Ini kisahku...
Seorang laki-laki yang mencoba mencari cinta masa SMP nya,yang selama 13 tahun hanya terpendam dihati belum sempat terungkapkan. Namun ketika takdir berpihak padaku,mempertemukan aku dan dia,aku harus menelan kekecewaan karna menerima kenyataan bahwa dia sudah menjadi milik orang lain.
Akankah ada keajaiban untukku agar bisa memilikinya?
Sementara hatiku tak mampu berpaling pada wanita lain.
Selamat menikmati kisahku yaaa....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon In Gusman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 18
"Eh nak Hakim,ini siapa si kembar yang cantik-cantik ini..." tanya Dimas padaku.
"Eh ibu...ini adik-adik saya bu,baru tadi pagi datang dari Surabaya... Ais...Nisa...sini..."
"Assalamu'alaikum bu...
Saya Aisyah dan saya Annisa" ucap Ais dan Nisa sambil mencium tangan ibunda Dimas bergantian.
"Wa'alaikumsalam...aduh cantiknya..." ucap ibunda Dimas sambil mengusap kepala Ais dan Nisa bergantian.
"Mau kuliah di sini?"
"Maunya gitu bu,tapi kami masih SMU...baru kelas 11 bu...jadi masih setahun lagi baru bisa kuliah" tutur Ais
"Ooo...kirain sudah mau masuk kuliah,brarti ini sekarang dalam rangka liburan ya...?"
Ais dan Nisa hanya mengangguk.
"Hanya berdua saja?"
"Enggak bu...sama mama sama papa juga..."
"Eh ibu...dari tadi kok nanya melulu,kaya orang lagi nginterogasi aja..."ucap Dimas yang sudah selesai membayar transaksinya di kasir.
Sementara Ayu dan Uci mengekor dibelakangnya.
"Oya Kim...kamu pulang naik apa?" tanya Dimas.
"Tadi naik taksi online...brarti sekarang ya naik taksi online lagi lah..."
"Naik mobil kami aja...masih cukup kok,sekalian ibu pingin kenal sama orangtua kalian...boleh kan?" sahut ibunda Dimas.
"Tentu saja boleh bu...,tapi apa kami tidak akan merepotkan?" ucapku basa-basi...
"Oalah Kim...kamu ni kaya sama siapa saja..."
"Kak Dimas,mbak cantik ini siapa...kok dari tadi diem aja..." kata Nisa
"O iya belum kenalan ya...yang ini adik Kak Dimas,namanya Mbak Ayu...kalo yang lebih cantik ini adalah istri Kak Dimas,namanya Mbak Uci...dan yang centil dan gendut ini anaknya Kak Dimas,namanya Vio..."
"Ooo...salam kenal semua...saya Ais dan ini adik saya Nisa..." ucap Ais memperkenalkan diri.
Ayu dan Uci menyambut mereka dengan senyum dan berjabat tangan,sementara Vio hanya bengong sambil memandangi Ais dan Nisa secara bergantian.
"Kakak-kakak ini kaya Upin Ipin ya...ngomongnya juga,tapi kakak belambut...nggak gundul kayak meleka..."
'Geerrr...'
Semua dibuat tertawa oleh celotehan Vio. Mungkin maksud Vio karna Ais dan Nisa kembar,ditambah cara Ais memperkenalkan diri tadi tanpa sengaja mirip seperti cara Upin mengenalkan Ipin di TV.
"Sudah-sudah...ayo kita pulang,Vio ayo cepet masuk mobil...nenek udah capek tuh..." ucap Uci sambil menggiring anaknya ke mobil yang telah diambil Dimas dari parkiran.
Ayu menggandeng ibunya,sementara Uci dan Dimas memasukkan belanjaan mereka ke bagasi. Aku pun mengikuti Dimas memasukkan belanjaan si kembar ke bagasi.
"Om ganteng duduk didepan sama papa sama Vio ya..." teriaknya,aku hanya senyum dan mengangguk kepadanya.
Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang.
Tak lama sekitar 30 menit,dengan segala kemacetan di hari minggu,kami pun sampai di rumah kontrakanku.
Begitu mobil menepi,kami pun segera keluar satu persatu...
"Mari bu...silahkan masuk" ucapku mempersilahkan ibunda Dimas yang digandeng oleh Ayu.
"Assalamu'alaikum...Maaa...ada tamu..."
"Wa'alaikumsalam...Ais kenapa selalu harus pake teriak sih... Siapa tamunya?"
"Keluarga Dimas ma...tadi ketemu di supermarket terus nganter kami pulang terus mampir. Ibunda Dimas pingin kenal mama katanya..."
"Wah senangnya di kunjungi,mama segera ke depan deh... Nisa bikinin minum buat tamunya..." ucap mama yang segera menuju ruang tamu.
"Assalamu'alaikum jeng...perkenalkan,saya ibunya Dimas..." ucap ibunda Dimas.
"Wa'alaikumsalam...saya mamanya Hakim...MasyaAlloh...anak-anak kita sudah lama bersahabat tapi kita baru bisa berkenalan sekarang ya jeng..."
"Iya...teryata mamanya Hakim cantik pantesan putranya ganteng dan putrinya juga cantik-cantik."
"Wah jeng ini bisa aja... Eh ini Ayu kan?"
"Iya tante...apa kabar?"
"Alhamdulillah...kalo ini?"
"Ini Uci mantu saya...istrinya Dimas"
"Waaahhh Dimas pintar cari istri,cantik... Kalah langkah deh Hakim sama Dimas..."
'Geeerrr'
Semua tertawa mendengar kata-kata mama.
"Ih mama...anak sendiri malah di olok-olok" bathinku.
"Ngomong-ngomong,jeng kok sudah kenal sama anak saya Ayu..."
"Iya jeng,waktu itu saya lagi video call sama Hakim,terus ada Ayu dan Vio...jadi kami sekalian kenalan dech...hehehe"
"Ngomong-ngomong ini pemeran utamanya si Dimas mana ini...?"
"Tuh baru dari luar..."
"Omaaa..."
"Naa kalo yang ini oma nggak lupa...ini si cantik Vio kan?"
"Iya oma cantik...Assalamu'alaikum..." ucap Vio sambil mencium tangan mama.
"Wa'alaikumsalam...duh pinternya..."
"Assalamu'alaikum...apa kabar tante...om mana ini..."
"Wa'alaikumsalam...Alhamdulillah baik...om lagi beres-beres rumah kami...Rencana kan Hakim mau pindah kesana karna pengontraknya sudah pindah jadi om nungguin orang-orang yang bersih-bersih dan sedikit merenovasi rumah biar cepat selesai."
"Ooo...apa kontrakan disini sudah habis jeng?"
"Belum sih,tapi rasanya kan lebih enak di rumah sendiri daripada di rumah kontrakan..."
"Akh iya juga ya jeng..."
Begitulah mamaku,kehebohannya mampu membuat mereka semua tertawa terbahak-bahak. Dan pada akhirnya di tengah kehebohan para wanita dengan dunia mereka,kami para pria yang harus rela tersisih dari mereka.
Aku dan Dimas pun memilih menikmati kopi di teras rumah,sementara Vio akhirnya ketiduran di kamarku setelah capek main bersama si kembar.
"Assalamu'alaikum..."
"Wa'alaikumsalam...lho mobilnya diparkir dimana pah...kok Hakim nggak denger suara mobil papa..."
"Mau denger gimana,lha wong kalian berdua aja keasyikan cerita..."omel papa.
"Hehehe...siang om..."
"Siang...eh tunggu dulu,om kaya lupa-lupa inget sama kamu...bukannya kamuuuu..." papa memijit-mijit dahinya untuk mengingat tentang Dimas.
"Dimas om..."
"Akh yaaa Dimas...teman SMP nya Hakim kan?"
"Ya...betul sekali om...Apa kabar om? Sehat kan?"
"Alhamdulillah...eh kok di dalem kaya yang rame banyak tamu...siapa Kim?"
"Keluarga saya om,tadi ketemu di supermarket sama Hakim,Ais dan Nisa terus kami mampir ke sini...ngrepotin tante..."
"Eh...nggak ada kata ngrepotin buat silaturahmi...InsyaAlloh justru malah manjangin umur dan rejeki...om masuk dulu Dim...mo kenal sama keluargamu dulu..."
"Iya om...terimakasih sudah menerima kami..."
"Iya...Dim...jangan sungkan,anggap aja kaya ke keluarga sendiri..."
Papa tersenyum dan menepuk pundak Dimas.Lalu papa pun segera berlalu masuk ke dalam rumah.
"Assalamu'alaikum..."
"Wa'alaikumsalam..." jawab mereka bersamaan.
"Eh papa sudah pulang...Pa,ini kenalin...ini ibunda Dimas,ini Ayu adiknya Dimas dan ini Uci istrinya Dimas...cantik-cantik kan pa..." ucap mama memperkenalkan tamunya dan papa pun mengangguk sambil tersenyum...
"Salam kenal...saya papa nya Hakim..."
"Pa...kami tadi habis masak bersama lho dan teryata Ayu ini selain cantik,lembut...teryata pinter masak juga..."
"Oya...Subhanallah...paket komplit dong..." goda papa.
"Tante bisa aja...tante berlebihan om..." ucap Ayu sambil tersipu malu.
"Iihh enggak kok,Ayu memang pinter...papa bersih-bersih dulu deh...bentar lagi kan dzuhur,setelah sholat nanti kita terus makan siang bersama..." ucap mama sambil mendorong papa masuk.
Mama memang manja sekali sama papa dan terkadang mama suka lupa tempat dalam mengekspresikan kemanjaannya.
Tak lama adzan dzuhur pun berkumandang...aku,papa dan Dimas pergi ke masjid deket rumah,sementara para wanita sholat di rumah. Selesai sholat dzuhur kamu pun makan siang bersama.
.
.
.
.
.
.
.
Lanjut...