NovelToon NovelToon
VILLAIN TO HERO: INDONESIA HUNTER

VILLAIN TO HERO: INDONESIA HUNTER

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Penyelamat / Mengubah Takdir
Popularitas:973
Nilai: 5
Nama Author: Natelashura7

Di dunia di mana gerbang dimensi terbuka dan monster mulai menginvasi bumi, garis antara pahlawan dan penjahat menjadi kabur. seorang pria yang terjebak dalam takdir sebagai antagonis, raja naga kehancuran terbangun di tubuh manusia bumi bernama voltra.

Sang Raja Naga Kehancuran, entitas yang ditakdirkan menjadi villain sejati, kini terjebak dalam raga manusia yang lemah. Alih-alih menghancurkan dunia, ia justru terikat oleh tanggung jawab yang tak pernah ia bayangkan: seorang adik perempuan dan kewajiban menjadi seorang Hunter.

Terjebak dalam dilema antara identitas aslinya sebagai penghancur dan peran barunya sebagai kakak sekaligus pembasmi monster. Memilih antara harapan atau kehancuran?​.

-LATAR CERITA DI INDONESIA
-KARAKTER PENTING ADA ILUSTRASI

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Natelashura7, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 18 menyerap elemen es

"Itu adalah monster tingkat Calamity" ucap Ethan memberitahu. "Kita harus memancingnya kedekat pantai dan mengumpulkan lebih banyak hunter" Lanjutnya berucap.

"Mana mungkin aku melakukan itu" Balas voltra berenang cepat.

Ujung tombaknya bersinar, tentakel besar membelah air dan melesat cepat untuk menghancurkan voltra. Satu tebasan cepat memotong tentakel itu menjadi beberapa bagian. Kraken meraung keras membuat gelombang air semakin tinggi.

"Mungkinkah dia benar-benar bisa mengalahkan monster itu. Kalau begitu aku tidak bisa diam saja" Batin Ethan berenang semakin dalam untuk membantu.

Gelombang air tinggi akibat terjadinya ledakan demi ledakan. Para hunter di atas kapal hanya bisa melihat gelombang laut yang menyeramkan, didalam sana hanya voltra dan Ethan, bahkan hunter kanada lain dilarang masuk karena sangat berbahaya kondisi di sana.

"Ughh... Rasanya aku ingin muntah" ucap raven.

"Apa ada yang bisa dilihat melalui radar" Teriak Alina.

"Radar hanya menunjukkan hunter voltra dan hunter Ethan tengah menghadapi makhluk besar" Jawab hana memberitahu.

Didalam air Ethan melesat menghindari tabrakan tentakel besar yang terus menerus mengincarnya.Ia bergerak sangat lincah kesana kemari, membuat tentakel saling melilit satu sama lain. Kraken meraung karena tentakel terlilit satu sama lain.

"Stream water" ucap Ethan memutar tombaknya didalam air.

Pusaran air tercipta dari putaran tombaknya. Ia melempari tombak itu sekuat tenaga kearah salah satu mata dari Kraken, tombaknya berputar cepat dan berakselerasi, tombak itu menancap secara sempurna menghancurkan salah satu dari enam mata Kraken.

"Seandainya aku membawa tombak lebih banyak" Batin Ethan.

"Oy, lumayan juga serangan tadi" ucap voltra sambil memegang salah satu tentakel. "Sekarang diam dan tonton lah" Lanjutnya melemparkan Kraken ke luar dari air.

Semua orang di atas kapal terkejut saat kraken berukuran lebih dari tiga ratus meter terlempar ke udara. Kraken itu terombang-ambing di udara, mulutnya terbuka mengumpulkan energinya dingin luar biasa, voltra keluar dari dalam air melihat cahaya biru kehitaman di langit.

"Tubuh ini tidak memiliki kemampuan apapun. Kalau begitu ku manfaatkan sebagai wadah saja" Batin voltra memandang keatas.

"Kemari kau!" Tantang voltra.

"Voltra apa yang kau lakukan, menghindar" Teriak Alina panik.

Gelombang sinar dingin melesat turun, sangat dingin sampai bahkan air laut membeku seketika. Bagian bawah kapal langsung membeku saking dinginnya, hunter Ethan sendiri harus melompat keatas kapal agar tidak terkurung di medan beku. Alina sesaat berpikir kalau voltra sudah mati membeku, ditambah Kraken mendarat keras di lapisan es.

"Seluruh lautan dalam radius delapan ratus meter membeku" ujar hana memberitahu setelah melihat radar. "Ada yang aneh" Lanjutnya berucap.

"Apa maksudnya?" Tanya Raven.

"Es nya perlahan-lahan menyusut" ucap Alina menujuk seberekas cahaya.

Cahaya putih kebiruan begitu terang hingga mereka harus melindungi mata menggunakan punggung tangan. Kraken mengulurkan tentakelnya untuk menghancurkan cahaya itu, tapi tentakelnya membeku dan hancur berkeping-keping. Saat cahaya redup terlihat voltra dalam aura es, ia menyerap semua es hingga lautan kembali menjadi air.

"Aku mencoba menyerap energi monster di Kalimantan, namun gagal karena Great Heart of the Forest bukan monster tingkat Calamity. Sepertinya aku hanya bisa menyerap monster tingkat Calamity saja" Batin voltra memegang tombaknya.

"Mampus kau... Disaster blizzard" ucap voltra melemparkan tombaknya.

Tombaknya berakselerasi di udara menjadi pusaran es yang membekukan seluruh tubuh Kraken, voltra melompat mengumpulkan mana ditangan kanannya lalu meninju keras menghasilkan daya ledak tinggi yang menghancurkan tubuh Kraken seluruhnya.

Pecahan tubuh Kraken yang telah membeku itu jatuh ke laut seperti jutaan kristal kaca yang hancur. Suasana seketika menjadi hening, hanya menyisakan suara deburan ombak yang kini mulai tenang kembali. Kabut ungu yang tadinya menyelimuti langit Tokyo perlahan memudar seiring dengan hancurnya sumber energi Calamity tersebut.

Voltra mendarat di atas dek kapal dengan gerakan yang sangat ringan, seolah-olah dia tidak baru saja bertarung melawan monster sebesar gunung. Aura es yang menyelimuti tubuhnya perlahan masuk kembali ke dalam pori-pori kulitnya, meninggalkan sensasi dingin yang menyegarkan bagi Voltra.

"Selesai" gumam Voltra pendek. Ia menatap telapak tangannya sendiri. "Wadah ini ternyata lebih kuat dari yang kuduga. Menyerap energi Calamity benar-benar mempercepat pemulihan sirkulasi mana primordialku" Lanjutnya.

Ethan, yang berdiri tak jauh dari sana dengan napas terengah-engah dan baju wetsuit yang sobek di beberapa bagian, hanya bisa menatap Voltra dengan mulut setengah terbuka.

"Kau... kau baru saja menyerap serangan tingkat Calamity dan membalasnya dengan kekuatan yang sama? Itu tidak masuk akal" ujar Ethan antara kagum dan tidak percaya.

Alina segera berlari menghampiri Voltra, matanya memindai seluruh tubuh pemuda itu untuk memastikan tidak ada luka.

"Voltra! Kau gila ya?! Kau hampir saja membuat jantungku copot! Jangan pernah mencoba menyerap serangan murni seperti itu lagi tanpa aba-aba!" ujar Alina sempat panik karena menganggap voltra mati.

"Berisik, Naga Betina," balas Voltra sambil memasukkan tangan ke saku jaketnya yang entah bagaimana masih utuh. "Lagipula, es itu rasanya seperti es serut tanpa sirup. Hambar" Lanjutnya bergumam.

[Nama: voltra].

[Strength: 90/100, speed: 90/100, endurance 90/100, mana: 100/100].

[Skill liberation ice: mengendalikan suhu dingin].

"Elemen es yah. Aku tidak terlalu menyukainya, tapi setidaknya ini berguna dibandingkan hanya memakai mana murni" Batin voltra melihat data dirinya sendiri.

"Gila... kau benar-benar monster, Voltra. Aku tidak akan pernah mau bertaruh melawanmu, bahkan jika taruhannya adalah koleksi action figure-ku yang paling langka" ujar Raven masih memegang perutnya karena mabuk.

"Memangnya sejak kapan kau bisa mengalahkan ku?" Tanya voltra datar.

Hana, yang sejak tadi mematung di jembatan komando, akhirnya tersadar. Ia menekan mikrofon komunikatornya dengan tangan gemetar.

"Markas Pusat... ini tim evakuasi Teluk Tokyo. Monster tingkat Calamity... telah dimusnahkan. Ulangi, dimusnahkan oleh Hunter Voltra dari Indonesia. Seluruh gate di Palung Jepang dinyatakan tertutup" ucap hana pada alat komunikasi.

Malam itu, berita tentang kemenangan di Palung Jepang menyebar ke seluruh dunia seperti api yang ditiup angin kencang. Setelah berjam-jam laporan dan urusan birokrasi yang membosankan (yang sebagian besar diselesaikan oleh Alina), tim Indonesia akhirnya bisa beristirahat. Voltra berdiri di balkon kamar hotelnya yang mewah, menatap matahari terbit di ufuk timur Jepang.

"Kak! Kau lihat ini?!" teriak Vanya dari dalam kamar melalui panggilan video. "Kau masuk berita di semua saluran TV Jepang! Mereka menyebutmu 'Dewa Es Hitam'!" Lanjutnya membet.

"Cuma gelar berlebihan. Bagaimana keadaan di rumah? Kau tidak membeli barang aneh-aneh dengan kartu itu kan?" Tanya voltra tidak terlalu memikirkan gelar anehnya.

"Hehehe, cuma beli beberapa stok ceker ayam premium dan... umm... mungkin satu set komputer baru?" jawab Vanya malu-malu.

Tiba-tiba, pintu kamar Voltra diketuk. Alina masuk dengan wajah yang terlihat sangat lelah namun puas, tanpa meminta izin voltra lebih lanjut.

"Voltra, pemerintah Jepang sudah mentransfer bayaranmu" Ucap alina memberitahu. "aku akan tidur sebentar" lanjutnya berbaring disofa.

"terserah saja" cuek voltra.

1
Fajar Fathur rizky
thor novelnya yang satunya di tunggu updatenya thor bab 210 novel btth sistem vilain pengen liat huntiandi bantai iblis darah
Fajar Fathur rizky
thor mau tanya thor mau uangnya apakah pake koin emas thor
Fajar Fathur rizky
thor mau tanya thor ko novel btth sistem mc baru update sekarang apakah kemarin lagi sibuk thor
Fajar Fathur rizky
thor mau tanya itu mata uangnya apakah pake koin emas thor tolong di jawab thor
Fajar Fathur rizky
thor apakah ada tingkatkan hunter ss
Fajar Fathur rizky: terimakasih atas informasinya thor kirain yg tingkat tinggi hanya sampai tingkat ss
total 2 replies
Fajar Fathur rizky
Thor tolong di jawab Thor novel satunya yang sistem vilain dan sistem mc yang btth kapan update bab terbaru Thor bab 208 dan satunya bab 118 Thor mau tanya Thor apakah fokus dulu ke novel ini dulu jika udah tamat novel yang btth sistem mc dan btth sistem vilain baru di lanjut tolong di jawab Thor
Fajar Fathur rizky
Thor mau tanya Thor ini mcnya over power Thor
Fajar Fathur rizky
Thor mau tanya Thor novel yang btth sistem vilain bab 208 kapan update bab btth sistem mc kapan update bab 118 Thor tolong di jawab Thor penasaran lanjutan novel Thor
Fajar Fathur rizky
Thor novel baru Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!