Sinopsis
Samuel Kai wiegner datang ke Selandia Baru bukan untuk jatuh cinta. Ia hanya ingin melupakan luka dari hubungan yang gagal di Jerman.
Tapi hatinya tak bisa berbohong saat bertemu Nadya Putri Aulia mahasiswi S2 asal Indonesia yang juga bekerja di motel ayahnya.
Nadya bukan seperti gadis yang biasa ia temui. Sederhana, tulus, pekerja keras dan penuh tanggung jawab. Tapi cinta bukan prioritas dalam hidup Nadya. Ia sibuk kuliah dan bekerja untuk keluarga nya.
Sam jatuh perlahan, sementara Nadya masih bimbang, masih berpikir dengan perasaan nya.
Karena hidup nya bukan tentang cinta, tapi tentang bertahan.
Saat waktu, jarak, dan beban hidup menghalangi perasaan—akankah mereka memilih saling menunggu, atau saling melepaskan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yana Rafa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertemuan Dengan Ibu Mat
Nadya sedang mengetik di laptop saat Aileen mengetuk pintu kamar nya, gadis itu membawa kopi susu dan roti panggang.
Siang ini mereka akan pergi ke acara makan siang perkumpulan mahasiswa Indonesia di Christchurch, karena ada salah satu mahasiswa S3 yang sudah lulus dan harus kembali ke Indonesia. Untuk acara pertemuan mahasiswa, biasa nya di berlakukan sistem potluck, dimana setiap orang wajib membawa makanan atau minuman untuk di nikmati bersama.
"Nanti siang lu mau bawa makanan apa nad?"
"Risoles aja deh, kebetulan masih ada stock risol di kulkas jadi tinggal goreng aja".
"Gua bikin tahu isi pedas, si Albert suka tahu".
"Si Anggi mau bawa apa dia?"
"Tadi malam gua Whatsapp dia sih, kata nya mau bawa bakwan jagung"
"Hmm.. pasti enak, udah lama gua gak makan bakwan dan tahu goreng nih" ujar Nadya sambil menyesap kopi nya.
Nadya berencana menggoreng risol nya satu jam sebelum berangkat, supaya risol nya masih hangat saat di makan bersama. Siang hari nya, Anggi menjemput Nadya di kost nya, Aileen sudah pergi duluan dengan Albert. Dia tidak mau ikut menumpang di mobil Albert, yang mungkin dirinya hanya akan jadi pengganggu untuk mereka. Apa lagi hubungan Aileen dan Albert sedang hangat hangat nya. Bisa bisa gua cuma jadi obat nyamuk pikir nya.
Sekitar lima belas menit kemudian, mereka pun tiba di rumah mba Rara yang merupakan mahasiswa S3 fakultas Hukum, di kampus yang sama dengan Nadya.
Mba Rara sudah memiliki suami dan dua orang anak. Suami nya bekerja di Supermarket, dan dua anak nya masih sekolah di primary tidak jauh dari kampus.
Nadya dan Anggi menaruh makanan yang mereka bawa ke meja makan. Karena Weekend, mahasiswa lain sudah banyak yang datang, terlihat banyak menu makanan Indonesia di meja. Ada Soto ayam, Bakso, siomay, pempek, berbagai macam kue dan gorengan, buah buahan serta es dawet.
"Haduh jadi pengen cepet makan gua" ujar Anggi sambil mengusap perut nya
"Sama" kekeh Nadya.
Acara berlangsung dengan sambutan dari tuan rumah serta dari ketua perkumpulan mahasiswa dan juga Pak Andi mahasiswa S3 yang akan kembali ke Indonesia sebelum akhir nya makan siang bersama. Biasa nya mereka akan saling menanyakan kabar masing masing, menanyakan kabar tesis atau saling share info part time time job.
Ruang tamu mba Rara sudah full, anak anak main di halaman belakang rumah, berlarian bermain tag atau petak umpet. Mereka semua berbicara bahasa inggris dengan sangat lancar seakan akan itu adalah bahasa ibu mereka, bahkan yang orang tua nya sudah menetap sering sekali menjadi tidak aktif lagi berbahasa Indonesia.
Nadya sedang makan mi bakso di ayunan saat Aileen, Albert dan Mat datang menghampiri nya. Aileen bercerita bahwa saat tiba di rumah mba Rara, ia melihat Mat di salah satu rumah yang ternyata merupakan rumah ibu nya Mat yang hanya selisih 2 rumah dari rumah mba Rara, dan karena saat Aileen tiba Mat yang sedang duduk di teras rumah ibu nya melihat Aileen serta Albert, ia pun langsung menyapa dan menghampiri Ailien dan Albert. Aileen pun mengajak Mat untuk ikut acara mereka, tidak lupa ia memberitahu Mat bahwa ada Nadya di acara tersebut.
"Hai apa kamu sudah makan?" Tanya Nadya
"Belum"
"Itu ada banyak makanan Indonesia di ruang makan, kamu bisa ambil".
Nadya menemani Mat ke dapur untuk mengambil makanan, pria itu menanyakan satu persatu nama makanan yang tersaji.
"Porsi makanan nya cukup banyak, kamu bisa coba semua sedikit sedikit if you really curious".
"Good idea Nad"
Anggi yang sebelum nya di kenalkan Mat oleh Nadya berbisik di telinga nya
"Ka Nad, sumpah keren banget tuh bule"
"Perasaan lu mah, semua juga lu bilang cakep deh" kekeh Nadya
"Ih tapi yang ini beneran cakep dan keren kak".
Mat memilih soto ayam dan pempek. Ia menyukai rasa kedua makanan tersebut, yang menurut nya pas di lidah nya. Nadya menjelaskan bahwa makanan tersebut berasal dari daerah Jawa dan Palembang, Indonesia memiliki banyak suku di daerah sehingga memiliki banyak variasi menu makanan yang berasal dari daerah masing- masing.
Karena acara sudah selesai, Nadya dan Anggi pun hendak pulang.
Mat menawarkan Nadya untuk mengantar gadis itu ke rumah kost nya, tapi ia menolak nya karena tidak mau merepotkan. Tapi saat keluar rumah bersama Mat, ibu nya Mat yaitu Emily yang kebetulan sedang menyiram tanaman melihat anak nya bersama Nadya. Mat pun akhir nya mengajak Nadya untuk berkenalan dengan ibu nya. Karena tidak enak untuk menolak, Nadya mengikuti Mat ke rumah nya untuk bertemu ibu nya, Emily.
Emily yang merupakan adik dari Charlie, wanita berusia lima puluh lima tahun itu masih terlihat cantik. Tubuh yang tinggi dan langsing, serta berambut coklat, mata berwarna hazel, ia sangat menyukai yoga dan juga berkebun, sehingga fisik nya masih terlihat kuat. Emily terbiasa melakukan semua hal sendiri, karena suami nya sudah lama meninggal dan Mat juga sudah memilih untuk tinggal sendiri semenjak kuliah.
Emily juga masih aktif bekerja sebagai seorang guru di SMA swasta.
Sebenar nya Emily juga sudah pernah mendengar tentang Nadya dari Charlie. Kakak nya itu menceritakan hal - hal positif dari gadis itu, dan setelah bertemu langsung dengan nya, seperti nya memang gadis itu anak yang baik dan mandiri.
Emily tersenyum hangat pada Nadya, bertanya beberapa hal tentang study gadis itu dan juga tentang Indonesia.
Karena tidak enak dengan Anggi yang sedang menunggu nya, Nadya izin pulang pada Emily dan Mat.
"Maaf aku tidak bisa lama tante, teman ku sudah menunggu ku".
"That's fine, you can come here next time"
"Akan aku usahakan, thank you tante nice to meet you"
"Nice to meet you too, bye".