NovelToon NovelToon
Hasrat si JODI (Jomblo Ditinggal Mati)

Hasrat si JODI (Jomblo Ditinggal Mati)

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Misteri / Nikahmuda / One Night Stand / Crazy Rich/Konglomerat / Beda Usia / Tamat
Popularitas:912k
Nilai: 4.9
Nama Author: iska w

Aku sumpahin kamu Jomblo seumur hidup, hahaha!" Gelak tawa gadis itu seolah terus saja menghantui malam-malamnya, bahkan sampai saat ini.

Terkadang ada hal yang lebih menyakitkan daripada perbuatan, yaitu Sebuah Perkataan.

Panji Abisatya adalah seorang dosen cerdas yang memiliki pesona ketampanan yang tiada duanya, namun sifatnya yang keras dan dingin seolah menjadi kutukan tersendiri bagi dirinya.

Karena sampai saat ini dia sama sekali belum mendapatkan jodoh walau sudah berbagai cara dia lakukan.

Usut punya cerita, dulu dia pernah disumpahin oleh mantan kekasihnya yang ternyata kini sudah meninggal dunia, hanya karena ucapannya yang menyakitkan hati gadis itu.

Akankah Panji terus percaya dengan mitos kutukan itu? atau dia rela melakukan hubungan seks dengan sesama jenis? atau bahkan dia lebih memilih menjadi Jomblo seumur hidupnya?

Happy Reading😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iska w, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17. Sad Boy

...Happy Reading...

Rasa takut kehilangan dan was-was akhir-akhir ini sering saja mampir dibenak sang dosen tampan dan mapan yang satu ini.

Bayangan kelam akan kandasnya sebuah hubungan selalu saja berputar silih berganti bak memori di dunia perfilm-an.

Hingga akhirnya mampu membuat Panji yang biasanya sering menegakkan kepalanya menantang keadaan, menjadi tergeletak diatas meja beralaskan lengan tangan kanannya dengan tatapan kosong kearah lantai.

" Astaga Panjul, ada apa lagi ini? jam segini masih aja ngitung keramik lantai, nggak ngajar kamu?" Tanya Arga yang langsung nyelonong saja masuk kedalam ruangan sahabatnya itu.

" Nanti, masih lama." Jawab Panji tanpa mengubah pergerakan tubuhnya sama sekali.

" Kenapa loe? putus cinta lagi? dokter elu sudah disambar yang berseragam ya? emang pangkatnya tinggi banget, sampai pria yang kata eyang kamu itu paling tampan bisa terkalahkan?" Arga sudah menyimpulkan sendiri saat melihat Panji seolah tidak memiliki semangat hidup seperti ini.

" Sembarangan saja kamu kalau ngomong!" Panji langsung melempar pulpen dihadapannya.

" Jadi belum putus?" Dengan mudahnya dia menghindar begitu saja.

" Sialaan... jadi elo do'a-in gue putus?"

Kalau sudah berdua saja dalam satu ruangan, dua orang ini menggangap semua tempat seperti tongkrongannya saat masa muda dulu, bahasa loe dan gue selalu dipergunakan, seolah lupa kalau mereka adalah dosen.

Tapi kalau ada rekan lainnya ikut gabung mereka berdua langsung otomatis mengganti tutur kata yang lebih sopan dan yang elegan.

" Haha...ambekan aja dari dulu kamu itu Njul! kurang-kurangilah darting loe itu, bisa jauh nanti jodohmu!" Umpat Arga sambil tersenyum miring.

" Sok tahu kamu!"

" Trus kenapa kamu murung seperti ini? kalau bukan masalah perempuan, pasti kamu tidak akan seperti ini kan?" Dia lah orang yang paling tahu semua cerita tentang Panji dengan masa lalunya.

" Fuuuhhh... aku bingung dengan hubunganku sama Gendhis itu." Panji hanya mampu memejamkan kedua matanya, bingung harus menjelaskan seperti apa.

" Bingungnya kenapa?" Arga berusaha menjadi pendengar yang baik.

" Kalau dikatakan putus ya enggak, orang kalau telponan dia mesra banget, tapi kalau dibilang orang pacaran, wajar nggak sih kalau dalam seminggu saja kami bertemu hanya sekali, itu pun cuma sebentar aja."

Panji berulang kali mengusap wajahnya dengan kasar, kepalanya terasa semakin berat saat mengingat wajah kekasihnya itu.

" Apa sesibuk itu profesi seorang dokter? bukannya rumah sakit itu milik keluarganya, kenapa dia harus capek-capek kerja full ya kan?" Arga mengingat cerita Ratu hari itu.

" Itu dia masalahnya, aku pun heran!"

" Tapi dia memang bekerja kan? bukan bermaksud untuk menghindar dari kamu?"

Arga langsung memicingkan kedua matanya, diapun selalu heran kenapa nasip sahabatnya itu selalu nelangsa kalau sudah berhubungan dengan kisah asmara.

" Sepertinya sih enggak, kalau dia pamit kerja itu aku sering video call dengannya walau hanya sebentar dan dia memang berada dirumah sakit."

Panjipun sempat mengira kalau Gendhis hanya beralasan saja, tapi ternyata Gendhis tidak seperti itu, dia bahkan selalu mengangkat panggilan telponnya dalam keadaan apapun.

Bahkan pernah saat itu dia tiba-tiba video call, dan Gendhispun langsung menjawabnya, walau dia sedang meeting dengan dokter-dokter lainnya sekalipun.

Dan itu membuat dirinya semakin yakin kalau Gendhis itu tidak pernah berkhianat dari dirinya, apalagi hanya karena masalah pekerjaan.

" Apa kamu benar-benar mencintainya?" Tanya Arga tiba-tiba.

" Sepertinya begitu!"

" Hei Panjuull... kenapa harus ada kata sepertinya begitu, sebenarnya kamu yakin apa tidak dengan dokter itu!"

Ingin sekali rasanya Arga membotakkan kepala sahabatnya karena sering dibuat kesal dengan jawaban yang seperti itu.

" Emm... yakin sih, tapi aku bisa apa jika sudah begini? kalau kangen saja cuma bisa melihat dia dilayar wallpaper ponselku." Panji langsung menyentuh ponselnya.

" Astaga!"

Arga langsung melirik ponsel sahabatnya yang menyala itu, ternyata memang ada sesosok gadis cantik berambut hitam panjang menggunakan jas putih disana.

" Padahal aku selalu ingin berdekatan dengannya, untuk sekedar melihat wajahnya dari jarak dekat atau mungkin menggengam jemarinya untuk menghangatkan tanganku yang sering kedinginan."

" Haish... kenapa jadi Sad Boy begini nasipmu Njul!"

" Kenapa dunia seolah tidak menginginkan kami untuk bisa selalu bersama, kalau hubungan kami terus saja seperti ini, bisa sampai berapa lama akan bertahan?"

" Kalau begitu kawinin aja langsung!"

" Hei Bokir!"

Kalau sudah mendengar kata Kawin dia pasti langsung sensitif, karena Marjuki pasti langsung tersinggung didalam sangkarnya yang ada dibawah sana.

" Maksud gue nikah lah dulu, buruan bawa dokter itu ke Penghulu, kan setidaknya kalian tetap bisa bertemu walau mungkin hanya saat tengah malam, yang pentingkan kalau malam kamu itu bisa celap-celup bro, emang kamu nggak penasaran rasanya teriak 'ahh' itu seberapa dahsyatnya?"

" ARGA MADHARSA!" Panji langsung menaikkan intonasi suaranya.

" Nyeri, nyeri, nyeri, éta moal beunang diubaran

Kajeun tutumpuran, paéh gé teu panasaran!" Arga bahkan menggoyangkan tangannya sambil bernyanyi lagu Sunda.

Semakin Panji kesal dengannya, Argapun semakin heboh meledeknya, walau dalam hati sebenarnya Arga pun turut mendoakan, agar sahabatnya itu segera menemukan jodohnya.

TO BE CONTINUE...

JANGAN LUPA DUKUNGAN KALIAN YA GENG..☺

1
Arvie Ramadhanputra
pagi" dah bikin ambaya@rrr
Dede Dahlia
hidup jangan di buat susah & ribet ya thor say,di bikin hapy aja yg penting sehat masih bisa makan masih bisa jajan seblak 🤭😂😂
Dede Dahlia
terima kasih thor kamu telah menyuguhkan mereka²yg somplak itu sehat & sukses slalu buat kamu 😘
Dede Dahlia
pak dosen duda kalau cemburu aduhai alhasil pengennya langsung jebol gawang & gol 🤭🤣🤣
Dede Dahlia
si gendhis roman²nya lagi ngidam deh soalnya aneh permintaannya 🤔Melodi live streming adegan dewasa 🤭😂😂
Dede Dahlia
si ayah & Arga malah ngebahas burung 🤦‍♀️🤣🤣🤣
Dede Dahlia
heboh + ambyar judulnya 😁😁😁
Dede Dahlia
si Panjul paling demen bikin orang puyeng 🤦‍♀️ ayo Arga semangat jemput kebahagiaan kamu.
Dede Dahlia
Melodi ko kamu main pergi aja sih,padahal Arga bener²tulus mau menjalani pernikahan dengan kamu.
Dede Dahlia
pesona duda memang ga perlu di ragukan 🤔😁😁
Dede Dahlia
Arga,Melodi kalian berdua harus saling menguatkan satu sama lain bahagia slalu kalian.
Dede Dahlia
itu pasangan huru hara bener² ya 🤦‍♀️ pak duda ayulah gas keun udah sah ini 🤭🤣🤣🤣
Dede Dahlia
bukan sedih akumah malah ngakak 😁😁 ciee pak dosen duda dapet daun muda masih masih kinyis²+masih ori pula 🤭🤣🤣
Dede Dahlia
waduh pak dosen duda kena grebek warga🤭😁😁
Asngadah Baruharjo
luar biasa
Rustan Sarny Apul Sinaga
semangat berkarya thor
Rustan Sarny Apul Sinaga
kok gampang nyerah ya si Melody, blm juga nadanya mengalun dah gak mau dengar....hadeuhhhhh
Rustan Sarny Apul Sinaga
antepkeun we hujatan² yg gak bermutu itu thor, semangat terus....
Rustan Sarny Apul Sinaga
makin semlehot ceritamu thor....aku padamulah
Ran Aulia
👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!