NovelToon NovelToon
Hamil Anak Siapa ?!

Hamil Anak Siapa ?!

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Patahhati / Tamat
Popularitas:553.9k
Nilai: 5
Nama Author: Danie A

spil krisan donk. Masih pemula, penulisan masih berantakan🙏
Maaf ya novel ini mengandung adegan ehem-ehem dan tidak ada pengajaran sama sekali. hanya untuk hiburan semata.


" Apa dok !? " pekik Angga tak percaya .

" Sa-saya hamil !? " ulang nya dengan pupil mata yang membesar .

" Ta- Tapi sa-saya tidak merasa pernah melakukannya . "

" I-ini pa-pasti sa-salah ! " lanjut nya tergagap

Dokter Ana mengulurkan sebuah foto usg pada Angga. Dengan ragu wanita itu mengambil nya . Dengan nafas yang masih tak teratur , dan mata yang panas . Dia melihat dengan teliti foto USG itu .

" Ini adalah hasil USG anda bu Angga . "

" Apaa.. Ini tidak mungkin tertukar dengan milik orang lain !? " Angga bertanya dengan suara bergetar .

Dokter Ana tersenyun .
" Sayang sekali tidak Bu Angga . " jelas Dokter Ana , " Ini adalah hal pribadi dan dilakukan langsung ditempat . Tidak mungkin akan tertukar . "

Angga mulai limbung . Kepala nya terasa sangat berdenyut . Bagaimana bisa dia hamil , sementara dia belum pernah melakukan hubungan dengan siapapun !? Bagaimana bisa ada janin dirahim nya bila tak ada yang menanam benih nya di sana !? Siapa pelakunya !? Angga bingung . Apa yang harus dia lakukan !? Dia tak tau . Kejadian ini benar-benar membuatnya syok .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Danie A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

chap 16 : Aku suamimu!

Devan mengguyur tubuhnya dibawah shower kamar mandi di dalam kamarnya.

Dengan masih memakai pakaian lengkapnya. Hawa panas didalam dirinya harus dipadamkan. Sekelebat bayangan wajah Angga mengganggu pikirannya. Wajah yang seolah kehilangan roh nya itu. Amarahnya muncul, Devan marah pada dirinya sendiri. Pria itu menambah kekuatan air yang mengguyurnya.

Hampir satu setengah jam lamanya Devan didalam kamar mandi, dan keluar dengan lilitan handuk dipingggangnya.

Devan berjalan ke kamar ganti, memakai kaus hijau tua dengan celana panjang berwarna putih. Devan keluar dari kamarnya, berjalan menuju dapur. Angga sedang memasak disana. Menyiapkan makan malam.

Mata mereka bertemu pandang. Angga langsung menundukkan wajahnya, begitupun Devan, yang memalingkan wajahnya.

Kenapa jadi salah tingkah begini? batin Angga dan Devan

Devan duduk di meja makan yang berada tak jauh dari dapur. memangku wajahnya melihat Angga sibuk memotong sesuatu.

"Aaaaa...."

Devan berdiri dengan cemas berjalan cepat menghampiri Angga. melihat tangannya yang berdarah. Gadis itu terlihat memencet jari yang mengeluarkan darah itu.

Devan mengambil tangan Angga dan memasukkan jari yang berdarah itu kemulutnya. Tanpa sengaja mata mereka bertemu kembali. Membuat keduanya salah tingkah lagi. Angga menarik tangannya.

"La-lain kali berhati-hatilah." Devan mengalihkan pandangannya sembarangan.

"I-iya." Angga menunduk.

"A-aku ambilkan plester luka." Devan berlalu mengambil plester luka dan kembali lagi, Dengan hati-hati Devan memasangkan plester itu di luka Angga.

Mata mereka kembali beradu. Keduanya langsung mengalihkan pandangan. Devan kembali duduk dimeja makan. Angga juga kembali dengan aktifitasnya.

Malam itu mereka makan dengan tenang, tanpa percakapan apapun. Hanya kecanggungan yang menyelimuti mereka. Hingga malam semakin larut, dan masing-masing berada dibawah selimut dan memejamkan mata.

Keesokan paginya, Angga mengalami muntah morning sick hebat, hingga dia lemas. Devan pun sampai frustasi melihatnya, karena dia tak bisa berbuat banyak.

"Kita kedokter saja."ajak Devan panik."Tidak. Kamu pasti lemas. Akan kupanggilkan dokter saja."

Dengan panik Devan berlari kekamarnya,menghubungi dokter keluarga.

"Sebentar lagi dokter Evan kemari. bersabarlah." melihat Angga yang susah payah keluar dari kamar mandi. Devan langsung membopongnya kembali kekamar. Membaringkan Angga dengan hati-hati. Devan hendak menegakkan punggungnya, namun bajunya digenggam kuat Angga.

"Jangan pergi."pintanya lirih."Temani aku."

Devan terdiam mematung,menatap pilu gadis didepannya.

Angga tersadar dari tidurnya, dia merasakan sesuatu yang hangat disampingnya.

Hmm, guling ini hangat sekali. Wangi lagi.batin Angga tanpa membuka matanya.

Angga terus mendekatkan tubuhnya pada gulingnya. dengan mata tertutup. memeluk erat.

Disini sangat nyaman. batinnya lagi. Tunggu. Angga merasakan sesuatu yang aneh dengan gulingnya. Angga mulai meraba gulingnya. menyusuri setiap jengkalnya. Angga tersadar itu bukan guling. Gadis itu membuka matanya.

Ini? Dada bidang milik siapa? batin angga mendoangakkan kepala. tangan itu juga melingkar ditubuhnya.

Mas Devan! batiin Angga langsung duduk bangun. melihat sekeliling. Ini kamarku. apa yang mas Devan lakukan dikamarku?

Angga melihat tangan kirinya yang terpasang selang infus.

Kenapa?

"kamu udah bangun?"

Angga menoleh kearah Devan yang terlihat membuka sebelah matanya, mengerjap dan mengusapnya.

"kenapa mas Devan tidur disini?"

Devan bangun terduduk. menatap Angga dengan muka bantalnya.

"Kamu nggak ingat kalau kamu tadi narik aku tidur disampingmu?"

Angga terkejut. Mulutnya melongo, matanya semakin membola.

"Benarkah?"antusias tak percaya.

"Heemm.." Devan mengangguk.

Angga menyentuh kedua pipinya yang memerah karena malu.

"Kenapa aku di infus?"

Devan menggaruk kepalanya,

"Kamu beneran nggak ingat apapun?"

Angga mengangguk cepat.

"Tadi pagi kamu ngalamin morning sicknes. terus aku panggilin dokter."ucap Devan turun dari ranjang. "makanya kamu di infus. Kamu lemah banget tadi."

Angga masih melongo tak percaya. Angga melihat jam. Mulutnya makin membulat,

Jam 12 siang? Apa aku tidur selama itu?

"aku harus membuat makan siang"sambil hendak berlari

"Hei infusnya"Devan menarik tangan Angga hingga membuat gadis itu terjatuh dipelukan Devan. Sesaat mereka saling bersitatap sampai keduanya tersadar dan saling menjauh. menimbulkan suasana canggung.

"A-aku akan ke dapur." ucap Angga akhirnya.

"Jangan! biar aku saja. kamu masih terpasang infus. Dan kurasa kamu masih butuh istirahat." cegah Devan cepat.

"Tidak apa-apa Mas Devan." Angga menarik tiang infusnya.

"Jangan bandel!"Devan menahan tiang Infus Angga.

"Biar aku aja mas! aku sudah kuat kok."

"Jangan!"

"ini udah kerjaanku"

Mereka berdua berakhir tarik menarik infus dan saling melontarkan kalimat kalimat bantahan. Hingga diputuskan, mereka masak berdua.

"Aku sudah memanggil perawat agar infusmu dilepas." ucap Devan yang sedang memotong sosis.

"Aaaa. yaaah." Angga juga sedang memotong wortel dan lobak.

Hening sesaat.

"Mmmm... Mas Devan."

"Heemm?"

"Terima kasih."

"Untuk apa?"

"Karena sudah sangat baik padaku."

"Itu karena memang sudah kewajibanku."

"Kamu majikan yang baik."

Devan terdiam sesaat dari aktifitasnya memotong sosis.

"Bukan!" ucap Devan, "Aku suamimu."

Angga menoleh, melihat Devan yang juga menatap lekat padanya. Mata mereka saling bertubrukan, namun tak satupun dari mereka yang ingin berpaling.

Devan memangkas jarak, menangkup wajah Angga dan menciumnya, sepertinya hasrat dalam dirinya belum sepenuhnya padam. Devan melummatt, membelit lidah Angga, menghisap habis saliva dimulut Angga.

Angga menutup matanya, mulai menikmati sentuhan lembut lidah Devan. Perlahan Angga menggerakkan bibirnya, ikut bergulat dan berbelit dengan lidah Devan.

Dia membalasku!

Devan semakin memperdalam ciumannya. Mengeser setiap benda yang ada diatas meja, mengangkat tubuh Angga dan mendudukkan nya disana dengan masih memangut bibirnya. Cukup lama mereka saling berbelit lidah. Hingga dengan berat hati Devan melepas bibir lembut Angga, karena mendengar suara perut Angga yang mulai mendemo.

Devan tersenyum geli. Suara perut Angga benar-benar tak bisa diajak kompromi. Gadis itu tertunduk malu. Devan mengangkat dagu Angga dengan jarinya, menyesap sekali lagi bibir lembut itu.

"Diamlah disini. Biar aku yang masak untukmu."Ucap Devan sambil mengusap bibir Angga yang basah.

"Tapi aku..."

"Ssstttt..." jari Devan sudah menempel dibibir Angga."Nurut ya. Diam disini. Nanti kamu bakal ketagihan dengan masakanku."dengan senyum menggoda diwajahnya.

Angga menatap Devan dengan menggigit bibirnya, dia ragu dan merasa tak nyaman. Dia masih merasa sebagai ART Devan walau Pria itu sudah menegaskan Angga sebagai istrinya.

1
nia kurniawati
Luar biasa
Elena Sirregar
angga/ anggraini
Devin Nadyn
kayaknya aku jatuh cinta sama ayah Yo il 🤣🤣
setya21
kok aku emosi sama angga ya
Ma Malikha
yaaaah..
sad ending 😭😭😭😭
💕💕syety mousya Arofah 💕💕
thorrr knpa namanya Angga,,brasa laki2,,,ganti aj jadi Anggi,,,🤭🤭🤭
Ary Aryanie
👍👍
wulan dari
ko tamat sih Thor AP Devan dan Angga masih hdp atau meninggal terutama bayiny. trs ad lagi g Thor selain ini yaaahh cerita anak Devan dan angga
Danie a: nggak ada. wkwkwk.. mampir juga dong ke Nopel yang lain🤭
total 1 replies
kurnia rahayu
luar biasa👍👍👍
Danie a: makasih😆
total 1 replies
Sunarti Yohana Banurea
😄
Rini Utya
weh"...mrah tenan iki nanti kalau mona memberi tau foto"itu...Angga"mbokyoo ngomong terus terang yo yo kr bojomu...
Rini Utya
wah gawat jk nanti Devan tau si Angga sampek gendong"an sm Han... bs mrah besar ni...
Rini Utya
walah... muga"siHan nggak jahat ya... dia tau kalau Devan yg membuat hamil Angga
Ran Aulia
👍👍👍😩😩😩😩😩
Cika🎀
ditatar dulu angga🤣
Cika🎀
mimpi🤣🤣🤣
Cika🎀
cakep uyyyy
Cika🎀
yeeee menikah
Cika🎀
nurut aja🤣🤣
Cika🎀
ternyta babe nya tau🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!