NovelToon NovelToon
Menikah Karena Amanat

Menikah Karena Amanat

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Perjodohan / Balas Dendam / Duda / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Tamat
Popularitas:452.5k
Nilai: 5
Nama Author: ShasaVinta

" Jadi ku mohon jika tiba saatnya aku harus meninggalkan kalian , ku harap kamu menggantikanku sebagai Istri bagi suamiku dan Ibu dari Anakku . Ku mohon . Aku percaya padamu "

--------####--------
Seorang gadis kecil harus kehilangan Ibunya dan mengalami penderitaan selama bertahun tahun .

Namun setelah Ia berhasil bangkit , kini Ia di hadapkan pada sebuah amanat yang akan mengubah kehidupannya . Mampukah Ia ?

Dan apakah Ia juga mampu untuk membalas orang orang yang dulu telah membunuh Ibunya dan membuat hidupnya menderita ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ShasaVinta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17 . Orang Asing

Pagi ke dua Risa di negara asalnya ,tapi sungguh terasa asing baginya .

Sudah menjadi kebiasaan bagi seorang Kim Risa untuk mengecek sosial medianya saat bangun tidur .

" Oke.... ayo kita lihat ada berita apa hari ini . " gumamnya .

Amora benar , media Korea sedang heboh dengan foto dirinya kemarin bersama salah satu penggemarnya di Palembang .

Halaman sosial media milik Agensi Risa di Korea sudah merilis berita kerja sama dengan Stars Academy , agensi modeling asal Indonesia  yang beruntung akan mendapatkan pelatihan modeling langsung dari Kim Risa .

Senyum terbit di wajah cantik Risa , ternyata antusiasme para model trainee dari Stars Academy sangat luar biasa .

Risa membaca beberapa komentar ada yang membuatnya tertawa . Sampai Ia membaca satu nama yang terkenal familiar .

" Ayana Syauqi ", gumamnya .

" Syauqi.... Syauqi... sepertinya familiar . " ujar Risa .

" Yappp... jadi dia adik Aydin Sayuqi . Ternyata Tuhan punya cara mempertemukan kita calon adik ipar . " gumamnya

Setelah selesai dengan ponselnya , Risa bergegas ke kamar mandi . Hari ini banyak hal yang harus di lakukannya .

Risa mematut dirinya di depan cermin berkali kali .

" Sipp... Kim Risa kamu memang cantik . " Pujinya pada diri sendiri .

Memuji dirinya sendiri adalah sesuatu yang diajarkan Amora padanya . Hal itu agar Risa bisa lebih menghargai dirinya dan membangun rasa percaya dirinya .

Sebelum keluar , Risa tak lupa mengambil satu kotak yang sengaja dia bawa dari Korea .

" Eonni.... selamat pagi . " Sapa Risa pada Esme yang sementara menikmati lontong sayur sebagai sarapannya .

" Pagi ... ayo sarapan . Hari ini kita banyak pekerjaan , jadi sarapannya harus lebih berat . " ujar Esme .

" Apa kamu yang memasak ini ? " tanya Risa .

Esme menggeleng . " Tidak , aku membeli di jalan saat jogging tadi . "

Risa mulai memasukkan potongan buah ke mulutnya .

Setelah cukup dia mengambil mangkuk berisi lontong sayur . Diaduknya makanan berkuah santan dengan banyak bahan di dalamnya .

" Omo ...... Amora akan membunuhku jika tahu aku sarapan dengan makanan berlemak ini . " ujar Risa .

Esme tertawa .... " Sssstttt ..... tidak ada Amora disini jadi aman , segeralah makan agar barang bukti lenyap . "

Risa tertawa terbahak bahak . Ini salah satu yang berbeda dari kembar Amora dan Esme .

Amora selalu bersikap lebih hati hati , sedang Esme selalu bersikap santai .

" Eonni.... enak sekali , aku suka . Aku akan menghabiskannya sekarang  dan akan membakar lemaknya nanti . " ujar Risa beralasan .

Esme kembali ke meja makan setelah mencuci piring kotor yang baru saja Ia gunakan .

Mengeluarkan sebuah kartu dari clutch LV yang selalu dia bawa .

" Nih.... kamu bisa membakar lemak itu sepuasnya disini . " ujarnya .

Ternyata kartu itu adalah kartu member di sebuah tempat gym & fitness center .

" Kapan ? " tanya Risa singkat .

" Malam ini, jam 8 . " jawab Esme singkat sambil menaik turunkan alisnya .

Senyuman terbit di wajah mungil dan cantik Risa . Cerita pertemuan pertama di tempat gym saat sedang berolah raga , sepertinya bagus juga . Pikirnya .

" Eonni .... apa kamu yakin ini benar tempatnya ? "  tanya Risa .

" Hemmm . " Esme hanya berdeham . Ia menatap Risa , " apa kamu gugup ? " tanyanya .

Risa mengangguk . " Bagaimana jika dia tak menyukaiku ? "

" Belum dicoba , mana mungkin bisa tahu suka atau enggak . Tapi menurutku semua anak anak akan suka dengan apa yang kamu bawa . " ujar Esme .

Suasana kembali hening .

Terlihat gerbang tinggi sekolah sudah terbuka . Anak anak mulai keluar satu per satu .

" Hei Ris ... bukankah itu dia . " Ujar Esme sambil menunjuk ke arah seorang anak laki laki, badannya cukup berisi , kulit putih dengan rona merah di pipinya .

" Menggemaskan sekali . " Batin Risa .

Terlihat anak itu bersandar di dinding dekat gerbang sekolah , seperti sedang menunggu seseorang .

Risa bergegas turun . Ia menaikkan kacamata yang dipakainya ke atas kepala .

Risa mendekat ke arah anak itu , Ia memilih untuk ikut berdiri di sisinya . Risa tak ingin langsung menegurnya , hawatir jika anak itu malah jadi takut .

Risa merasa anak disampingnya sesekali menengok ke arah kotak yang berisi mainan salah satu super hero bertubuh hijau . Lalu setelahnya Ia menengok ke arah Risa .

Risa lalu berjongkok , menyejajarkan tubuhnya dengan bocah itu .

" Hai.... " sapa Risa lembut dengan senyum ceria .

" Hai....  " jawab anak itu ragu .

" Apa kamu menyukai ini ? Kupikir sejak tadi kamu melihatnya terus . " ujar Risa .

Anak itu mengangguk pelan sambil menunduk .

" Tampan . Rona merah di pipi putihnya yang chubby membuatnya makin menggemaskan . Rani .... kamu beruntung memilikinya . " Batin Risa  .

" Kalau begitu ini untukmu saja , aunty sudah terlalu besar untuk memainkannya . " ujar Risa .

Anak itu tersenyum senang . " Apa boleh begitu Aunty ? "

Risa mengangguk . Memegang tangan kecil anak itu dan memberinya mainan yang memang sengaja Ia bawa untuknya .

" Terimakasih banyak aunty . " ujarnya sambil kegirangan .

Yah , anak itu adalah Dafha Syauki . Putra Aydin dan Rani . Usianya kini 5 tahun .

Risa masih menatap kegembiraan yang nampak di wajah tampan Dafha .

" Apa aunty mencari seseorang disini  ? " tanyanya tiba tiba .

" Hemm ... aku memang menunggu seseorang . " jawab Risa .

" Apa itu aku ? " tanyanya lagi .

Risa terkejut . Mengapa Dafha bertanya seperti itu . " Dari mana kamu tahu ? "

" Mommy . " jawabnya singkat .

" Mommy sering menunjukkan padaku foto aunty . Mommy bilang jika nanti dia harus pulang ke surga , maka aunty akan datang untuk menemani dan menjagaku . " 

Mata Risa berkaca kaca . Rani sudah menyiapkan semuanya sebelum dia pergi .

Risa mengangguk sambil membelai lembut pipi Dafha .

" Kamu benar , aunty sudah datang sekarang . Maaf jika terlalu lama membuatmu menunggu . Jadi apa sekarang kita berteman ? "

Dafha mengangguk , Ia tersenyum senang . Akhirnya orang yang ditunggunya selama ini datang juga .

Risa melihat sebuh mobil berhenti agak jauh dari tempatnya dan Dafha berdiri .

" Itukan Aydin . " batinnya setelah melihat seorang pria turun dari mobil dan melangkah cepat ke arah mereka .

Risa membenarkan letak kacamatanya .

" Aunty harus pergi dulu . Besok aunty kesini lagi menemuimu . Sampai jumpa sayang .... " ujar Risa kemudian segera berbalik dan berlari kembali ke mobil .

Dafha menatap kepergian Risa sambil tersenyum . Hingga terdengar suara memanggil namanya .

" Dafha .... " panggilnya .

Anak itu menoleh ke sumber suara .

" Daddy ... " sapanya .

Benar , pria itu adalah Aydin . Ayah dari Dafha .

" Dari mana kamu mendapatkan ini ? " tanya Aydin .

" Dari aunty yang itu ... " jawab Dafha sambil menunjuk ke arah Risa yang berlari membelakangi mereka .

Aydin menatap lekat tubuh Risa dari belakang yang berjalan menjauh lalu masuk ke sebuah mobil .

" Apa aunty itu yang sejak tadi mengobol denganmu disini ? " tanya Aydin .

Dafha mengangguk .

" Dafha ... lain kali kamu tidak boleh seperti ini lagi . Tidak boleh bicara atau menerima barang dari orang asing . " ujar Aydin menasihati putra kecilnya .

Dafha menunduk , Ia pikir daddy marah padanya.

Aydin menghela napas . Sepertinya dia baru saja salah bicara pada putranya .

" Dafha , sayang.... lihat Daddy . Daddy tidak marah padamu Son . Oke ... kali ini tidak apa apa , tapi setelahnya tidak boleh lagi yah . Daddy tidak mau melihat Dafha bicara atau menerima barang dari orang asing, orang yang tidak kita kenal . Itu berbahaya . " Ujar Dafha sekali lagi . Tapi kali ini lebih lembut .

" I'm sorry Daddy . Aku akan ingat pesan Daddy . Tapi aunty yang tadi itu bukan orang asing . "

Ujar Dafha .

" Lalu apa Dafha tahu nama aunty yang tadi ? " tanya Aydin .

Dafha menggeleng lemah .

Ia menyesali dirinya yang terlalu senang mendapat mainan baru hingga lupa bertanya nama aunty tadi .

" Lalu apa mungkin Daddy mengenal aunty itu ? Apa Dafha pernah melihat daddy , oma , opa , dan kakek pernah bertemu dengan aunty yang tadi ? " tanya Aydin lagi .

Kali ini Dafha mengedikkan bahunya .

Ia memang tidak yakin , mungkin pernah atau tidak . Mommy nya hanya selalu menunjukkan  foto saja . Dan Dafha suka karena aunty itu cantik .

Aydin menggeleng . " Nah , itu artinya aunty yang tadi orang asing . "

" No Dad . Aunty yang tadi bukan orang asing . Dafha sering men....... " ucapan bocah itu dihentikan Aydin . Ia tak ingin  berdebat dengan putranya di pinggir jalan seperti ini .

" Stop Dafha . Sekali Daddy bilang orang asing , Maka tetap orang asing . Jangan lagi dekat dekat dengannya . Oke . " ujar Aydin tegas tak ingin dibantah lagi .

Ia lalu menggendong putranya dan menaikkan ke mobil .

Setelah memastikan putranya duduk dengan nyaman dan aman , Aydin segera melajukan mobilnya .

Suasana hening selama perjanan , Dafha terus menunduk memandangi mainan baru miliknya .

Hingga tak terasa mobil Aydin tiba di rumah orang tuanya .

Mamanya sudah menunggu di depan pintu . Aydin membantu melepas sabuk pengaman Dafha .

" Jangan menyusahkan oma yah . Sore nanti Daddy menjemputmu . "

Dafha mengangguk .

Sebelum kembali menutup pintu mobil , Dafha bertanya pada Aydin .

" Daddy ... jika nanti aku tahu nama aunty itu , apa  dia bukan orang asing lagi ? "

" Will see . " Jawab Aydin singkat sambil mengedikkan bahunya .

Setelah melihat Dafha masuk ke dalam rumah bersama mamanya , Aydin melajukan mobil untuk kembali ke perusahaan .

" Siapa wanita itu ? Mengapa aku terasa tak asing melihatnya berjalan menjauh tadi . " Batin Aydin .

.

.

.

.

.

"Pertemuan adalah takdir, dan setiap pertemuan selalu membawa kita ke takdir yang lain."

.

.

.

.

.

To be continue

1
Susana Widjaja
Luar biasa
Ratu Fadira
bawang jahat bngt ini bikin mata gw bengkak😭😭😭😭😭😭
Rita Khairina
Luar biasa
Fenti
aku mampir kak 😁
Hearty💕💕
Selamat ya Romi dapat boss ajaib
Hearty💕💕
Eijaz parahkah sakitnya?
Hearty💕💕
Bener....
Hearty💕💕
Duh penjahat nih kayaknya
Hearty💕💕
Serem bener part ini... dunia sedang dalam kejatuhannya
Hearty💕💕
Cie 😀😍
Hearty💕💕
Sedap Gio....
Hearty💕💕
Ya pasti sesak karena nggak tahu merek bahas apa sebenarnya
Hearty💕💕
Udah jadian nih Gio ❤ Amora
Hearty💕💕
Sakitnya hati ini.....
Hearty💕💕
Akhirnya Gio nggak patah hagi lagi

Echa juga semangat kejar gadis masing²
Hearty💕💕
Wow Franda sampai segitunya
Hearty💕💕
Terim kasih Kk, sudah diajak jalan² ke Raja Ampat
Hearty💕💕
Jadi keluarga beneran nih 😍
Hearty💕💕
Maksudnya apa ya?
Hearty💕💕
Hebat nih Papanya Dafha
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!