NovelToon NovelToon
Gadis SMA Milik Casanova

Gadis SMA Milik Casanova

Status: tamat
Genre:Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Tamat
Popularitas:871.3k
Nilai: 4.7
Nama Author: Puput

Untuk melunasi hutang Ayahnya, Silvi terpaksa menikah dengan Andika. Sejak saat itu hidupnya seperti di neraka. Dia hanya menjadi pemuas Andika yang memang seorang casanova itu. Meski sudah memiliki Silvi tapi dia masih saja sering mengajak wanita lain ke apartemennya.

Silvi merasa tidak sanggup lagi dengan kekerasan fisik dan verbal yang dilakukan Andika, akhirnya dia kabur. Andika terus mencari dan ingin membawanya kembali. Di saat itulah Andika merasa kehilangan.

Berbagai cara sudah Andika lakukan untuk mendapatkan Silvi lagi. Apakah Silvi mau kembali dengan Andika atau Silvi lebih memilih bersama Dion, sahabat yang selalu setia menemaninya dan juga mencintainya dengan tulus?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puput, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16

Silvi mulai membuka matanya di pagi hari itu. Dia mengedarkan pandangannya melihat kamar yang luas. Dia terkejut saat melihat Dion sedang tertidur sambil menelungkupkan wajahnya di dekat tangannya.

"Dion."

Mendengar suara Silvi, seketika Dion terbangun. Dia kini tersenyum menatap Silvi yang telah sadar. "Akhirnya lo sadar juga. Gimana keadaan lo? Udah gak pusing atau lemas kan?" tanya Dion sambil mengusap pipinya.

Silvi menggelengkan kepalanya pelan. "Gue sekarang ada di rumah lo?"

"Iya, ini rumah gue." jawab Dion.

"Tapi, orang tua lo?" tanya Silvi, karena dia merasa tidak enak jika ada orang tua Dion meskipun selama ini dia juga tidak pernah bertemu dengan orang tua Dion.

"Lo tenang aja, orang tua gue sedang ada kerjaan di luar negeri. Gue di sini hanya sama pembantu gue."

Silvi menghela napas panjang, lalu dia menatap jarum infus yang terpasang di pergelangan tangannya. "Kok gue diinfus?"

"Iya, lo kekurangan cairan. Semalam gue panggil Dokter buat periksa keadaan lo."

"Itu berarti lo tahu kalau gue..."

Dion hanya menganggukkan kepalanya. "Udah, lo tenang aja. Gue juga gak akan cerita ke siapapun. Kalau lo mau tinggal di sini untuk sementara waktu, tidak apa-apa. Nanti gue bilang ke Ayah lo."

Silvi hanya menundukkan pandangannya, kemudian perlahan dia duduk dan bersandar di headboard. "Iya, gue ingin nenangin diri dulu. Makasih ya, lo udah banyak bantu gue."

"Iya. Kalau lo butuh apa-apa, gue siap membantu."

Silvi hanya mengangguk pelan. Kemudian tidak ada percakapan di antara mereka.

"Sil, gue bisa bantu lo urus masalah Pak Andika. Biar dia masuk penjara."

Silvi menghela napas panjang. Rasanya sangat sakit saat mengingat perlakuan Andika padanya. Air mata itu mengalir lagi di pipinya. "Gue yang punya hutang sama Pak Dika. Jadi gue harus membayarnya."

"Hutang? Membayarnya dengan tubuh lo!"

Silvi semakin menangis. Dia kini menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

"Maaf, bukan maksud gue menyinggung perasaan lo." Sepertinya penggunaan kalimat Dion barusan kurang tepat sehingga membuat luka hati Silvi semakin terasa sakit.

"Iya, lo benar. Gue hanya bisa membayar hutang itu dengan tubuh gue. Gue gak punya apa-apa selain tubuh ini." Silvi semakin menangis sesenggukan.

"Sil..." Dion berpindah ke sisi ranjang lalu memeluk tubuh Silvi. "Maaf. Bukan maksud gue kayak gitu. Pak Dika yang keterlaluan! Berapa hutang lo ke dia?"

"60 juta." jawan Silvi singkat.

Dion menghela napas panjang. "Biar gue yang membayarnya, mulai sekarang lo gak perlu takut lagi dengan dia."

Silvi melepas pelukan Dion lalu menghapus air matanya. "Meskipun hutang itu lunas, hidup gue juga sudah hancur. Gue udah gak punya masa depan lagi."

"Lo masih punya masa depan! Jangan berhenti di sini. Lo masih bisa melanjutkan impian lo."

Perkataan tegas Dion membuat perasaannya sedikit tenang. Silvi kini sudah berhenti menangis.

"Lo makan dulu ya. Dari kemarin lo belum makan." kata Dion.

"Gue mau ke kamar mandi dulu."

"Ya udah sini gue bantu."

Silvi menggelengkan kepalanya.

"Ya udah, gue panggilin pembantu gue dulu." Dion mengusap puncak kepala Silvi sesaat lalu beranjak pergi.

"Ini rumah Dion? Sepertinya rumahnya mewah, bahkan uang 60 juta saja seolah kecil bagi dia? Apa sebenarnya Dion anak konglomerat?" gumam Silvi karena selama ini dia tidak pernah tahu latar belakang Dion.

...***...

Hampir semalaman Andika mencari Silvi, tapi dia belum juga menemukannya. Dia juga sudah mencarinya ke rumah, tapi ternyata Silvi juga tidak pulang.

Andika tak akan menyerah begitu saja. Dia kini menunggu Silvi di depan sekolah, berharap dia bertemu dengan Silvi. Sebenarnya kali ini dia tidak bisa berpikir secara jernih, bagaimana bisa Silvi pergi ke sekolah sedangkan kondisinya saja baru mengalami keguguran pasti butuh pemulihan selama beberapa hari.

"Bodoh sekali aku!" Andika memukul stang mobilnya dengan keras. Kali ini dia kesal dengan dirinya sendiri. Andai saja dia tidak terlalu kasar pada Silvi, pasti semuanya masih baik-baik saja dan dia juga tidak akan kehilangan calon anaknya.

Andika akan melajukan mobilnya lagi, tapi dia melihat Dion yang baru keluar dari sekolah. "Apa Silvi sama Dion?"

Andika mengikuti motor Dion di belakangnya tapi Dion menyadari mobil Andika yang mengikutinya. Dia menghentikan motornya tepat di depan mobil Andika.

Andika akhirnya keluar dan menghampiri Dion. "Silvi sama kamu?"

Dion menatap tajam Andika. "Apa urusannya sama Anda?"

"Silvi tanggung jawab aku."

Seketika Dion turun dari motornya dan membuka kaca helmnya. "Tanggung jawab! Anda mau menyekap Silvi lagi?"

"Tahu apa kamu tentang aku dan Silvi." Andika semakin menantang Dion.

Dion tidak takut dengan tantangan Andika. Dia juga menatap tajam Andika. "Andika Putra Sanjaya. Pemimpin baru di Sanjaya grup. Seorang casanova yang senang berganti wanita. Pasti Anda hanya menjadikan Silvi sebagai pelampiasan saja!"

Andika tidak bisa meremehkan seorang anak SMA yang sekarang berada di depannya itu. "Siapa kamu sebenarnya? Mengapa kamu tahu tentang aku?"

Dion hanya tersenyum miring, dia kembali menaiki motornya.

Andika tak mengejarnya lagi. "Dion? Siapa dia sebenarnya?"

...***...

Silvi kini duduk di sebuah kursi gantung dekat kolam renang. Jarum infusnya sudah dilepas karena dia sekarang merasa jauh lebih baik.

Rumah Dion terasa sangat nyaman. Seolah dia melupakan seluruh masalahnya untuk beberapa saat.

Andai saja, gue gak pernah bertemu Pak Dika pasti hidup gue gak akan seperti ini.

"Udah, jangan melamun terus." kata Dion. Dia kini duduk sambil meletakkan buku dan peralatan sekolah Silvi lainnya.

"Lo dari rumah gue?"

"Iya, gue ambil barang-barang lo buat sekolah. Kalau badan lo sudah membaik, lo bisa masuk sekolah."

"Tapi Pak Dika gak tahu kan kalau gue ada di sini? Dia pasti akan melakukan segala cara untuk dapatin gue lagi."

"Lo tenang aja. Lo aman sama gue. Jangan takut lagi dengan orang itu."

Silvi hanya mengangguk kecil lalu mengambil buku-bukunya, dan membukanya. "Tadi ada PR gak?"

"Ada, nanti malam kita kerjakan sama-sama."

"Hmm, Yon, gue gak nyangka ternyata lo kaya raya seperti ini."

Dion hanya tersenyum kecil. "Kekayaan ini milik orang tua gue. Gue gak punya apa-apa, sama kayak lo. Gue kan masih sekolah."

Silvi terpaku beberapa saat menatap Dion. Sudah dua tahun dia dekat dengan Dion, dia sama sekali tidak tahu latar belakang Dion, karena Dion selalu bersikap apa adanya. Bahkan Dion hanya memakai sepeda motor biasa. Dia sama sekali tidak menonjolkan dirinya bahwa dia anak orang kaya.

"Ya udah, gue mau mandi dulu. Kalau lo lapar langsung makan. Anggap saja ini rumah lo sendiri."

Silvi hanya menganggukkan kepalanya.

💕💕💕

..

Bonus visual.. 🤭 Kalau gak cocok jangan bayangkan pakai orang ini..

.

Silvi

Andika

.

Dion

Like dan komen ya...

1
Luzi Refra
Luar biasa
Lyly
Kecewa
Lyly
Buruk
Adila Ahmad
b
Riska Afzal
menyesal sudah
Ddek Aish
mampir thor
+62
HUAAAAAA 🥺 tenk yu tomat kaka otor 🌚🌚🌚
+62
jelas tidak! 🌚🌚🌚
Miyagi Mitsui
kesian silvy
Thywi Puspitasari
Luar biasa
Atma Inatun Nikhma
terima kasih....
ditgg karya selanjutnyaaaa
Atma Inatun Nikhma
Luar biasa
Ellasama
setelah liat visual ny Dion lebih baik Silvi sama Dion aja🤭
Siti patma
baru x liat author bingung dgn karyanya sendiri☺☺☺☺☺
andi_wathy
semua ceritanya bagus ..
andi_wathy
aku Uda baca semua novel Kevin fams tapi kok blm ada ceritanya anaknya Rendra Uda ketemu blm anaknya?
andi_wathy: ditunggu /Smile/
total 2 replies
falea sezi
klo mau balikan waduh bahaya jijik sumpah
Ibelmizzel
kasian silvi
Mamah Kekey
ending yang bagus
Mamah Kekey
selamat atas kelahiran bayi cantik nya Silvi dan Andika
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!