Pradina Hartono seorang gadis sederhana. Yang berjuang untuk kehidupan keluarganya agar lebih baik. Bekerja paruh waktu sambil berkuliah di perguruan tinggi swasta di Kota Y. Dina begitu dia disapa selalu berpenampilan sederhana.
Dina hanya memiliki ibu dan seorang adik. Ibunya hanya seorang pedagang kecil-kecilan di rumahnya. Sementara Ayahnya telah berpulang ke pangkuan yang maha Pencipta saat Dina duduk di bangku SD kelas 5. Setelah itu Dina terus berjuang mencari beasiswa agar dirinya bisa bersekolah.
Rionaldo Wijaya seorang pengusaha muda sukses. Namun kesuksesannya tak semulus kisah cintanya. Aldo begitu dia disapa harus kehilangan istri dan calon anaknya karena kecelakaan. Semenjak kejadian itu Aldo selalu menghindari wanita dan bersikap dingin kepada setiap wanita yang ingin mendekatinya.
Seperti apa ceritanya??? Kita lanjut ya... Jangan lupa Like, komen dan kasih tips nya ya bagi yang punya. 🙏🙏🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dewi Meitania, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kepulangan Mami dan Papi
Rian adik bungsu Valdi dan Aldo datang tepat saat jam makan siang. Mereka berlima pun makan siang bersama. Selesai makan siang mereka pun berkumpul bersama di halaman belakang.
"Mba, Mas.Valdi kemana? Ko ga pulang makan siang?" Tanya Rian.
"Lagi ada urusan di luar kantot Dek. Jadi, makan siang di luar kemungkinan. Selepas itu Mas harus kembali ke kantor. Jadi mungkin malam Mas Valdi baru pulang."
"Sibuk ya Mba?" Tanya Dina.
"Lagi lumayan lah Din."
"Re, Gimana usaha kamu? Kapan Nikah?"
"Alhamdulillah Usaha lancar Mba. Nikah! Kapan ya."
"Ayolah Re, apa lagi sih yang dicari. Kerjaan ada, apa-apa ada. Ga mungkin kan ga ada perempuan yang kamu suka."
"Ada sih Mba."
"Lah terus nunggu apa lagi?"
"Tapi, kayanya dia masih sekolah de Mba."
"Lu suka sama anak kecil Re?"
"Dia beda loh Al."
"Beda giman sih?" Tanya Anggun.
"Beda Mba. Dia keliatan mandiri dan dewasa. Pokoknya kalopun harus menunggu dia sekolah Gw rela deh."
"Ko bisa seyakin itu sih?
"Harus yakin dong. Karena kalo buka kita yang meyakininya siapa lagi."
"Terus, Mas.Re udah kenal dia?"
"Belum."
"Loh Ko bisa?"
"Takut Din."
"Takut di tolak." Samber Anggun.
"Nah itu dia." Jawab Rehan.
"Kalo niatnya baik mah jangan menyerah begitu aja dong Mas. Terus berjuang."
"Bener tuh Mas." Sambung Rian.
Aldo masih saja menempel pada Dina. Kemana Dina pergi Aldo selalu ada disisinya. Dina mulai terbiasa dengan tingkah Aldo. Hanya masuk kedalan kamar Dina bisa lepas dari Aldo itupun tak jarang Aldo meminta Dina membuka pintu kamar agar masih bisa di pantau olehnya.
Hari ini hari kepulangan Mami dan Papi. Dina ijin kerja kembali untuk menyambut kedatangan Mami dan Papi. Dina sudah menyiapkan keperluan Aldo dan Rian sejak pagi tadi. Dina pun bersiap untuk menjemput Mami dan Papi.
Sesampainya Mami dan Papi hanya Anggun dan Dina yang terus di dekap. Mami dan Papi meluapkan rasa rindu mereka pada Anggun dan Dina.
"Ini anak Mami sama Papi siapa sih?" Gerutu Aldo.
"Mereka berdualah..." Jawab Mami usil.
"Mami,,, ga kangen apa sama Rian?"
"Eh, ngga tuh."
"Mami..... Jahat."
Mami dan Papi pun tertawa melihat tingkah anak laki-laki mereka.
"Dina, bagaimana Aldo suka marah-marah ga sama kamu?" Tanya Papi.
"Suka Pih. Sering malah."
"Aldo!" Bentak Papi.
"Eh, mana ada ya Al marah-marah. Jangan bohong ya kamu." Jawab Aldo sambil mencubit hidung Dina.
"Tuh, kan Pih. Dina suka di cubit hidungnya."
"Kamu itu ya." Ucap Mami sambil memukul lengan Aldo.
"Iya Mih, Pih Aldo suka marah-marah sama Dina."
"Ih, Mba Anggun. Ngga yah. Kapan Al marah-marah sama Dina?"
"Sering ya. Dina ga ada di rumah marah, Dina beli es krim sama Mba marah, Dina mandi lama marah."
"Mbaaaaa....." Teriak Aldo.
"Anak Mami bucin banget siiih."
Semua pun menertawakan Aldo. Aldo hanya diam masa bodoh yang dia fikir hanya Dina saja.
Suasana rumah begitu hangat dengan kepulangan Mami dan Papi. Sampai Pa.Handoko datang untuk menemui Dina.
"Han?"
"Run, Kenapa kamu menyembunyikan Dina?"
"Duduklah Han." Ajak Papi.
"Han, Kita tidak pernah menyembunyikan Dina dari siapapun. Kami pun baru mengetahui siapa Dina saat Santi datang menemui Dina."
"Om, Siapa? Kenapa Om cari saya?" Tanya Dina.
"Om paman kamu Nak."
"Paman?"
"Iya. Om, kaka sepupu dari Papamu Hartono."
"Om Handoko?"
"Kamu tau tentang Om Nak?"
"Tau Om. Papa sering cerita tentang Om."
"Pasti semua hal buruk yang di ceritakan beliau."
"Tidak Om. Papa selalu bangga pada Om."
Mendengar ucapan Dina Pa.Handoko pun tak kuasa meneteskan air matanya. Pa.Handoko memeluk Dina dengan erat. Aldo mengepalkan tangannya merasa cemburu. Rehan memperhatikan sikap Aldo.
"Tenang Bro, Om.Han itu Omnya Dina ga usah cemburu gitu dong."
Seketika orang-orang yang berada di ruangan itu pun menoleh kearah Rehan dan Aldo.
"Kenapa sih Lu Al?" Tanya Valdi.
"Tau nih Mas. Protektif banget sama Dina."
"Apaan si Lu Re." Elak Aldo.
Tbc...