Min Kiara gadis manis berusia 19 tahun mempunyai kekasih bernama Kim Taehyung seorang pengusaha muda yang terkenal dingin dan tidak tersentuh di Korea, tidak ada yang tahu tentang hubungan mereka yang baru berusia 6 bulan itu.
Bagaimana jadinya jika Kim taehyung tiba-tiba di jodohkan dengan wanita lain? akankah Kim taehyung menolak perjodohan itu dan mempertahankan kekasihnya? atau sebaliknya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nia ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku disini
Setelah beberapa saat kiara mulai terbangun dan dia mencoba menggerakkan tubuhnya tapi entah kenapa rasanya sangat sulit dan saat kiara menoleh ke samping dan gadis itu melihat taehyung yang sedang tidur dengan wajah damainya. Sebuah senyuman tersungging dari bibir si manis dan dengan gerakan pelan kiara menyentuh kening taehyung dan mengusapnya perlahan lalu turun ke alis, hidung dan terakhir bibir, bibir yang beberapa kali menciumnya dengan penuh cinta.
Kiara tanpa sadar mendekatkan wajahnya ke arah taehyung dan dirinya merasakan aroma mint yang menguar dari mulut taehyung dan perlahan gadis itu mengecup bibir itu sekilas, sementara itu taehyung yang sudah terbangun dari tadi masih betah memejamkan mata menikmati sentuhan dari tangan mungil milik kekasihnya tersebut hingga saat kiara dengan berani mencium bibirnya dengan cepat taehyung menahan tengkuk kiara dan langsung memperdalam ciuman mereka sementara itu kiara yang awalnya terkejut mulai terbuai dengan ciuman tersebut dan setelah beberapa saat kiara menepuk pelan bahu taehyung memberi isyarat jika diriny mulai kehabisan nafas dan taehyung pun mengakhiri sesi ciuman mereka.
“Kakak ngerjain aku ya" protes kiara dengan nafas terengah dan wajah yang sudah merona, sedangkan taehyung tersenyum menanggapi perkataan kekasihnya.
“Tadi siapa yang menggoda duluan hmm? Pake cium-cium segala lagi" goda taehyung sedangkan si manis langsung menenggelamkan wajahnya ke dada bidang taehyung karena malu.
Taehyung yang gemas pun semakin memeluk erat kekasihnya dan mencium rambutnya sayang.
“Kak..." panggil kiara pelan lalu mendongakkan wajahnya menatap taehyung, saat ini posisi mereka masih berpelukan di atas tempat tidur dengan taehyung yang mengelus pelan punggung si manis.
"Ada apa sayang” ucap taehyung pelan.
"Jangan pergi lagi” ucap jungkook pelan.
“Kakak tidak akan kemana mana sayang, kakak disini" ucap taehyung lembut.
Kiara menatap lekat wajah taehyung lalu setetes air mata mengalir membasahi pipi putihnya sedangkan taehyung yang melihatnya segera menghapus air mata itu lembut.
“Jangan menangis sayang, nanti matanya sakit" ucap taehyung lembut sedangkan kiara gadis itu semakin terisak dalam pelukan taehyung meluapkan rasa sesak di dadanya sedangkan taehyung masih setia memeluk tubuh mungil itu.
Sementara itu di mansion kim terlihat irene yang sedang berkunjung untuk menemui taehyung tapi ternyata pria itu tidak berada di mansion.
“Kalau boleh tahu dimana taehyung kek?" Tanya irene sedangkan kakek kim menggeleng pelan tanda dia tidak tahu apapun.
“Sepertinya dia ada urusan yang tidak bisa dirinya tinggal, nanti kalau taehyung sudah pulang akan kakek sampaikan jika kamu mencarinya” ucap kakek kim.
"Sebenarnya kakek tahu kan dimana taehyung” ucap seokjin setelah kepergian irene sedangkan kakek kim hanya diam tanpa mau menjawab pertanyaan cucunya tersebut.
“Pah benar kata jinnie kalau papa sebenarnya tahu dimana taehyung berada sekarang?" Tanya baekhyun sedangkan sang ayah mertua hanya mengangguk pelan.
“Lalu kenapa tadi papa bilang kepada irene jika papa tidak tahu keberadaan taehyung?" tanya chanyeol.
“Karena taehyung saat ini tidak ingin diganggu oleh siapapun" jawab kakek kim sementara yang lain diam hanya diam mendengar jawaban dari kakek kim.
3 hari sudah kiara dirawat dan hari ini gadis itu sudah boleh pulang dan selama 3 hari juga taehyung selalu di rumah sakit menjaga kesayangannya bahkan dirinya mengabaikan panggilan masuk dari irene yang masuk ke ponselnya.
Saat taehyung meninggalkan kiara seorang diri karena mengurus administrasi tiba-tiba ponsel taehyung yang tergeletak di atas nakas berdering dan terpampanglah nama irene di layar ponsel tersebut, kiara hanya melirik sekilas dan ada rasa nyeri yang berdenyut tiba-tiba di dadanya seolah kembali mengingatkan gadis itu tentang posisinya saat ini.
Dia mencintai taehyung dan taehyung juga mencintainya tapi kenapa hubungan mereka salah, jika mengingat itu dadanya akan terasa sesak.
Kiara gadis itu tidak tahu dan tidak paham kenapa takdir mempermainkannya dengan begitu kejam, gadis itu tidak tahu apakah kedepannya akan bisa menjalaninya atau tidak tapi yang terpenting sekarang adalah kekasihnya tidak pergi menjauh dari dirinya itu yang terpenting saat ini.
“Sayang ayo" ajak taehyung yang tiba-tiba masuk membuyarkan lamunan si manis sedangkan kiara langsung mengangguk lalu mengikuti langkah taehyung.
Mereka berdua berjalan sepanjang lorong rumah sakit dengan tangan yang saling bertautan menuju area parkir.
"Ingin mampir membeli sesuatu hmm?” Tanya taehyung sambil fokus menyetir dan gadis itu menggeleng pelan.
“Kamu kenapa sayang?" Tanya taehyung saat melihat kekasihnya yang diam sejak tadi keluar dari rumah sakit hingga sepanjang perjalanan menuju mansion Min.
“kia tidak apa-apa kak hanya saja kia ngantuk" jawab kiara pelan berusaha menyembunyikan rasa sesak di dadanya sedangkan taehyung tersenyum lalu mengusap surai si manis pelan.
“Tidurlah nanti kakak bangunkan" ucap taehyung lembut dan kiara pun mengangguk.
“Kiara kenapa tae?" Tanya jimin yang melihat taehyung memasuki mansion min dengan kiara di gendongannya.
“Hanya tidur jim" jawab taehyung pelan takut membangunkan si manis.
“Oh baiklah, langsung bawa ke kamar saja" ucap jimin dan diangguki oleh taehyung.
Setelah meletakkan sang kekasih diatas tempat tidur dan memastikan jika kekasihnya itu masih terlelap perlahan taehyung meninggalkan kamar kiara setelah sebelumnya mencium kening kiara sayang.
"Kakak pulang dulu ya, besok kakak ke sini lagi” bisik taehyung pelan lalu setelahnya keluar dari kamar kiara.
“Langsung pulang kamu tae?" Tanya jimin dan diangguki oleh taehyung.
“Dimana kak suga?" Tanya taehyung.
“Dia ke perusahaan ada meeting penting hari ini" ucap jimin.
“Aku pulang dulu ya, besok aku ke sini lagi" kata taehyung dan melangkah keluar dan suara jimin menghentikan langkah pria tersebut.
"Jangan memaksakan diri untuk sering kesini tae, kami tahu kamu akan disibukkan dengan pernikahanmu minggu depan. Kamu tidak perlu khawatir soal kiara karena kami akan memberi pengertian pada gadis tersebut” ucap jimin berusaha memberi kesempatan untuk taehyung mengurus pernikahannya.
"Dia yang ingin menikah bukan aku, jadi biar dia dan keluarganya yang mengurus pernikahan itu” ucap taehyung cepat.
“Tapi tae…”
"Tidak perlu ikut pusing memikirkan pernikahan yang sama sekali tidak aku inginkan jim, kelak jika aku menikah dengan kiara baru kalian ikut pusing memikirkannya" ucap taehyung memotong perkataan jimin sedangkan jimin wanita itu memukul pelan lengan taehyung.
“Dasar kamu ini ya" ucap jimin sambil menggelengkan kepalanya.
“Sudah ya aku pulang dulu, besok aku ke sini lagi" pamit taehyung dan setelahnya benar-benar meninggalkan mansion min.
Kiara mendengarkan dalam diam semua pembicaraan taehyung dan jimin tanpa mereka berdua sadari, setelah taehyung pulang kiara kembali ke kamarnya ternyata tadi setelah taehyung keluar dari kamarnya gadis itu terbangun dan mencari keberadaan taehyung dan ternyata pria itu sedang berbincang dengan kakaknya membuat kiara urung menghampiri mereka saat mendengarkan pembicaraan mereka tadi.
Kiara termenung di balkon kamar, rasa sesak menyelimuti dadanya saat mengingat jika minggu depan taehyung akan menikah dan itu bukan dengannya tapi gadis itu juga tidak bisa berbuat apapun karena ini adalah pilihannya terus mempertahankan hubungan ini meski rasanya sangat sakit.
“Kamu pulang tae" sapa baekhyun saat melihat sang putra yang memasuki mansion dan taehyung pun mengangguk dan berjalan menuju kamarnya tanpa mengucapkan sepatah katapun.