NovelToon NovelToon
SANTANA MILIK SENJANA

SANTANA MILIK SENJANA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Romansa Fantasi
Popularitas:125
Nilai: 5
Nama Author: little ky

Kisah cinta yang tak usia saat masih berseragam abu-abu, akankah bisa terjalin kembali? Disaat keduanya sudah tak lagi sama, namun hati tak bisa dibohongi, cinta mereka nyatanya masih ada.
Namun, disaat cinta kembali mengalahkan logika, keadaan justru menyudutkan keduanya.
Akankah SANTANA masih bisa menjadi milik SENJANA?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon little ky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kenapa?

Suara kicauan burung dalam berbagai jenis selalu menemani pagi Rahayu sejak perpisahannya dengan sang suami. Pernah mendengar dari seseorang jikalau suara kicauan burung, bisa sangat merdu dan menenangkan jiwa, membuat Rahayu secara dadakan menjadi penggemar burung kicau.

Angkara sampai pusing mengikuti kegemaran baru ibunya, karena dialah yang membeli semua burung itu. Bahkan sampai ada yang dia beli dari luar negeri. Hobi baru Rahayu ini memang mengurus kocek. Belum membeli burungnya, lalu membayar perawat burung-burung itu yang jumlahnya saja ada empat orang.

Angkara diam dan menuruti saja apa mau ibunya. Terbukti, usaha tidak mengkhianati hasil, kini ibunya benar-benar bisa menikmati hidup tanpa ada lagi bayang-bayang ayahnya yang entah dimana sekarang pastinya sudah berbahagia bersama wanita itu.

Jika ayahnya saja bisa meninggalkan ibunya lalu bahagia bersama wanita lain, lalu kenapa ibunya harus terpuruk sendirian. Apapun akan dilakukan Angkara, walau dia harus menjual Liquor Group sekalipun, asalkan ibunya dan keluarganya bahagia.

" Nyonya.. Ada tamu. " kesenangan Rahayu menikmati nyanyian burung ditemani secangkir teh hangat terganggu.

" Siapa, Jah? " tanyanya pada salah seorang IRT di rumahnya, Paijah.

" Saya, nyonya.. " muncul seseorang yang dikenal oleh Rahayu.

Tanpa babibu, dia meminta Paijah untuk menyiapkan sajian untuk tamu kehormatannya ini. Jadilah mereka berbincang di halaman samping rumah Rahayu, yang memang khusus digunakan untuk memelihara burung.

" Hobi yang Anda miliki, mengingatkan saya akan seseorang bu Rahayu. " ujar Mitha, yang niatnya terdistraksi karena melihat banyaknya burung peliharaan Rahayu.

" Hobi baru yang juga direkomendasikan oleh seseorang, bu Mitha... " Rahayu tersenyum begitu cerah saat mengatakannya, " Ngomong-ngomong apa gerangan yang membawa bu Mitha menemui saya sepagi ini? Apa ini soal San dan Yara? " tebak Rahayu tepat sasaran.

Wajah Mitha terlihat sungkan tiba-tiba ditembak Rahayu soal niatnya mendatangi ibu Angkara dan Miyara di pagi yang masih bisa dikatakan terlalu pagi untuk bertamu. Tapi niatnya tak lagi bisa dibendung, selama ini diam membuat banyak orang yang terluka karena dengan kepercayaan diri yang dikumpulkannya selama beberapa hari, Mitha nekat mendatangi Rahayu.

" Anda sudah mendengar tentang keputusan San membatalkan pertunangannya dengan Yara? " pertanyaan Mitha dijawab anggukan kepala yang mantap.

Anehnya wajah Rahayu sama sekali tidak ada kemarahan atau kekecewaan, wajahnya masih tetap tersenyum ramah meski senyumnya tak selebar tadi saat menyambutnya.

" Bu Rahayu... anda tidak... marah? "

Rahayu menggeleng, " Saya mengerti, bu Mitha.. Hanya saja saya cukup terkejut, kenapa setelah dua tahun lamanya baru Santana membatalkan pertunangan ini. Waktu itu saya kira, pertunangan yang diawali paksaan Yara ini hanya bertahan beberapa bulan. "

Ganti Mitha yang sekarang terkejut, " Mereka memiliki perjanjian, bu Rahayu. Yara meminta waktu dua tahun untuk membuktikan bahwa dia bisa memikat hati Santana. Hanya saja.... " helaan nafas keluar dari mulut Mitha.

" Saya ingin bercerita sedikit, yang mana saya harap setelah mendengar cerita ini, ibu Rahayu bisa memahami apa yang diputuskan Santana. "

" Saya rasa ceritanya akan sangat panjang, kalau begitu boleh dong diselingi makan kue dan minum teh hangat. " celetukan Rahayu membuat Mitha terkekeh pelan. Ketegangannya berangsur turun.

" Saya bertemu San saat dia menginjak kelas dua SMP. Dia teman sekelas Welly, yang ternyata sejak usianya masih kecil dia sudah hidup di panti asuhan. Waktu itu suami saya baru meninggal, saya dan Welly sangat terpukul... "

" Pertama kali saya melihat Welly yang bisa dengan leluasa dekat dengan temannya, bahkan sampai bisa menginap di panti atau ikut kemana pun San pergi. Dari sana saya pikir, putra saya yang masih berduka mungkin bisa sedikit teralihkan jika bersama San. Lalu keputusan mengadopsi San pun saya ambil kala itu, bu. " Rahayu tidak menyela, dia memilih mendengarkan dengan baik.

" San anak yang pendiam, jarang bicara, jarang senyum, jarang tertawa, selalu membuat batas dengan orang-orang di sekitarnya. Ini sempat membuat saya khawatir, karena ternyata Santana memiliki trauma sepeninggal kedua orang tuanya. Tapi semua itu berubah dalam satu hari saat Santana kelas 1 SMA.... "

" Saya melihatnya tertawa dan tersenyum. Begitu indah dipandang mata, dan menurut apa yang Welly ceritakan, Santana bisa seperti itu karena teman sekelas Welly, anak perempuan yang Santana panggil ' Senjaku '... "

Deg...

Kedua mata ibu Rahayu melebar mendengar kata terakhir yang disebut oleh Mitha. Lalu di otaknya terlintas kejadian saat makan malam dimana Santana hadir saat itu. Lalu tentang cerita dari dokter Zahra, terakhir ucapan Senjana saat pernah disuruh Angkara untuk mencari kekasih.

" Bu Mitha... "

" Ya, bu.. Senja yang sama seperti Senjana yang Anda kenal. Senja yang dianggap Santana sebagai Senja terindah selama hidupnya. Cinta yang dia patahkan karena rasa takutnya menyakiti Senjananya, bu.. " Mitha langsung menangis. Masih teringat jelas di ingatannya saat Santana pulang dari sekolah dalam kondisi hancur. Welly hanya menggeleng, mengkodenya untuk tidak bertanya apapun saat itu.

" Papa Senja yang menyebabkan kedua orang tua San meninggal dunia. Dan saat mengetahui semua itu dari mulut papa Senja sendiri, Santana hancur, bu. Senjanya yang dianggap cahaya dalam hidupnya, seseorang yang sangat berarti sekali untuknya, ternyata putri dari orang yang menjadi penyebab meninggalnya kedua orang tuanya... "

" Santana takut cintanya pada Senja berubah menjadi ajang balas dendam. Tak sanggup menyakiti hati pelita hidupnya karena itu dia patahkan sendiri hatinya, dia hancurkan hidupnya lalu pergi begitu saja tanpa penjelasan.... " tangis bu Mitha semakin kencang.

Rahayu pun ikut menangis, tak menyangka semua ini terhubung. Bayangan dalam pikirannya betapa hancurnya hati Senjananya saat melihat Yara menggandeng tangan Santana malam itu. Dalam bayangannya dia memikirkan andai Yara tahu apa yang akan Yara lakukan saat menyadari dia telah menjadi luka bagi Senjananya.

Kenapa takdir serumit ini?

Kenapa nestapa ini harus dialami putrinya sendiri dan seseorang yang dianggap seperti putri kandungnya?

" Kenapa harus Santana yang keduanya cintai? "

Hati Rahayu ikut hancur, sama seperti Mitha. Dia melihat sendiri betapa pilu tangisan Mitha yang mana artinya kejadian itu pastilah sangat menguras hati. Senjana bahkan sampai harus depresi karena semua itu, Santana pun memilih pergi daripada mencintai tapi justru menyakiti.

" Bu Mitha.. " panggil Rahayu setelah cukup lama berusaha menguasai diri.

" Saya akan pastikan masalah ini selesai dengan baik. Saya menyayangi Yara, tapi saya juga menyayangi Senjana. Bagi saya Senjana itu adik Angkara dan kakak perempuan Yara... Saya berjanji pada anda bu Mitha, masalah ini akan selesai dengan baik. " Mitha hanya bisa mengangguk dan terus mengucapkan Terima kasih.

Keduanya lalu tenggelam dalam pikiran masing-masing, sampai keduanya tidak menyadari jika sejak bu Mitha mulai bercerita, ada seseorang yang juga mendengar semuanya.

Orang ini juga sama hancurnya dengan kedua wanita berusia senja itu. Hatinya sakit, tak menyangka kenapa semua ini harus terjadi. Kenapa harus Senjana yang dicintai Santana?

Kenapa??

Kenapa??

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!