Cerita ini mengisahkan tentang seorang gadis sederhana.
Gadis itu bernama Erlyen.
Dia adalah seorang gadis biasa dari keluarga sederhana, ia merupakan anak angkat dari Pak Suherman alias Paman David dan Ibu Alexa alias Victoria.
Karena sebuah kecelakaan, akhirnya dengan terpaksa ia menikah dengan Putera seorang pengusaha ternama di kota itu.
Walaupun ia telah menikah dengan anak pengusaha terkenal ia tak pernah sombong. Padahal banyak sekali netizen yang berkoar koar di luar sana dengan majas sarkasme yang sangat menyakitkan hati.
Pria yang telah menjebaknya dan membuatnya menikah muda itu adalah atasannya sendiri dialah Albert Jonathan, putera dari pengusaha ternama di kota itu.
Awalnya ibu Jonathan alias Ibu Johanna menyetujui Albert menikahi Erlyen karena ia merasa berhutang budi pada gadis itu,tetapi berjalannya waktu sang mertua semakin menunjukkan rasa tidak sukanya pada Erlyen sehingga sering dia mencaci maki serta menyiksa Erlyen.
Erlyen tak pernah membalasnya, ia hanya diam dan pasrah pada nasibnya.
Sampai suatu ketika Albert terjebak perselingkuhan dengan mantannya, akibat kejadian itu Erlyen putus asa dan pergi meninggalkan Albert entah kemana!!
Apa yang harus di lakukan oleh Albert agar Isterinya kembali ke pelukannya?
Apakah perpisahan adalah jalan terbaik bagi merek
Yuk! Teman baca ceritanya biar tidak penasaran?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kresentia Bano Kehi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
"Pria Kemayu yang aneh"
"Hal mengejutkan akan terjadi, kita lihat apa yang akan kalian lakukan padaku karena aku akan membawa pergi gadis itu dari sisi kalian!'' gumam Leonard pada dirinya sendiri.
"Bagaimana Boss?" tanya pria kemayu yang tak lain adalah Anggara Putra.
Namanya aja putra tapi kelakuannya seperti perempuan saja, lemah gemulai dan kemayu.
"Tuan, aku akan membuat sebuah rencana agar Tuan bisa bertemu langsung dengan gadis cantik itu,"ucap Angga sambil melambaikan tangannya seperti orang mau menari saja.
"Angga! Aku butuh aksi bukan butuh teori, aku mau segera kamu buat aku bertemu langsung dengan gadis itu, aku gak mau tau aku kasih kamu waktu sampai besok kalau gak aku sendiri yang akan turun langsung dan itu artinya kamu pasti sudah tahu kan maksud aku?" Leonard berkata dengan nada tegas.
Leonard sedikit sinis ketika melihat Angga hanya berbicara tanpa berbuat sesuai permintaannya.
"Maaf tuan, aku janji pasti akan mempertemukan Tuan dan gadis itu." ucap Angga lirih.
"Baiklah kalau begitu lakukan apa yang harus kamu lakukan!" ucap Leonard sambil menyesap wine di tangannya itu,wine itu sudah seperti candu bagi dirinya, kemanapun ia pergi pasti selalu ada wine di tangannya.
**
Sementara itu di kamar hotel nomor kosong tujuh, seorang perempuan cantik baru selesai mandi dan sedang menata rambutnya dan bersiap siap untuk berkunjung ke tempat pariwisata alias bersenang senang bersama suami tercinta dan kerabatnya.
"Sayang, aku punya sesuatu buat kamu tolong tutup matamu dulu ya?" ucap Albert sambil tersenyum tipis.
Erlyen pun pasrah mengikuti apa mau suaminya itu.
Albert dengan segera memakaikan sebuah kalung di leher jenjang milik Erlyen dan mengaitkan pengaitnya agar tidak mudah terlepas.
"Buka matamu sayang!" perintah Albert lagi.
Perlahan lahan gadis itu membuka matanya dan melihat sebuah kalung dengan liontin Salib yang sangat indah melingkar di lehernya diantara Salib itu ada inisial A & E yang artinya Albert & Erlyen.
"Wow, kalung yang indah. Terima kasih suamiku Sayang!!" ucap Erlyen sambil berdiri dan melabuhkan sebuah ciuman manis di pipi Albert.
"Ciumnya di bibir dong sayang, bibirnya dilu***t juga sayang!!" Albert berbisik sambil tersenyum nakal.
"Suamiku ini semakin mes*m aja, kan jatahnya udah dapat semalam nih badanku sampai remuk semua," ujar Erlyen sambil mengelus pipi suaminya dengan manja.
"Sayang, ayolah satu ronde aja aku benar benar tersiksa kalau gak penyatuan denganmu bisa bisa sakit kepalaku kambuh loh sayang?"bisik Albert dengan senyum mes*mnya.
"Ya sudah kalau begitu tapi gak boleh lama lama ya masa aku harus mandi lagi? sebel banget deh Mas i..?" ucap Erlyen terputus karena Albert telah melu**t bibirnya dengan lembut.
Apa yang terjadi? Author hanya berharap semoga Erlyen cepat hamil dan melahirkan Albert Junior.
Penyatuan antara kedua insan itu pun terjadi dalam hitungan menit, setelah menyudahi permainan mereka, Erlyen langsung didekap oleh sang suami dengan eratnya dan Albert mengucapkan kata kata indah di telinga Erlyen "I love you honey bunny sweet 😘" lirih Albert yang membuat Erlyen semakin manja dalam pelukannya.
"Ayo mandi sayang!"Ajak Albert sambil menggendong Erlyen masuk ke dalam kamar mandi dan meletakkannya di dalam bathtub yang sudah berisi air hangat.
Mereka berdua pun mandi bersama sama sesekali saling menggosok punggung masing-masing.
Setengah jam kemudian mereka pun menyudahi ritual mandi bersama di kamar mandi itu.
"Sayang!Cepat sini aku bantu keringkan rambutmu dan kita cepat bersiap karena Pak Jayadi dan Pak Adrian pasti sudah lama menunggu kita." ucap Albert pada Erlyen.
Setelah selesai bersiap mereka berdua pun keluar dari kamar tempat mereka menginap dan berjalan berdampingan menuju lobi hotel untuk bertemu Pak Jayadi dan Adrian.
"Selamat Pagi Pak!" sapa Erlyen dan Albert bersama sama.
"Pagi juga nak Erlyen dan Pak Albert!" jawab Pak Jayadi pula.
"Mana Bang Adrian Pak?" tanya Erlyen sambil matanya mencari ke segala sudut lobi.
"Masih di Toilet!" jawab Pak Jayadi lembut.
"O ya Pak apa agenda kita hari ini?" tanya Albert pada Pria tua itu.
"Hari ini kita bebas kemana saja, karena semua urusan disini sudah sampai tahap pembangunan jadi hari ini saya mau memberikan sebuah kejutan pada kalian bertiga yang sudah bekerja dengan sangat baik dan sempurna." jawab Pak Jayadi dengan sebuah teka teki.
"Kepo dong Pak!" ucap Erlyen tiba tiba.
"Hai semuanya selamat pagi ya?" ucap Adrian yang tiba tiba muncul dihadapan mereka.
Ketika mereka lagi asyik ngobrol tiba tiba seorang pria kemayu muncul tiba tiba dan menyenggol lengan Erlyen sehingga Erlyen hampir ambruk kalau tidak ditangkap secepatnya oleh Albert.
"Maaf sekali nona cantik!" ucap Pria setengah jadi itu pada Erlyen dan langsung dibalas oleh Erlyen " Gak apa apa kok, lain kali hati hati ya kalau jalan biar gak ada yang jadi korban lagi," ucap Erlyen dengan nada lembut, menyebabkan pria setengah jadi itu tersenyum simpul.
"Gadis baik!" ucap Angga sambil tersenyum dan sengaja menerima telepon.
"Baik aku tunggu di lobi ya?" ucap Angga sambil tersenyum.
"Boleh aku duduk disini?" tanya Angga pada Erlyen
"Iya boleh silahkan!" ucap Erlyen sambil duduk mendekati suaminya.
"Suamiku aku merasa gak enak badan, gimana kalau kita jalan jalan sambil ngobrol langkah kita selanjutnya?" ucap Erlyen pada Albert.
"Baiklah kalau begitu, Pak Jayadi dan Pak Adrian bagaimana kalau kita cari tempat lain yang lebih segar untuk tempat kita ngobrol?" ucap Albert.
"Bagaimana kalau di taman belakang itu?" ucap Erlyen lagi sambil mendelik matanya ke arah Albert.
Albert seperti tau maksud dan tujuan dari Erlyen sehingga ia pun memberi kode pada Adrian dan Pak Jayadi pun menurut saja.
Mereka pun pergi ke tempat parkir mobil menggunakan tangga rahasia milik hotel itu.
Setelah masuk ke dalam mobil, mereka semua pun duduk sambil.memasang sabuk pengaman.
Setelah mobil keluar tanpa sadar, Adrian melihat pria kemayu tadi berjalan dengan langkah pasti layaknya seorang pria sejati menuju ke kamar di lantai 3 sambil tersenyum simpul.
"Aku merasa ada yang gak beres dengan pria itu!" ucap Adrian sambil terus menatap pria setengah jadi itu dalam diam.
"Bagaimana kalau kita menunggu langkah selanjutnya?" ucap Albert lagi.
"What?" ucap Erlyen tiba tiba.
"Sayang,pria itu yang pernah aku bilang, aku pernah bertemu dengannya saat di taman depan pagi itu?" ucap Erlyen menceritakan perihal pria itu saat mereka baru tiba di hotel itu.
**
Akhirnya mereka tiba di sebuah taman yang sangat indah yang selalu ramai dikunjungi oleh orang orang baik itu orang lokal maupun internasional.
"Wow indahnya!!" gumam Erlyen sambil tersenyum dan turun dari mobil yang mereka tumpangi.
"Sayang apakah kamu menyukai tempat ini?" tanya Albert tiba tiba sambil merangkul pundak istrinya itu.
"Yes, i like pake banget sayang? ini semua berkat ide Bang Adrian kan?" tanya Erlyen pada Adrian sambil tersenyum senyum.
"Iya dengan bantuan suami kamu dek!" jujur Adrian pada Erlyen biar gak terkesan egois aja.
"Selamat menikmati indahnya pemandangan alam Karya Ciptaan Tuhan Yang Maha Esa!" ujar Pak Jayadi yang tiba tiba ikut nimbrung.
Lain hal dengan Leonard Horowitz, dia mencari ke lantai satu di mana Angga mengatakan kalau pasangan suami istri itu tinggal di kamar di lantai satu.
Leonard Horowitz mencari ke segala arah tapi tak di temukan jejak gadis itu.
"Anggaaaaaa!!" Suara Leonard Horowitz menggema membuat yang empunya nama ketakutan.
"Ada apa Tuan??" tanya Angga pada Leonard Horowitz.
"Kamu tahu apa kesalahan terbesar kamu? Kamu sudah menipu aku, kamu telah membuat aku kehilangan gadis yang kusukai kamu tahu apa konsekuensinya hah?" tanya Leonard penuh emosi.
"Maaf Tuan tapi memang ini adalah kamar gadis itu dan suaminya." ucap Angga lagi.
"Baiklah aku akan mencoba melihat dengan sisi ilmu mata batinku semoga saja aku bisa menemukan jejak gadis itu, kamu pikir aku tidak bisa mencari kamu heh gadis?" ucap Leonard Horowitz pada dirinya sendiri karena Angga sudah pergi dari hadapannya.
*Bersambung Guys tolong bantu like, komentar dan vote ya biar author makin rajin update episode episode selanjutnya thanks*