NovelToon NovelToon
MANTAN KEKASIH GELAPKU

MANTAN KEKASIH GELAPKU

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Mengubah Takdir / Keluarga / Romansa / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:115.8k
Nilai: 5
Nama Author: Zhang zhing li

Rumah tangga yang kelihatan harmonis hanya topeng belaka.

Hutang orang tua yang menumpuk kepada mertua, membuat terjadinya perjodohan yang terpaksa dan membuat Jihan terpenjara oleh kekerasan bathin dan fisik.

Sakit hati yang dialami jihan, sampai melupakan apa arti cinta yang sesungguhnya.

Dari rasa nyaman saling bertukar cerita, membuat dua insan yang dimabuk asmara terjebak oleh cinta terlarang, sehingga membuat keduanya susah untuk berpisah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhang zhing li, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengantar Berobat

Lama sekali menunggu Jihan yang tengah ditangani dokter untuk mendapatkan perawatan. Hanya berdiri dan berjalan mondar-mandir yang terjadi padaku, sebab takut-takut jika luka Jihan itu terlalu parah.

Gradak, suara pintu ruang rawat telah terbuka.

"Gimana keadaannya, Dok?" tanyaku tidak sabar menghampiri mereka.

"Dia baik-baik saja, tapi sayang lukanya itu sudah parah sekali akibat terlambat dapat penanganan, jadi akan dipastikan sedikit lama untuk sembuh," terang dokter.

"Tidak ada apa-apa, Dok. Yang penting saudara saya ini dapat pengobatan segera."

"Berarti anda bukan suaminya?" dugaan dokter.

"Hehehe, bukah Dok."

"Oh, aku pikir suaminya, sebab ada hal penting yang ingin saya tanyakan mengenai lukanya itu. Sepertinya ini ada tindak kdrt, jadi kalau benar kami akan membuat surat laporan ke pihak berwajib, karena luka memar dan bekas cambukan terlalu parah " jelas dokter.

"Jangan-jangan, Dok. Walau ini memang tindak kdrt, tapi ini murni atas kesalahan saya. Maka dari itu tidak akan berguna jika suami saya dilaporkan," bantah Jihan membela mas Bayu.

"Tapi, Jihan. Ini adalah tindakan terbaik untuk kamu, agar suami kamu itu dapat hukuman."

Wajah sudah menatap serius ke arah Jihan agar mau dibantu, tapi sayangnya ketakutan itu begitu akut dan tetap ingin membela.

"Tidak, Satria. Aku mohon!" Tangan Jihan sudah bertangkup didepan dada.

"Ya sudah, tidak apa-apa. Kalau pihak yang terluka tidak mau memperpanjang masalah ini, mungkin mereka harus menyelesaikannya secara baik-baik tanpa melibatkan pihak kepolisian," Dokter mengerti akan situasi yang dialami Jihan.

"Iya, Dok!" jawab menyetujui.

"Ya sudah, saya tinggal dulu untuk memeriksa pasien lain," pamit beliau.

"Iya, Dok. Terima kasih!" jawab kami berdua kompak.

"Iya, sama-sama."

Dokter sudah melenggang pergi dari pandangam. Aku langsung menuntun Jihan berjalan dengan cara merengkuh bahunya. Kami mau menuju tempat penebusan obat.

Dari kejauhan kelihatan antri sekali, jadi kami terpaksa menunggu antrian dengan cara duduk ditempat yang sudah disediakan.

"Kamu beneran tidak apa-apa, Jihan?" tanya masih ada rasa khawatir.

"Alhamdulillah sekarang sudah agak baikan, dari pada perih dan sakit yang kurasakan sebelumnya."

"Oh, syukurlah kalau begitu."

"Terima kasih, Satria."

"Emm, biasa saja. Aku akan menolongmu jika diperlukan."

"Tapi tetap terima kasih. Padahal kita baru saja saling mengenal, tak seharusnya bisa akrab seperti ini dan kamu mengenalku lebih dalam lagi," cakapnya tak enak hati.

"Tidak apa-apa, Jihan. Kita adalah keluarga maka harus saling membantu."

Wajah kami sudah saling menatap atas rasa kekaguman. Dari raut muka Jihan ketara kalau dia sangat bahagia sekarang.

"Kalau boleh tahu, kenapa mas Bayu sampai kejam melakukan itu padamu? Maaf jika aku kepo ingin tahu masalah kalian."

"Huuuff. Apa perlu kamu harus mengetahuinya?" Berat rasa Jihan ingin mengatakan.

"Iya, perlu sekali."

"Tidak mungkin dia akan melakukan kekejaman ini tanpa sebab."

"Dia ... dia itu!" jawaban terbata-bata.

Aku hanya menunggu suara dia mengatakan segalanya, agar semua jelas dan bisa membalas cepat apa yang dilakukan suaminya.

"Katakanlah. Mungkin aku bisa membantu kamu."

"Huuufff, baiklah."

"Mas Bayu telah mempunyai perempuan lain dan kebetulan aku sudah memergokkinya." Jihan sudah menundukkan kepala.

"Apa?" Suara telah mengelegar karena hampir terjengkang mendengar ucapan Jihan barusan.

Semua mata kini tertuju kearahku. Mereka kaget dengan sorot netra menatap keanehan. Rasanya jadi tidak enak sendiri karena telah menganggu kenyamanan mereka.

"Apakah yang kamu katakan itu benar?" cakap ulang masih tak percaya.

"Iya."

"Wah, ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Masak dia yang melakukan kesalahan, tapi kamu yang kena siksaan. Manusia tak tahu diri, awas saja nanti kalau ketemu."

Wajah sudah dibuat geram dan tangan mulai mengepal kuat, rasa-rasanya ingin memberikan pelajaran secepat mungkin.

"Rendamlah emosi dulu, aku tidak mau kamu terlibat lebih dalam lagi dan diapa-apain sama mas Bayu," Karaguan Jihan.

"Tapi kalau dibiarkan saja, suami kamu itu akan semakin keterlaluan."

"Iya, tapi---!."

"Aku tahu kamu sangat khawatir akan hal ini, tapi suami laknat ini patut diberi pelajaran agar secepatnya dia sadar atas tindakan itu."

"Mas Bayu terlalu berbahaya."

"Emm, bagaimana kalau kita main cantik saja!" tawarku tidak ingin melukai mas Bayu tapi bisa buat dia skatmat.

"Maksud kamu?" Jihan tidak mengerti.

"Kamu ikuti saja alurku nanti. Pokoknya kita akan cari banyak-banyak bukti sampai dia tidak berkutik lagi. Tapi kita berdua diam-diam mencari tahu, jangan sampai ketahuan. Mungkin ini adalah jalan satu-satunya agar kamu bisa selamat dari kekejamannya," Penjelasanku.

"Terserah kamu saja mana baiknya, sebab aku tidak bisa melawan mas Bayu dengan cara kasar, akibat ya kayak gini tubuh jadi babak belur."

"Ok 'lah. Pokoknya kita aman jika melakukan ini. Nanti kamu bersikap biasa saja saat berhadapan dengannya. Jangan sampai gerak-gerik kita terendus olehnya," ucapan mencoba memperingatkan.

"Baiklah kalau begitu. Terima kasih masih mau membantuku."

"Iya, sama-sama."

Entah mengapa ide itu tiba-tiba datang dalam pikiran, semoga saja semua berjalan dengan lancar tanpa diketahui oleh si pria brengs*k itu. Rasanya tidak tega sekali jika Jihan terus saja disiksa raga dan bathinnya.

Akhirnya kami selesai juga menebus dan berobat dari rumah sakit. Dia langsung kuantar ke rumah dan kusuruh istrirahat saja, sementara aku kembali melakukan aktifitas untuk mengajar kembali.

1
khaira yuli
satria idaman para wanita....
khaira yuli
pasti satria udah ada rasa.🤣🤣
khaira yuli
jahat banget sih.... pasti nanti nyesel loh..🤣🤣🤣
khaira yuli
bisa berakting begitu ya.... dasar..
khaira yuli
semangat sat.... semangat buat ngerebug istri orang...🤣🤣🤣
khaira yuli
Halah... dah kasar selingkuh pula .
khaira yuli
haruskah ditinggalkan y
khaira yuli
jadi selingkuh gimana ..? duh
khaira yuli
suami kasar gitu enaknya diapain ya .🤣🤣
khaira yuli
mampir
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
kalo seumpama punya suami modelan gini sudah aku tendang kalau dia melakukan kekerasan fisik 😏😤
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
mampir kesini mau baca karya Author Zhang mumpung lagi hiat 😁🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
❤️⃟Wᵃf Zhang zhing li♚⃝҉𓆊: makasih kakak/Facepalm//Facepalm/menyempatkan waktunya. semoga sehat dan brtambah banyak rezeki
total 1 replies
☠ᵏᵋᶜᶟꪀׁꪱ꯱ׁׅ֒꯱ɑׁ🐅⃫⃟⃤
hmmz kasian jihan sampe pingsan
come on sattt selidiki kuyyy
☠ᵏᵋᶜᶟꪀׁꪱ꯱ׁׅ֒꯱ɑׁ🐅⃫⃟⃤
diakhiri aja ngapa siii.... udah nggk sehat pernikahannya
☠ᵏᵋᶜᶟꪀׁꪱ꯱ׁׅ֒꯱ɑׁ🐅⃫⃟⃤
wkkwkw bayu punya kacamata infraa gonjrengg jadi tau aktor gadungan lg akting 🤣
☠ᵏᵋᶜᶟꪀׁꪱ꯱ׁׅ֒꯱ɑׁ🐅⃫⃟⃤
waw satria sodaranya bayu tohh
hmmz bawa kabur jihan sat wkwkwk
☠ᵏᵋᶜᶟꪀׁꪱ꯱ׁׅ֒꯱ɑׁ🐅⃫⃟⃤
sok²an nafkahin selingkuhan sama istri sendiri velitttt huh
☠ᵏᵋᶜᶟꪀׁꪱ꯱ׁׅ֒꯱ɑׁ🐅⃫⃟⃤
hmmz geram banget sama ni orangg, minta dikulitiii ish
☠ᵏᵋᶜᶟꪀׁꪱ꯱ׁׅ֒꯱ɑׁ🐅⃫⃟⃤
wkwkw tim Jihan selingkuh sama satria gasihh
☠ᵏᵋᶜᶟꪀׁꪱ꯱ׁׅ֒꯱ɑׁ🐅⃫⃟⃤
suami kok nggk mencerminkan suami, ntar nyesel nangesss
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!