NovelToon NovelToon
Pergaulan Bebasku

Pergaulan Bebasku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:2.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: siti solikhah

Likha Charina

Gadis desa yang merantau ke Ibu Kota Jakarta bersama temanya untuk bekerja. Bagaimana dia bisa hidup di tempat perantaun dan bagaimana dia bisa terjebak dengan pergaulan bebas.

21 +

di tunggu kritik dan saranya

jangan lupa vote like dan komen ya guys.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon siti solikhah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kontrak

Bagas dan Enik mengatur nafasnya olahraga pagi di atas kasur membuat mereka kelelahan

"Aku mau mandi, dah jam delapan" menatap Enik penuh dengan arti.

"Ayo mandi bersama" dengan masih menatap Enik.

"Kamu dulu sana" Enik mendorong pelan tubuh Bagas, dengan tatapnya menunduduk kebawah.

Menghilangkan rasa malu yang menyelimuti dirinya.

Bagas bangun dari kasurnya dan mengamati tubuh Enik dari ujung kaki hingga kepala.

Karena saat ini tubuhnya sama-sama polos karena pergulatan pagi mereka.

Tanpa berpikir panjang Bagas mengendong tubuh Enik.

Enik tak begitu terkejut karena dia tau pasti Bagas akan mengajaknya mandi bersama.

Enik pun menautan tanganya di tengkuk leher Bagas.

Enik tiba-tiba menautakan bibirnya pada Bagas.

Bagas begitu terkejut dan menghentikan langkahnya sejenak.

"sudah mulai agresif" batin Bagas.

Ia melanjutkan langkahnya kembali.

Dan membalas pagutan yang Enik laķukan terlebih dahulu.

Dan di dalam kekamar mandi mereka melakukannya kembali.

Seperti tak ada hari esok pikir Enik.

hahahaha.

Kaya pengantin baru saja.

wkwkwkwk.

***

Tak terasa hubungan Irfan dan Likha sudah berjalan tiga bulan.

Mereka setiap hari semakin dekat.

Namun meraka tak melakukan hal di luar batas yang di lakukan saat muda mudi perpacaran.

Hal sewajarnya saja yang mereka lakukan.

"Kha nanti aku jemput" Irfan menghampiri Likha di dapur.

Dan Likha menganggukan kepalanya dan memberikan seulas senyuman pada Irfan.

Irfan pun membalas senyuman dari Likha.

Irfan sangat mencintai Likha.

Dia tak percaya dia begitu mencintai seorang wanita selain ibunya.

Perasaan yang saat ini dia rasakan belum pernah ia rasakan sebelumnya.

Dia yang terkenal fuckboy di antara teman-temanya.

Namun hubunganya dengan Likha mengubah dirinya.

Dua pasang mata menatap mereka, tatapan itu tak bisa di artikan oleh siapa pun yang melihat tatapan itu.

(Siapakah itu ??? hahaha)

Likha menuju toilet untuk mengganti pakaianya dengan seragam restoran.

Likha yang saat ini shif sore.

"Likha di panggil Bu Hani" seorang dari arah belakang Likha dengan suara sedikit kencang.

"Iya" Likha mengurungkan niatnya mengganti pakaian.

Dan menaruh baju seragam di di ruangan khusus karywan perempuan.

Likha menuju ruangan Ibu Hani.

Jantung Likha berdegub kencang.

Kenapa dirinya di panggil, apa dia punya kesalahan, dalam otaknya dia berpikir tapi tak menghentikan langkahnya menuju ruangan HRD.

Tok tok tok.

Suara pintu Bu Hani di ketuk Likha.

"Ya masuk" suara Bu Hani agak sedikit kencang.

"Selamat siang Bu" Likha menyapa Bu Hani dengan membungkukan tubuhnya.

"siang. Ya duduk" Bu Hani menadahkan tangan mempersilahkan Likha duduk di kursi yang ada di depan meja Bu Hani.

Likha mengikuti arahan bu Hani dan ia pun mendaratkan tubuhnya di kursi.

"Kamu sudah tiga bulan ya bekerja" Bu Hani memulai pembicaraan dengan lembut.

Bu Hani itu sebenernya masih muda.

Cuma karena dia posisinya jabatan lebih tinggi.

Makanya banyak yang memanggilnya Bu Hani.

Bu Hani usianya masih 23th dan Likha baru 18th.

Likha lulus sekolah dan Bu Hani lulus kuliah.

Makanya jangan heran Enik dan Likha masih polos ya guys.

lanjut

"I iya bu" jawab Likha gugup.

" kamu tanda tangan kontrak nih, bacalah terlebih dahulu sebelum kamu tanda tangani" Bu Hani menyodarkan kertas putih yang di isi perjanjian antara karyawan dan perusahan.

Likha membaca penuh dengan seksama setiap uraian tulisan itu.

Dia meneliti kembali tulisan itu, ia takut terlewat pikirnya begitu.

"Iya bu InsaAlloh saya siap" dengan tangan menggengam sebuah pena di tanganya.

"silahkan" Bu Hani mempersilahkan Likha menandatangani surat perjanjian tersebut.

Likha pun menandatanganinya.

Dia begitu bahagia.

Ternyata training yang selama ini ia jalani membuahkan hasil.

Ia keluar dari ruangan Bu Hani penuh dengan ke gembiraaan.

Kalau ia tak malu, mungkin saat ini ia sudah menangis terharu, begitu bahagia hatinya saat ini.

***

Hubungan Enik dan Bagas sudah Likha terima dan Enik semenjak tau Likha mengetahuinya hubunganya dengan kakak sepupu Likha,

Enik lebih sering tidur di kamar Bagas.

Jam pulang pun telah usai.

Likha menanti jemputan dari sang kekasih.

Ia terus tersenyum.

Ia sudah tak sabar ingin memberi tahu kan kepada Bagas Enik dan Irfan, jika dirinya saat ini sudah menjadi karyawan.

Irfan sudah berada di depan Likha.

Likha mengulas senyuman yang begitu lebar.

Irfan merasa heran dengan Likha.

"Kamu kenapa?" Irfan bertanya pada Likha saat Likha menaiki motornya.

"Nanti aku kasih tau" Irfan semakin penasaran di buatnya.

"Emmmm nanti beli martabak dulu ya" Likha mengajak Irfan membeli martabak telur dan manis langganan Bagas.

Dengan pentujuk Likha,mereka pun memesan dua martabak manis dan satu martabak telur.

Irfan kembali mengatarkan Likha ke rumah Bagas.

"Yuk masuk" ajak Likha.

Irfan kini membuka helmya

"Emmm emang boleh?"

"Boleh, disini itu orangnya masing-masing" Likha menarik tangan Irfan.

Mengajaknya masuk bersama.

Di depan televisi ia melihat Bagas dan Enik. Namun ia begitu terkejut melihat yang mereka berdua lakukan.

Bagas yang berada di pangkuan Enik dan Enik mengeluarkan salah satu pay*da**nya untuk di **** Bagas seperti bayi dan tangan kiri Bagas memainkan area sensitif Enik.

Enik yang memang mengenakan daster tidur tipis itu mempermudah Bagas melakukanya.

Irfan tak kalah terkejutnya dengan Likha.

Dia memalingkan pandanganya.

"Maaaassss" Likha berteriak namun hanya mampu di dengar mereka bertiga.

Enik langsung merapikan pakainya dan Bagas langsung terduduk dan menatap Likha penuh dengan kegugupan.

"Kok sudah pulang ?" pertanyaan konyol Bagas mebuat Likha geleng-geleng kepala.

Irfan sekarang kembali menatap Enik dan Bagas penuh keheranan.

Mereka begitu berani melakukan itu di dalam rumah.

Dan tak mengunci pintu depan.

Bagas menggaruk lehernya yang tak gatal itu untuk menghilangkan rasa gugupnya.

Enik meremas-remas bajunya dan menundukan pandanganya kebawah.

ia begitu tak Enak dengan sahabatnya.

Likha mengahampiri mereka berdua dan di ikuti Irfan untuk mendaratkan tubuh mereka di dekat Enik dan Bagas.

Likha menaruh bingkisan yang ia beli bersama Irfan.

Likha tak mau membahas yang ia lihat.

Likha berpikir itu akan mengahacurkan momen bahagianya.

Likha sudah tak peduli dengan yang Enik lakukan.

Dia sudah menasehati Enik namun Enik tak mendengarkanya, meski berulang-ulang kali Likha menasehati.

Namanya manusia pasti ada lelahnya.

"Yuk makan" ucap Likha menghilangkan ketegangan yang terjadi.

Bagas yang akan mengambil potongan martabak untuk dirinya, tiba-tiba Likha memukul tanganya.

"Aaaauuuuuuu" Bagas mengelus tanganya

"Cuci tangan dulu jorok" Likha ingat kakak sepupunya itu sudah memegang bagian sensitif Enik namun saat akan makan ia tak mencuci tanganya.

Enik dan Bagas saling bertatapan tersenyum kikuk.

Dan Bagas pun bangkit dari duduknya menuju westafel dapurnya.

"Sudah ayooo makan" tanpa merasa bersalah Bagas makan martabak yang Likha beli.

Irfan yang melihat itu di buat terheran dengan sikap Bagas yang merasa tak risih dengan yang ia lakukan di depan Likha dan dirinya.

Irfan menggelengkan kepalanya di ikuti seutas senyuman.

"Sudah malam fan, kamu nginep sini ajah" Irfan langsung terbatuk mendengar ucapan Bagas.

Likha dengan cepat memberinya segelas air.

"Maaassss" dengan membulatkan matanya Likha menatap Bagas dengan sebal.

Itu malah membuatnya terkekeh.

"jangan di dengerin" ucap Likha dengan menepuk punggung Irfan.

Irfan sekita menganggukan kepalanya.

Jedeeeeer , jedeeerrrr, jedeeer

.

.

.

.

HAI GUYS JANGAN LUPA

LIKE

VOTE

DAN

KOMEN

BERI BINTANG LIMA YA GUYS.

SARAN KALIAN JUGA BERARTI LOH.

KETIKA AUTHOR LAGI PUTEK KAYA KEMARIN.

♡♡♡♡

author

1
November
lanjut
Mentari
bagus
Hanisah Nisa
lanjut
Susiana Hutagalo
cakep
Mit Sebauh
lanjutin ceritanya
Sri Atun
serasa belajar membaca ya bahasa nya
khariliska
semangat author
Bundha Shandy
npa selalu buntu , nga da lanjutan nya , ampe cape bolak balik liatin nya ...
Deyooooo
langsung hot hot....
Erniwati Matondang
senang membacanya
Nur Izatty Okiun Abdullah
tdk cntk
Yustina Hadi
lanjut tor
Shedah Humaira
lanjut kak
Kymora Pertukangan
kirain tamat
ELmyah
ccok bang irfan
Eka S
seru.. lanjut thor
Elly Carlana
lanjut..
🌻 y_alcalief 🌻: hai kak mampir yuk ke karya terbaru ku yang berjudul MENCINTAI IBU SAMBUNG
total 1 replies
Wartin Kusmawati
mampir thoor
DRY CoachGABAT
mana lanjutannya thor dah lama ga metu
🌻 y_alcalief 🌻: hai kak mampir yuk ke karya terbaru ku yang berjudul MENCINTAI IBU SAMBUNG
total 1 replies
Ellice
kalau nulis novel segera kelarin . jadi nya gantung kayak pohon pisang
🌻 y_alcalief 🌻: hai kak mampir yuk ke karya terbaru ku yang berjudul MENCINTAI IBU SAMBUNG
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!