Aska seorang CEO tampan, dan juga cerdas. Sifatnya yang dingin dan juga datar membuat dia susah di dekati, apalagi sama yang namanya wanita.
Aska juga tidak pernah tersenyum, kecuali sama keluarga dan sahabat terdekatnya.
Akankah ada yang wanita yang bisa mendekati dan membuat dia tersenyum?
Yuk langsung kepo in.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon feby_mb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 17
Aska membaringkan tubuhnya di atas kasur empuk miliknya. Dia menatap langit-langit kamarnya, pikirannya jauh melayang. Dia teringat kejadian belasan tahun lalu.
Bagi sebagian anak di luar sana sosok ibu sangatlah baik, hangat dan juga mengayomi. Tapi tidak bagi Aska. Karena ibu yang melahirkannya malah memberikan luka yang sangat dalam untuk dirinya.
Flash On.
" Dasar anak tidak berguna!, pembawa sial..!" umpat wanita itu pada seseorang anak kecil berusia 6.
" Ampun Ma" ucap anak kecil itu.
Bukan berhenti wanita itu malah terus memukul anak kecil itu, hingga gagang sapu yang ia gunakan untuk memukul anak kecil itu patah. Setelah itu, barulah dia berhenti memukul anak kecil itu. Dan pergi begitu saja meninggalkan anaknya.
Ya anak itu kecil itu adalah Aska kecil. Setelah kepergian papanya, dia selalu disiksa sang mama. Karena mama berpikir Aska lah yang menyebabkan papanya pergi meninggalkan mamanya.
Aska tidak tau kenapa papanya pergi meninggalkan dia dan mamanya. Yang dia tau papanya pamit untuk pergi bekerja, setelah itu papanya tidak pernah kembali lagi.
Tak berselang lama mamanya kembali dengan membawa semua pakaian milik Aska, kemudian dia melemparkan semua pakaian Aska ke jalanan.
" Pergi kau dari rumahku!, dan jangan pernah kembali lagi. Kalau kau kembali lagi, maka aku akan membunuhmu!"
" Mama, Aska tidak mau pergi"
Wulan menyeret tubuh mungil Aska yang masih penuh luka itu, keluar dari rumah. Para tetangga yang melihat Aska di seret ke jalan hanya bisa melihat, tanpa bisa membantu. Karena kalau mereka membantu maka Wulan akan marah.
Aska hidup luntang-lantung di jalanan. Kadang dia makan dengan pemberian orang-orang yang iba melihatnya. Kadang Aska tidak makan beberapa hari.
Seperti saat ini, tidak ada apapun yang akan dia makan. Kalau minta pun kadang dikasih, terkadang dia malah di usir. Karena di sangka pengemis.
Aska melihat warung yang kebetulan tidak ada penghuninya. Aska mengambil beberapa roti dari warung itu. Saat sedang memasukkan roti-roti itu kedalam saku celananya, pemilik warung datang.
" Maling!"
Aska pun lari dengan kencang supaya dia tidak tertangkap sama pemilik warung. Saat mau menyeberang jalan, tiba-tiba ada mobil yang datang.
Ciiiit..
Mobil itu merem mendadak, Aska pun selamat dari kematian. Kemudian turunlah seorang laki-laki dan menghampiri Aska.
" Kamu baik-baik saja?" tanya laki-laki itu.
" Aku baik-baik saja Om" jawab Aska.
Itulah hari dimana Aska di pertemukan dengan seseorang malaikat dalam hidup Aska. Bahkan orang itu mau mengangkat dia sebagai anaknya. Ya dialah Arga Wiguna seorang pengusaha nomor satu di Asia.
Flash Off.
Aska tidak dapat menahan tangisnya lagi. Air mata yang selama ini tidak pernah keluar, hari ini keluar kembali karena wanita itu. Aska mengeluarkan semua kesedihannya, setelah itu dia berjanji tidak akan menangis lagi karena wanita itu.
Setelah lama menangis, akhirnya Aska terlelap. Dia berharap setelah bangun nanti. Kesedihan dan ingatan tentang wanita itu akan menghilang selamanya.
Sore hari.
Fira baru sampai di rumahnya. Setelah memasukkan mobilnya kedalam garasi, barulah Fira masuk kedalam rumahnya.
" Assalamualaikum"
" Wa'alaikum salam"
" Naya belum pulang ya Yah?" tanya Fira setelah duduk di kursi ruang tamu.
" Belum Nak"
Fira mengambil ponselnya, kemudian mencari nomor sang adik. Setelah ketemu, Fira langsung menghubungi nomor adiknya. Tak berapa lama telpon pun tersambung.
" Hallo Kak"
" Kamu itu kebiasaan banget setiap kali di telpon nggak pernah mengucapkan salam"
" Udah ah, ada apa kakak telpon aku?"
" Kamu kenapa belum pulang"
" Ntar lagi aku juga pulang, ni lagi di mall sama teman-teman"
" Sampai kapan kamu akan mengikuti gaya teman-teman kamu itu Kanaya?"
" Kalau tidak ada lagi, aku tutup dulu telponnya Kak"
Tut..
" Huh" Fira menghela nafasnya. Dia tidak menyangka adiknya akan seperti ini.
" Apa Naya menyusahkan kamu lagi, Nak?" tanya sang Ayah.
" Tidak Yah, Fira cuma lelah saja"
" Ya sudah, kamu istirahat dulu. Nanti biar Ayah yang masak"
" Jangan Yah, biar Fira aja yang masak"
" Nanti kamu sakit, kalau terlalu lelah Nak"
" Fira masih kuat Yah" kata Fira sambil tersenyum pada sang Ayah.
" Kalau gitu anak Ayah mandi dulu, supaya badannya lebih segar, nggak jelek seperti sekarang" ledek sang Ayah.
" Hehe..ayah bisa saja. Kalau gitu Fira mandi dulu ya Yah"
Setelah berpamitan dengan sang ayah. Fira pun berjalan menuju kamarnya. Sesampainya di kamar Fira langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Butuh waktu 15 menit untuk Fira membersihkan dirinya. Setelah itu barulah Fira keluar dari kamar mandi. Fira berjalan menuju lemari untuk mengambil pakaiannya. Selesai memakai pakaiannya, Fira pergi ke dapur untuk memasak.
Sampai di dapur Fira membuka kulkas. Dia melihat bahan apa aja yang bisa dia masak untuk makan malam nanti. Setelah mendapatkan bahan-bahan yang akan dia masak. Fira memulai acara masaknya, karena hari sudah mulai senja.
Aroma wangi dari masakan Fira sudah memenuhi dapur sederhana itu. Akhirnya masakan Fira pun sudah jadi. Fira menata semua masakannya di atas meja makan.
Karena badannya sudah berkeringat lagi. Fira memutuskan untuk mandi kembali. Setelah itu barulah dia memanggil sang ayah untuk makan malam.
Kayana baru pulang dari mall. Dia masuk kedalam rumah dengan menenteng beberapa paper bag di tangannya. Kemudian dia duduk di sofa kursi ruang tamu.
" Kamu habis belanja lagi Dek?" tanya Fira yang baru keluar dari kamarnya.
" Hhmm"
Fira melihat belanjaan adeknya lumayan banyak. Dan dari nama yang tertulis di paper bag itu, memastikan barang-barang yang di beli sama adeknya pasti mahal.
" Kamu dapat duit darimana, hingga bisa beli ini semua?" tanya Fira.
" Dari kerja lah" jawab Kanaya.
" Jangan bohong kamu, Kanaya!"
" Siapa yang bohong. Mulai sekarang kakak nggak perlu bayar uang kuliah aku, karena aku bisa membayar sendiri"
" Kalau kakak boleh tau, apa pekerjaan kamu, Dek?" tanya Fira.
" Kakak nggak perlu tau, karena nanti kakak bisa iri dengan kerjaan aku" kata Kanaya.
" Kakak tidak akan pernah iri, kakak malah ikut senang karena kamu sudah bekerja"
" Baguslah kalau kakak nggak iri. Aku mau ke kamar dulu, capek" kata Kanaya sambil berlalu pergi meninggalkan sang kakak.
Kakak harap kamu tidak berbohong.
To be continue...
Happy Reading 😚😚