melangkah mendekat dengan sorot mata tajam sekaligus berkaca-kaca.
"Hazel.."
"Bajingan!.." Tukasnya terasa begitu menyakitkan.
Mike yang menyaksikan itu terdiam, saat ini ia kembali menggunakan wajah Leonard. Bukan tanpa sebab, semua yang terjadi di sana.. semua tanda yang sengaja Mike bocorkan melalui Jason.. Mike melakukan itu dengan tujuan agar semuanya benar-benar usai. Walaupun hanya dengan menggunakan wajah Leonard lah, ia bisa melihat tatapan Hazel penuh kasih dan cinta terhadapnya.
Bukh!
Bukh!
"Sialan!!.." Hardik Hazel memukuli tubuh bidang itu berkali-kali, air matanya tak mampu ia tahan dan berlinang menghiasi wajah cantiknya. "Kemana saja kau selama ini!? Kau menyakitiku, Leonard! Kau pergi tiba-tiba meninggalkan ku tanpa jejak sekalipun. Kau pikir itu hal yang menyenangkan, ha!???."
"Jika akan berakhir seperti ini harusnya sejak awal kau tak membawa perasaan ku sejauh itu!! Dimana otakmu!??." Kecamnya.
Bukh!!
"Sialan!! Aku begitu membencimu, sangat membenci!!.."
Bukh!!
"Suami macam apa kau ini?? Setidaknya jika tak mampu bertanggungjawab atas semua, beri aku kejelasan jangan serakah, Leonard!!.." Lanjut Hazel benar-benar tak terima.
Raut wajah pria itu nampak terasa berat, Mike membiarkan tubuhnya dipukuli berkali-kali, ia berusaha meraih tangannya itu yang gemetar. Sangat merasa bersalah, sakit sekali perasaannya melihat sisi istrinya yang seperti ini.
Rasanya jika bisa Mike ingin mengungkap semua, tapi resiko itu akan sangat tinggi, Mike tak ingin kehilangan Hazel lagi. Untuk saat ini, inilah yang bisa ia lakukan untuk masih tetap menggenggamnya.
Benar, hanya menjadi Leonard juga Mike tak bisa menutupi diri, namun apalah arti semua itu? Sosoknya yang asli bukan berada pada tubuh Leonard yang ia gunakan untuk misi, Mike tetap Mike di kehidupan yang berbeda.
"Maafkan aku.. maaf atas semua yang sudah ku lakukan padamu." Lirih Mike. "Sejak awal aku tak terbuka dan egois. Tetapi, tak pernah sedikit pun aku berniat untuk menyakiti dirimu."
"Maaf katamu? Mudah sekali! Kau tahu Leonard? Untuk bisa menemuimu kembali aku melewati jalan yang begitu sulit!!.." Potong Hazel benar-benar meluapkan segalanya. "Aku kesulitan dengan kakak sambung ku sendiri yang begitu mirip dengan mu! Aku tak bisa benar-benar menjauhinya juga karena bantuan dia aku bisa menemukan mu."
Bukh!!
"Kau benar-benar sialan! Kau mengacaukan semua! Jangan cuma maaf, bertanggung jawablah atas semua yang kau buat! Beri aku kejelasan!."
Greph!
Leonard meraih tubuh itu mendekapnya erat ke dalam pelukan, tak peduli Hazel memukulinya dan berontak.
Semakin kejer lah tangis Hazel di pelukannya, kepalanya begitu pening dengan segala luapan yang keluar.
"Baiklah, aku tak mau kau tersiksa seperti ini lagi, aku pun begitu kesulitan." Ujar Leonard. "Kau yang berharga tak pantas berharap pada sosok ku yang hidup dalam bayang-bayang misi, yang tak bisa membangun keluarga dan tetap menemani pasangan demi menjaga negara.."
"Sangat egois memang, dan mulai saat ini lanjutkan lah hidupmu.. Aku ingin kau aman tenteram, memulai hidup baru tanpa merasa terus ditinggalkan." Lanjut Leonard.
Hazel yang mendengar itu tertawa getir, ia menjauh dari pelukan Leonard. Menatap sosoknya dengan rasa kacau yang menyesakkan. "Kau memang jahat..."
"Setelah semua luka yang kau torehkan, aku memang butuh kejelasan.. tetapi sangat tak terduga, dari banyaknya solusi kau memilih untuk melepaskan.. menyuruhku melanjutkan hidup sendiri.." Lirih Hazel begitu sakit, namun nada suaranya berubah tak tinggi lagi.
"Hazel dengar, kau tak bisa bersama dengan sosok yang hidup dalam bayang-bayang ini. Kau akan menyesal dan tak tenang, semuanya nampak palsu.." Timpal Mike penuh penekanan, dan berharap istrinya itu benar-benar menerima.
"Ya.." Hazel langsung menganggukkan kepalanya berkali-kali seolah menanggapi, ia memang benar-benar telah dipermainkan. "Kau tak salah, sangat benar sekali.. tetapi...
Sorot mata cantik itu nampak tajam disela gemetar yang menguasai. "Ingat ini, aku tak akan pernah melupakan sosok suami yang telah mempermainkan ku..
PLAKK!!
Suara tamparan keras begitu menggema.
"Jahat, sangat jahat sekali.."
Wajah Leonard kini memalingkan diri dari Hazel akan tamparan kerasnya yang membuat kepala itu menggilir. Pedas sangat pedas, namun tanpa siapapun yang tahu, Mike dibuat melotot tetapi bukan karena tamparan Hazel, melainkan ia panik akan sesuatu..
Ya, topeng sialan Leonard jadi bergeser akan tamparan keras Hazel.
Jika ia menoleh, maka akan sangat jelas tubuh itu memiliki 2 lapisan wajah. Semuanya akan terbongkar..
"Ah.. sialan.."
Hingga pada akhirnya, pria itu pun terjun bebas ke dasar laut meninggalkan Hazel tanpa melihat dan berkata apapun lagi.
Hazel yang mendapati itu benar-benar lemas, ia terduduk dan terisak di sana sambil memaki Leonard. Semuanya kini sudah jelas, Leonard memberinya kejelasan sesuai apa yang Hazel inginkan, tetapi rasanya begitu sakit benar-benar sakit sekali..
Leonard memilih pergi dengan misinya tanpa menggenggam tangan Hazel di sampingnya lagi.
Wanita cantik itu menyeka air matanya yang terus turun, isak tangisnya terasa menyakitkan. Semua sudah digariskan seperti ini, namun bagaimana caranya Hazel melanjutkan hidup tanpa Leonard?.
"Kau benar-benar mempermainkan ku, aku sangat membencimu.. Leonard.."
.
Hujan yang semula rintik kini berubah menjadi deras, Jason nampak menghampiri dengan raut wajah panik. "Nona, masuk!.. kemari, kenapa kau membiarkan tubuhmu kuyup??."
Hazel tak menjawab apa-apa, ia lelah akan semua dan tatapannya begitu kosong. "Biarkan aku seperti ini.."
"Tidak, kau akan sakit. Tuan Mike dan orang rumah akan begitu memarahiku.." Jason yang membawa payung segera membantu Hazel untuk berdiri masuk ke dalam.
Sementara itu, anak buah Mike yang juga basah kuyup setelah pelatihan, dan Jason yang baru masuk dengan Hazel, dikejutkan dan bertanya-tanya saat melihat tuannya muncul dari perairan dengan penampilan baru.
Cap lima jari terpampang indah dan jelas terukir merah pada wajah tampan Mike. Ngilu sekali melihatnya.
"Tuan, apa terjadi sesuatu dengan wajahmu?."
"Ah ini.. bukan apa-apa." Mike menyentuh pipinya yang masih panas, sorot mata tajam itu melirik Hazel yang menunduk lemas di dalam kapal.
"Lalu kenapa?."
"Tadi hanya gurita genit yang tiba-tiba menciumku.."
"Ya??."
ini membuat ku tak puas jika hanya sehari membaca satu bab saja🤭
gitu dong suami , gak tahan juga akhirnya😂
❤️❤️❤️❤️❤️
👍👍👍👍👍
👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
kancingnya jinjit kalo aku bilangnya sele genje 🤣l
mike sih pake acara nyamar segal sebagai leonard...
awas jangan sampai kepergok daddy adam ya kalian berdua🤣🤭tapi sah-sah aja sih mereka berdoa pasutri....