NovelToon NovelToon
Karena Kamu, Jodohku

Karena Kamu, Jodohku

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Cintapertama / Patahhati / Perjodohan / Tamat
Popularitas:568.1k
Nilai: 5
Nama Author: ShasaVinta

"Terkadang kita harus merelakan sesuatu hal bukan karena kita menyerah tapi mengerti bahwa ada hal yg tidak bisa dipaksakan."

Itulah yang dipikirkan Devinta Dwi Suseno saat mengetahui pria yang sebentar lagi akan menjadi tunangannya ternyata kembali menjalin hubungan dengan mantan kekasihnya .

Namun setelah 5 tahun menghindar , takdir berkata lain . Ia kembali di pertemukan dengan Arnold Prayoga , pria yang paling tidak ingin Ia temui .

Bagaimana kelanjutan lika liku hubungan Devi dan Arnold ? Bisakah Devi keluar dari bayang bayang penghianatan Arnold di masa lalu ? Apakah kisah mereka akan berakhir bahagia bersama ?

" Sebab sepanjang kita berjalan, menghindar, berpura-pura tidak mengetahui atau apapun itu, kita akan tetap akan bertemu apa yang ditakdirkan untuk bertemu . "

"Karena pada waktunya, tanpa kau rencanakan pun, jodoh tak akan pernah tertukar."

( Inilah karya pertamaku , Karena Kamu Jodohku )

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ShasaVinta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15. Flashback Chapt 13

Arnold POV

Aku melajukan mobilku dengan kecepatan tinggi menuju rumah.

Beep... beep... beep...

Aku membunyikan klakson mobil dengan tidak sabar agar Mang tisno satpamku segera membuka gerbang.

Setelah gerbang terbuka , aku melajukan mobil masuk ke halaman rumah.

Kulihat dari kaca spion Mang Tisno mengikuti mobilku dengan sedikit berlari.

Aku menghentikan mobil secara asal, dan memberikan kunci ke Mang Tisno agar Ia membantuku memasukkan mobil ke garasi.

Saat masuk ke dalam, suasana rumah sudah sepi. Sepertinya semua orang sudah berada di kamar masing-masing.

Dengan sedikit berlari aku menuju kamar Nanny, kuketuk beberapa kali lalu langsung kubuka pintu.

Kulihat Nanny belum tidur. Ia masih duduk di Sofa lengkap dengan mukenah yang Ia gunakan, Sambil membaca kitab suci Al-quran.

Menyadari kehadiranku, Nanny menghentikan kegiatannya.

" Arnold, kamu sudah pulang. Ada apa kamu mencari Nanny ? " tanyanya dengan lembut.

Aku menyadari bahwa Nanny memiliki riwayat penyakit jantung, jadi aku mencoba untuk berbicara dengan lembut padanya.

" Maaf kalau aku mengganggu waktu istirahat Nanny ", kataku .

" Hanya saja aku ingin Nanny menjawabku dengan jujur, apa benar sebelum Angel pergi Nanny sempat bertemu dengannya ? ", tanyaku langsung ke intinya.

Ku lihat sepertinya Nanny terkejut aku mengetahui hal itu.

" Iya benar ", jawabnya singkat.

Aku menghela nafas kasar. Sepertinya emosiku mulai naik.

" Lalu apa benar Nanny yang menyuruhnya untuk meninggalkanku ? " kini aku bertannya dengan menekankan disetiap kata yang aku ucapkan.

" Iya benar ", Nanny masih menjawabku dengan santai .

Hal itu sangat memancing emosiku ,

" Tapi kenapa Nanny melakukan itu ? " suaraku mulai meninggi, aku mulai terbawa emosi.

" Karena perempuan itu tidak pantas untuk Mu ", jawabnya juga dengan sedikit emosi.

Dapat kulihat kemarahan di wajah Nanny karena dengan berani aku meninggikan suaraku padanya.

" Mulai saat ini, aku mohon Nanny jangan lagi mencampuri urusan hubunganku. Biarkan aku yang memutuskan pantas tidaknya orang yang akan kucintai " aku menegaskan hal itu pada Nanny.

Kemudian aku bangkit dari dudukku, dan tanpa pamit aku keluar dari kamar Nanny.

Aku tidak lagi masuk ke kamarku, tapi dengan langkah sedikit berlari menuju ke garasi mobil.

Aku menyalakan mobilku dan melajukannya keluar meninggalkan rumah.

Di perjalanan aku menguhubungi Thomas,

" Lu lagi di apartement kan? " tanyaku begitu Thomas menjawab teleponku.

"Gue otw kesana, siapin minuman Thom. Gue butuh mabuk malam ini ", perintahku ke Thomas tanpa menunggu jawaban dari Thomas.

Dengan kecepatan tinggi aku melajukan mobilku menuju apartement Thomas.

Saat ini pikiranku sangat kacau.

Aku bahkan lupa jika sedari tadi aku mengabaikan telepon dari Devi dan sampai saat ini aku belum menghubunginya kembali.

" Maafkan aku Dev , aku lagi ingin sendiri. " batinku saat aku mematikan ponselku.

Devi POV.

Malam ini aku akan pulang kerumah sendiri.

Biasanya sang kekasih hati akan menjemputku, tapi tidak untuk malam ini.

Tadi pagi saat mengantarku bekerja, Ia minta ijin untuk menemui salah satu kliennya malam ini.

Sekarang sudah pukul delapan malam.

Aku baru saja keluar dari rumah sakit dan berniat untuk mencari taksi.

Tapi aku merasa sedikit mengantuk jadi kuputuskan untuk membeli kopi terlebih dahulu.

Aku berjalan menuju kedai kopi yang letaknya tepat di seberang jalan rumah sakit tempatku bekerja.

Sesekali aku mengecek ponselku, apakah ada pesan atau panggilan dari Arnold. Namun hasilnya nihil. Aku berpikiran positif kalau Arnold mungkin sedang sibuk.

Sudah ku coba beberapa kali menghubunginya tapi tetap tidak diangkat.

Aku duduk di salah satu kursi di kedai kopi setelah membeli kopi mochacino favoritku.

Kucoba merilekskan dulu tubuhku beberapa saat. Hari ini aku sangat lelah. Ruangan operasi hanya kutinggalkan saat aku makan siang.

Tak lama kulihat pintu kedai terbuka, masuklah seorang pria yang kukenal .

" Thomas... Thom... aku memanggilnya "

Thomas melihat kearahku kemudian datang menghampiriku.

Ia duduk di salah satu kursi yang kosong.

" Lagi nungguin Pak Bos yah Bu Dokter ? " tanyanya.

Aku dibuat bingung oleh pertanyaan Thomas.

" Memangnya Thomas tidak tahu kalau Arnold ada meeting malam ini " , batinku

" Gak, gue gak lagi nungguin Arnold ", aku berpura-puta tidak tahu.

" Lu jangan panggil Gue Bu Dokter dong, Lu bukan pasien Gue juga " , aku bercanda

" emang Lu ngapain disini ? Mau ngopi aja sampe datang sejauh ini ? " aku mulai bertanya, berharap mendapat informasi lebih soal Arnold .

" ha ha ha ha " , Thomas tertawa

" Ya kali Gue kurang kerjaan jauh-jauh kesini untuk ngopi doang ",

" Gue abis jengukin sodara gue yang di rawat di Rumah sakit " , Ia menjelaskan

" Emangnya Pak Bos kemana? Gue kira Pak Bos pulang cepat mau jemput Lu ", lanjutnya.

Deg...

Aku terkejut mendengar fakta yang barusan Thomas ungkapkan.

" Lalu sebenarnya Arnold kemana ? Kenapa telepon aku gak diangkat yah? " aku bertanya pada diriku sendiri.

" Si Arnold lagi ada urusan ama keluarganya " jawabku singkat pada Thomas.

Aku segera pamit ke Thomas dan pulang kerumah dengan menggunakan taksi.

Selama perjalanan pulang, aku mencoba beberapa kali menghubungi Arnold tapi masih tidak diangkat.

Sesampaiku di rumah, aku langsung mandi kemudian melakukan serangkaian perawatan wajah .

Kudaratkan tubuhku diatas ranjang tapi aku belum bisa memejamkan mataku.

Kembali ku hubungi ponsel Arnold namun kali ini ponselnya malah sudah tidak aktif.

Aku memilih untuk tidur, mengistirahatkan tubuhku dan tetap berpikir posotif pada Arnold.

Pagi ini agak berbeda karena aku akan mengemudi sendiri ke Rumah sakit.

Hari ini Arnold tak menjemputku bahkan Ponsel Arnold masih tidak bisa dihubungi .

Di perjalanan ponselku berbunyi nama Mommy Sofi tampil di layar.

Segera aku menggunakan handsfreeku dan ku jawab telpon Mommy.

" Assalamualaikum Mommy " sapaku

" Waalaikumsalam Cantik, kamu lagi bareng Arnold yah ? " tanya mommy tanpa basa-basi seperti biasa .

" Enggak Mom. Ini aku lagi dijalan mau ke rumah sakit. Terakhir aku ketemu Arnold kemarin waktu dia anterin aku kerja Mom " , jelasku pada Mommy .

" Kemana yah Arnold. Semalam dia gak tidur di rumah soalnya. Kata Mang Tisno sempat pulang tapi pergi lagi " , Mommy terdengar hawatir .

" Mungkin Arnold nginap di apartementnya. Coba aku tanyain Thomas yah ", aku coba menenangkan Mommy.

" Oke kabarin Mommy yah. Assalamualaikum ", Mommy mengakhiri panggilan teleponnya.

Segera kuhubungi ponsel Thomas.

tuut... tuut... tuuut... tuut ..

Tak lama kudengar panggilan tunggu akhirnya Thomas menjawab ,

" Halo pagi dev , " sapanya.

" Pagi Thom.... Kamu lagi bareng Arnold sekarang ? " tanyaku langsung pada intinya.

" Iya... Arnold lagi mandi. Semalam dia ke apartemen Gue bawain dokumen hasil meetingnya ama klien ",

" Kita berdua ngobrol gak ingat waktu, tau-taunya udah kemaleman, jadinya Arnold nginap deh " Thomas menjelaskan.

Niatku ingin langsung ke apartement Thomas untuk menemui Arnold saat itu juga .

Tapi aku ada jadwal operasi pagi .

" Ya udah, bilangin aja ke Arnold tungguin aku di kantor yah. Entar aku kesana kalau udah selesai operasi ", aku menitipkan pesan ke Thomas.

" Siap nanti aku bilangin ", jawabnya.

" Ya udah. Aku tutup teleponnya yah Thom , aku lagi nyetir nih bentar lagi sampai dirumah sakit ". aku mengakhiri sambungan telepon dengan Thomas.

Arnold POV.

" Mati Lu.. bakalan ketahuan Lu ama Bu dokter kalau Lu bohong ", ejek Thomas.

Memang sedari tadi aku mendengar semua pembicaraan Thomas dan Devi di telepon .

" Enggak. Devi gak akan tahu kalau Lu gak ember ", kilahku

" Awas ya Lu sampai keceplosan depan Devi ", aku mengancam Thomas.

Aku sudah menceritakan semua kejadian kemarin tanpa ada satupun yang terlewat kepada Sahabatku itu.

Seperti dugaanku dia sedikit menyalahkan apa yang udah gue perbuat sama Angel di belakang Devi.

Aku juga yakin Max dan Willi juga akan nyalahin aku kalau tahu hal itu.

Devi kan kandidat calon ipar favorit mereka. Terutama Willi.

" Pokoknya Lu bilang aja sama seperti yang tadi Lu bilang di telepon kalau Devi nanya lagi. Oke ? ", aku menegaskan ulang lagi . Dibalas anggukan oleh Thomas.

" Sialan... Jadi gini rasanya selingkuh , bikin pusing ", tak sadar akan ucapanku yang mengundang tawa Thomas.

" Eh tapi gue gak selingkuh kok, Gue dan Angel gak ada hubungan apa-apakan ? " tanyaku pada Thomas mencari pembelaan.

" Malah Lu lebih dari ada hubungan apa-apa sama si Angel. Tuh buktinya Lu sampai \*\*\*\*\* sana \*\*\*\*\* sini , raba sana raba sini ", ejek thomas .

" Sialan Lu... " , Gue melempar Thomas dengan bantal yang ada disofa dekat Gue.

" Sebagai sahabat harusnya Lu kasi dukungan ke Gue . "

" Justru karena gue Sahabat yang sayang ama Lu, Gue gak dukung Lu seperti ini. Saran Gue, sekarang Lu harus milih satu. Jangan sampai salah milihnya, entar Lu menyesal ", nasihat Thomas sok bijak.

" iya iya Gue tau ",

" Kekantor Yuk udah kesiangan kita Nih " ajakku.

Akupun berangkat kekantor bersama Thomas dengan hati yang gelisah.

.

.

.

.

To be Continue

1
Nadia
aku setop baca, terlalu mudah sidevi, bego, cuman buat cadangan, atau mungkin otornya jg begitu 🤭
Rubi Azmi
ya ampun nyesekkk
Hearty💕💕
Mau
Hearty 💕
Kalau sultan mah bebas yaaa.

Semoga Willi dapat rumah ya
Hearty 💕
Melayang rasanya
Hearty 💕
❤🌸💕🌸❤🌸💕🌸❤🌸💕🌸❤🌸💕🌸❤🌸💕🌸❤🙄💕🌸❤🌸💕🙄❤🙄💕🌸
Hearty💕💕
Arnold kena deh dikerjain Bumik
Hearty 💕
Suka dengan quote²nya thor
Hearty 💕
Duh udah kacau nih dunianya Arnold dan Devi.... emang harus disegerakan
Hearty 💕
Jangan² udah hamil nih
Hearty 💕
Berharap ada kesempatan untuk Thomas
Hearty 💕
Cintia lapor ke Dasha????
Hearty💕💕
Puas ya Dev ngerjain Arnold
Hearty💕💕
😂🤣😂🤣😂🤣😂🤣😂🤣😂🤣😂🤣
Hearty💕💕
Hampir.... udah ngapa²in kok
Hearty💕💕
Duh padahal sebenar benarnya apa yang kaliam lakukan selama ini harus dilakukan setelah sah menikah 😭😭😭😭😭😭
Hearty💕💕
Masih kesel kr Arnold
Hearty💕💕
Terharu selamat berjuang Devi Arnold
Hearty💕💕
Kalau jujur apa yg dilakukan atas dasar kemanusiaan pasti Devi ngerti. Tapi nggak harus kamu yg jenguk kasih org lain ajaa u peehatikan kondisinya
Hearty💕💕
Ya nggak gitu juga sih... kalau suami or istri berbuat zina dgn yg bkn pasangannya dipastikan bubar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!