NovelToon NovelToon
NAMA LAIN DIBIBIRNYA

NAMA LAIN DIBIBIRNYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Single Mom / Mengubah Takdir
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Mamany Ali

Raya tidak menyangka kalau Suami yang sudah sepuluh tahun menikah dengannya , jatuh cinta lagi dengan wanita lain. Andini adalah nama wanita itu. Saat Bagas suami Raya mengaku mencintai Andini. Dunia Raya terasa runtuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mamany Ali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nasehat

Mama Bagas yang bernama Sari Dewi itu. Mulai menelpon Raya. Dia ingin tahu kemana menantunya itu pagi pagi.

Nomor Raya dicarinya di kontak . Namanya masih tersimpan dengan nama " Menantu benalu" bukan Raya menantuku,ataupun istri Bagas. Nama itu cukup memberitahu posisi Raya bagi mertuanya.

Jari Sari Dewi ragu setengah detik. Terakhir kali dia nelpon Raya pada saat dia minta duit buat beli tas baru. Itupun sambil Raya ngomel ngomel.

Dia pencet tombol telpon. Nada sambung dua kali baru diangkat. Suara Raya pelan.Tapi serak.

" Halo ma!" Jawab Raya diseberang telpon.

" Kamu dimana? masih pagi dah keluyuran, cucu cucuku juga dimana? jam segini bukannya dirumah, rumah berantakan, suami kusut tak diurus, Mau kamu apa sih Raya? ya Allah pusing aku!" Omelnya panjang kali lebar.

Raya yang masih emosi dengan Bagas, sekarang malah tambah emosi dengan sikap ibu Bagas yang sama sekali tidak pernah peduli padanya.

" Aku dirumah ibuku, suruh saja Bagas urus dirinya sendiri, Aku capek!"

" Menantu kurang ajar kamu ya, Bagas itu suami kamu, kamu harus patuh padanya, selama ini dia sudah berkorban banyak untuk kasih makan kamu, bodoh kamu memang."

" Aku memang bodoh karena sudah menikah dengan anak mama yang selingkuh dengan wanita lain, bilang sama anak mama . aku mau cerai!" Raya segera mematikan sambungan telpon.

" Halo, Halo!" Sari Dewi emosi ." Menantu tidak ada yang beres!"

Tangan Raya bergetar. Nafasnya naik turun seperti habis lari jauh.

" Siapa yang nelpon?" Nisa datang membawa nampan yang berisi teh hangat untuk Raya yang kini ada didalam kamar.

Nisa menaruh nampan dimeja kecil, uapnya pelan pelan naik, tapi tidak cukup untuk mengusir dingin yang merambat di dada Raya.

" Mertuaku, mbak. Dia marah marah ." Raya tertawa kecil. Hambar. Suaranya pecah diujung. Tangannya masih bergetar.

" Sepuluh tahun aku tahan mbak, semua ucapan mama Bagas aku tahan dan aku anggap angin lalu, karena selama ini Bagas baik padaku. Tapi sekarang. Aku sudah tidak tahan mbak."

Nisa duduk dipinggir ranjang. Tidak menyela, cuman mendorong gelas yang berisi teh hangat pelan kearah Raya.

" Minum dulu!"

" Terimakasih,Mbak" Raya meminum sedikit air teh, lalu kembali menaruh gelas diatas meja.

" Mamanya selalu bilang aku Menantu pemalas mbak, percuma sarjana tapi tidak bekerja!"

" Salahkah aku minta cerai mbak?" Raya ingin meminta pendapat Nisa.

Nisa tidak langsung jawab. Dia menggeser cangkir tehnya. Terus mengenggam tangan Raya.Tangan Raya dingin dan basah.

" Raya." Suara Nisa pelan tapi tegas."Salah itu kalau kamu meninggalkan orang yang benar benar sayang sama kamu, yang berusaha berubah untuk kamu, yang minta maaf dengan menunjukkannya lewat tindakannya."

Nisa menarik nafas." Tapi yang kamu tinggalkan itu adalah rumah uang buat kamu sesak. Suami yang kasar padamu, mertua yang mencaci maki setiap hari. Itu bukan salah, Itu menyelamatkan diri."

Raya berkedip. Airmata yang ditahannya jatuh juga." Tapi bagaimana dengan anak anakku mbak? Bagaimana kalau mereka bertanya tentang papanya, kalau Galang mungkin sudah mengerti, lalu bagaimana dengan Gilang?"

Nisa menggangguk." Iya, mereka butuh papanya, tapi mereka juga butuh mama yang waras. Mama yang selalu tersenyum kemereka."

Raya peluk lutut diranjang." Aku takut dibilang gagal mbak, Sepuluh tahu bukanlah waktu yang sebentar."

Nisa tersenyum tipis. lalu mengelus punggung Raya." Selama ini mbak lihat, Bagas sangat bertanggung jawab padamu dan anak anak kamu Raya, mungkin hari ini memang dia berbuat salah padamu. Tapi yang namanya rumah tangga tidak ada yang sempurna. Selama Bagas tidak menyakiti fisik kamu. Dia masih layak diberi kesempatan Raya. "

Kata kata yang diucapkan Nisa benar juga, selama ini Bagas memang sangat bertanggung jawab dan tidak banyak tingkah, baru kali ini Bagas berbuat salah.

" Apa yang harus aku lakukan Mbak?" Sekali lagi Raya ingin mendengar pendapat Nisa.

" Berdamailah Raya. Beri Bagas kesempatan , kalau dia berubah lagi, biar Allah yang balas."

" Benar nak, mungkin bukan Bagas yang salah, tapi wanita itu yang menggoda duluan."

Suara ibu Raya dari ambang pintu. Raya dan Nisa langsung melihat kearah Ibu.

Ibu jalan masuk, duduk disisi ranjang. Dia menatap mata Raya. Lama." Ibu bukan membela Bagas, Tapi Ibu juga pernah berubah tangga nak. godaan itu tidak datang dari laki laki nak. kadang ada perempuan yang mencari celah, yang tahu suami orang sedang retak, terus dia dorong biar hancur sekalian. "

Raya mengeleng kecil. Suaranya parah." Jadi ini salah aku juga ya,bu? karena aku tidak bisa mengurus diri dan sibuk dengan anak anak, jadinya Bagas mencari pelampiasan?"

Ibu Raya cepat cepat pegang dagu anaknya." Jangan, Jangan pernah kamu berpikir seperti itu nak, salah itu tetap salah. kalau Bagas goyah, itu tanggung jawab dia. Bagas laki laki dewasa, dia bukan lagi anak kecil yang bisa ditarik tarik orang lain seenaknya. kalau dia memilih untuk menuruti godaan itu, Berarti itu adalah pilihannya. Bukan salah kamu."

" Iya, Raya. kalau ada pencuri masuk rumah, kita tidak bisa menyalahkan pintunya, bukan? yang salah pencurinya dan pemilik rumah yang tidak mengunci pintu." timpal Nisa.

Ibu mengelus punggung Raya." Ibu tahu kamu capek, Ibu tahu kamu cukup sabar selama ini, tapi kamu masih punya kami, kami semua akan selalu ada untukmu. "

Tangis Raya akhirnya pecah. Dia peluk Ibunya erat, Seperti anak kecil yang baru saja dimarahin orang lain dan mencari Ibunya untuk menangis dan mengadu. " Bu, aku takut salah pilih jalan, aku takut menyesal."

" Menyesal itu manusiawi,nak." bisik Ibu.

Pelan tapi pasti, Raya mulai bangkit. Tidak seharusnya dia terpuruk seperti ini.

SariDewi masih berdiri ditengah ruang tamu rumah Bagas. Tangan kirinya nangkring dipinggang. Tangan kanannya masih memegang HP yang tadi ditutup paksa oleh Raya.

Bagas keluar dari kamar. rambutnya acak acakkan dan merebahkan badannya ke sofa." Ma, sudahlah. Kenapa mama selalu berisik? lebih baik mama pulang sekarang."

" Kamu lagi ngusir mama, Bagas? Jahat sekali kamu." Dia mengentakkan kakinya ke lantai, tumitnya bunyi keras ke lantai.

" Raya bikin masalah apa lagi sih? kenapa dia ada dirumah Ibunya? katanya dia mau minta cerai dari kamu?"

Bagas usap wajah. kasar, " Ma, Raya pergi karena aku ma, karena Andini mengirim foto yang tidak seharusnya ada ma, ke Raya."

SariDewi mengelik. " Kamu selingkuh, Itu salah Raya, karena dia tidak bisa mengurus kamu. Laki laki itu kalau lapar ya cari yang lain, apalagi Andini wanita cantik dan wangi."

" Ma, stop." Bagas akhirnya naik nada." Raya sudah capek ngurus anak anak ma, ngurus rumah, ngurus aku. Wajar dia marah."

" Alah, kamu selalu bela dia, apapun yang mama katakan, kamu tidak pernah percaya. Udalah sekarang mama mau minta duit, Mama besok mau arisan, uang mama habis tadi kesalon"

Bagas sama sekali tidak habis pikir dengan kelakuan mamanya. Dia sama sekali tidak peduli dengan nasib rumah tangganya yang berada diujung tanduk.

1
Rini Anggraini
maaf point q habis thor😭😭 g bissa kasih hadiah...🙏🥲
Mamany Ali: iya kk, terimakasih sudah membaca ya kk😍
total 1 replies
Rini Anggraini
jadi g seru thor,soalnya g ada gregetnya dari bagas,g ada usaha sama sekali buat yakinin istrinya buat balikan,cuma pasarah doank,kaya novel² lainnya 🙏🙏
Mamany Ali: iya ya kk🤭
total 1 replies
Rini Anggraini
gimana jadinya thor,kaya sinetron rumah tangga sebelah...🤣🤣
ditunggu upnya ya semoga bagas masih punya kesempatan balik sama keluarganya lagi...💪🙏
Mamany Ali: iya kk🤣🤣🤣
total 1 replies
Masitoh Masitoh
bagi pelempang dua kali ke pipinya biar tau rasa andini
Ma Em
Semoga Raya memergoki Bagas dgn Andini dirumah nya saat Bagas bermesraan dgn Andini agar Raya tdk jadi kembali pada Bagas , lbh baik Raya berpisah saja dgn Bagas .
Ma Em
Raya emang lbh baik berpisah dari Bagas apa yg hrs dipertahankan oleh Raya Bagas sebagai suami selingkuh sedangkan mertua bkn nya bela menantu malah bela selingkuhan anaknya dan selalu menghina Raya , Raya bagaimana mau bahagia hdp nya tdk ada yg akan tahan kalau nasib nya seperti Raya .
Mamany Ali
semoga terhibur, ditunggu kritik dan sarannya🥰
Mamany Ali: ini udah di up kk, belum bisa sama noveltoon masih di review 🤭
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!