Sebuah keluarga yang begitu kejam, mengadopsi seorang anak perempuan untuk mengantikan putri tunggal mereka yang di ramal oleh peramal jahat akan mati pada umur nya yang ke delapan belas tahun.
Untuk menghindari kutukan tersebut mereka pun mengadopsi seorang anak perempuan yang lahir di tahun yang sama bulan yang sama dan tanggal yang sama agar putri mereka bisa menghindari kutukan tersebut sesuai ucapan sang peramal.
"Ayah aku mohon, jangan kirim kan aku ke tempat itu,aku takut,aku mohon ayah."Ucap Selina sambil menangis memegang erat kaki sang ayah.
"Menyingkir lah dari kaki ayah ku!"Ucap wanita cantik dengan pakaian yang sangat mewah mendorong Selina untuk menjauh dari kaki peria yang mereka pangil ayah itu.
Buat yang penasaran sama ceritanya Ayuk ikuti terus setiap episode dari kisah "Kesayangan Tuan Muda Kejam."
Terima kasih banyak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode #16
"Aku tidak boleh membiarkan dia pergi."Batin Milan berjalan cepat menyusul Selina.
"Jangan pergi! Hey kamu tidak boleh pergi!"Ucap Milan memegang pundak Selina.
Dengan cepat Selina berbalik dan menepis tangan Milan hinga dia jatuh ke lantai restoran tersebut.
"Ahhh."Teriak Milan kesakitan.
"Milan! Kamu tidak apa-apa?"Teriak Leo berlari menghampiri Milan.
"Ah, sakit sekali."Jawab Milan ekting.
"Aku tidak mendorong nya, pacar anda seperti nya sangat jago bersandiwara?"Ucap Selina dengan wajah dingin nya.
"Tidak-tidak, mungkin dia terlalu bersemangat,Milan sekarang kita ke rumah sakit saja,kita obati kaki mu."Ucap Leo sambil membantu Milan berdiri.
"Mau pergi ya pergi saja,asal kamu tidak menuduh ku tentang jatuh nya dia, kalau begitu aku pergi dulu."Ucap Selina berjalan cepat keluar dari tempat itu.
"Nona tunggu,apa aku bisa minta nomer telpon mu? Kamu dan teman kamu sangat mirip, aku masih tidak percaya jika kalian tidak ada hubungannya."Ucap Leo meninggikan nada suara nya karena Selina semakin menjauh.
"Maaf aku tidak membawa ponsel ku."Jawab Milan tak kalah tinggi suaranya.
"Kalau begitu Minggu depan jam delapan malam datang lah ke gedung ***** itu adalah malam perayaan ulang tahun pacar ku, aku harap kau bisa datang, kalau datang aku akan menunggu mu di depan gedung."Ucap Leo setengah menjerit.
Sementara Selina sama sekali tidak mempedulikan nya.
Ya Minggu depan adalah ulang tahun Milan yang ke dua puluh dan itu juga adalah ulang tahun Selina yang ke dua puluh mereka akan sama-sama ulang tahun.
Melihat Selina yang sudah pergi Leo pun mengendong Milan masuk ke dalam mobil nya karena kaki Milan yang sedang sakit akibat terjatuh tadi.
"Hiksss."Tangis Milan sambil menyenderkan kepalanya di bahu Leo.
"Kamu kenapa? Aku lihat tadi kau beberapa kali kehilangan kendali?"Tanya Leo penasaran.
"Aku merasa dia itu selina,dua tahun tidak bertemu,aku sangat merindukan nya,aku dan dia adalah sahabat baik saat ibu nya masih bekerja di rumah ku kami setiap harinya selalu bersama, apa kamu tidak lihat jika dia itu sangat mirip dengan Selina bahkan ekspresi nya saja sama,kamu tadi juga mendengar kan nya bukan? Dia tadi juga memberikan kartu identitas palsu, dia itu pasti Selina, aku tau kau merindukan nya, dan kau tidak perlu menemani ku kerumah sakit, turun dari mobil ini dan cari dia segera dan tanyakan kepada nya kenapa dia tidak mau mengenali kita, kalau tidak sekarang kapan lagi kita bisa bertemu dengan wanita itu."Ucap Milan panjang lebar.
"Sudah lah,kau sedang terluka seperti ini, aku turun mencari nya buat apa?"Tanya Leo kepada Milan.
"Terus Selina bagaimana?"Tanya Milan ingin terlihat baik di depan Leo.
"Sudah lah, bukan kah kau mendengar ku jika tadi aku mengundang dia ke pesta ulang tahun mu? Seperti nya dia pasti akan datang, ketika dia datang baru kita tanya-tanya lagi ya."Ucap Leo kepada Milan.
"Baik lah."Ucap Milan kembali menyenderkan kepalanya di bahu Leo.
Leo pun mengelus kepala Milan dengan lembut.
"Selina pasti tidak akan datang, kali ini dai pergi pasti tidak akan kembali lagi, tapi tunggu, dia tidak boleh menghilang Dulu, aku harus cari cara agar bisa bertemu dengan nya lagi, wanita itu masih belum mati mana mungkin aku bisa tenang, tunggu dia mati kesialan ini baru akan hilang."Batin Milan sambil tersenyum licik.
Sementara itu di sisi lain.
Selina masih menyusuri jalan setapak menuju pulau ke Fila, namun ia terus melamun seperti memikirkan sesuatu.
"Apa hati ku tergerak karena melihat Leo ya? Tidak itu kan sudah berlalu, sekarang Leo sudah ada dunia nya dengan Milan, Milan menjadi wanita yang susah di dapat dan menjadi wanita impian para lelaki, ah sudahlah tidak perlu di pikir kan lagi, aku cuma bisa mengandalkan kartu identitas palsu ini untuk bisa bertahan hidup di kota ini, huh dan aku harus segera kabur dari Fila itu."Batin Selina sambil terus melangkah kan kaki nya.
Selina pun bergegas kembali ke Fila sebelum malam tiba.
Setelah tiba di Fila Selina pun menyelusup kembali ke kamar nya.
Selina yang tadi nya menyelusup masuk ke kamar pun merasa lelah dan terdidur setelah mandi dan menganti pakaian nya.
Beberapa hari pun berlalu setelah malam itu Selina tidak lagi keluar dari Fila karena ia masuk h menunggu waktu yang tepat.
Malam Minggu pukul 08:30
"Huaaam."Ucap Selina baru bangun dari tidur dan berniat turun dari ranjang.
Namun tepat di saat itu seorang pelayan pun masuk ke dalam kamar tersebut.
Dan hal itu membuat Selina kaget dan kembali duduk di kasur nya dengan terdiam.
"Astaga, hampir saja."Batin Selina kembali duduk di tepi kasur dengan wajah datar dan terlihat kembali seperti orang yang termenung.
"Eh,nona muda sudah bangun,nona tidur begitu nyenyak ya,tuan muda sudah menunggu nona dari tadi."Ucap pelayan tersebut dengan senyum di bibirnya sambil mengelus rambut Selina.
"Apa?Tuan muda menunggu ku? Bukan kah dia emosian? Mengapa dia menunggu ku?"Batin Selina penasaran.
"Ayo nona, biar saya dandani dulu agar nona muda terlihat lebih cantik, dan tuan muda pasti akan sangat senang."Ucap wanita itu sambil menyisir rambut Selina dengan pelan.
"Kenapa sekarang aku merasakan jika aku ini adalah peliharaan nya Melvin?"Batin Selina.
Setelah beberapa menit pelayan itu pun akhirnya membawa Selina keluar dari kamar nya untuk bertemu dengan Melvin.
Namun di ruang tengah terlihat Melvin yabg sedang main game di ponsel nya, namun Tio baru datang di dekat nya dan berbicara sesuatu.
"Tuan muda, mengenai saham yang itu ..."Ucap Tio menggantung kalimat nya.
"Saham itu tidak bagus,dan pastinya akan turun."Jawab Melvin sambil terus fokus main.
"Akan turun? Padahal ini sudah sangat rendah."Jawab Tio kaget.
"Ya memang begitu keadaan nya."Jawab Melvin sambil masih fokus ke game yang ia main.
"Harus di jual atau tidak tuan muda? Aku takut jika orang-orang akan membuat masalah."Ucap Tio serius.
"Aku tidak peduli dengan mereka,yang penting kita mendapatkan uang."Jawab Melvin tak peduli.
"Baik lah tuan muda."Jawab Tio tak habis fikir dengan sikap boss nya.
"Hmmm."Jawab Melvin.
"Ada lagi tuan muda, sekertaris Andrew akan bergabung dengan direktur David."Ucap Tio dengan wajah khawatir.
"Hmm, papa ku sudah memberikan dia kekuasaan, gaji yang tinggi,masih saja ke tempat orang lain, dan satu lagi,apa aku masih harus mengajar kan ku untuk mengurus masalah sampah seperti ini?"Ucap Melvin terlihat semakin kesal.
Bersambung ....
selamat sell dede debay ny pasti tampan ke ayhnya 🤗😍
makasih Thor ceritanya bagus 👍👌🙏