NovelToon NovelToon
OBSESI CINTA PERTAMA

OBSESI CINTA PERTAMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Kisah cinta masa kecil / Diam-Diam Cinta / Bad Boy / Kriminal dan Bidadari / Idola sekolah
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Andara prina Larasati

"I think I'm addicted to your body"-Jeffranz Altair-


Sherra menyesali keputusannya malam itu. Malam dimana ia menyerahkan tubuhnya pada cinta pertamanya---Jeffranz Altair si Perisai PASBARA yang terkenal dingin dan kasar.

Sherra menyesal. Karena setelah hari itu sikap Jeff berubah. Yang awalnya benci menjadi terobsesi.

Jeff menghancurkan masa depan Sherra dengan mengurung gadis itu dalam hubungan rahasia.

Sherra terpaksa menjadi selingkuhan.
Diperlakukan layaknya binatang.
Hingga dianggap wanita murahan.

Hidupnya hancur berantakan. Namun Jeff sama sekali tak peduli.

Karena bagi Jeff apa yang ia lakukan pada Sherra, adalah hukuman karena gadis itu berani mengusiknya.







-----

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andara prina Larasati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17. Doa dan Dosa

...TOXICSERIES...

Dulu, Sherra pikir hidup itu hanyalah sebatas lahir, jatuh cinta, menikah, kemudian mati. Namun saat ia berada di fase ini, pemikirannya berubah.

Tak ada jatuh cinta. Yang ada jatuh dalam jurang dosa. Ikatan sah rupanya sudah mulai dibuat main main. Bahkan kini, dengan mudahnya ia meberikkan kehormatannya pada seseorang yang bukan suaminya.

Tak ada kebahagiaan pasti. Setelah malam itu terjadi.

Sherra menangkup tangan Mamanya yang hendak memasuki ruang operasi. Gadis itu terus memanjatkan doa sambil sesekali mengecup telapak tangan mamanya erat. Entahlah, Sherra akan melakukkan apapun agar mama Dinda tetap berada di sampingnya.

Itulah janjinya.

Tak peduli jika ia harus melakukan hal gila untuk mendapatkan uang. Asalkan Mama Dinda selamat, Sherra tak masalah

Ia sudah tak ada harganya sekarang.

"Waktu operasi akan berjalan sekitar 6 jam. Jadi, kami mohon kesabaran wali pasien untuk tetap berdoa di luar ruangan. Kami akan melakukkan operasi ini sebaik mungkin"

"Baik dok" Suara Sherra terdengar sendu. Dokter itu pun memasuki ruangan beserta Mama diatas brankar yang di dorong oleh sebagian perawat. Sejak tadi malam Mama sama sekali tak berbicara. Wanita itu bangun sesekali hanya untuk menatap kearah Sherra. Setelahnya kembali menutup matanya.

Sherra menutup wajahnya dengan kedua tangan. Pundaknya bergetar, ia terisak kala pintu ruangan oprasi tertutup rapat. Kai di belakang gadis itu hanya sanggup menghela nafas pelan, membawa gadis itu kedalam pelukannya.

Kai tau, Sherra begitu rapuh. Maka dari itu, Kai akan melindungi gadis rapuhnya agar tak hancur.

"Berdoa ya? Mama Dinda pasti baik baik aja. Percaya sama aku"Sherra menggelengkan kepalanya.

"Gimana, kalau seandainya operasinya gagal? Dan Mama ninggalin aku sendirian?" pikirnya kalut. Kai langsung mencengkram kedua pundak gadis itu seraya menatap netranya dalam.

"Sher kamu harus tetep berfikir positif. Mama Dinda gak selemah itu!" Ujar Kai menyadarkan Sherra yang kalut akan pikirannya sendiri.

"Mama Dinda gaakan ninggalin anak kesayangannya sendirian Sher. Gaakan" Tangis Sherra pecah begitu saja. Dan lorong rumah sakit ini menjadi saksi betapa hancurnya jiwa Sherra dihantam realita dunia.

Dengan semesta, yang sama sekali tak membantunya.

...TOXICSERIES...

"Sherra gak masuk Mon?" Mona yang saat itu baru saja duduk di kursinya menoleh kearah jojo dan Orion.

"Dia jagain nyokapnya dirumah sakit" balas Mona meletakkan ranselnya kemudian mengeluarkan kaca kecil dari sakunya untuk membenarkan riasan yang hilang di terpa angin jalanan.

"Hah? Nyokapnya Sherra sakit?" Mona melirik kearah Jojo.

"Iya"

"Sakit apaan?" Kening Mona langsung mengernyit tak suka.

"Kepo banget lo kaya dora! Mending pergi deh, ngapain nanya nanyain Sherra? Lo kenal dia aja enggak!" balas Mona pedas. Yang gadis itu katakan benar kok.

Jojo dan Orion itu hanya sebatas kenal sepintas dengan Sherra karena sahabatnya itu menyukai Jeff. Selebihnya mereka hanya orang asing.

"Yaelah galak banget, nanyain temen sendiri aja kagak boleh"rajuk Jojo.

"Gak, gak boleh! Udah hus hus pergi lo berdua! Bikin badmood aja pagi pagi!"

Inilah sikap Mona. Sinis.

Gadis itu memang terkenal sangatlah salty dengan makhluk lelaki. Apalagi jika bentukkannya seperti Jojo dan Orion yang punya 1000 ide sesat Mona lebih benci lagi. Dan berbicara tentang masuknya ia menjadi bagian Pasbara beberapa waktu lalu, itu karena permintaan Shakka yang mengetahui Mona adalah atlet Taekwondo dengan sabuk hitam.

Dan jika kalian pikir Mona dekat dengan sesama anggota? Jawabannya tidak.

Selain Shakka yang merupakan ketua. Ia tak dekat dengan mereka.

"Mon, lo tau gak?" terlihat Zara dengan seragam ketatnya baru saja datang dan menghampiri bangku Mona. Mendudukkan dirinya disana sambil membawa info baru.

"Tau apa?"

"Ini tentang Sherra" Sebelah alis Mona terangkat.

"Sherra? Emang Sherra kenapa?"Tanya Mona penasaran. Pasalnya Sherra tak pernah menjadi trending topik lagi setelah menjauh dari Jeff. Dan kalau sudah menyangkut tentang gadis itu, pasti ada hubungannya dengan si brengsek. Mona yakin itu.

"Tadi pas gue parkir, gue denger si Sonya nyeritain tentang si Sherra ke si Caca"

"Hah? Maksud lo?" Zara menganggukkan kepalanya.

"Gue gatau fullnya kaya gimana. Tapi si Sonya bilang kalau si Sherra udah pernah 'tidur' sama si Jeff" Netra Mona terbelalak. Pikiran gadis itu mengelana pada malam dimana Sherra tak mengangkat telfonnya dan tak pulang kerumah setelah izin akan pergi ke apartemen lelaki itu.

Apakah hal "itu" benar terjadi?

"Kayaknya gak mungkin deh" Zara menepuk paha Mona.

"Gue juga mikirnya gitu. Tapi setelah Sonya ngomongin soal video streeming Jeff seminggu yang lalu. Gue jadi curiga" Mona semakin dibuat tak mengerti dengan penuturan Zara.

"Video streaming? Ini maksudnya apalagi anjir? Makin kesini makin kesana aja cerita lo" balas Mona. Zara menghela nafanya kasar.

"Gue juga gatau pasti. Tapi waktu kita ke klub waktu itu. Setengah sadar, gue denger kalau Jojo ngasih dare ke Jeff. Untuk 'tidur'sama Sherra"

Bak tersambar petir di siang bolong. Netra Mona tebelalak seketika. Ia memegang wkdua pundak Zara, lalu menggoyankannya keras.

"Yang bener aja lo anjing!"

"Beneran Na! Kemarin di tongkrongan juga mereka ngomongin tentang Sherra. Dan motor Jeff yang baru. Katanya itu hadiah dari Jojo karena Jeff udah ngelakuin apa yang dia mau"

Pegangan pada pundak Zara terlepas. Digantikkan dengan tatapan kosong Mona. Walaupun hanya sebatas berita, namun sepertinya Mona harus menyelidiki ini lebih dalam.

TOXICSERIES

Caca atau panggilan beken dari Acacia Khalista merupakan pindahan dari luar kota. Gadis yang menyandag sebagai tunangan Jeff itu di paksa pindah ke kota Kembang karena dinas ayahnya yang merupakan pengusaha.

Caca sebenarnya bukan orang yang mudah bergaul. Ia cukup introvert dan nyaman dengan dunianya sendiri. Namun, setelah menjadi anggota dari geng Sonya. Si putri sekolah entah mengapa ada banyak hal yang Caca lewatkan selama hidupnya.

Seperti saat ini. Nongkrong di jam pelajaran padahal guru sedang ngajar. Sonya menghisap rokoknya dengan santai sedangkan Nata dan Diandra asyik bergosip ria.

Lagi, lagi Caca selalu menjadi pendengar diantara mereka. Karena memang sedari awal ia bukanlah orang yang suka berbicara.

"Lo itu beruntung loh Ca" Celetuk Sonya. Caca menoleh.

"Beruntung?"

"Iya" Jawab gadis itu sambil menghembuskan asap rokoknya ke udara. "Lo bisa jadi tunangan Jeffranz Altair aja itu udah sebuah kehokian" lanjutnya.

Pegangan Caca pada gelas jusnya perlahan menguat kala Sonya melontarkan kata kata itu padanya.

"Emang, se populer apa Jeff sampai kamu mikir kaya gitu?" Sonya terkekeh kecil.

"Jeff itu salah satu perisai Pasbara. Dia salah satu kaki tangan Shakka, bisa dibilang co leadernya geng besar di sekolah ini" Sonya memulai ceritanya. Sebenarnya sedari awal ia tak begitu tertarik dengan segala yang berhubungan dengan geng yang menaungi tunangannya itu.

"Dan Shakka adalah ketua yang sukses mengerakkan anggota Pasbara hingga disegani oleh beberapa geng motor di kota. Gimana? Keren banget kan??" tiba tiba Nata tertawa.

"Halah, Pasbara itu terlalu overrated. Padahal aslinya gak se berkuasa itu, masih jauh sama Smanjaya" Sorot wajah Sonya mendadak berubah tak suka.

"Haha itu opini lo" Nata tertawa sumbang.

"Yes its my opinion, karena realitanya bahkan Pasbara gak pernah bisa ngalahin Pasukan 08 di Arena balap" balas gadis itu dengan wajah mengejek. Sonya kepanasan sendiri.

"Itu kebetulan doang"

"Gaada kebetulan yang berulang" Nata menyeruput jus jeruknya lalu menyurai rambutnya kebelakang.

"Udahlah, akuin aja. Smanjaya itu udah kalah dari segala aspek. Prestasi? Popularitas geng? Atau bahkan basket? Mereka selalu unggul cuy" Balas Nata masih dengan opini yang dia punya.

"Sedangkan Pasbara selalu berada satu langkah di belakang Pasukan 08. Gak pernah maju dan terus berdiam diri disana" Sonya mendengus.

"Kayaknya lo deh yang overrated soal Smanjaya" balas Sonya.

"What? Gue ngomongin fakta By the way"Sonya terkekeh sinis.

"Fakta atau memang lo sama sekali gak pernah berpihak ke sekolah kita?" Nata menggelengkan kepalanya sambil mencepol surai panjangnya. Kegerahan.

"Nata....nata..." Sonya mematikkan rokonya yang sudah hampir habis.

"Kayaknya lo masih belum bisa move on dari cowo Smanjaya itu ya?" Sebelah alis Nata terangkat.

"Gausah bawa bawa Seno lagi"

"See?"Ejek Sonya. Wajah Nata berubah memerah. Menahan amarah.

"Gimana rasanya jadi selingkuhan??" Sonya tertawa sumbang membuat Nata langsung menggebrak meja mereka kasar. Diandra dan Caca yang sedari tadi diam langsung menahan masing masing tangan mereka.

"Gue bilang gausah ngebahas dia bisa?!" bentak Nata. Sonya masih memandangnya angkuh.

"Udah, udah jangan ribut nanti ketauan guru" Lerai Diandra. Caca mengangguk. Nata langsung menepis tangan Diandra yang menyuruhnya untuk duduk. Gadis itu malah beriap untuk pergi.

"Paling males gue debat lo. Kalau kalah pasti bahas masalah pribadi. Sampah!" Tandasnya kemudian pergi dari kantin. Meninggalkan Sonya, Diandra dan Caca.

Terlihat Sonya tertawa. Seolah kemarahan Nata adalah hal biasa. Sedangkan Caca malah dibuat penasaran dengan konflik apa yang sebenarnya terjadi antara dua sekolah yang berdekatan ini?

...TOXICSERIES...

"Hallo?" Terlihat seorang lelaki dengan seragam berantakan tengah menelpon seseorang dari sebrang sana.

"Gimana?"lelaki itu menatap ke sekelilingnya.

"Dia hampir mati" terdengar suara tertawa dari sebrang sana.

"Bagus, setelah itu hancurkan anaknya. Buat dia menderita dan jangan sampai ayah kamu tau soal ini"Titah suara wanita dari sebrang sana penuh intimidasi. Lelaki itu mengangguk kemudian menyurai rambutnya kebelakang.

"Ya, Nathan akan melakukkannya"

"Bagus!"

Sambungan terputus. Lelaki itu memandang layarnya yang menghitam seraya Menyeringai penuh arti.

...TOXICSERIES...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!