"BRUZZLY" sebuah agen rahasia pembasmi kejahatan siapa sangka di pimpin oleh seorang wanita cantik, tomboy dan dingin yang terkenal dengan nama MESLY.
RADITYA ANGGARA seorang pengusaha muda yang sukses dan berhati dingin karena di tinggal kekasihnya demi pria lain.
apakah MESLY dan Raditya berjodoh?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ⸙ᵍᵏTℹ️Tℹ️🅰️N B⃟c♏ENT🅰️RI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 16
Berita kematian Mayang menjadi bahan perbicangan semua orang, Hartono menutupi kabar kalau adiknya depresi dan di bawa kerumah sakit jiwa.
Semenjak kejadian itu Hartono bersumpah akan membalas perbuatan Anton lewat keluarganya supaya Anton merasakan sakitnya kehilangan orang yang disayanginya.
Melisa memberitahu Mesly kalau dia selalu di ikuti sebuah mobil tetapi tidak di hadang atau dicelakai mobil itu hanya mengikuti dan mengintai saja.
"Apa sebenarnya yang orang itu mau? atau mereka merencanakan sesuatu? kata Mesly
"Mana aku tau Mes, apa dia mencari waktu yang pas untuk menjalankan misinya? atau mencari kelengahan kita?" tanya Melisa.
"Kita pancing aja Mel!..., kamu giring mereka ketempat sepi lalu kita sergap bagaimana?" kata Mesly dengan idenya.
"Sebenarnya aku takut Mes, mau kita giring kemana? kalau belum sampai tujuan mereka sudah menghadang gimana donk?" kata Melisa khawatir.
Mesly menghampiri sepupunya itu untuk menenangkannya, "Kamu tenang aja kamu akan di dampingi mba Melinda nanti dia akan menyamar menjadi seorang perawat pasti mereka tidak akan curiga" kata gadis itu.
Melisa menjalankan semua petunjuk Mesly, gadis itu di pasangkan alat komunikasi di belakang telinganya supaya bisa mendengar petunjuk dari Mesly juga berbicara dengan sepupunya itu begitupun Melinda.
Melinda membawa Melisa keluar kota, benar yang di ceritakan Melisa dengan Mesly tiba-tiba sebuah mobil berwarna putih mengikutinya berawal 1 mobil lama-lama menjadi 5 mobil.
Melinda yang terbiasa menjalankan misi dari Bossnya melajukan mobil dengan kecepatan rata-rata sesuai petunjuk jangan terlalu dekat jangan juga terlalu jauh supaya sang penguntit tidak ketinggalan jejak.
Pas tiba di lokasi yang direncanakan Melinda memperlambat laju mobilnya supaya mereka bisa menghadang mobilnya, benar dugaannya mobil Melisa langsung di hadang sekelompok orang itu.
Mereka menggedor-gedor kaca mobil meminta kedua wanita itu keluar, wajah polos Melinda menunjukan sikap ketakutan padahal udah gemas ingin menghajar orang-orang itu berbeda dengan wajah Melisa yang benar-benar ketakutan.
Mesly memerintahkan mereka berdua keluar, ikuti permainannya dan di lokasi itu semua anak buah BRUZZLY sudah siaga menunggu musuh mereka masuk perangkap.
Disaat kedua wanita itu keluar para penjahat menodongkan senjata api mereka memberi instruksi supaya kedua wanita itu mau menurutinya masuk kedalam mobil mereka.
Saat mereka berjalan ke arah mobil penjahat itu Mesly memerintahkan Melinda untuk melakukan tugasnya juga pasukan BRUZZLY keluar dari persembunyiannya dan perang pun di mulai.
Melisa yang tidak memiliki skill beladiri itu seperti boneka yang terombang-ambing mengikuti gerakan Melinda dan mesly, kedua gadis tomboy itu dengan lihai menghajar musuhnya sambil melindungi Melisa.
Para musuh berhasil di kalahkan dengan pasukan BRUZZLY, Seperti biasa mereka di giring ke markas Tigerlong dan menjadikan sang papa Franz punya kerjaan,
Di markas Tigerlong mereka di interogasi mengapa mereka ingin membunuh Melisa,
"Saya hanya di perintahkan pak Hartono untuk menculik gadis itu saya tidak tau maksud dari penculikannya tuan" kata salah seorang pelaku yang di tunjuk sebagai pemimpin mereka.
"Hartono...? siapa Hartono?" kata Franz
"Hartono Hermawan pemilik beberapa hotel berbintang di kota Y" jawab pria itu.
Franz memerintahkan anak buahnya untuk mencari tau siapa Hartono Hermawan dan apa motif penculikan itu.
Dalam waktu 30 menit semua data tentang Hartono Hermawan berhasil di dapatkan, dari perjalanan bisnisnya sampai kabar kehidupan pria itu tetapi tidak ada yang mencurigakan bahkan tidak terdapat skandal apapun.
"Tidak ada yang aneh dari masa lalu Hartono, lalu kenapa dia ingin membunuh dr Melisa?" kata Franz setelah mendapat laporan dari anak buahnya.
"Coba kita tanya bapaknya Melisa Boss, mungkin Anton mengenal siapa Hartono Hermawan" kata salah satu anak buah Franz.
"Ide yang bagus...,segera bawa Anton kesini!" kata Franz dan langsung segera di laksanakan oleh anak buahnya.
Anton yang di tempatkan di sel tahanan di markas Tigerlong segera di bawa menghadap boss mafia itu.
Dengan hati bertanya-tanya pria itu duduk di kursi dengan tangan di rantai, Franz yang melihat Hartono datang tanpa basa basi langsung menanyakan soal Hartono Hermawan.
"Apa kamu kenal siapa Hartono Hermawan? apa kamu punya masalah dengan dirinya atau keluarganya?" tanya Franz.
Anton mengingat-ingat nama yang tidak asing itu, "Seperti pernah mendengar nama itu tetapi dimana ya?" ucapnya.
"Hartono itu sudah 2 kali ingin melakukan percobaan pembunuhan terhadap anakmu Melisa, kalau bukan karena putriku mungkin anak gadismu hanya tinggal nama" kata Franz lagi dan hal itu berhasil membuat Anton terkejut.
Tiba-tiba pikirannya teringat dengan seorang wanita bernama Mayang Hermawan, wanita yang sudah di jadikan boneka *** teman-temannya itu memiliki nama belakang yang sama yaitu Hermawan.
"Apa dia memiliki seorang adik bernama Mayang Hermawan?" tanyanya kepada Franz.
Frans segera menugaskan anak buahnya tentang keluarga Hartono dan mereka menemukan sebuah foto wanita cantik yang bernama Mayang Hermawan.
"Benar adiknya bernama Mayang Hermawan" kata anak buah Franz.
"Adiknya teman sekampus ku, dulu dia sangat menyukaiku tetapi aku mencintai sahabatnya yang bernama Susan aku dengar dia hamil dan kakaknya mendatangiku meminta pertanggung jawaban tetapi aku tidak mau dan adiknya bunuh diri" kata Anton menjelaskan.
"Apa kamu yang menodainya?" tanya Franz lagi.
"Ya aku pernah berhubungan dengannya, terapi dia juga berhubungan dengan pria lain itu sama aja dia gak jauh beda dengan wanita nakal yang suka menjual diri" kata Anton membela.
"Dimana kamu pertama kali tidur dengan Mayang dan kapan?" tanya Franz lagi.
Boss mafia itu merasa ada yang di tutup-tutupi dari Anton dengan mendengar nada suara pria itu Franz tau Anton pasti berbohong.
"Villa permata anggrek 20 tahun lalu" jawab Anton.
"Cari tau kabar villa permata anggrek 20 tahun lalu!" kata Franz memberi tugas kepada anak buahnya.
Dalam hitungan menit anak buah Tigerlong berhasil mendapatkan data yang di inginkan Bossnya itu dan segera melaporkan kepada Bossnya.
"Di villa itu ditemukan seorang wanita yang depresi dalam kondisi tanpa busana, menurut penyelidikan polisi setempat sepertinya habis di perkosa karena terdapat banyak luka dan darah di atas ranjang dan sofa di villa itu tetapi pelakunya tidak di temukan" kata Franz membaca artikel itu.
"Tidak mungkin kalau pelakunya bisa lolos karena banyak terdapat bukti yang bisa di visum, pasti pelaku sebenarnya punya kekuasaan hingga dia bisa lolos" kata Franz sambil menatap tajam Anton.
"Dan kau pelakunya!, benarkan? karena kau anak angkat keluarga terpandang dan memiliki banyak uang" kata Franz.
Anton Tersenyum kecut, pria itu sudah tertutup mata hatinya gara-gara iri dan cemburu.
jangan marah ya mesly... radit begitu karena takut kamu di ambil orang... jadi sudah sembuh langsung gas..