Season 2 " Ketua Osis Kejam "
Perpisahan, kesedihan, pertarungan, teka-teki selalu mewarnai kehidupan ketiga remaja berbeda jenis kelamin tersebut adalah putra dan putri dari Kevin Alexander Abraham dengan Anjel Cecilia Wijaya.
Ketiga remaja itu yang tak lain si kembar Erlan dan Elsa dengan adik angkat perempuannya, Kristal. segala macam konflik selalu menemani setiap langkah demi langkah mereka.
Teka-teki yang selalu menghantui mereka, kini mulai mereka selesaikan sedikit demi sedikit, yang akan membuat kehancuran dalam keluarga besar Wilsington dan apa penyebab di balik kekacauan keluarga besar ?
Fb : Zizi Ziah
Ig : Zi.ziah12
--------------------------------------------------------------------------
~ Asli pemikiran author sendiri ~
~ Selalu budidayakan :
• Like
• Vote
• Rate
• End Komen
~ No Plagiat ~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fauziah habibah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 15
Happy Reading Guys :)
^^^
" Karna Kristal takut kak Elsa marah dan gak bakal ngijinin Kristal. " ujar Kristal dengan sendu menatap mata kakaknya yang terpancar ke khawatiran.
" Kakak akan ngijinin kamu cari tau tentang tragedi itu. Tapi kakak gak setuju karna itu kamu bolos sekolah, Sudah kakak bilanh berapa kalo. Kalau kamu mau cari tau bisa sepulang sekolah dan tugas kamu sekolah, Kristal. " ujar Elsa yang mencoba memberikan pengertian.
" Kristal tau kak, Kristal janji gak bakal ngulangin lagi dan tadi hanya saja Kristal kangen sama mommu karna itu Kristal mutusin bolos dan pergi ke apartemen Aron. " ujar Kristal dengan menitikkan air matanua menahan rindu yang sangat mendalam.
" cup, cup, cup. Jangan nangis lagi, sekaranh kamu tidur bareng kakak dan besok sepulang sekolah, kakak akan kasih kamu kejutan yang sangat istimewa yang hanya kamu dan kakak saja yang tau. " ujar Elsa yang langsung diangguki Kristal dan mereka pun tertidur pulas dengan Elsa yang memeluk Kristal.
***
Sinar rembulan kini sudah berganti sinar matahari yang mulai merambat kedalam kamar kedua gadis cantik yang masih tertidur pulas. Yang tidak sama sekali terusik dengan cahaya terang di kamarnya dan seoranh pria tampan masuk kedalam kamar kedua gadis cantik itu untuk membangunkan kedua gadis itu yang maaih nyenyak dengan tidurnya.
" Semalam mereka tidur berdua ? cantiknya. " batin Erlam yang tengah memandangi wajah tenang dan polos Kristal.
" Ku akui dia sangat cantik. " batin Erlam tersenyum memandang wajar tertidur Kristal dan tanpa dia ketahui saudari kembarnha Elsa sudah terbangun melihat tatapan rindu, sayang dan kagum dari wajahnya.
" Kau tak bisa berbohonh lagi, kau sangat sayang dengan Kristal dan aku tau rasa sayang mu bukan rasa sayang sebagai kakak dengan adiknya. " ujar Elsa yang bangun dari tidurnya.
" Yang kau katakan semuanya salah dan justru aku sangat benci gadis ini. Karna kehadirannya membuat mommy tiada. " ujar Erlan dengan sinis memandangi Kristal dan Kristal sejak tadi mendengar suara kakaknha Elsa. Dia sudah terbangun, tapi dia langsung pura-pura tidur untuk mendengar jawaban langsunb dari mulut kakaknya Erlam. Kristal seketika menangis dalam dia mendengarnya.
" Mulut dan hati mu beda, kak. " ujar Elsa dengan menatap sinis kakaknya. Dia tau semua isi hati kakaknha dan bagaimanapun mereka saudara kembar yang memiliki ikatan batin yang begitu kuat.
" Seterah, cepat bangun dan sarapan. " ujar Erlan dengan berjalan keluar dengan sudah mengenakan baju kerjanya dan langsung menutup pintu kamarnya.
" Kakak mungkin bisa berbohong dengan yang lain, Tapi tidak dengan Elsa. " batin Elsa dengan tersenyum dan mulai membangunkan Kristal.
***
Setelah mereka selesai bersiap-siap, mereka langsung turun ke bawah menuju meja makan dan terlihat Erlan yang tengah menunggu mereka dengan menyeruput kopinya. Elsa langsung menghampiri kakaknya tapi tidak dengan Kristal yang memutuskan langsung berangkat, dari pada mendengar mulut pedas dari kakaknya Erlan.
" Kristal, ayo sarapan dan setelah itu kakak akan mengantarkan mu ke sekolah. " ujar Elsa yanh menghentikan langkah Kristal yang ingin meninggalkan mereka dan Erlan hanya diam sambil menyeruput kopinya.
" Tidak, Kak. Kristal naik taxsi saja. " ujar Kristal dengan tersenyum dan langsung berlaro keluar sebelum air matanya tumpah, mengingat perkataan kakaknya tadi di dalam kamar.
" Kakak tau kau pasti tidak ingin kak Erlan mengeluarkan kata-kata pedasnya. " batin Elsa dengan sendu dan dia akan ceritakan ini kepada mommynya.
See you tomorrow guys 😘
perannya kebanyakan