" Jadi ku mohon jika tiba saatnya aku harus meninggalkan kalian , ku harap kamu menggantikanku sebagai Istri bagi suamiku dan Ibu dari Anakku . Ku mohon . Aku percaya padamu "
--------####--------
Seorang gadis kecil harus kehilangan Ibunya dan mengalami penderitaan selama bertahun tahun .
Namun setelah Ia berhasil bangkit , kini Ia di hadapkan pada sebuah amanat yang akan mengubah kehidupannya . Mampukah Ia ?
Dan apakah Ia juga mampu untuk membalas orang orang yang dulu telah membunuh Ibunya dan membuat hidupnya menderita ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ShasaVinta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17 . Orang Asing
Pagi ke dua Risa di negara asalnya ,tapi sungguh terasa asing baginya .
Sudah menjadi kebiasaan bagi seorang Kim Risa untuk mengecek sosial medianya saat bangun tidur .
" Oke.... ayo kita lihat ada berita apa hari ini . " gumamnya .
Amora benar , media Korea sedang heboh dengan foto dirinya kemarin bersama salah satu penggemarnya di Palembang .
Halaman sosial media milik Agensi Risa di Korea sudah merilis berita kerja sama dengan Stars Academy , agensi modeling asal Indonesia yang beruntung akan mendapatkan pelatihan modeling langsung dari Kim Risa .
Senyum terbit di wajah cantik Risa , ternyata antusiasme para model trainee dari Stars Academy sangat luar biasa .
Risa membaca beberapa komentar ada yang membuatnya tertawa . Sampai Ia membaca satu nama yang terkenal familiar .
" Ayana Syauqi ", gumamnya .
" Syauqi.... Syauqi... sepertinya familiar . " ujar Risa .
" Yappp... jadi dia adik Aydin Sayuqi . Ternyata Tuhan punya cara mempertemukan kita calon adik ipar . " gumamnya
Setelah selesai dengan ponselnya , Risa bergegas ke kamar mandi . Hari ini banyak hal yang harus di lakukannya .
Risa mematut dirinya di depan cermin berkali kali .
" Sipp... Kim Risa kamu memang cantik . " Pujinya pada diri sendiri .
Memuji dirinya sendiri adalah sesuatu yang diajarkan Amora padanya . Hal itu agar Risa bisa lebih menghargai dirinya dan membangun rasa percaya dirinya .
Sebelum keluar , Risa tak lupa mengambil satu kotak yang sengaja dia bawa dari Korea .
" Eonni.... selamat pagi . " Sapa Risa pada Esme yang sementara menikmati lontong sayur sebagai sarapannya .
" Pagi ... ayo sarapan . Hari ini kita banyak pekerjaan , jadi sarapannya harus lebih berat . " ujar Esme .
" Apa kamu yang memasak ini ? " tanya Risa .
Esme menggeleng . " Tidak , aku membeli di jalan saat jogging tadi . "
Risa mulai memasukkan potongan buah ke mulutnya .
Setelah cukup dia mengambil mangkuk berisi lontong sayur . Diaduknya makanan berkuah santan dengan banyak bahan di dalamnya .
" Omo ...... Amora akan membunuhku jika tahu aku sarapan dengan makanan berlemak ini . " ujar Risa .
Esme tertawa .... " Sssstttt ..... tidak ada Amora disini jadi aman , segeralah makan agar barang bukti lenyap . "
Risa tertawa terbahak bahak . Ini salah satu yang berbeda dari kembar Amora dan Esme .
Amora selalu bersikap lebih hati hati , sedang Esme selalu bersikap santai .
" Eonni.... enak sekali , aku suka . Aku akan menghabiskannya sekarang dan akan membakar lemaknya nanti . " ujar Risa beralasan .
Esme kembali ke meja makan setelah mencuci piring kotor yang baru saja Ia gunakan .
Mengeluarkan sebuah kartu dari clutch LV yang selalu dia bawa .
" Nih.... kamu bisa membakar lemak itu sepuasnya disini . " ujarnya .
Ternyata kartu itu adalah kartu member di sebuah tempat gym & fitness center .
" Kapan ? " tanya Risa singkat .
" Malam ini, jam 8 . " jawab Esme singkat sambil menaik turunkan alisnya .
Senyuman terbit di wajah mungil dan cantik Risa . Cerita pertemuan pertama di tempat gym saat sedang berolah raga , sepertinya bagus juga . Pikirnya .
" Eonni .... apa kamu yakin ini benar tempatnya ? " tanya Risa .
" Hemmm . " Esme hanya berdeham . Ia menatap Risa , " apa kamu gugup ? " tanyanya .
Risa mengangguk . " Bagaimana jika dia tak menyukaiku ? "
" Belum dicoba , mana mungkin bisa tahu suka atau enggak . Tapi menurutku semua anak anak akan suka dengan apa yang kamu bawa . " ujar Esme .
Suasana kembali hening .
Terlihat gerbang tinggi sekolah sudah terbuka . Anak anak mulai keluar satu per satu .
" Hei Ris ... bukankah itu dia . " Ujar Esme sambil menunjuk ke arah seorang anak laki laki, badannya cukup berisi , kulit putih dengan rona merah di pipinya .
" Menggemaskan sekali . " Batin Risa .
Terlihat anak itu bersandar di dinding dekat gerbang sekolah , seperti sedang menunggu seseorang .
Risa bergegas turun . Ia menaikkan kacamata yang dipakainya ke atas kepala .
Risa mendekat ke arah anak itu , Ia memilih untuk ikut berdiri di sisinya . Risa tak ingin langsung menegurnya , hawatir jika anak itu malah jadi takut .
Risa merasa anak disampingnya sesekali menengok ke arah kotak yang berisi mainan salah satu super hero bertubuh hijau . Lalu setelahnya Ia menengok ke arah Risa .
Risa lalu berjongkok , menyejajarkan tubuhnya dengan bocah itu .
" Hai.... " sapa Risa lembut dengan senyum ceria .
" Hai.... " jawab anak itu ragu .
" Apa kamu menyukai ini ? Kupikir sejak tadi kamu melihatnya terus . " ujar Risa .
Anak itu mengangguk pelan sambil menunduk .
" Tampan . Rona merah di pipi putihnya yang chubby membuatnya makin menggemaskan . Rani .... kamu beruntung memilikinya . " Batin Risa .
" Kalau begitu ini untukmu saja , aunty sudah terlalu besar untuk memainkannya . " ujar Risa .
Anak itu tersenyum senang . " Apa boleh begitu Aunty ? "
Risa mengangguk . Memegang tangan kecil anak itu dan memberinya mainan yang memang sengaja Ia bawa untuknya .
" Terimakasih banyak aunty . " ujarnya sambil kegirangan .
Yah , anak itu adalah Dafha Syauki . Putra Aydin dan Rani . Usianya kini 5 tahun .
Risa masih menatap kegembiraan yang nampak di wajah tampan Dafha .
" Apa aunty mencari seseorang disini ? " tanyanya tiba tiba .
" Hemm ... aku memang menunggu seseorang . " jawab Risa .
" Apa itu aku ? " tanyanya lagi .
Risa terkejut . Mengapa Dafha bertanya seperti itu . " Dari mana kamu tahu ? "
" Mommy . " jawabnya singkat .
" Mommy sering menunjukkan padaku foto aunty . Mommy bilang jika nanti dia harus pulang ke surga , maka aunty akan datang untuk menemani dan menjagaku . "
Mata Risa berkaca kaca . Rani sudah menyiapkan semuanya sebelum dia pergi .
Risa mengangguk sambil membelai lembut pipi Dafha .
" Kamu benar , aunty sudah datang sekarang . Maaf jika terlalu lama membuatmu menunggu . Jadi apa sekarang kita berteman ? "
Dafha mengangguk , Ia tersenyum senang . Akhirnya orang yang ditunggunya selama ini datang juga .
Risa melihat sebuh mobil berhenti agak jauh dari tempatnya dan Dafha berdiri .
" Itukan Aydin . " batinnya setelah melihat seorang pria turun dari mobil dan melangkah cepat ke arah mereka .
Risa membenarkan letak kacamatanya .
" Aunty harus pergi dulu . Besok aunty kesini lagi menemuimu . Sampai jumpa sayang .... " ujar Risa kemudian segera berbalik dan berlari kembali ke mobil .
Dafha menatap kepergian Risa sambil tersenyum . Hingga terdengar suara memanggil namanya .
" Dafha .... " panggilnya .
Anak itu menoleh ke sumber suara .
" Daddy ... " sapanya .
Benar , pria itu adalah Aydin . Ayah dari Dafha .
" Dari mana kamu mendapatkan ini ? " tanya Aydin .
" Dari aunty yang itu ... " jawab Dafha sambil menunjuk ke arah Risa yang berlari membelakangi mereka .
Aydin menatap lekat tubuh Risa dari belakang yang berjalan menjauh lalu masuk ke sebuah mobil .
" Apa aunty itu yang sejak tadi mengobol denganmu disini ? " tanya Aydin .
Dafha mengangguk .
" Dafha ... lain kali kamu tidak boleh seperti ini lagi . Tidak boleh bicara atau menerima barang dari orang asing . " ujar Aydin menasihati putra kecilnya .
Dafha menunduk , Ia pikir daddy marah padanya.
Aydin menghela napas . Sepertinya dia baru saja salah bicara pada putranya .
" Dafha , sayang.... lihat Daddy . Daddy tidak marah padamu Son . Oke ... kali ini tidak apa apa , tapi setelahnya tidak boleh lagi yah . Daddy tidak mau melihat Dafha bicara atau menerima barang dari orang asing, orang yang tidak kita kenal . Itu berbahaya . " Ujar Dafha sekali lagi . Tapi kali ini lebih lembut .
" I'm sorry Daddy . Aku akan ingat pesan Daddy . Tapi aunty yang tadi itu bukan orang asing . "
Ujar Dafha .
" Lalu apa Dafha tahu nama aunty yang tadi ? " tanya Aydin .
Dafha menggeleng lemah .
Ia menyesali dirinya yang terlalu senang mendapat mainan baru hingga lupa bertanya nama aunty tadi .
" Lalu apa mungkin Daddy mengenal aunty itu ? Apa Dafha pernah melihat daddy , oma , opa , dan kakek pernah bertemu dengan aunty yang tadi ? " tanya Aydin lagi .
Kali ini Dafha mengedikkan bahunya .
Ia memang tidak yakin , mungkin pernah atau tidak . Mommy nya hanya selalu menunjukkan foto saja . Dan Dafha suka karena aunty itu cantik .
Aydin menggeleng . " Nah , itu artinya aunty yang tadi orang asing . "
" No Dad . Aunty yang tadi bukan orang asing . Dafha sering men....... " ucapan bocah itu dihentikan Aydin . Ia tak ingin berdebat dengan putranya di pinggir jalan seperti ini .
" Stop Dafha . Sekali Daddy bilang orang asing , Maka tetap orang asing . Jangan lagi dekat dekat dengannya . Oke . " ujar Aydin tegas tak ingin dibantah lagi .
Ia lalu menggendong putranya dan menaikkan ke mobil .
Setelah memastikan putranya duduk dengan nyaman dan aman , Aydin segera melajukan mobilnya .
Suasana hening selama perjanan , Dafha terus menunduk memandangi mainan baru miliknya .
Hingga tak terasa mobil Aydin tiba di rumah orang tuanya .
Mamanya sudah menunggu di depan pintu . Aydin membantu melepas sabuk pengaman Dafha .
" Jangan menyusahkan oma yah . Sore nanti Daddy menjemputmu . "
Dafha mengangguk .
Sebelum kembali menutup pintu mobil , Dafha bertanya pada Aydin .
" Daddy ... jika nanti aku tahu nama aunty itu , apa dia bukan orang asing lagi ? "
" Will see . " Jawab Aydin singkat sambil mengedikkan bahunya .
Setelah melihat Dafha masuk ke dalam rumah bersama mamanya , Aydin melajukan mobil untuk kembali ke perusahaan .
" Siapa wanita itu ? Mengapa aku terasa tak asing melihatnya berjalan menjauh tadi . " Batin Aydin .
.
.
.
.
.
"Pertemuan adalah takdir, dan setiap pertemuan selalu membawa kita ke takdir yang lain."
.
.
.
.
.
To be continue
Echa juga semangat kejar gadis masing²