Seorang gadis cupu bernama Kiara dibully habis -habisan disekolah,tapi siapa sangka dibalik diamnya dia menyimpan sisi gelap yang mengerikan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ada apa denganmu?
...Kiara turun dari bus dan langsung duduk di teras depan kelas bersama Vanes....
...Waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, semua anak-anak tampak lesu dan mengantuk sembari menunggu jemputan mereka....
..."Roy mana Van?" Tanya Kiara....
...Vanes yang sedang bersandar di punda Kiara pun menoleh....
..."Gak tau Kia, mungkin udah di jemput sama supirnya" ucap Vanes lemas dan kembali bersandar di pundak Kiara, sambil memeluk nya....
..."Eh itu papa ku udah jemput, Kia kamu pulangnya gimana, bareng sama aku aja yuk, nanti biar di antar papa sampai rumah" ucap Vanes mengajak Kiara....
..."Gak papa Van, aku nanti di jemput sama papa, kamu pulang duluan aja, lagian mata kamu tuh udah ngantuk berat, sana gih" ujar Kiara sambil mendorong Vanes pelan....
..."Hehehe... yaudah kalo gitu aku duluan ya Kia" ucap Vanes....
..."Iya, hati-hati" ucap Kiara....
...Vanes mengangguk dan melambaikan tangan nya, Kiara juga membalas lambaian Vanes....
...Sepeninggal nya Vanes, suasana menjadi lebih sepi, satu persatu anak-anak sudah pulang, dan ada sebagian juga yang masih menunggu jemputan, pak Ridwan juga masih setia menunggu muridnya pulang semua....
..."Hey Kiara kok Lo belum pulang?" Tanya Rifki tiba-tiba, dia duduk di samping Kiara....
..."Emm...ini lagi nunggu jemputan" jawab Kiara....
..."Lo pulang bareng siapa? Gue anterin yuk, gue bawa mobil tuh" tawar Rifki, dia menunjukkan mobilnya yang sudah ready....
..."Kamu duluan aja Rif, aku nunggu papa jemput" ucap Kiara....
..."Udah bareng gue aja, gak usah malu apalagi takut, gue gak jahat kok" ucap Rifki yang terkesan memaksa....
...Kiara berpikir beberapa saat, dia lalu mengangguk....
..."Boleh deh" jawab Kiara akhirnya....
..."Nah...gitu dong" Rifki bersorak gembira....
...Kiara dan Rifki berpamitan dengan pak Ridwan sebelum mereka berangkat....
..."Pak kami duluan ya, saya di antar Rifki" ucap Kiara dengan sopan....
...Ohh...iya..iya.. hati-hati di jalan Kia, Dan kamu Rifki, jangan ugal-ugalan" ucap pak Ridwan memberikan nasehat....
..."Siap pak.." Rifki menaikkan tangannya ke kepala memberi hormat sambil tertawa....
..."Yuk Kia..." Ajak Rifki...
...Saat hendak masuk mobil, ponsel Kiara bergetar ada pesan masuk....
...Kiara membukanya dengan cepat....
..."Emm, Rifki kamu tunggu sebentar ya, aku ada urusan sedikit" ucap Kiara setelah membaca pesan itu...
..."Lo mau kemana?" Tanya Rifki heran....
..."Ada keperluan penting, sebentar doang kok" ucap Kiara....
..."Yaudah gue temenin ya?" Ucap Rifki bersiap untuk jalan bersama Kiara....
..."Gak perlu, kamu tunggu di sini aja, sebentar doang kok" Kiara kekeh tak mau di temenin....
..."Yaudah deh, gue tunggu di sini, jangan lama-lama ya" ucap Rifki mengalah....
...Kiara hanya mengangguk dan berlari ke samping sekolah, Rifki dengan seksama memperhatikan Kiara, dilihat nya ada seorang pria yang sedang bersama Kiara....
..."Apakah kamu sudah mengerjakan tugas mu dengan baik?" Tanya Kiara....
..."Tentu saja nona, bukan kah wanita itu sudah ada di kantor polisi sekarang?" Jawab pria itu....
..."Bagus, apa yang kamu lakukan hingga bisa membuat skenario seperti itu?" Tanya Kiara sambil tersenyum sinis....
..."Itu sangat mudah, aku hanya memasukkan banyak benda tajam ke dalam tas nya dan menaruh fotonya dan Aldi di sela-sela bukunya, lalu berpura-pura menemukan barang bukti" ucap pria itu, Kiara tersenyum kecil...
..."Kau ahli menjadi sutradara bro" ucap Kiara....
..."Dan kau yang menjadi artis nya" balas pria itu. Mereka tertawa kecil....
..."Kerja mu sangat bagus, ini adalah bayaran mu, ingat jangan sampai cerita ini bocor, atau aku akan membunuhmu" ucap Kiara dingin, dia memberikan pria itu segepok uang di dalam amplop....
...Pria itu menelan ludahnya, melihat raut wajah Kiara yang tak pernah main-main dengan ucapan nya....
..."Tentu saja nona, apakah kamu meragukan ku?" Jawab pria itu sambil mengambil uangnya....
..."Baiklah kalau begitu, aku harus cepat kembali" ucap Kiara memakai tas nya kembali....
..."Hati-hati nona" ucap pria itu....
...Kiara hanya mengangguk dan kembali berlari ke arah Rifki....
...Dilihat nya Rifki yang tengah bersandar di mobil sambil cemberut....
..."Udah, yuk Rif" ajak Kiara....
...Rifki tak menjawab Kiara dan masuk ke mobil dengan wajah di tekuk, membuat Kiara menjadi heran. Namun begitu Kiara tetap masuk ke dalam dan duduk di samping Rifki....
..."Kok Lo lama banget sih tadi?" Tanya Rifki masih cemberut....
..."Kan aku udah bilang ada urusan" jawab Kiara....
..."Sama cowok malem-malem di samping kelas gelap-gelapan?" Tanya Rifki sewot....
..."Kamu liat?" Tanya Kiara....
...Rifki diam saja, dia juga tak kunjung menyalakan mobilnya....
..."Itu pacar Lo ya?" Tebak Rifki....
...Pffttt...pacar? Hahaha" Kiara tertawa keras, melihat itu Rifki mengerutkan keningnya heran....
..."Gue serius Kia..." Ucap Rifki kesal....
..."Ya aku juga serius, emang ada yang mau pacaran sama cewek cupu kayak aku?" Tanya Kiara menyindir Rifki yang pernah membully nya juga, Rifki langsung diam....
..."Maaf Kia, dulu gue gak bermaksud mengejek Lo, tapi gue terbawa sama temen-temen" ucap Rifki menyesal....
..."Kenapa kamu minta maaf, lagian aku gak peduli sih mau di bilang cupu atau enggak, itu gak mempengaruhi kualitas diriku" ucap Kiara, Rifki mengangguk setuju....
..."Emm, jadi tadi itu bukan pacar Lo ya?" Tanya Rifki memastikan....
..."Ya bukan lah, emang kenapa sih nanya-nanya Mulu?" Jawab Kiara....
..."Gak papa, yaudah kalo itu bukan cowok Lo" ucap Rifki sambil tersenyum, dia lalu menyalakan mobilnya....
..."Kamu gak papa kan Rif? Kamu sakit?" Tanya Kiara heran....
..."Gue gak papa, udah pasang sabuk pengaman nya, kita pulang sekarang" ucap Rifki cepat...
...Kiara mengangguk dan dengan cepat memasang sabuk pengaman nya....
..."Oh iya, rumah Lo dimana?" Tanya Rifki....
..."Jalan Cempaka nomor empat dua" ucap Kiara....
..."Lo tinggal di sana?" Tanya Rifki....
..."Iya, kenapa emang?" Tanya Kiara....
..."Emm, gak papa, sekarang kita pulang, udah siap kan?" Tanya Rifki memastikan Kiara....
..."Sudah" jawab Kiara....
...Rifki mengendarai mobil nya dengan kecepatan sedang, mereka juga mengobrol santai dan memasang lagu slow....
...Tidak menunggu waktu lama hanya sekitar dua puluh menit, mereka sudah tiba di depan sebuah rumah mewah nan megah, rumah itu berbeda sendiri dengan rumah-rumah di sekitarnya. Rifki sampai menganga melihat rumah itu....
..."Makasih ya tumpangan nya, mau mampir dulu gak?" Tanya Kiara....
..."Eum...gak usah Kia, nanti Lo malah di marahin sama majikan Lo bawa temen kerumah" jawab Rifki pelan....
...Majikan? Kamu pikir aku pembantu ya di rumah orang tua ku sendiri" ucap Kiara tertawa pelan....
..."Apaa..? Maksud kamu ini...?" Rifki kehabisan kata-kata nya....
..."Iya ini rumah aku, lebih tepatnya sih rumah papa dan mama ku" jawab Kiara...
..."Tapi bukannya kamu...? Rifki tak melanjutkan kata-katanya....
..."Miskin? Aku gak pernah bilang kalo aku miskin, hanya kalian saja yang salah sangka, tapi aku juga gak keberatan kok, seperti yang aku bilang tadi, omongan orang tidak akan mempengaruhi kualitas diriku" ucap Kiara lagi sambil tersenyum....
...Rifki hanya mengangguk sambil tersenyum....
..."Jadi mau mampir gak nih?" Tanya Kiara lagi....
..."Enggak, lain kali aja Kia" jawab Rifki....
..."Ohh..yaudah, thank ya tumpangan nya" ucap Kiara tersenyum sambil membuka sabuk pengaman nya dan bersiap-siap untuk turun....
...Namun saat Kiara hendak membuka pintu mobil, Rifki menahan tangan Kiara....
..."Eh Kiara, gue boleh minta nomor handphone Lo gak?" Tanya Rifki ragu-ragu....
..."Buat apa?" Tanya Kiara heran....
..."Ya untuk sekedar berteman aja, siapa tau nanti Lo atau gue butuh bantuan, kita ka. Bisa saling tolong" jawab Rifki....
..."Ohh, Mana handphone mu?" Tanya Kiara....
...Rifki dengan cepat memberikan ponsel nya....
...Kiara mengetik nomor nya dan memberikan nya pada Rifki....
..."Thanks" ucap Rifki sambil tersenyum, Kiara hanya mengangguk dan turun dari mobil, dia masuk ke rumah dengan cepat, badannya terasa lelah dan ingin istirahat lebih awal. Sementara itu Rifki hanya senyum-senyum sendiri melihat ponsel nya yang berisi nomor Kiara....
...Bersambung........
Kira-kira ada apa ya dengan Rifki? Apakah dia sudah baik beneran atau punya maksud terselubung? Hemm... mencurigakan yaa...