Lamha yang masih dalam keadaan berduka karena kehilangan bayinya kini dihadapkan dengan keadaan sulit dimana pemilik kontrakan tempatnya menyewa rumah memaksa Lamha untuk segera mendapatkan uang dalam waktu satu malam.
Dan akhirnya takdir membawanya kepada keluarga Graham. Lamha bekerja disana sebagai ibu susu baby A yang juga baru saja kehilangan ibunya. Pada suatu hari Lamha diminta pulang oleh ibunya dikampung, karena akan ada seorang lelaki yang akan mempersunting Lamha. Dengan berat hati Tuan El (Ayah baby A) terpaksa menikahi Lamha agar tetap berada disisi baby A yang sudah sangat ketergantungan kepada Lamha.
"Aku menikahimu karena baby A sangat membutuhkanmu, maka jangan pernah mengharapkan apa-apa dari pernikahan konyol ini." tuan El.
"Aku menikah denganmu ikhlas karena Allah. Jika kita berjodoh dan ditakdirkan bersama maka cinta akan tumbuh dengan sendirinya." Lamha.
Bagaimana kisah perjalan cinta mereka? apakah Lamha berhasil meluluhkan tuan El yang ternyata sudah memiliki kekasih bernama Mia. Ikuti kisahnya disini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BRATA_YUDHA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menyakiti lagi
"Mia... bangun, hei!" tuan El menepuk-nepuk pipi Mia agar dia sadar. Namun tetap saja matanya Mia masih terpejam.
"Ron!! kemari!" teriak tuan El.
"Ya tuan." ucap Ron yang langsung datang saat mendengar teriakan bosnya.
"Angkat Mia ke sofa." titah tuan El.
"Tapi..." Ron ragu-ragu sekaligus bingung, kenapa tuannya malah menyuruhnya yang menggendong Mia? apa karena sedang ada Lamha?
"Cepat Ron!" ucap tuan El yang terlihat panik.
"Baik tuan." tanpa buang waktu Ron langsung menggendong tubuh Mia dan membaringkannya di sofa. Setelah itu mencari kotak P3K dan menyerahkannya kepada tuan El. Dan dengan cepat tuan El membalurkan minyak aroma terapi agar Mia segera sadar. Benar saja, tidak lama setelahnya Mia sadarkan diri. Ron memberikan segelas air putih dan langsung diteguk habis oleh Mia.
"Honeeeyy!" Mia memeluk tuan El dengan sangat posessive sambil terisak. Sementara Lamha yang sejak tadi menonton kekhawatiran suaminya kepada wanita lain, hanya bisa mengelap kasar air mata yang sudah jatuh membasahi pipinya.
'Aku kira, setelah kejadian semalam kamu akan membuka hatimu untukku mas. Tapi ternyata hatimu hanya untuk dia. Kamu hanya ingin tubuhku saja' batin Lamha.
"Honey, kenapa dia masih ada disini! cepat usir dia aku tak mau melihatnya!!" rengek Mia sambil menangis histeris.
"Mia kamu tenang dulu, aku bisa jelaskan semuanya. Please dengarkan aku." ucap tuan El mencoba menenangkan Mia.
"Pokoknya dia harus pergi dari sini! aku tidak mau dia ada disini!!" ucap Mia.
"Oke..oke..! sekarang kamu tenangkan dulu dirimu." ucap tuan El. Dan dengan berat hati dia meminta agar wanita itu menunggunya diluar.
"Please... saya harus jelasin semuanya kepada Mia." ucap tuan El sambil menatap kearah Lamha.
"Ya. Saya sebaiknya pulang. Saya tunggu secepatnya kabar perceraian kita ya." ucap Lamha dengan suara bergetar.
"Lamha! kenapa kamu bicara begitu!" ucap tuan El yang tak terima saat Lamha mengucapkan kata cerai.
"Honey! dia benar, kamu harus segera menceraikan dia!" Mia ikut menimpali.
"Tapi Mia..."
"Saya permisi. Assalamualaikum." ucap Lamha yang langsung keluar dari ruangan itu meninggalkan suaminya yang lebih memilih bersama wanita lain.
"Ron! ikuti dia! antar sampai rumah!" titah tuan El yang khawatir karena suasana hati Lamha sedang tidak baik.
"Baik tuan" ucap Ron.
Setelah Ron pergi, kini Mia menuntut penjelasan dari tuan El. Tuan El menjelaskan semuanya, alasan kenapa dia sampai menikahi Lamha yang semata-mata demi baby A.
"Kamu harusnya bicarakan dulu padaku honey!!" ucap Mia merajuk.
"Saat itu aku sedang kesal padamu Mia, karena kamu tidak mau diajak menikah. Situasinya juga darurat." jelas tuan El.
"Oke! lalu kapan kamu akan menceraikannya?" tanya Mia.
"Aku tidak bisa menceraikannya Mia. Baby A sangat membutuhkannya." ucap tuan El.
"Benarkah? hanya karena baby A, bukan karena kamu sudah jatuh cinta padanya?" todong Mia.
"Tidak! tidak mungkin aku menyukainya Mia! dia bukan tipeku! kamu tahu sendiri aku dan dia berbeda, kami tidak selevel." ucap tuan El berusaha mengelak perasaannya sendiri. Mia tersenyum puas saat mendengar jawaban tuan El.
"Lalu kapan kamu akan menikahiku?" tanya Mia.
"Secepatnya." jawab tuan El.
Sementara dari balik pintu, Lamha tengah menangis karena mendengar ucapan suaminya yang begitu menyakiti perasaannya. Ya, Lamha kembali lagi saat teringat kotak makan yang belum sempat diberikannya kepada tuan El. Walaupun tadi sempat terjatuh, tapi makanan didalamnya masih utuh dan masih bisa dimakan. Lamha sangat khawatir tuan El melupakan makan siangnya, dan akhirnya jatuh sakit. Tapi yang dikhawatirkannya itu justru tengah berpelukan dengan wanita lain.
"Nyonya... em" Ron jadi serba salah dan ikut bingung. Tapi yang jelas saat ini dia sangat kasihan terhadap istri bos nya itu.
"Tidak apa-apa Ron. Tolong berikan ini untuk tuan El. Saya Pulang dengan supir saja." ucap Lamha dengan suara bergetar.
"Tapi saya disuruh mengantar anda pulang nyonya. Takutnya pak supir sudah pergi" jawab Ron.
"Tidak perlu, saya pulang naik taksi saja jika pak supir sudah pergi." tolak Lamha.
"Tapi..."
"Tidak apa-apa. Assalamualaikum." pamit Lamha.
"Waalaikumsalam" jawab Ron yang menatap kepergian Lamha yang semakin lama semakin menjauh dari pandangannya.
🍁🍁🍁🍁🍁
Ngothor emang sukanya ngaduk-ngaduk perasaan Lamha ya. Buehehhehe..! jangan lupa like komentar dan juga votenya ya.