Karena pengalaman buruk rumah tangga kedua orang tuanya, baginya.. cinta seorang lelaki dan perempuan adalah bulshit! Dan pernikahan hanya akan membawa derita.
Dia enggan membahas soal pernikahan, apalagi jika dia disuruh menikah. Ogah!
Dia cantik, dia mandiri, dia bisa melakukan dan membeli apa-apa sendiri. Dia merasa tidak butuh lelaki dalam hidupnya.
Namun setelah rumor yang mengatakan dirinya sebagai penyuka sesama jenis hingga membuat sang Mama terkena serangan jantung, wanita cantik bernama Elmeera itu berperang sendiri dengan prinsipnya yang enggan menikah dan memberikan cucu untuk sang mama.
Mama Sarah memberikan ancaman keras pada Elmeera jika tidak mau memberikannya cucu.
Akhirnya, Elmeera dengan terpaksa mau menikah hanya untuk memberikan generasi penerus keluarganya. Asalkan, dirinya menikah dengan lelaki yang memiliki benih kualitas premium secara fisik.
Hingga bertemulah Elmeera dengan Argha, lelaki yang bekerja sebagai karyawan biasa di sebuah perusahaan ternama juga sebagai penyanyi cafe itu diberikan penawaran 1Milyar oleh Elmeera.
1 Milyar untuk menikahi Elmeera dan membuat Elmeera hamil dan setelah Elmeera melahirkan maka Elmeera akan mengajukan perpisahan dengan hak asuh anak jatuh pada dirinya.
Awalnya Argha menolak, namun demi seseorang yang sangat berarti dalam hidupnya. Argha pun menyerahkan dirinya pada wanita bernama Elmeera yang terkenal angkuh dan sombong juga galak itu.
Bagaimanakah kelanjutan kisah mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nonawidia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 17
...17. Gista yang Pusing...
Hati Gista terasa sangat gusar setelah mama Sarah meminta tolong padanya untuk membantu agar kak Elmeera dan kak Argha bisa menikah minggu depan. Untuk berkata tidak pada Mama Sarah, Gista merasa tidak mampu karena Gista sangat menyayangi wanita paruh itu yang sudah memberikannya perhatian, kasih sayang dan cinta seorang ibu pada dirinya.
Sepanjang pelajaran sekolah berlangsung, Gista sama sekali tidak fokus memikirkan bagaimana kehidupan kedua kakaknya itu setelah menikah. Apalagi katanya anak pertama dengan anak pertama yang keduanya memiliki latar belakang kehidupan yang pahit maka akan sama-sama keras kepala. Gista pun bernafas lega setelah bel pulang sekolah berbunyi. Gadis yang duduk di bangku kelas 11 itu ingin mendinginkan otaknya di Planet Café.
Namun, baru saja Gista keluar dari gerbang sekolah.. mobil kakak perempuannya sudah ada disana. Dan tidak lama ponsel Gista berdering membuat gadis ABG itu menghela nafasnya kasar.
Setelah diminta sang kakak perempuannya untuk segera masuk mobil melalui sambungan telefon. Gista pun menurut. Tapi sedetik kemudian Gista memicingkan matanya menatap senyuman sang kakak.
“Tumben kakak jemput aku, pasti ada maunya.” Ujar gadis cantik dengan seragam putih abu-abu itu.
“Suudzhon aja kamu dek…” Jawab Elmeera dengan senyum manisnya yang sangat jarang di tampilkan di depan orang.
“To the poin aja… kakak pengen aku bantu apa?” Tanya Gista yang enggan untuk basa-basi karena gadis itu yakin bahwa Elmeera menjemputnya pasti ada sangkut pautnya dengan permintaan mama pagi tadi.
“Kamu emang cerdas dek… kakak suka!”
“Dari dulu aku cerdas kali kak…”
Elmeera pun mengatakan bahwa dirinya sudah setuju dengan permintaan mama Sarah yang menginginkan dirinya menikah minggu depan dengan Argha. Elmeera juga menceritakan tentang Mama Sarah yang mengancam akan meninggalkan dirinya dan Gista jika dirinya gagal menikah minggu depan. Tidak lupa, Elmeera bercerita juga tentang keluarga Bramantya yang siap membantu mamanya pergi jauh.
Gista termenung….
Jauh dan kehilangan Mama Sarah? Rasanya Gista belum sanggup jika itu terjadi… meskipun Mama Sarah bukan mama kandungnya, tapi kasih sayang wanita itu sangat tulus padanya. Gista pun akhirnya bertanya tentang apa yang bisa dia bantu agar Mama Sarah tidak pergi mengingat bagaimana keluarga Bramantya bisa dengan mudahnya membantu Mama Sarah.
Dengan hati-hati Elmeera pun menjelaskan tujuannya menjemput Gista di sekolah yang tidak lain dan tidak bukan agar Gista mau menyelidiki apa kelemahan Argha saat ini. Elmeera ingin menggunakan itu untuk membuat Argha mau menikah dengan dirinya.
“Kakak mau menekan kak Argha?” Tanya Gista yang tidak percaya dengan pola pikir sang kakak.
“Kakak gak punya pilihan dek, ancaman mama kali ini gak main-main karena tante Naya barusan tadi mengirimkan pesan ke kakak dan berkata jika mama minta tolong sama tante Naya untuk mengurus keberangkatannya keluar negeri minggu depan.” Ucap Elmeera jujur karena memang dia menerima pesan itu dari Naya Bramantya.
“Please bantu kakak dek…” pinta Elmeera melihat Gista hanya diam.
“Oke, aku akan bantu kakak..” Jawab Gista setelah beberapa menit berlalu membuat senyum Elmeera terbit.
“Tapi ada syaratnya….”
“Apa?” Tanya Elmeera penasaran.
“Kak Elmeera gak boleh menggugat cere kak Argha…” Gista menatap Elmeera dengan penuh keseriusan.
“Eh kok gitu?” Tanya Elmeera. Gista pun menjawab jika sang kakak tidak setuju ya tidak masalah, Gista tidak ingin membantu. Hingga akhirnya Elmeera menyetujui permintaan Gista, bodoh amat lah dengan urusan ke depannya yang terpenting yang ada di depan mata saat ini bisa terselesaikan dengan baik.
...**...
Matahari sudah mulai tenggelam digantikan cahaya bulan dan bintang…
Semenjak pulang sekolah, Gista memilih langsung ke Planet Café dengan diantar oleh Elmeera untuk menenangkan dirinya sejenak. Beruntung di Planet Café, Gista memiliki ruangan pribadi yang juga menyimpan beberapa baju gantinya. Saat ini, Gista sedang tidak ingin bertemu dengan Mama Sarah maupun Elmeera.
Mama Sarah yang menginginkan Elmeera dan Argha menikah, kenapa Gista merasa bahwa dirinyalah yang paling di pusingkan akan semua hal itu? Permintaan Mama Sarah saja membuatnya pusing, kini giliran permintaan Kak Elmeera.
Ingin rasanya Gista menolak semua permintaan itu dan tidak ingin ikut campur dengan urusan orang dewasa, biarlah takdir Tuhan berjalan dengan semestinya. Namun, lagi-lagi Gista tidak bisa menolak sebuah permintaan orang yang dia sayangi.
Akhirnya, mau tidak mau sore tadi Gista mengirim pesan pada kakak kandungnya untuk bertemu di café supaya bisa ngobrol berdua. Argha pun sudah menjawab pesan adiknya dan berjanji akan langsung ke Planet Café sepulang dari kantor. … namun sampai jam tujuh malam, Argha belum juga menampakkan batang hidungnya padahal jam pulang kantor Argha adalah jam empat sore.
Baru saja Gista hendak keluar dan menemui Arsen untuk menanyakan dimana kakaknya itu, tapi Argha sudah lebih dulu masuk ke ruangan sang adik tanpa mengetuk pintu.
“Maaf kakak telat.” Ujar Argha sambil tersenyum. Lelaki tampan yang memiliki suara merdu itu pun masih menggunakan pakaian formalnya yang menunjukkan bahwa dia baru pulang dari kantor.
“Kakak kenapa?”
“Muka kamu kenapa Ta?”
Gista dan Argha hampir bersamaan dalam melemparkan pertanyaan. Gista yang melihat wajah lelah Argha yang seperti menyimpan sebuah beban besar. Sedangkan Argha tampak melihat ada sorot kegusaran dari tatapan Gista sehingga Gista mengajaknya bertemu.
“Kamu kenapa?” Tanya Argha lagi yang sudah duduk di sofa. Gista pun duduk di samping Argha.
“Kakak kenapa? Capek di kantor?” Tanya Gista.
“Hmm.. ada masalah sedikit tadi di kantor sehingga kakak telat pulangnya, tapi tidak masalah… semua sudah beress..” Jawab Argha.
“Kamu kenapa? Cerita sama kakak!” Gista pun merebahkan kepalanya di pundak sang kakak.
“Aku sedih mama belum juga membaik kak, bahkan kondisinya cenderung menurun... Aku ingin mama sembuh, aku gak mau mama meninggalkan aku…” Ucap Gista lirih. Argha pun merangkul pundak sang adik berusaha memberikan ketenangan.
“Tante Sarah akan baik-baik saja Ta, beliau akan segera sembuh sebentar lagi…”
“Mama kepikiran soal kak Elmeera terus kak, kakak tahu kan di sosial media jika berita tentang kak Elmeera selalu saja di up… aku yakin pasti ada pihak yang gak suka sama kak El sehingga terus menggoreng berita tentangnya.”
“Minyak mahal Ta,, ngapain coba goreng berita… boros!” Jawab Argha yang bercanda.
“Kakak aku serius!” Rengek Gista dengan wajah cemberut membuat Argha terkekeh. Hubungan Argha dan Gista memang sangat dekat, jika yang tidak tahu pasti menyangka mereka sepasang kekasih… Argha yakin, jika dari kecil dia hidup bersama adiknya, pasti tiap hari ribut.. tidak seharmonis ini hubungan mereka.
“Iya.. iya… lalu?”
“Belum lagi investor KirAn.com pada menarik investasinya kak… kak Elmeera sedang pusing mikirin perusahaannya yang terancam bangkrut.”
“Bagus deh biar kakak kamu itu gak sombong dan angkuh lagi kalau bangkrut.” Kata Argha asal.
“Kak Argha kok ngomongnya gitu sama kak Elmeera?”
“Habisnya kakak kesel sama kakak kamu itu…”
“Kak..”
“Hmm…”
“Aku mau kakak menikah sama kak Elmeera minggu depan.”
“APA?”
......BERSAMBUNG......
PLEASE LIKE DAN KOMENTAR YAA..
MAKASIH
smangatttt