NovelToon NovelToon
Istri Rampasan Mafia Dingin

Istri Rampasan Mafia Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Action / Pengantin Pengganti
Popularitas:19.2k
Nilai: 5
Nama Author: Miss_Dew

Di hari yang seharusnya menjadi hari bahagianya Sonya Munic terpaksa harus membatalkan pernikahannya dengan Sagara Sardi tepat saat akan mengucapkan janji pernikahan. Batara Moretti datang merampas pengantin atas alasan utang keluarga. Padahal keluarga Munic telah mengatur pernikahan Batara dengan Talitha Munic, adik tiri Sonya. Di bawah ancaman nyawa ketua mafia paling berbahaya, Sagara terpaksa menyerahkan calon istrinya.
Tak mudah bagi Sonya, gadis yang terkenal lemah lembut hidup di lingkungan mafia dan sikap dingin Batara yang hanya menganggapnya sebagai istri pelunas hutang. Selain menagih hak suami istri Batara selalu diam dan acuh, saat Sonia mulai berdamai dengan keadaan, satu persatu kebenaran mulai terkuak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss_Dew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nona Bungsu Yang Menyedihkan

​Dua hari sudah, Talitha Munic mendekam di dalam ruang isolasi bawah tanah yang gelap gulita. Kegelapan dan kelembapan tempat itu seolah perlahan mengikis kewarasannya. Kedua kakinya masih terikat erat oleh rantai besi tebal yang dingin, membatasi setiap pergerakannya di atas kursi kayu tua. Bau tak sedap, campuran antara anyir darah dari luka bahunya yang membusuk, keringat, dan hawa pengap ruang bawah tanah kini memenuhi dan melekat di seluruh tubuhnya.

​Tidak hanya itu, penderitaan fisik Talitha semakin lengkap dengan pasokan makanan yang sama sekali tidak layak bagi wanita kelas atas seperti dirinya. Di atas meja kayu lapuk di hadapannya, tersaji sepotong roti gandum yang sudah mengeras seperti batu, sosis murah yang dingin dengan permukaan berminyak, dan segelas air putih yang terkadang terkontaminasi debu langit-langit. Hidangan itu benar-benar membuatnya tidak berselera. Namun, demi bertahan hidup dan menjaga energinya agar tidak mati di tempat terkutuk ini, Talitha terpaksa memakannya suap demi suap, meskipun rasa mual yang hebat begitu menyeruak di tenggorokannya setiap kali makanan itu melewati kerongkongannya.

​Brakk!!!

​Suara pintu besi yang didorong kasar mengejutkan Talitha hingga hampir melompat dari kursinya. Cahaya lorong yang remang-remang menerobos masuk, menampilkan siluet tegap Jevan yang melangkah perlahan ke dalam sel dengan wajah dingin tanpa ekspresi.

​"Rupanya masih hidup juga kamu. Memang, penjahat tidak semudah itu untuk mati," ledek Jevan dengan nada datar namun sarat akan kepuasan yang menusuk.

​Talitha yang semula tampak lemas seketika mendongak. Matanya berkilat penuh kebencian, mencoba mengumpulkan sisa-sisa keangkuhannya yang sudah runtuh. "Diam kau, kacung sialan! Kau hanya seekor anjing penurut yang kebetulan masih dipertahankan oleh Tuan Batara! Lihat saja nanti, jika aku resmi menjadi Nyonya Moretti yang sesungguhnya, orang pertama yang akan aku singkirkan dan aku umpankan ke serigala adalah kamu, Jevan!"

​Jevan tidak terkejut, tidak juga marah. Pria itu justru mendengus meremehkan, menatap Talitha dengan pandangan kasihan. "Ternyata terkurung di ruang gelap ini selama dua hari sudah membuat otakmu rusak total. Masih bermimpi menjadi Nyonya Moretti? Berkhayal saja terus hingga kau membusuk dan mati di tempat ini."

​Tanpa membuang waktu, Jevan membungkuk dan dengan cekatan melepaskan gembok rantai besi yang mengikat kedua kaki Talitha. Suara denting besi yang terlepas bergema di dalam ruangan.

​Merasakan kakinya bebas, senyum kemenangan yang delusif langsung terukir di bibir Talitha yang pecah-pecah. "Lihatlah! Rantainya dilepas! Pasti Tuan Batara sudah sadar dan menyiapkan sesuatu yang istimewa untukku sebagai bentuk permintaan maaf atas kelakuan kasarmu. Lihat saja, Jevan, setelah ini aku akan membuatmu berlutut dan menjadi anjing yang berguna untukku!"

​Jevan sama sekali tidak berniat meladeni kegilaan wanita itu. Dia hanya mendumel tidak jelas di dalam bibirnya sambil melangkah mundur, memberikan isyarat kepada anak buahnya.

​"Bawa wanita ini," perintah Jevan kepada dua orang penjaga bertubuh kekar di belakangnya. "Pastikan semua kotoran dan bau busuk di tubuh serta wajahnya hilang . Tuan Besar tidak suka melihat benda-benda menjijikkan masuk ke mansion utama."

​"Siap, Tuan Jevan!"

​Kedua anak buah itu langsung maju, mencengkeram lengan Talitha dengan kasar dan menyeret tubuh lemasnya keluar dari sel.

​"Sialan kamu, Jevan! Jangan kasar seperti ini pada calon istri tuan Batara! Lepaskan! Akan aku laporkan semua perbuatan biadabmu ini kepada Tuan Batara! Awas saja kamu, Jevan, anjing bodoh tidak berotak!" teriak Talitha sepanjang lorong bawah tanah, suaranya menggema liar namun diabaikan sepenuhnya.

​Talitha mengira dirinya akan dibawa ke kamar tamu mewah atau fasilitas spa pribadi milik mansion. Namun, matanya membelalak lebar ketika kedua penjaga itu melempar tubuhnya ke atas lantai ubin semen yang dingin di sebuah ruangan besar. Tempat itu adalah kamar mandi umum khusus yang biasanya digunakan oleh ratusan pelayan tingkat rendah dan karyawan di kawasan mansion Moretti.

​"Apa-apaan kalian?! Berani-beraninya membawaku ke tempat kotor dan bau seperti ini?!" teriak Talitha histeris sambil memegangi bahunya yang sakit. "Aku ini calon istri Tuan Batara, calon Nyonya Moretti! Apa kalian semua sudah bosan hidup, hah?!"

​Salah satu anak buah Batara menatapnya dengan pandangan malas. "Kami hanya mengikuti perintah Tuan Jevan untuk membawa Nona kesini guna membersihkan diri. Cepat basuh tubuhmu."

​"Enak saja! Aku tidak pantas berada di tempat menjijikkan ini!" Talitha bangkit berdiri dengan susah payah, menunjuk wajah penjaga itu dengan jemarinya yang gemetar. "Antarkan aku ke kamar mandi utama di bangunan utama sekarang juga! Di sini bau, pengap, dan sangat menjijikkan bagi kulitku!"

​"Maaf, Nona," jawab penjaga lainnya dengan suara tegas tanpa celah. "Perintah dari atas sudah jelas. Sebelum Anda bersih dan terbebas dari bau busuk ruang isolasi, Anda tidak diizinkan untuk menginjakkan kaki di rumah utama, apalagi masuk ke kamar mandi utama."

​"Kalian berani menentangku?! Awas kalian, minggir dari jalanku!" Talitha mencoba menerobos maju dengan sisa tenaganya.

​Kedua anak buah Batara itu saling memberikan kode melalui tatapan mata. Tanpa ragu, mereka maju bersamaan, menangkap kedua pergelangan tangan Talitha dengan cengkeraman yang kuat, lalu bersiap untuk merobek dan melepaskan pakaian gaun hitam wanita itu yang sudah kotor secara paksa agar proses pembersihan bisa segera dilakukan.

​"Apa yang kalian lakukan?! Jauhkan tangan kotor kalian dariku! Kalian ingin melecehkan aku, hah?!" jerit Talitha panik, wajahnya memucat saat menyadari harga dirinya benar-benar diinjak-injak. "Aku ini calon istri Tuan Batara! Lepaskan! Tolong... Tuan Batara, tolong aku dari anjing-anjingmu ini!"

​"BERISIK!"

​Suara bentakan Jevan yang menggelegar dari ambang pintu kamar mandi langsung membungkam teriakan Talitha. Jevan melangkah masuk dengan santai, menatap kekacauan itu dengan pandangan dingin.

​"Jevan! Lihat kelakuan anjing-anjingmu ini! Mereka berani menyentuhku dan ingin melecehkanku!" adu Talitha dengan napas memburu, berharap Jevan akan menghukum anak buahnya. "Apa seperti ini caramu mengatur anak buahmu, hah?! Benar-benar tidak becus!"

​Jevan tidak memedulikan tuduhan itu. Dia hanya mengangkat tangan kanannya, memberikan kode ke arah luar lorong. Detik berikutnya, lima orang pelayan wanita bertubuh kekar yang mengenakan seragam hitam-putih langsung bergerak masuk dengan langkah tegap. Mereka memegang seluruh tubuh Talitha, kedua tangan, kaki, hingga menjambak rambutnya lalu membawanya secara paksa ke dalam bilik mandi umum.

​"Pastikan wanita itu benar-benar bersih dan tidak meninggalkan bau busuk sedikit pun," perintah Jevan dingin kepada para pelayan wanita tersebut. "Gunakan sikat besar yang biasa dipakai untuk membersihkan lantai atau karpet untuk menggosok seluruh kulitnya sampai bersih."

​"JEVAN, SIALAN! ANJING BRENGSEK KAU! AWAS KAMU, JEVAN! AKU AKAN MEMASTIKAN KEPALAMU TERPISAH DARI TUBUHMU!" Teriakkan histeris Talitha kembali menggema dari dalam kamar mandi, diikuti oleh suara guyuran air dingin yang deras dan suara sikat yang bergesekan kasar dengan kulit, menciptakan kombinasi suara penderitaan yang memuaskan bagi para penjaga di luar.

​Sementara badai penderitaan sedang menimpa Talitha di area belakang, suasana di ruang tengah gedung utama justru terasa begitu intim sekaligus menegangkan.

​Batara Moretti tengah duduk bersantai di atas sofa kulit hitam besarnya yang mewah. Namun, yang membuat atmosfer ruangan itu terasa canggung adalah keberadaan Sonya Munic yang saat ini sedang duduk pasrah di atas pangkuan Batara. Tubuh mungil Sonya dikunci rapat oleh sepasang lengan kekar sang mafia. Rasa gugup yang luar biasa menjalar di setiap jengkal tubuh Sonya, membuat jantungnya berdegup kencang seperti genderang perang.

​Rasa malu yang teramat sangat menyeruak di dada Sonya. Posisi mereka terlalu dekat, wajah mereka bahkan hanya berjarak beberapa senti. Yang membuat Sonya semakin ingin menghilang dari tempat itu adalah fakta bahwa beberapa pelayan dan penjaga mansion tampak lalu-lalang di sekitar koridor ruang tengah. Namun, luar biasanya, para bawahan itu bersikap acuh tak acuh dan seolah tidak peduli dengan apa yang sedang dilakukan oleh Batara dan Sonya, seolah adegan panas itu adalah pemandangan legal yang tidak boleh diganggu gugat.

​Batara memajukan wajahnya, membenamkan hidungnya di ceruk leher jenjang Sonya yang putih bersih. "Kamu sangat wangi," ucap Batara dengan suara yang sangat dalam, berbisik rendah.

​Embusan napas hangatnya yang menerpa kulit leher Sonya seketika membuat bulu kuduk gadis itu meremang dan tubuhnya merinding hebat.

​"T-Tuan... jangan seperti ini. Geli..." ucap Sonya dengan suara yang teramat pelan, memalingkan wajahnya yang sudah merona merah karena menahan malu di depan para pelayan.

1
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
kueselllll sumpah lihat Batara Moretti diperdaya oleh Talitha begitu saja pasti Sonya sakit hatinya melihat bayangan mereka berdua berhubungan intim 😢😠😠😠😠😠😠😠😠😠😠
Muft Smoker
lanjuut kaak ,,

gx tega iikh kak liat sonyaa di sakitin trus ,,

ayoo laa kak sx aj jadiin si Sonya wonder woman ,,
atau kasih kekuatan dikit ,, buat nampol si thalita ,, 😒😒😒😒
❤️⃟Wᵃfкαgσмє¹⁵𝕬𝖗𝖘𝕯💞
huffffs sulit bt meredakan rasa kecewa itu
terlanjur sakit dan kecewa
❤️⃟Wᵃfкαgσмє¹⁵𝕬𝖗𝖘𝕯💞
Wanita gila yg terobsesi dengan tahta dan keangkuhan...
Hilang saja kau dr muka bumi ini
❤️⃟Wᵃfкαgσмє¹⁵𝕬𝖗𝖘𝕯💞
Kebodohan Batara yg ngk mau cari solusilain .. malah menjebak dirinya sendiri dalam perangkap rayuann
❤️⃟Wᵃfкαgσмє¹⁵𝕬𝖗𝖘𝕯💞
hancurkan saja tuhh mafia bodohh.. yg ngk bisa tegas bt bunuhh tuhh yg diangap jalang tp dia terpedaya 😒
❤️⃟Wᵃfкαgσмє¹⁵𝕬𝖗𝖘𝕯💞
Ahhh menyebalkan mafia bodohhhh.. mana kekajaman mu .. masak cuma karena janji yg ngk km tahu km jadi kacungg thalitha.. dasar bodohhh.. mafia bodohhh😤
❤️⃟WᵃfRahma『⃟𝐉 💋👻ᴸᴷ♬⃝❤️
kapok kamu Talitha selain mulutmu kayak comberan ternyata kamu wanita sesat penuh ambisius
❤️⃟Wᵃfкαgσмє¹⁵𝕬𝖗𝖘𝕯💞
Hedehhh.. cepat km harus menolong suami mu Sonya cepatt..
❤️⃟WᵃfRahma『⃟𝐉 💋👻ᴸᴷ♬⃝❤️
Waduh gimana kalau Sonya salah faham ini, bisa tambah rumit nantinya
❤️⃟Wᵃfкαgσмє¹⁵𝕬𝖗𝖘𝕯💞
Dahh habisin aja dia dr pada kelamaan kmdi teross trus Dengan kata hutang darahh
❤️⃟WᵃfRahma『⃟𝐉 💋👻ᴸᴷ♬⃝❤️
Semoga Jevan mau di ajak kerjasama dengan Sonya ini demi kebaikan semua
❤️⃟Wᵃfкαgσмє¹⁵𝕬𝖗𝖘𝕯💞
Tak apa kau merasa seperti itu
karena itu tanda dia berarti bt muu
❤️⃟WᵃfRahma『⃟𝐉 💋👻ᴸᴷ♬⃝❤️
Siapa ini yang datang tiba-tiba buat ibu Yooka kaget
❤️⃟WᵃfRahma『⃟𝐉 💋👻ᴸᴷ♬⃝❤️
tuh kan pasti bukan Batara ini, pasti dia nyuruh orang lain yang melakukannya
❤️⃟Wᵃfкαgσмє¹⁵𝕬𝖗𝖘𝕯💞
yahh ituhh.. witing tresno jalaran Seko.kulinoo🤣
dan kau jadi terbiasa kan Sonya
❤️⃟WᵃfRahma『⃟𝐉 💋👻ᴸᴷ♬⃝❤️
kamu benar David maka dari itu cepat ungkap cerita besar itu, biar Talitha tidak besar kepala melulu
❤️⃟WᵃfRahma『⃟𝐉 💋👻ᴸᴷ♬⃝❤️
Wah siapa ini yang mengawasinya dari jauh bikin penasaran aja ae
❤️⃟WᵃfRahma『⃟𝐉 💋👻ᴸᴷ♬⃝❤️
Sonya kamu harus kuat ya, kamu pasti sembuh semoga ada keajaiban, dan Batara semoga cepat tahu kebenaran siapa yang menolong Jevan yang sesungguhnya
❤️⃟WᵃfRahma『⃟𝐉 💋👻ᴸᴷ♬⃝❤️
Andaikan Batara tahu kalau Sonya dulu yang membantu Jevan tak mungkin dia melakukan rencana konyol itu, dan begitupun Jevan juga belum tahu siapa yang menolong nya di awal kesadaran nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!