NovelToon NovelToon
Pencicip Emosi

Pencicip Emosi

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Komedi / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:133.4k
Nilai: 4.7
Nama Author: Shiratarou

Kaivan adalah seseorang yang punya kekuatan merasakan emosi lewat lidah, hidung, dan kulitnya. Kemampuan tersebut membuat dia harus bersikap baik pada semua orang agar emosi negatif yang membuatnya sakit tidak keluar. Itulah sebabnya dia tidak bisa menolak permintaan orang-orang padanya.

Suatu hari ketika Kaivan menerima tugas membersihkan aula,dia bertemu gadis bisu alter ego yang ternyata adalah seorang users. Terjebak atas kesalahannya menghisap mana milik gadis itu, sekarang dia bertugas mengumpulkan emosi positif bersamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shiratarou, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Arc 1 Sampah Organik : Chapter 9 - Menurutmu Bagaimana

Kami sampai di toko barang kerajinan antik tempat Pero tinggal. Di sana aku kembali diantar menuju ujung ruangan, tempat di mana aku pernah berhadapan dengan Pero. Aku bisa melihat kursi putar besar yang masih kosong, Amalia yang masuk lebih dalam untuk menjemput wanita itu.

Perbincangan terakhirku dengan Pero terputus oleh sesuatu. Wanita siluman gagak itu bilang kalau dia tidak bisa mempertahankan wujud manusianya terlalu lama. Aku tidak tahu detailnya, tapi jawabannya pasti sesuatu seperti penggunaan sihir yang terbatas.

Amalia kembali, dia membawa burung gagak itu ke kursi putar besar.

“...”

Aku merasa kalau burung gagak itu menatapku, rasanya sedikit mengganggu dan misterius. Dilihat dari penampilannya yang berwarna hitam, burung tersebut juga sedikit seram.

*Posh

Asap muncul setelah Amalia meletakkan gagak itu di kursi, dan tentu saja dia dengan sigap menghamparkan kain untuk menutupi tubuh Pero.

“Jadi ... kali ini giliran kamu yang memanggilku, yah. Bagaimana kabarmu di sekolah bersama Amalia?” kata wanita itu sambil memutar kursi berbalik menghadapku.

Aku suka situasi di sini. Awalnya memang terlihat seram, tapi setelah kulihat lebih baik ternyata tidak begitu buruk. Aura dan kesan seperti tempat rahasia. Markas bos mafia yang punya aliran terlarang atau semacamnya. Gerak-gerik dari Pero juga membantuku dalam imajinasi ini. Tingkahnya yang santai dan bijaksana terlihat keren dengan suaranya yang tenang.

“Hn? Ivan?" panggilnya dengan suara bingung. "Kenapa kamu berdiri jauh? Aku tidak bisa melihatmu dengan jelas. Jadi, mendekatlah.”

“...”

Sebenarnya jika dibandingkan dengan jarakku ketika berjalan di luar, ini masih termasuk dekat. Amalia ada sekitar satu meter di belakang Pero, dan aku ada lima meter di depan Pero.

“Apa maksudnya gak jelas? Di jarak ini kita masih bisa ngobrol,” balasku membela.

Tentu saja berbeda dengan komunikasi kertas dengan Amalia. Pendengaran dan penglihatanku masih berfungsi baik pada jarak lima meter, seharusnya tidak ada masalah untuk melakukan pembicaraan.

“Yah ... memang benar. Tapi, aku masih belum terbiasa dengan penglihatan manusia.”

Terbiasa dengan penglihatan manusia? Ah, ini pembicaraan dia sebagai burung, yah.

“Memangnya mata burung itu seperti apa?”

“Sama seperti manusia, hanya saja kami bisa melihat warna ultraviolet. Oleh sebab itu, ada sedikit rasa pusing ketika melihat jauh menggunakan mata ini. Jadi, bisa kamu mendekat, Ivan?”

Warna ultraviolet ...? Cukup unik. Itu berarti aku bisa melihat sinar matahari dengan nuansa yang berbeda. Langit siang yang seharusnya berwarna putih akan memunculkan warna-warni seperti pelangi. Namun, kesampingkan tentang itu.

“Aku mau mendekat kalau Amalia menjauh.”

Jarak lima meter tidak terlalu jauh, aku masih bisa mendeteksi emosi seseorang, apalagi untuk kasus Amalia yang memiliki sensitivitas tinggi.

Gadis itu membuat ekspresi bersalah sekaligus malu. Selain sakit, aku bisa merasakan ada rasa gatal di kulit dan keasaman di lidah. Jujur saja, normalnya aku sudah meninggalkan orang seperti Amalia jauh-jauh dari jangkauanku.

Pero menengok ke belakang dengan memutar kursinya sebesar empat puluh lima derajat.

“Ada apa? Kalian bertengkar?”

Amalia menulis catatan dan menunjukkannya kepada Pero. Tapi, aku tidak bisa melihatnya, jarak dan sudut pandangku tidak memungkinkan untuk itu.

“Hn? Menstruasi? Memangnya kenapa dengan itu? Bukannya itu normal? Apa dia merasa jijik setelah melihatnya langsung?”

“...!?”

Amalia menggeleng dengan keras, membuat rambutnya bergelayutan ke sana ke mari. Ekspresi kewalahannya membuat berbagai emosi keluar darinya. Di sini aku terbanjiri oleh gelombang tersebut.

“Menstruasi itu menimbulkan rasa sakit di perut dan perubahan emosi yang tidak stabil. Makanya aku tersiksa kalau berdekatan dengan Amalia sekarang,” ucapku yang meluruskan percakapan ini.

“Oh ... begitu, iya,” jawab Pero yang kembali menghadap ke arahku.

Oke, kembali ke urusan utama.

“Sebenarnya aku ingin menanyakan dari awal. Masalah menstruasi juga bisa kurasakan pada orang lain, seharusnya aku sudah terbiasa. Tapi, kenapa aku bisa merasakan emosi jauh lebih kuat pada Amalia?”

Pertemuan awalku diwarnai oleh hal tersebut. Masih terukir di ingatanku rasa pedas dan panas hebat saat Amalia mengeluarkan emosi kemarahannya. Jika aku diharuskan terus bersamanya dalam beberapa waktu ke depan, aku harap hal tersebut bisa dihilangkan.

“Hn? Memangnya seberapa besar masalah itu bagimu?”

“Semua masalah tentangnya adalah hal ini. Waktu Amalia kaget, tubuhku seperti tersengat listrik dari stop kontak dan membuatku kesemutan. Waktu Amalia gelisah, aku dapet aroma segak seperti dicekoki air rebusan asam jawa. Dan sekarang dia mens, aku merasakan sensasi sakit kepala klaster ketika dia terhantam bola.”

Beberapa kali hampir tumbang karenanya, dan malah waktu istirahat aku benar-benar tumbang.

“Aku mengerti perasaan yang kamu gambarkan di sana. Tapi, tentang betapa merepotkannya hal tersebut sudah tersampaikan. Aku minta maaf," katanya sambil memejamkan mata menundukkan kepala,

"Karena sudah terjadi apa boleh buat, sekarang lanjut saja penyebab dan penyelesaiannya."

"Hmn ...." Pero kembali menghadap ke depan, tapi tatapan kami tidak bertemu karena dia tidak bisa melihatku dengan jelas. "Mungkin semua itu Amalia masih belum bisa menggunakan kekuatannya dengan baik.”

“Kekuatan?”

“Kamu belum tahu? Memangnya Lia gak cerita?” tanya Pero, dilanjut dengan pandangannya ke arah Amalia.

Dengan cepat gadis itu pun memberi catatan lain menjawab lirikan mata Pero.

“Oh, jadi kamu belum tahu," lanjut Pero setelah membaca catatan Amalia. "Baiklah ... mungkin sebagai animus, ini juga bagian dari pekerjaanku,” ucapnya sambil mendekati meja di depannya untuk menaruh lipatan tangan. “Sekarang bisa kamu mendekat, Ivan? Aku akan minta Lia pergi ke belakang.”

Pero kembali menengok Amalia, gadis itu telah mendengar dan mengerti arah pembicaraan kami. Dilanjut dengan mengangguk sekali, Amalia masuk ke dalam ruangan yang lebih dalam.

Sesuai perkataanku sebelumnya, aku mendekat setelah Amalia menjauh. Sekarang Pero dan aku berjarak cukup dekat, kamu berhadapan meja di meja kerjanya Pero.

“Oke, pertama, kamu sudah tahu ‘kan kalau Lia punya wujud sihir yang dia pakai buat ambil pecahan mana?”

“Apa itu waktu dia pakai jubah putih?”

“Ya, benar. Di wujud itu dia gak kelihatan sama orang biasa. Kamu yang bisa lihat Lia juga salah satu bukti kalau pembaca emosi memang berasal dari animus.”

Oh, jadi itu skill pasif yang dimiliki oleh orang-orang sejenis kalian.

“Wujud sihir Lia hanya satu di antaranya, dia punya kemampuan yang dibawa untuk membantu mengumpulkan mana. Tapi, sampai sekarang dia masih kesulitan menggunakannya,” lanjut penjelasan Pero.

Hmn ... mungkin itu juga alasan kenapa dia tidak memberi tahuku. Kekuatan yang tidak bisa dipakai sama halnya seperti alat yang tidak tahu fungsinya. Tidak ada gunanya memamerkan benda tak berguna.

“Aku adalah burung gagak, kami punya cara hidup yang lebih pintar dari hewan lain. Salah satu keahlian burung gagak adalah menggunakan alat bantu untuk mempermudah kami mendapatkan makanan.”

“Yah, burung gagak memang pintar. Aku pernah dengar kalau mereka bahkan lebih pintar dari kera.”

“Kamu bisa anggap itu benar, karena kami juga pernah memanfaatkan kera agar mereka mencarikan makan untuk kami.”

“...”

Memanfaatkan? Apa itu artinya dia hewan licik? Ah, biarlah. Di sini aku sebagai perwakilan manusia juga sadar kalau golonganku jauh lebih licik lagi.

“Kami memang punya logika dan pemikiran di atas hewan lain. Karena itu, ketika aku jadi animus, aku punya kemampuan menggunakan mana lebih baik daripada animus jenis lain. Dan setelah kontrak terbentuk, kekuatan itu bisa disalurkan pada users.”

“Aku mengerti, lalu bagaimana cara menggunakan mana yang benar?”

“Pecahan mana adalah bentuk emosi itu sendiri. Karena kekuatanku, Lia bisa menggunakan berbagai macam emosi agar mengalir ke tubuhnya dan mendapat kemampuan baru.”

“Kemampuan baru?”

“Benar, contoh paling sederhananya adalah untuk pertahanan diri. Lia bisa menggunakan emosi kemarahan untuk mendapat kemampuan bertarung.”

Oh ... jadi pertemuan pertamaku dengannya di aula adalah bentuk kekuatannya.

“Baiklah, aku mengerti dengan kekuatannya.”

Intinya itu hanya sebuah kekuatan berubah wujud seperti bunglon yang memanfaatkan lingkungannya untuk berubah warna.

“Lalu, kenapa dia tidak bisa mengendalikannya? Apa Amalia tidak diajarkan tentang itu? Kalau tarik kesimpulan dari penjelasan barusan, itu artinya Amalia lebih bodoh darimu.”

*Whoush ....

“...”

Gelombang emosi.

Ternyata gadis itu sedang menguping pembicaraan kami. Ada sensasi tersengat listrik dan sedikit perasaan negatif berbau obat. Terasa kalau dia sedikit tersinggung atas ucapanku.

“Ahaha ... tidak bisa dibilang seperti itu juga. Semua perlu belajar, bayangkan saja kamu tiba-tiba punya sayap. Wajarnya kamu tidak bisa langsung terbang, 'kan?”

“Kalau diibaratkan seperti itu, entah kenapa terdengar masuk akal.”

“Itu bukan permisalan ataupun analogi asal. Itu contoh yang benar-benar terjadi padaku. Buktinya sampai sekarang aku tidak bisa berjalan dengan kaki manusia.”

“Tidak bisa berjalan? Apa kamu tidak bisa menggerakan kakimu?”

“Bukan tidak bisa menggerakan, tapi sensasinya yang berbeda. Struktur kaki manusia dan burung berbeda. Kalau kamu perhatikan, kaki burung menekuk ke arah berlawanan dengan kaki manusia.”

Hmn?

Aku mengerutkan wajah untuk berpikir dan mengingat. Gambar burung terakhir yang kulihat ... atau mungkin gambar ayam.

“...”

“Bayangkan saja, suatu hari tiba-tiba lututmu menekuk ke arah berlawanan.”

Benar juga, aku baru sadar kalau mereka punya sendi yang menekuk berlawanan dengan manusia.

“Aku tidak ingin membayangkan hal yang menyakitkan seperti itu.”

“Ahaha ....”

“...”

Baiklah, baiklah ... aku mengerti kalau perubahan tiba-tiba pada tubuh akan membuat si pelaku kehilangan kemampuan pengendalian tubuhnya.

“Jadi, langsung ke intinya saja. Bagaimana membuat Amalia bisa mengendalikan kekuatannya.”

“Tentu saja berlatih. Tidak ada jalan lain. Kalau kamu mau cepat, kamu bisa mengajarinya.”

“Kenapa kamu menyuruhku mengajari sesuatu yang bahkan tidak kumiliki? Bukannya paling masuk akal itu kamu yang mengajari hal itu?”

“Tidak perlu formal, setidaknya temani dia ketika berlatih. Itu jauh lebih baik daripada melakukannya sendiri. Aku sendiri tidak bisa terus mengawasinya, dunia kita dari awal sudah berbeda.”

Oh ... jadi tugasku bertambah sekarang? Dari pengganti botol menjadi guru dadakannya? Tapi, terserah. Apapun akan kulakukan untuk mencegah hal seperti istirahat siang tadi terulang. Mungkin akan kupikirkan setelah Amalia selesai dengan menstruasinya.

“Hoawn .....” Pero menguap sambil merentangkan tangannya, pergesekan sendi di bahu dan otot dadanya hampir membuat kain penutup tubuhnya terjatuh. “Hah ... apa sudah selesai?”

“Satu lagi. Ini berkaitan tentang pengambilan mana yang dilakukan Amalia.”

“Oh ... apa itu?”

“Menurutmu, bagaimana cara menyelesaikan kasus bullying?”

“...”

 

 

*****

 

 

1
arfan
up
Dalvi Leonel
ini ceritanya bagus
ㅤㅤㅤㅤㅤ😻Kᵝ⃟ᴸ⸙ᵍᵏ نَيْ ㊍㊍🍒⃞⃟🦅😻
judulnya membuat nay tertarik untuk membacanya🙄
auto list ❤️ mana udah end
jadi bisa marathon bacanya tanpa di PHP 🤣✌️
semangat terus berkarya 👍
Y. I.
Petualangan seorang remaja dengan kekuatan merealisasikan pikiran dan membalaskan dendamnya sejak kecil.

Baca di "Dangerous Minds" untuk kelanjutannya!

Oh ya, sebagai tanda terima kasih karena telah menumpang promosi di novel Author. Saya meninggalkan 15 like dan favorit novel ini. Terima kasih, ya Thor!
Karel Leven🍇
bingung Thor bacanya,,, me pusing,, mungkin lebih jelas ngapa Thor, jadi lebih mudah dicerna otak ku ini
Al_setia
kalau bisa ada cerita baru dong thor, aku tunggu ya...
Shiratarou: coba ke wattp4d ku saja. namanya sama Shiratarou
total 1 replies
Agus Sakti
udah selesai!!?
Shiratarou: berakhir paksa aja,
endingnya bisa dibayangkan sendiri,
last battle sama Hanz
total 1 replies
Պᾰℓℓ!кᾰ89
ga jelas ni novel!!!
Ran: bisa tolong pakai bahasa yang lebih halus ☺️🙏

atau mungkin punya saran bagus untuk novel ini seenggaknya kasih saran jangan di kritik doang kak ☺️
total 2 replies
Ran
gue udah baca sejauh ini dan gue suka sama ceritanya
lanjut terus thor 😊💪
Shiratarou: karena dibuat gak sepenuh hati.

tadinya mau dibikin panjang tapi waktu itu ganti peraturan dan sistem level bikin novel ini gak ada harganya.
total 3 replies
OvO
baca novel "permainan kematian"
nana
hai kak singga di novel aku uakak 😇😇
Element
hallo kakak ceritnya bagus banget. ijin promosi Novelku ya.
"CLEO KING OF ERA" novel dengan Percakapan. udah aku like thor
Al_setia
thor,ada season 2 nya gak? kasian Ivan belum punya gebetan...
Laki Idaman: Hidup tanpa ena bagai taman tak berbungaaa~aaa .... Hai begitulah kata Dewa Bercinta~ Mari berkunjung ke novel "Reinkarnasi Dewa Bercinta"

Tyty
total 3 replies
Lyle
Halo thor!
Semangat terus nulisnya..
Mampir juga ya ke novelku yang berjudul "Hanago Of Japan" dan "Nao Daily Notes",!
Salam sukses!! >0<
Secrednaomi: -----------»Elementer Evolution«------------

*Genre : Romance, SMA, Fantasy, Over power, Petualangan

*Baca dulu kalian pasti suka...!!

"Aku adalah salah satu dari manusia evolusi dan salah satu keturunan dari kelima elementer yang akan Berpetualang keberbagai tempat, merampas kekuatan, mengungkap Rahasia-rahasia, semua ada dalam hidupku".
total 1 replies
asyura_
Helo kak Author tercinta, semangat berkarya, karyamu luar biasa 🤩, semangat terus ya kak, walau jari keriting di buatnya.
Keep healthy.

Salam hangat dari Over Power 🤗
Akira ✨
Lanjut, kak

Salam dari THE OTHER SIDE dan PEMERAN PEMBANTU

Silahkan mampir jika berkenan
LEVIATHAN♛
wow... ini ide ceritanya anti mainstream banget sih. cerita bagus gini, kenapa gue baru nemu sekarang ya?
Shiratarou: maaf, mungkin karena si saya jarang promosi 😅
total 1 replies
Al_setia
keadaan Ivan terpuruk banget thor,kasian...
Shiratarou: masih banyak keadaan yang lebih kasian lagi yang bakal aku tulis.
total 1 replies
S.3.3
Mampit thor😊
Shiratarou: ah, iya .. silahkan2
total 1 replies
Al_setia
jangan nyerah ya...maju terus
Shiratarou: wow ... baru kali ini ada yang baca terus.
makasih, iya. saya selalu lanjut kok
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!